The One and Only

The One and Only (한 사람만)

Laadige alla Indonesian subtiiter

Väljalaske info

한ㆍ사람만ㆍThe One and OnlyㅡE03ㅡNEXT
Kommenteerib faridusman
The One and Only Ep 03. Manual translate | 01:08:31 | Harusnya aku upload tadi pagi, cuma yang ini banyak banget line sub hilang, kemarin terjemahinnya. Jadi harus lengkapi line yang hilang. | Tunggu episode 4 ya. Maaf jika ada kesalahan terjemahan. Silak

Sildid

other
Avaldatud: 2021-12-31
Allalaadimised: 22
Kuulmispuudega: No

Indonesian subtiitrite eelvaade

Esimesed 200 rida.

Diterjemahkan oleh: faridusman

LATAR TEMPAT, KARAKTER, DAN KASUS TIDAK TERKAIT DENGAN KEHIDUPAN NYATA

Ibu.

Ibu.

Ada apa? Kau belum tidur?

Aku terus memikirkan hantu yang kulihat di TV kemarin.

Selalu muncul di pikiranku.

Hei. Tidak perlu menangis.

Aku harus bagaimana biar tidak memikirkannya?

Siapa dia?/ Entahlah.

Saat Ibu ke luar negeri, ada yang jual foto di pasar loak.

Siapa orang ini? Bagaimana dia hidup?

Kenapa dia tersenyum seperti itu?

Saat memikirkan kehidupan orang ini, pikiran menakutkan itu akan menghilang.

Dia kelihatan bahagia.

Ibu kasih ini untukmu.

Kau mungkin tetap akan membutuhkannya.

Kenapa?

Seiring berjalannya waktu, hal-hal yang kau takuti menghilang.

Bagaimana jika tidak menghilang bahkan setelah waktu berlalu?

Setelah beberapa waktu, kau tak bakal takut dengan hal-hal seperti hantu.

Kau akan takut pada hal-hal lain.

Ibu benar.

Aku tidak takut lagi dengan hal-hal seperti hantu.

Tapi aku masih takut

dengan hal-hal lain. Makanya aku tak bisa tidur semalaman.

Aku takut dan sedih.

Ibu.

Kata dokter, meski ini bukan peristiwa yang menakutkan dan menyedihkan

tapi aku masih merasakan hal yang sama, itu artinya sudah menjadi kebiasaan.

Ini bukan masalah sekarang

tapi masalah di masa lalu.

Aku berada di sana.

Dia mengatakan bahwa selalu ada anak di dalam diri setiap orang.

Kemarikan. Dompetku.

Apa?

Berikan dompetku.

Kau kemari cuma buat itu?

Tapi kok tahu aku ada di sini?

Berikan padaku Isabelle.

Gadis dalam foto, Isabelle.

Siapa dia?/ Tak tahu.

Kenapa dengan foto asing yang bahkan tak kau kenal?

Aku tak kenal tapi aku bisa bayangkan

bagaimana dia hidup atau betapa bahagianya dia.

Isabelle...

Isabelle mungkin menjalani kehidupan yang suram.

Dia menjalani hidupnya biasa saja jadi tak mungkin berbuat apa pun di rumahnya.

Jika kau melihatnya lebih dekat, dia bahkan tidak cantik.

Mungkin dia hanya berteman dengan anjing dan terbiasa dengan beberapa karung.

Semua orang yang berharap dicintai telah direnggut dan akhirnya ditendang keluar.

Tahu apa kau? Kau pikir kau siapa?

Aku akan membocorkan rahasiamu.

Aku akan bilang ke nenekmu kalau sebenarnya kau tidak berlibur!

Aku akan kasih tahu kau sedang sekarat!

Awas kau mengadukannya.

Makanya kemarikan dompetku.

Oh tidak.

Terbiasa.

Permisi.

Kita berniat menguncinya atau sengaja membawanya masuk?

Apa semua ini?

Barang-barang orang yang meninggal.

Selagi Suster Magdalena membersihkan kamar pasien yang meninggal,

dia mendapati pesan dan catatan terus katanya tidak enak dibuang begitu saja.

Katanya dia kumpulin dan sudah sebanyak ini.

Sebab itu, suatu saat,

orang-orang mulai meluruskan rahasia mereka dan mereka meninggalkannya di sini.

Apa yang mau kau sembunyikan atau apa yang kau buang.

Semacam itulah.

Apa yang harus kita buang?

Apa?/ Letak kesalahannya di mana?

Momen apa yang harus kita ambil untuk mengubah masa kini?

Si saksi bahkan sedang keluar.

Apa ini akhir bagi kita?

Tapi dia tidak melapor, melainkan datang kemari.

Dia sungguh jauh-jauh kemari cuma mencari dompet yang kau curi?

Ya./ Kenapa kau mencurinya?

Jika dia melaporkan kita, aku akan menyalahkannya.

Kenapa denganmu?

Kita harus sungguh-sungguh melakukannya./ Apa?

Kita cap sidik jarinya di seluruh permukaan tongkat golf ini.

Eonni!

Ya.

Kenapa dia?

Hei. Kenapa kau datang ke sini?

Apa yang kau mau?

Itu...

Sebenarnya aku tidak tahu.

Apa?

Aku merasa ingin selesaikan suatu urusan.

Apa?

Pertama, aku harus mendapatkan Isabelle kembali.

Isabelle?

Bicara apa kau?

Terus lainnya, aku butuh waktu buat memikirkannya.

Aku tak ada waktu untuk berpikir.

Kurasa dia cukup bodoh.

Tidak.

Bagaimana dia tahu tempat ini?

Dia mungkin pernah melihatnya di medsosku. Dia melihat wajahku hari itu.

Sungguh dia datang demi dompetnya?

Mungkin dia penggemarku? Dia datang menemuiku.

Ada yang aneh.

Benar. Dia agak aneh. Sepertinya dia kehilangan sesuatu.

Karena ada saksi, kita harus menyingkirkan barang bukti.

Barang bukti.

Kita membunuh orang tapi kenapa kita repot mengurus ini...

Di mana kita harus sembunyikan semua ini?

Nona Se-yeon!

Suamimu sudah datang.

Ya. Aku akan segera keluar.

Kita kembalikan semuanya ke tempatnya.

Apa yang kau lakukan? Cepatlah.

Sudah datang?

Cuacanya bagus, kan?

Aku akan bawa ibuku keluar hari ini.

Belakangan kau sering datang. Bukannya kau harus ke kantor?

Aku ambil cuti.

Belum pernah melihatmu mengambil cuti.

Apa?

Cepat pergi.

Baiklah.

Kita harus kasih tahu Se-yeon Eonni yang sebenarnya.

Dia berpikir dia membunuhnya.

Kita selesaikan masalahnya dulu.

Kau tak lihat ekspresi paniknya dia ketika berpikir dia membunuhnya?

Jika dia tak melakukan itu, dia pasti akan mengoceh di kantor polisi.

Untuk saat ini, kita harus cepat urus ponsel itu.

Caranya?/ Mengambil kembali.

Mustahil memberikannya kepada korban dan tidak dapat mengembalikannya ke tempat semula.

Rumah nenekmu./ Apa?

Karena itulah tempat yang paling alami.

San-ah sedang memegang ponsel ketika dia pingsan

dan orang itu membawa San-ah ke rumah nenekmu.

Ponselnya terjatuh di sana.

Pasti sangat sibuk, jadi tidak ada yang melihatnya.

Kenapa denganmu?/ Apa?

Kenapa kau begitu proaktif?

Kalau kubilang aku yang membunuhnya, bakal selesai urusan.

Kau bisa saja menghentikanku atau pura-pura tak tahu.

Aku biasanya cukup proaktif.

Kita berada di pihak yang sama! Kita di tim yang sama.

Aku suka itu.

Mungkin ada hal lain jika kita terus seperti ini.

Apa?/ Entahlah.

Semua pikiran tersebut tampak begitu suram.

Sangat terstruktur. Aku suka itu.

Dan terkadang aku lupa diriku sedang sekarat!

Aku akan pergi tanpa ketahuan.

Ini lebih aman daripada kau pergi ke wilayah itu.

Untuk sementara, awasi pria itu. Mengerti?

Apa?

Se-yeon.../ Itu sudah lama rusak.

Akan lebih bagus bagi suamimu untuk melakukannya mulai sekarang.

Mana Ibu tahu tentang mengelola uang?

Ibu akan melupakannya begitu Ibu berbalik.

Bagaimana rumah?

Ibu biarkan.

Ibu ambil uang jaminan dan memberikannya ke suamiku?

Ya...

Ibu!/ Apa?

Hidupku tidak lama lagi.

Apa maksudmu?

Jika aku tidak ada, Ibu akan sendirian.

Jangan bilang omong kosong.

Ibu harus menerimanya. Aku sedang sekarat!

Tidak...

Jika kau bisa mengambil pengobatan.../ Ibu.

Ibu harus berjuang sendiri mulai sekarang. Ibu tak bisa mengandalkan orang lain lagi.

Oh Young-chan tidak bisa menjaga. Ibu tak dapat mengandalkannya.

Ibu bilang jangan bicara omong kosong!

Ibu tak perlu tinggal di rumahnya!

Halo...

Berikut rekaman CCTV di mana korban kasus pembunuhan acak Yongil-dong ditampilkan

Hari itu jam tiga sore, Pak Kang memegang pisau

dan mendekati dua siswa sekolah dasar yang sedang menuju sekolah

Bagaimana mereka menyebutnya kejahatan acak? Harusnya ada yang menargetkan!

Jelas dia hanya mengejar siswa SD.

Dia pasti sering bertanya pada dirinya mana yang paling mudah untuk dibunuh.

Benar.

Oh, In-sook.

Hai!

Tidak sulit?

Apa yang terjadi?

Yah, itu... secara alami...

Kau melepaskan diri?

Bagaimana caranya?

Um... baru saja melakukannya?

Padahal pintunya terkunci...

Ada lebih dari satu pintu keluar.

Apa yang ada di sini?

Penasaran...

A-apa?

Halo. Di mana kantor Ketua?

Sebelumnya kau pernah jadi sukarelawan?/ Ya.

Apa itu?

Di tempat penampungan anjing telantar.

Benarkah?

Min Woo-cheon, pasienmu

Kommentaarid

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left