Golden Pouch (Hwanggeumjumeoni / 황금주머니)

Golden Pouch (Hwanggeumjumeoni / 황금주머니)

Laadige alla Indonesian subtiiter

Väljalaske info

Golden Pocket E035-039 Webrip
Kommenteerib indri danti22
credit to Viu

Sildid

webrip
web
BRip
Avaldatud: 2017-01-10
Allalaadimised: 8
Kuulmispuudega: No

Indonesian subtiitrite eelvaade

Esimesed 200 rida.

Dia memberi uang kepada atasanku.

Dia membayar penalti

dan mengganti kerugiannya.

Apa?

Kenapa? Itu bukan salah kita.

Kamu hanya diam saja dan menonton?

Sae Na, jangan ikut campur. - Kenapa?

Ayah menjual kedainya untuk membayar perusahaan Seol Hwa!

Apakah perkataan Sae Na benar?

Benarkah? - Kurasa

Ayah melakukannya agar aku tidak dipecat.

Apa yang harus kulakukan?

Apa yang harus kulakukan, Bu? - Jadi,

dia menjual kedainya

untukmu?

Tanpa bilang apa-apa kepada ibu?

Ibu.

Lepaskan tanganmu.

Ibu.

Ibu mau sendirian.

Jangan masuk.

Kamu memang luar biasa.

Kamu seperti satu-satunya anak Ayah.

Kami bukan siapa-siapa baginya.

Maaf. Aku sungguh menyesal.

Jangan bilang menyesal.

Kalau menyesal, kamu seharusnya tidak datang ke keluarga kami!

Sae Na, sikapmu terlalu kasar!

Kamu tidak tahu apa-apa.

Pertengkaran semacam ini selalu terjadi.

Saat Ibu dan Ayah bertengkar karena Seol Hwa,

aku dan Doo Na harus menunggu dan tidak ikut campur.

Dia juga menghabiskan banyak uang!

Kami harus menghabiskan banyak uang karena operasi jantungnya!

Apa? Apa yang terjadi?

Ada apa ribut-ribut?

Doo Na.

Kamu tahu kenapa Ayah menjual kedai kita?

Kamu ingat aku bilang kita mungkin harus membayar penaltinya?

Dia menjual kedainya untuk membayar penaltinya.

Kamu serius?

Benarkah itu, Seol Hwa?

Kamu tidak bisa kabur begitu saja! Apa tindakanmu soal ini?

Seol Hwa.

Kamu tidak bisa pergi seperti ini.

Aku harus ke kantor.

Aku akan meminta uangnya kembali.

Ayah tidak bersalah.

Uang itu sangat berharga.

Dia tidak bisa kehilangan itu.

Seol Hwa.

Tenanglah.

Aku baik-baik saja. Aku tidak apa-apa.

Bisakah kamu menjaga Ibu? Dia mengalami banyak kesulitan.

Kumohon. Terima kasih.

Tunggu, maksudnya Seol Hwa bukan saudari kandung kalian?

Apakah ada rahasia di balik kelahirannya atau sesuatu?

Hei, jangan menanyakan hal yang tidak sopan seperti itu.

Kamu tidak bisa tahu dari nama kami?

Doo Na, Seol Hwa, dan Sae Na.

Namanya ada di antara Doo Na dan Sae Na.

Bila dipikir-pikir, itu memang aneh.

Kenapa Ayah melakukan itu? Itu hanya memperburuk keadaan bagi Seol Hwa.

Andai saja kedainya tidak bangkrut.

Itu salahku.

Tolong kembalikan uang yang dibayar ayahku.

Apa? Hei, sadarlah.

Sudah wajar perusahaan menerima uang itu.

Kami adalah korban. Kenapa kami harus mengganti rugi perusahaan?

Itu tidak adil.

Apa pun yang terjadi, perusahaan menanggung kerugian.

Kita butuh ganti rugi. - Tapi tidak dengan uang itu.

Ayahku menjual kedainya untuk mendapatkan uang itu.

Benarkah? Dia bahkan menjual kedainya?

Kembalikan uangnya, Pak? - Kamu juga?

Sekarang sudah selesai. Lupakanlah.

Aku akan menghasilkan acara lain dan menebus kerugiannya.

Tolong kembalikan. - Hei.

Kamu tidak perlu merencanakan acara lain.

Apa?

Apa maksud Bapak?

Kamu dipecat. - Tunggu.

Pak Geum sudah membayar penaltinya Kenapa Seol Hwa dipecat?.

Penaltinya dibayar sesuai kontrak.

Direktur mau kamu berhenti.

Kenapa aku harus berhenti?

Selain kehilangan acara Channel P,

kamu juga menyebabkan dokumenter rumah sakit gagal.

Kamu membuat dua kesalahan beruntun. Untuk apa mereka mempertahankanmu?

Kamu seharusnya mendengarkanku.

Ini tidak adil.

Bapak mau kami memotong semua adegan terkait dokter Han

meskipun kebenaran soal malapraktiknya belum keluar.

Kali ini, ayahku bahkan dinyatakan tidak bersalah.

Bukannya meluruskan, bagaimana Bapak bisa membuat kami bertanggung jawab?

Beginikah cara kerja media? - Ini perusahaan.

Kalau mereka mau kamu pergi, kamu harus pergi.

Ini mustahil.

Anjing sekalipun tidak akan diperlakukan begini.

Hei. Jangan mengganggu

dan suntinglah klip Pak Park.

Lupakan saja.

Aku juga berhenti. - Apa?

Produser Yoon, apa yang kamu lakukan?

Kita bekerja untuk media.

Tapi mereka tidak peduli kebenaran. Mereka hanya mau uang.

Aku tidak mau bekerja di sini.

Ji Sang!

Aku tidak akan berhenti. Tidak akan pernah.

Ini.

Ini yang sedang dikerjakan departemen waralaba kita.

Seperti ayah bilang, ayah mau kamu memimpin departemen itu.

Baiklah.

Sebagai gantinya, tolong jangan lupa yang kuminta kepada Ayah tempo hari.

Baiklah.

Dari Ji Sang. Permisi.

Hai.

Kamu bilang akan menanganinya. Apa yang terjadi?

Pak Geum menjual kedainya dan membayar penaltinya,

tapi Seol Hwa tetap dipecat.

Apa?

Di mana Seol Hwa sekarang?

Baiklah.

Apa yang terjadi?

Ayah, aku harus pergi.

Astaga.

Seol Hwa adalah

gadis itu.

Aku tidak bisa percaya ini. Ini tidak bisa diterima.

Kenapa aku harus berhenti?

Menyerahlah.

Mari berkemas saja dan pergi.

Ji Sang, apa kamu sekaya itu?

Kamu punya uang sebanyak itu? - Seol Hwa.

Menurutmu kenapa ayahku membayar penaltinya?

Itu agar aku tetap bekerja di sini.

Dia bahkan menjual kedainya untukku.

Bagaimana aku bisa berhenti?

Aku tidak bisa.

Kamu sudah cukup memohon, tapi itu tidak berhasil.

Jangan cemaskan yang akan terjadi. Ayo pergi saja.

Aku akan mencarikanmu pekerjaan. - Bagaimana caranya?

Aku tidak akan pergi sampai mendapatkan uang penaltinya.

Seol Hwa, kamu masih di sini?

Pergilah saja.

Kamu merusak suasana.

Berkemaslah dan pergi!

Beginikah perusahaan ini memperlakukan pegawainya?

Apa katamu? - Tanpa tahu yang sebenarnya

atau menunggu kebenarannya terungkap,

kamu memecat pegawaimu hanya karena mereka merugikan?

Joon Sang. - Kamu yang pilih bintang tamu itu.

Bersyukurlah kami tidak memintamu membayar penaltinya.

Aku memintamu menunggu. - Sampai kapan?

Kamu tidak bisa apa-apa untuk atasi masalahnya. Kenapa berbangga diri?

Apa katamu?

Kamu bilang aku tidak bisa apa-apa?

Itu...

Ada apa?

Kamu tadinya akan mendapat kesempatan besar,

tapi kamu baru saja menjauhkannya.

Ayo pergi.

Joon Sang.

Lihatlah dia, berlagak seolah-olah luar biasa.

Yoon Joon Sang! Kamu pikir siapa dirimu?

Kamu akan terkejut saat tahu siapa dia.

Kamu membuat kesalahan hari ini.

Aku belum pernah melihat dia marah.

Kamu memperburuk keadaan.

Aku seharusnya tetap di sana meski mereka menyeretku keluar.

Kenapa kamu membawaku keluar?

Mereka mau kamu pergi. Kenapa kamu berusaha tetap di sana?

Kamu pikir mereka akan membiarkanmu bekerja lagi?

Lalu apa yang bisa kulakukan?

Ayahku menjual kedainya saja sudah buruk.

Setidaknya aku harus mempertahankan pekerjaanku.

Jika tidak, keluargaku akan dalam masalah.

Aku sebaiknya memohon kepada atasan atau bahkan direktur.

Aku harus pergi. - Hentikanlah.

Pikirkan harga diri kita.

Aku tidak punya harga diri.

Jika diperbolehkan bekerja, aku akan berterima kasih dan kembali bekerja.

Ini melukai harga diriku.

Aku membuatmu dalam posisi ini.

Aku benci melihat ini.

Jadi, tolong hentikan.

Kamu tidak tahu yang telah dilakukan oleh ayahku untukku.

Kamu tidak tahu betapa keluargaku sangat mengandalkanku.

Ini tidak baik-baik saja.

Aku tidak bisa membiarkan ini terjadi.

Sungguh orang yang jahat.

Aku tidak bisa memercayai dia.

Geum Jeong Do, kamu berengsek.

Sebaiknya aku menghubungi Ayah.

Jangan.

Dia menyebabkan kekacauan besar dalam keluarga ini.

Kakak masih mau menghubungi dia?

Dia berengsek.

Dia orang yang jahat.

Geum Jeong Do, bedebah itu.

Kommentaarid

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left