Esimesed 200 rida.
Halo, anak-anak.
Baru-baru ini kalian mungkin menyadari beberapa perubahan pada tubuh kalian.
Tapi jangan khawatir, perubahan ini sangat normal.
Itu disebut pubertas.
Proses perubahan dari anak-anak menjadi dewasa.
Kematian sudah dilaporkan di kota-kota di seluruh dunia.
- Kembali padamu. - Ini bukan dari alam.
Ini senjata biologis buatan manusia.
Skala yang belum pernah kita lihat dan setiap orang dewasa berisiko.
Tampaknya penyakit ini tidak berpengaruh pada anak-anak praremaja.
Tapi, saat anak terinfeksi mencapai pubertas,
efek penyakitnya akan fatal.
Ini mungkin tampak aneh, tidak nyaman, bahkan terkadang tidak menyenangkan.
Tapi ini terjadi pada kita semua.
Mari berdoa untuk anak-anak kita, karena sebentar lagi kita akan tiada.
Dan mereka harus menderita dari wabah ini sendirian.
Semua orang dewasa sudah mati.
Dan semua anak-anak hidup dengan waktu terbatas.
Permulaan pubertas memicu penyakit dan hampir membawa kepada kematian.
Kita tidak akan berhasil!
Ya, kita bisa!
Ranselnya cakep.
Bawa kemari.
Kemari dan ambil.
Serahkan padaku.
Ada dua cara.
Cara mudah atau...
Apa yang kukatakan?
Tidak ada yang mudah di dunia!
Dia melukaimu?
Aku tak apa.
Semoga dia punya air.
Aku rela membunuh untuk sesuatu bergelembung.
Sial.
Kau kenapa?
Kau pikir lucu?
Kelaparan sampai mati di hutan?
Dengar.
Kau dengar itu?
Di mana kita?
Tempat ini tidak ada di peta.
Kita lewatkan saja. Kita harus menemukan jenius itu.
Tunggu.
Mereka punya air.
Tapi mereka bersenjata.
Senjata berat.
Air?
Mereka punya banyak air!
Jadi...
Apa langkah kita?
Langkahku.
Kau tinggal di pengintaian.
Membosankan!
Sembunyi dan amankan area.
Ini cuma pemberhentian.
Tunggu. Kau meninggalkanku di sini?
Sendiri?
Di wilayah Blue Meanie?
Kudengar mereka menemukan kakek-kakek tua di sekitar sini.
Terbungkus plastik biru.
Tenggorokan tersayat.
Seperti babi.
Jangan jadi pengecut.
Aku akan kembali dengan suguhan lezat untukmu.
Jangan hilangkan itu.
Takut cerita hantu.
Aku tidak takut!
Itu bukan cerita.
Berhenti!
Siapa di sana?
Air!
Tolong.
Temui aku segera. Di dekat ayunan jazz.
Ayunan jazz?
Terima kasih.
Berat di luar sana.
Aku menuju utara. Kota Derby.
Pernah mendengarnya?
Mereka bilang ada anak jenius membuat vaksin.
Ini mungkin cuma rumor, tapi aku masih akan mencari...
Kau sendirian?
Yakin?
Aku benci kejutan.
Ya.
Aku bercanda.
Aku suka kejutan. Kau datang dari kota, 'kan?
Kudengar anak-anak di sana gila.
Seperti Mad Max.
Ibuku berasal dari sana. Asalmu dari mana?
- Aku dari... - Coba terka yang kukerjakan?
Aku bertaruh uang tak bisa kau tebak.
Tak berarti uang penting lagi.
Maaf, aku sangat antusias saat bertemu orang baru.
Bicara tentang kejutan, aku perlu menunjukkan sesuatu.
Proyekku, Al-Shifa.
Kau akan terkesima. Itu akan mengubah dunia.
Bisa jalan?
Mungkin.
Bagus. Sini, biar kubawakan.
Angkat tangan dan jangan bergerak.
Semua barangmu? Milikku sekarang.
Jadi menurutlah dan kumpulkan untukku dan aku akan pergi.
Darah siapa itu?
Keparat terakhir yang tidak menurut.
Diam!
Satu langkah lagi dan kau kuhanguskan.
Aku sungguh-sungguh, ini tidak bercanda.
Tentu.
Anak-anak zaman sekarang.
Kau mau membunuhku begitu saja.
Kau kejam.
Begini saja.
Minta maaf dan mungkin aku masih akan menunjukkan proyekku padamu.
Mundur!
Hei, Bui!
Baik.
Sekarang kau mulai membuatku kesal.
Tolong.
Tidak. Jangan ada lagi suntikan.
Tidak!
Berhenti!
Jangan! Aku tidak sakit lagi!
Lepaskan aku!
Berhenti!
Berhenti!
Bodoh!
Diam!
Nak.
Nak!
Namaku Kuan.
Dan aku yakin kita seumuran.
Baik.
Ini akan menyakitkan. Tapi kau bodoh.
Dan kau pantas merasakannya.
Aku tidak takut.
Apa ini?
Makan malam.
Baunya mirip sampah.
Tunggu! Maaf.
Durian runtuh.
Ini milikku, Nona.
Ines.
Apa?
Ines. Itu namaku, Perancis.
Malam ini cerah.
Dormir a la belle etoile.
Bahasa Perancis dari, "tidur di bawah..."
Je sais. Tu parles francais?
Tidak.
Tidak juga. Ibuku mengajariku.
Dia tahu 20 bahasa.
Aku ingin mempelajari semua. Bahkan di saat paling akhir.
Kau harusnya melihatnya di ranjang rumah sakitnya
dengan semua buku ungkapannya bertumpuk di sekelilingnya.
Menghitung sampai 10. Dalam bahasa Indonesia.
Satu.
Dua.
Tiga.
Empat.
Lima.
Kuan, kenapa kau membantuku?
Dari sudut pandangku, kita saling membantu.
Proyekku, itu...
Seperti permainan futbal.
Aku butuh tim. Aku tidak bisa sendirian.
Kecuali aku melempar bola sangat tinggi kepada diriku.
- Atau buat potongan tim karton kecil dan... - Proyek apa?
Pernah dengar Al-Shifa?
Buku Persia Kuano ini. Artinya, "penyembuhan".
Aku tidak religius, tapi kabarnya jika kau mampu membaca
semua Al-Shifa kepada orang sakit, dia akan sembuh semudah itu.
Jadi itu yang sedang kubuat.
Itu proyekku. Pegang ini.
Kau membuat penawar?
Ya.
Sudah kuduga!
Kau si anak jenius itu! Kaulah yang aku cari!
Kau tidak dapat menyembuhkan virus.
Itu sangat mustahil.
Penawarku untuk hal lain.
- Tunggu, maka kau tidak... - Lihat ini.
Aku dewa emas. Atau tidak.
Sial.
Tunggu, jadi apa yang kau sembuhkan?
Itu seperti...
Kau percaya Sinterklas saat kecil?
Tentu.
Saat kau kecil, kau percaya hal mustahil.
Tapi kau tumbuh dewasa
dan dunia mengajarimu jika itu tidak benar.
Kau berhenti percaya.
Tapi bagaimana jika dunia salah?
Apa maksudmu?
Sudah lihat dunia hari ini?
Hal aneh yang dilakukan anak-anak ini satu sama lain?
Itu penyakit! Kita semua sakit, luar-dalam.
Maaf, tapi kau aneh dan aku bingung
dan ini semua sepertinya cuma membuang-buang waktu!
Dan jika kau tidak sadar, persediaan terbatas akhir-akhir ini!
Dan aku ingin...
No comments yet. Be the first to leave one.