Esimesed 200 rida.
Diterjemahkan oleh : Yoe Riadi Jakarta, 14 Februari 2022
" RUMAH JUDI KEBERUNTUNGAN "
Wang Li - Tung Qi
" RUMAH JUDI KEBERUNTUNGAN "
Pasang taruhannya...
Semuanya, pasang taruhannya! Pasang taruhannya...
Pasang taruhannya!
Buka...
4, 4, 3. 11 poin, poin besar!
Angka besar yang menang.
Chen Shu Qi - Liang Xiao Hu
Paman ke 7.
Dimana paman ke 8?
Sementara dia jangan muncul dulu.
Mereka semua ada di sini.
Duduk saja. Jangan menarik perhatian.
3, 3!
2, 2!
3, 3!
2, 2!
Keluar 3!
Keluar 3! Aku menang!
Kita tidak akan diperhatikan jika duduk dan berjudi.
Chao Ming! Chao Ming! Ayo pergi...kau mabuk!
Ayo kita pergi!
Hati-hati.
Pembunuh ayahmu adalah 10 Harimau dari Kwang Tung.
5 anak ini adalah keturunan dan murid mereka.
Lung Tien Xiang - Wang Chao Ming
Kau mabuk!
Pergilah!
Aku belum mabuk!
Yang paling mabuk adalah Wang Chao Ming.
Putra Wang Yin Lin, salah satu dari 10 Harimau Kwang Tung.
Dia dilatih oleh Li Ren Chao,
juga salah satu dari 10 Harimau Kwang Tung.
Lihat...! Kau mabuk!
Aku ingin beli semua!
Yang di sampingnya adalah Lin Fu Cheng.
Chien Hsiao Hao - Lin Fu Cheng
Dari 10 Harimau Kwang Tung...
dia adalah muridnya Tie Qiao San dan Pengemis Su.
Sebelah sana Chen Ta Jun.
Dia keponakan Tie Zhi Chen (Jari Besi).
Juga murid dari Su Hei Hu.
Dia seorang buruh di Dermaga Mi Pu.
Xiao Yu - Chen Ta Jun
Disamping Lin Fu Cheng adalah Lin Bing.
Chen Han Guang - Lin Bing
Mereka adalah sepupu.
Dia juga murid dari Wang Yin Lin.
Yang berdiri di belakang adalah...
sepupu Tam Min, salah satu 10 Harimau Kwang Tung.
Namanya Tam Chung.
Lin Zhi Tai - Tam Chung
Bekerja di rumah perjudian ini.
Keluarga Tam terkenal dengan jurus Tinju Belah Tiga-nya.
Giliranku, berikan padaku...
Paman ke 7, kau pernah bilang...
...untuk menyerang yang muda dulu agar terbakar emosi yang tua.
Memang itu rencananya. Tapi kita tak dapat lakukan sekarang.
Mereka berlima sekarang, kesempatan untuk menang kecil.
Tunggu sampai mereka berpencar, jadi kita ada keyakinan untuk menang.
Jika tak bisa malam ini, masih ada besok.
Kita harus bersabar, dan mengerjakannya dalam satu gebrakan.
Ya.
Jangan rebut...
Coba aku lihat.
Kau mabuk!
Ayo, mari pergi!
Pergi istirahat!
Aku beritahu...
kartuku ini pasti menang.
Jangan main, kau sudah mabuk.
Kembali ke kamar istirahat.
Lihat...
Kau mabuk.
Coba lihat kartuku ini.
Ayo tidur!
Siapa bilang aku mabuk? Ayo kita pulang minum lagi.
Pergi tidur...
Ayo pergi!
Lihat kalian mabuk seperti ini, Ayo jalan.
Ayo masuk!
Kau mabuk.
Aku tidak.
Pergilah tidur.
Paman ke 7, mereka semuanya sudah mabuk.
Sekarang tinggal si Tam saja.
Mungkin sekarang waktunya.
Aku akan pura-pura tak mengenalmu.
Kita mulai dengan perdebatan uang perjudian.
Tam adalah penjaga dari rumah perjudian.
Ia pasti kemari, dan kita dapat menyerangnya.
Kau bernyali besar, berani menipuku!
Menipumu memang kenapa?
Kau mau apa?
Aku mau memukulmu!
Pukul aku? Tidak bisa.
Keluar!
Berhenti, kalian ke sini untuk main kan.
Aku harus pukul dia.
Kau mau apa?
Saudara, berhentilah.
Mau berkelahi kenapa?
Benar mau berkelahi? Tak ada yang takut.
Ada yang terbunuh.
Dia menikamnya dengan pisau! Dia sudah mati.
Mereka sudah lari.
Celaka! Bangun! Cepat bangun!
Tam Chung telah dibunuh.
Apa?
Liang Xiao Hu, putra Liang Si Gui, ingin membalaskan dendam ayahnya.
Ini adalah kesalahanku. Aku seharusnya tidak minum terlalu banyak.
Semuanya sedang mabuk. Kau tak bisa disalahkan.
Siapa putra Liang Si Gui?
Aku pernah dengar, guru pernah menyebut namanya.
Ini bermula dari Cai Min Yi, pejuang anti-Ching.
Ku Feng - Cai Min Yi
Wang Lung Wei - Liang Si Gui
Semua dengar! Siapa yang bisa menangkap pengkhianat ini,
akan mendapatkan hadiah.
Tn. Cai, aku Li Ren Chao.
Saudara Ren Chao, kau seorang pendekar besar.
Aku tak ingin bohong padamu.
Cai Min Yi bukan namaku sebenarnya.
Aku adalah Zhu Hung Ying dari Perkumpulan Langit dan Bumi.
Kami gagal dalam pemberontakan di Hunan dan Guangxi.
Ti Lung - Li Ren Chao
Aku tahu.
Silakan duduk.
Pemerintah Ching menganggap aku sebagai pengkhianat yang paling dicari.
Aku pikir kau...
Tn. Cai, jangan cemas. Kau tinggallah di sini.
Aku akan pikirkan suatu cara untuk mengirimmu ke luar negeri.
Bagus. Aku berniat pergi ke Nanyang,
untuk mempropagandakan melawan tentara Ching.
Tn. Cai, untuk keselamatanmu,
lebih baik jangan tinggalkan ruangan ini.
ini adalah kamar rahasiaku,
untuk menyimpan barang-barang berharga yang digadaikan para pelangganku.
Ini adalah rumah gadai?
Ya. Aku adalah pemilik rumah gadai ini.
" PEGADAIAN XIN HENG "
Selamat pagi, Tuan Tam.
Fu Sheng - Tam Min
Selamat pagi!
Kau sedang berlatih jurus Tinju Belah Tiga?
Ikut aku, ikut aku. Benar ini!
Ayo masuk! Masuk...!
Berapa yang kau butuhkan untuk pakaian rombeng ini?
5 taels perak.
5 taels perak?
Kau bercanda?
Beramal-lah.
Ibuku berumur 80 Tahun sudah hampir mati.
Beri dia tanda terima.
Ini semua... pakaian-pakaian yang rombeng?
Tuliskan dia tanda terima.
Kau disini.
Mereka menerima!
Aku akan menggadaikan ini 2 taels.
Ada lagi di sini.
Biar aku yang kerjakan. Minta kepada Tam Min,
untuk cari tahu dari mana asal mereka.
Kau pintar.
Selama kau tak menghindar, aku tak akan memukulmu.
Ide keluarga Tung memang bagus!
Benar.
Li Ren Chao ingin beramal.
Tidak sampai setahun Rumah Gadai Xin Heng akan bangkrut.
Benar.
Tunggu!
Jadi kau yang bikin masalah?
Bukan aku.
" PEGADAIAN TUNG SHENG "
Juragan Zhou yang menyuruh kami melakukan.
Apakah kau pantas dipukul?
Ya...
Ya...
Kalau kalian tak melawan, masing masing terima 1 pukulan.
Kalau mau melawan, ayo pukul aku.
Siapa yang mau melawan?
Tidak berani...
Dengan Tinju Belah Tiga keluarga Tam,
mereka tak akan mampu menerima separuh pukulanmu.
Ampuni saja, biarkan mereka pergi.
Kau mencari kakak Li?
Ya.
Tu Lung - Huang Cheng Ke Wei Pai - Huang Qi Ying
Enyah!
" PEGADAIAN TUNG SHENG "
Apa? Kalian semua tolol.
Tak berguna!
Enyah!
Suatu hari kau akan lihat.
Saudara Ren Chao, aku di pihakmu.
Aku berniat untuk menambah lagi bantuan.
Wang Yin Lin dengan tinju gaya Xia.
dan Su Hei Hu dari Dermaga Mi Pu.
No comments yet. Be the first to leave one.