Esimesed 186 rida.
"20 TAHUN KE DEPAN, KAU AKAN KECEWA DENGAN HAL-HAL YANG TAK KAU LAKUKAN
DARIPADA DENGAN HAL-HAL YANG KAU LAKUKAN." MARK TWAIN
Aku manusia beruntung.
Siang-siang tak ada di meja kerja,
tak mendengar suara alat cetak,
ketikan papan ketik, suara tetikus, telepon kantor.
Tak memakai baju rapi,
riasan, sepatu hak.
Sebagian dari kalian mungkin sudah tahu,
aku penulis tentang perjalanan,
mendapatkan uang dari jalan-jalan dan menulis.
Kalau tak jalan-jalan, aku tak memiliki materi untuk ditulis.
Kalau tak ada tulisan, aku tak mendapatkan uang.
Tulisan-tulisanku itu sebelumnya dimuat di dalam blog,
yang bernama "The Naked Traveler".
Banyak orang salah menangkap.
Mereka mengira, "The Naked Traveler" itu
cerita orang yang jalan-jalan sambil telanjang.
Beberapa perusahaan bahkan negara
melarang situs yang mengandung kata "naked".
AKSES DITOLAK
Ini bukan pornografi.
Kotak masuk surelku
penuh surat sampah yang menawarkan obat-obat aneh.
Orang-orang yang memiliki niat mencari kata "naked",
justru sering tersasar ke blogku.
Yang mengira itu situs porno pasti kecewa.
Tapi ada juga yang malah menjadi pembaca setia.
Bayangkan bagaimana rasanya memiliki pembaca setia
yang aku sendiri mencurigai niat awalnya.
Hai, Kak Trinity.
Itu namaku. Trinity.
Dan ini ceritaku.
Dari kecil, aku selalu diajari mencari uang sendiri kalau menginginkan sesuatu.
Kalau mau jalan-jalan, aku harus membuat proposal dulu.
Ini aku waktu kecil, bersama ayah dan ibuku.
Setiap berkumpul dengan keluarga besar,
kita selalu membahas tempat-tempat yang dikunjungi.
Waktu kuliah, aku punya banyak teman baik. Antara lain, Yasmin
dan Nina.
LABUAN BAJO HOTEL - RESTORAN TOKO SUVENIR - KATERING
Aku selalu membuat daftar tempat-tempat mana saja yang akan kukunjungi.
Lebih banyak menambahnya dari pada mencoretnya.
Jadi, tidak selesai-selesai.
Untuk jalan-jalan,
aku membutuhkan uang dan untuk mendapatkan uang,
aku harus bekerja.
Waktu lulus, aku bekerja di beberapa tempat, berpindah-pindah.
Hunian eksklusif bergaya desain tropis, nyaman.
Hunian eksklusif bergaya desain tropis, nyaman.
- Hunian eksklusif bergaya desain… - Ya, maaf.
Aduh.
Sampai akhirnya aku bekerja
di sebuah perusahaan dan cukup lama di sana.
Mejaku ini terkenal sering kosong.
Sebenarnya, karena sering keluar bertemu klien.
Tapi gosip yang tersebar, karena aku sering jalan-jalan.
Tak sepenuhnya salah.
Selain uang, ada satu masalah lagi yang selalu kuhadapi saat mau jalan-jalan.
Trinity.
Apa ini? Saya dengar kamu minta cuti lagi?
Ya, Bu.
Tak bisa. Kamu 'kan sudah banyak liburan.
Tapi minggu depan akhir pekan panjang, Bu.
Nah, sekalian aku mau memakai jatah cutiku. Begitu, Bu.
- Tak bisa. - Kenapa, Bu?
Jatah cutimu 'kan sudah habis.
Bagaimana sih?
- Oh ya? -
- Oh, ya, benar. - Ya.
Kamu ingin sekali jalan-jalan?
Ya, sudah. Kalau begitu, aku akan memberimu target baru.
Kalau kamu bisa mencapai target itu, kamu kuberi jatah cuti lagi.
Tapi kalau tidak, kupotong jatah cutimu tahun depan.
Target baru?
Tambah satu lagi PR-ku dari Bu Bos.
Oh, ada satu hal lagi yang lupa kukatakan.
Kisah cinta.
Tak banyak yang bisa dibanggakan.
Asyik.
Bang, minta lima ya.
- Tiga saja. - Ini pacarku. Charles.
Ini asal-muasal aku putus dengannya.
Itu terakhir ya.
Terakhir apa?
Jajan yang aneh-aneh.
Aku mau calon istriku sehat terus.
Jadi, kita bisa hidup sampai tua.
Tadinya, aku membuat ini untuk kejutan. Tapi aku tak tahan menasihatimu. Bacalah.
Apa ini?
"Sayuran yang segar…"
Semenjak itu,
- aku langsung memutuskan Charles. - Mantap? Ini, ada lagi.
Untuk ada tukang gorengan.
Jadi ketahuan semua rencana busuknya.
Kenapa kau putuskan si Charles Bonar itu?
Dia yang memutuskanku.
Jangan berbohong.
Jangan berbohong.
Bagaimana lagi? Memang tak cocok mau diapakan lagi?
Kalau mencari cocok-cocok terus, kapan menikahnya?
Perkawinan itu menerima kekurangan.
Aku juga tahu, Yah.
Terus, kamu maunya yang bagaimana?
Ini bukan masalah pria, Bu.
Kau tak suka laki-laki?
- Ha? Ayah! - Enak saja. Aku suka pria.
Cuma, tidak juga terburu-buru mencari satu, lalu dinikahi, Pak.
Jadi, maumu apa?
Banyak.
Sebelum menikah, harus sudah kulakukan.
Kamu 'kan sudah sering jalan-jalan,
sudah banyak yang kamu lihat.
Ya, itu belum apa-apa.
Ini.
Ayah, sini.
Apa lagi itu?
- Ibu. - Apa itu?
Ini apa? Daftar belanjaan?
Ini bucket list , hal-hal yang akan kulakukan sebelum menikah.
Sebelum menikah?
"Melihat Krakatau,
matahari terbenam di Labuan Bajo, berenang di Maladewa,
ke Zimbabwe, ke Segitiga Bermuda,
menginap di hutan Amazon tiga hari?" Mampuslah Ayah.
Kapan Ayah bisa menggendong cucu Ayah?
Ya, bagaimana lagi?
Pokoknya begitulah.
"Bucket" itu ember?
"Bucket", Bu.
Hal-hal yang ingin kulakukan sebelum mati.
Sebelum mati.
Menikahlah dulu.
Inilah risiko memiliki orang tua yang kebelet
ingin melihat anaknya cepat menikah.
Aku bisa sendiri, seperti yang Ayah ajarkan.
Terkadang aku menyesal mengajarimu mandiri.
ANALISIS TARGET PASAR
Kenapa bukan hari Jumat saja tanggal merahnya?
Harpitnas!
Harpitnas adalah saat satu tanggal hitam berada di antara dua tanggal merah.
Contohnya, bila tanggal 14, Kamis, adalah hari libur nasional Waisak,
dan tanggal 16 dan 17 adalah hari libur,
maka secara otomatis, tanggal 15, Jumat, menjadi hari terjepit nasional.
Jalan-jalan mendadak seperti ini berarti tak bisa mahal-mahal,
dan tak bisa jauh-jauh.
Festival Krakatau Lampung.
Ini seru.
Krakatau tak jauh, 'kan, ya?
Enaknya, sekarang ini, kalau memesan tiket
bisa secara daring.
Tapi, salah satu masukan untuk bisa hemat adalah
menunggu jam yang pas untuk mendapat tiket yang paling murah.
Sabar dan keuletan adalah kuncinya.
Hore!
Tiket sudah di tangan. Selanjutnya, Gerbang A, tempat tujuan Lampung.
Permisi, Pak.
Bapak kehilangan dompet?
Hah? Ya.
Yang ini bukan?
Wah.
Ya, benar.
- Terima kasih ya. - Sama-sama, Pak.
Lampung adalah provinsi yang paling selatan di Pulau Sumatra.
Ibukotanya terletak di Bandar Lampung.
Nah, sebelum ke Krakatau, aku ingin jalan-jalan dulu,
karena banyak sekali tempat dan acara yang menarik.
Salah satunya, Festival Layang-Layang.
Mbak, tolong fotokan ya?
- Oh, boleh. Di mana? - Ya.
Serunya berjalan-jalan adalah berkenalan dengan berbagai macam orang.
- Semua dengan kepribadian masing-masing. - Satu, dua, tiga.
Baiklah.
Terima kasih, ya, Mbak.
Kamu anak lokal?
Ya, Mbak.
Mbak turis, ya?
Turis sih ya, tapi mungkin lebih tepatnya penjelajah.
Penjelajah?
Di mana bedanya, Mbak?
Kalau penjelajah, selain senang-senang, juga ada petualangannya.
Petualangan, Mbak?
- Aku ingin menjadi penjelajah. - Oh, ya?
Bagus dong.
Kenapa?
Takut. Tak berani pergi sendirian.
No comments yet. Be the first to leave one.