Esimesed 125 rida.
Kyo!
Ada yang ingin kukatakan kepadamu.
- Kyo? - Aku juga...
Aku juga sudah lama
ingin menanyakan sesuatu.
Jika aku salah,
silakan mengejekku.
Kau bisa menganggapku bodoh.
Apa kau...
Apa kau
menyukaiku?
Kau mengerti, bukan?
Kupikir kau paling menyayangi ibumu.
Apa semua itu bohong?
Kyo.
Tolong dengarkan aku.
- Aku... - Kau tidak tahu apa-apa!
Kau tidak tahu perbuatanku.
[Kau seperti orang bodoh yang menyedihkan.]
Dia seharusnya tidak mati.
Ibumu...
Sebenarnya aku mengenal ibumu.
Hari itu...
[Aku bertemu dengannya saat berjalan-jalan]
Kau berani sekali.
Bocah sepertimu berambut jingga.
Apa begitu sejak lahir? Apa alami?
Siapa kau?
Bukan urusanmu.
Jangan berlagak jadi temanku.
Kubunuh kau!
Ada apa denganmu?
Kau tidak imut-imut,
tapi sangat imut-imut!
Siapa yang kau sebut lucu?
Dasar wanita tua!
Sepertinya bocah ini bicara.
Kau bicara. Imut-imut sekali.
Kau imut-imut sekali hingga bisa diculik.
Pulanglah. Ibumu akan khawatir...
Tidak ada.
Dia sudah meninggal.
Bagaimana dengan ayahmu?
Masa bodoh dengan orang seperti dia.
Dia bisa mati saja!
Dia juga berpikir lebih baik aku mati.
Kau pasti
sangat kesepian.
Apa rambutmu alami?
Sikapmu menyebalkan.
Panggil aku Kyoko.
Aku Kyoko Honda.
Bagaimana denganmu? Siapa namamu?
Rahasia.
Begitukah?
Kalau begitu, aku akan memanggilmu "bocah".
Apa itu "bocah"?
Artinya hanya bocah.
Datanglah lagi, Bocah.
[seperti cerita tentang dirinya, Kyoko Honda,]
Hari ini aku akan menunjukkan sesuatu.
Ini anakku,
Tohru.
Bocah.
Bagaimana ini?
Tohru belum pulang.
Aku mencari ke mana-mana,
tapi dia tetap tidak ada.
Aku tidak melihatnya di mana pun.
Kendalikan dirimu.
Aku...
Aku akan membantumu mencarinya!
Tunggu aku di rumah.
Aku akan menyelamatkan dan melindunginya.
Ini janji pria sejati!
Janji pria sejati.
[Kenapa aku tidak bisa menepati janji itu?]
Bocah!
Syukurlah, aku menemukanmu.
Kau masih membantuku mencarinya?
Aku menemukan Tohru.
Dia aman.
Maaf sudah merepotkan.
Itu...
Topi itu...
Maksudmu ini?
Kurasa ini milik anak
yang menemukan Tohru.
Kau tahu pemiliknya?
Entahlah.
Apa pun yang disentuh bedebah itu
bukan milikku lagi.
Bedebah itu...
Bedebah itu tercela.
Dia mendapat semua keinginannya
dan semua orang menyukainya.
Tapi dia tetap ingin
merebut milik orang lain.
Tapi dia yang membantuku
menemukan Tohru.
Dia tetap bedebah!
Dia orang jahat!
Aku sudah memutuskan
akan menyelamatkannya.
Itu harapanmu, bukan?
Tanpa keberadaannya yang menyebalkan,
kau akan gelisah, bukan?
Kau membelanya?
Kau pikir semua ini salahku?
Tidak.
Siapa pun yang kubela,
siapa yang benar atau salah,
semuanya bodoh.
Jika kau terus meributkan
hal-hal kecil,
hidupmu akan sia-sia.
Sulit menemukan seorang anak
sebaik dan sehebat kau.
Kau konyol.
Pengkhianat!
Aku tidak mau
bicara dengan orang sepertimu!
Bocah.
Mengenai janji itu,
kau berutang kepadaku.
No comments yet. Be the first to leave one.