Esimesed 200 rida.
Sebelumnya di Lucifer...
Hei, Letnan, kau mau pergi?
Aku dipindahkan.
Mungkin kau tidak perlu pergi.
Sebagai imbalan sudah menjaga Trixie,
mungkin kita bisa pergi minum kopi kapan-kapan.
Makan malam akan lebih romantis.
Apa kau tahu bahwa Linda dan Amenadiel berhubungan?
Jadi mantan kita punya hubungan.
Aku tidak peduli, kenapa kau peduli?
Kecuali kau masih suka malaikat.
Tidak!
Untuk makhluk abadi,
kau berdarah sangat banyak, ya?
Aku masih manusia. Aku masih merasakan...
semua rasa sakit yang datang bersama kematian.
Hanya saja lukanya pulih.
Lakukan keahlianmu. Tanya aku.
Kain.
Apa hasratmu?
Mati.
Aku akan cari cara menyudahi penderitaan abadimu...
bagaimana pun caranya.
Lucifer?
Lucifer!
Halo, Lucifer?
Jika semudah itu membunuhku,
aku sudah mati sejak dulu.
Baiklah.
Baik. Apa kau sudah coba...
menelan granat?/ Ya.
Mandi air keras?/ Ya.
Dimakan serigala?/ Ya.
Dijatuhkan ke baling-baling helikopter?/ Ya.
Aku sudah mencoba bunuh diri semenjak Zaman Perunggu.
Aku sudah mencoba segalanya.
Bahkan melompat ke dalam gunung berapi.
Apa? Kau selamat dari lahar?
Ya, itu 6 bulan yang sulit. Apa pun yang kulakukan, aku...
tumbuh kembali.
Seperti cacing pita bermata biru dan berdagu persegi.
Jadi jika kau dipotong jadi 2, apakah akan ada 2 Pierce?
Tidak, hanya satu sisi yang akan pulih.
Aku menyebutnya teori Master Molekul.
Ya, ya, aturan Wolverine. Aku mengerti.
Tapi...
pasti ada metode yang bekerja.
Lucifer, kenapa kau begitu peduli soal ini?
Karena Ayahku mengutukmu untuk hidup selamanya,
jadi membunuhmu akan jadi ludah besar di mata-Nya.
Kau Sang Iblis.
Kau pasti punya sesuatu yang sangat jahat...
di balik lengan bajumu.
Maksudmu...
seperti ini?
Aduh.
Terima kasih.
Sama-sama.
Karena pisau itu ditempa di perut Neraka.
Oh, ya, baja iblis.
Bahkan bisa membunuhku, jadi...
saatnya berpamitan pada Hollywood, Pierce.
Selamat tinggal, Lucifer.
Tidak, aku tidak mengerti. Kenapa itu tidak berhasil?
Aku seharusnya tahu...
kau tidak akan bisa menemukan caranya.
Kabar baiknya adalah...
kita punya waktu selamanya.
Bagiku, itu hal buruk.
Hei, Dan.
Hei./ Terima kasih.
Aku merasa mengalami deja vu. Jalan ini tampak tidak asing.
Ya, memang seharusnya.
Kita pernah melihat-lihat rumah di sudut sana.
Ingat? Setelah Trixie lahir.
Oh, ya. Sekolah swasta bagus, lingkungan yang aman.
Oh... atau tidak.
June Lee, 34 tahun.
Guru kimia setempat. Dia tinggal di blok ini.
Petugas kehutanan meninggalkan mesin pencacah kayu di sini...
dan seseorang memanfaatkannya.
Apa kau sudah bicara dengan warga setempat?
Belum.
Silakan.
Baik.
Halo.
Aku Detektif Decker.
Siapa yang tega melakukan ini pada June?
Aku berharap kalian bisa membantuku mencari tahu.
Apa kalian mendengar...
atau melihat hal aneh pagi ini?
Tidak. Aku mendengar suara mesin pencacah kayu, tapi...
Aku tidak tahu.
Dan apakah kalian tahu orang yang mau menyakiti June?
Tidak.
Semua orang menyukainya.
Dia sangat aktif dalam masyarakat.
Kami baru saja meni-pedi bersama.
Maaf.
Terima kasih atas bantuanmu, Maze.
Tidak masalah.
Ini memberiku waktu memikirkan masalah kecilku juga.
Jadi, ini untuk yang bersayap.
Aku menangkapnya seperti ini.
Lalu aku menusuknya dengan pisau.
Baik.
Alat cantik ini...
Ini untuk yang bertanduk.
Oh, bagus.
Jadi aku mengaitnya seperti ini.
Lalu, bam!
Pisau tepat di jantung.
Baik, aku harus menyelamu.
Apa semua perkelahian ini...
selalu berakhir dengan dirimu menusukkan pisau pada korbanmu?
Pisauku ditempa di Neraka.
Bagaimana lagi caraku membunuh makhluk surgawi?
Sial. Aku sudah menusuknya dengan salah satu pisaumu.
Harusnya kau memberitahuku itu...
sebelum kukeluarkan ini semua dari rubanah.
Tidak ada dari Bumi.
Tidak ada dari Neraka.
Pasti ada cara memadamkan lilin ini.
Ya...
Decker membuatmu bisa dibunuh, bukan?
Kenapa kau tidak menyelidikinya?
Terapkan itu pada Pierce.
Aku dan dia berbeda, Maze.
Yang terjadi padaku hanyalah lelucon kejam dari Ayah.
Dan yang terjadi pada Pierce bukan?
Ayahmu selalu suka permainan pikiran dan celah, ingat?
Ya, mungkin kau benar, Maze.
Mungkin aku harus mencari tahu apa yang membuat Pierce rentan.
Masuk ke dalam kepalanya.
Bukan dengan gergaji tulang.
Belum, lebih tepatnya.
Kenapa sofaku di tengah ruangan?
Oh, bagus. Kau sudah datang.
Silakan duduk.
Bagaimana perasaanmu hari ini?
Apa yang kau lakukan?
Oh, menjawab pertanyaan dengan pertanyaan lain.
Itu disebut "menghindar."
Baiklah,
dan bahasa tubuhmu menunjukkan bahwa kau kesal.
Tidak, aku hanya tidak suka dekorasi ulangmu.
Itu sikap pasif agresif, Pierce.
Kenapa tidak katakan saja perasaanmu sebenarnya?
Keluar dari ruanganku.
Bagus, bagus. Amarah.
Itu disebut terobosan, ya.
Oh. Jangan cemas.
Ini tempat aman.
Kenapa kau melakukan ini?
Bagaimana aku bisa memecahkan misteri cara membunuhmu...
jika aku tidak memahamimu dulu?
Kekuatanmu, kelemahanmu.
Karena semua orang punya Kryptonite, Letnan.
Jadi dengan kata lain, kau masih tidak tahu cara membunuhku?
Tapi ini caranya.
Aku tidak suka menangis.
Aku tidak suka berbagi.
Jadi, kecuali ini berkaitan dengan kasus,
kita sudah selesai bicara.
Dan atur kembali mejaku.
Decker.
Tolong katakan kau mengerjakan sesuatu yang menarik.
Pierce.
Letnan, kau masih di sini.
Apakah itu artinya kau memutuskan tinggal, atau..?
Ya.
Setidaknya untuk saat ini.
Oh, itu bagus.
Itu sangat sangat bagus.
2 "sangat?" Sungguh?
Ya, karena...
aku kesulitan dalam kasusku, dan aku butuh bantuanmu.
Jadi korban mesin pencacah kayu di pemukiman,
kami menemukan jarinya, memeriksa sidik jarinya.
Ternyata June Lee bukanlah June Lee.
Identitas palsu?
Nama asli korban kita adalah Sandra Jang,
dan menurut catatan publik, dia sudah mati 3 tahun lalu.
Menarik. Kau tahu?
Letnan punya banyak pengalaman dengan kematian palsu.
Pasti maksudmu karena aku pernah bertugas di bagian...
..Orang Hilang di Chicago.
Oh, bagus. Kita bisa memakai pengalamanmu, kalau begitu.
Ya, aku juga mau tahu semua tentang pengalamanmu.
Tentu.
Decker, coba periksa sertifikat kematian awalnya.
Mungkin ada sesuatu.
Baik.
Aku tahu apa yang kau coba lakukan.
Jika maksudmu memecahkan misteri, maka ya.
Dan jika kita mengerjakan kasus ini bersama,
itu membunuh 2 misteri dengan satu batu, bukan?
Tekankan pada membunuh, tentunya.
Oh...
Lucifer S03E13 Till Death Do Us Part
No comments yet. Be the first to leave one.