Esimesed 200 rida.
"Acara ini mungkin tidak sesuai untuk pemirsa di bawah 15 tahun"
"Kebijaksanaan pemirsa disarankan"
Ibu.
"Episode 4"
Apa mereka akan tinggal bersama kita?
Ya. Benar. - Tidak.
Soo In. - Tidak! Tidak boleh!
Dasar anak nakal.
Aku tidak mau tinggal bersama ibu Min Jae!
Soo In. - Kembalilah.
Soo In. - Kemari!
Dari siapa dia mencontoh sikap itu?
Soon Ok, kita harus bagaimana? Apa kucari saja dia?
Tidak, biarkan saja.
Aku sudah menyalakan pemanasnya, tapi butuh waktu untuk hangat.
Baiklah.
Min Jae, masuklah.
Terima kasih, Soon Ok.
Aku juga minta maaf.
Bongkarlah barang bawaan kalian.
Ibu.
Apa mereka akan tinggal bersama kita?
Ya. Benar. - Tidak.
Soo In. - Tidak! Tidak boleh!
Dasar anak nakal.
Kenapa kamu di luar sini?
Soo In belum kembali dan aku khawatir.
Siapa yang peduli apa dia kembali atau tidak? Cuaca dingin, masuklah.
Aku sebaiknya pergi mencarinya.
Apa kamu tahu di mana dia? Dia akan pulang saat dia mau.
Tunggu saja sampai dia pulang nanti. Aku akan memberinya pelajaran.
Jangan begitu, Dong Chul.
Apa maksudmu?
Bersikap baiklah kepada Soo In.
Selagi kita tinggal di sini,
bisakah kita tidak bertengkar?
Memang aku bertengkar dengan siapa?
Jangan ikut campur. Aku akan menangani semuanya.
Kamu mau ke mana?
Aku harus pergi. Sampai nanti.
Terima kasih, Soon Ok.
Sejak orang tuaku meninggal, hanya Dong Chul keluargaku.
Memikirkan dia tidak punya tempat tinggal membuatku merasa...
Kurasa itulah kenapa orang bilang hubungan keluarga lebih penting.
Aku tahu bagaimana perasaanmu, tapi aku mendahulukan kepentinganku.
Aku akan menebusnya.
Tidak apa-apa.
Ibu, apa kita akan tinggal bersama Min Jae?
Apa kamu suka tinggal bersama Min Jae?
Ya, aku suka. Dia menggemaskan.
Bagaimana kalau tinggal bersama ayahmu?
Aku juga suka itu. - Benarkah?
Ya. Teman-temanku menanyakan kenapa aku tidak tinggal bersama ayahku.
Kini mereka akan berhenti menanyakan hal itu.
Apa Soo In sudah pulang? - Belum.
Apa dia marah? Min Jae bilang dia marah dan pergi.
Kira-kira di mana dia? Matahari akan segera terbenam.
Ibu, aku tahu dia ke mana.
Soo In.
Apa kamu tidak suka jika kita tinggal bersama Min Jae dan ibunya?
Ya.
Kemarin, kamu bilang melihat orang-orang jahat
menghancurkan toko ayahmu.
Apa kamu tahu mereka mengambil rumah yang ditinggali Min Jae?
Mereka tidak punya tempat tinggal. Kita harus izinkan mereka tinggal.
Aku tetap tidak menyukainya.
Soo In.
Bukankah kamu diajari di sekolah harus membantu yang membutuhkan?
Kita bukan orang asing, melainkan keluarga.
Keluarga harus saling menolong.
Kenapa ibu Min Jae termasuk keluargaku?
Aku benci Ayah. Dia hanya menyayangi Min Jae dan ibunya.
Itu tidak benar.
Dia menyukaimu dan Jung In juga.
Bagaimana dengan Ibu?
Ibu tidak suka dia lebih sayang pada mereka daripada kita.
Kamu sudah besar.
Kamu peduli terhadap perasaan ibu.
Tapi
ibu baik-baik saja.
Jangan membenci ayahmu, ya?
"Rapor"
Kamu pasti sangat senang mendapat peringkat pertama di angkatanmu.
Apa ada yang kamu inginkan?
Ibu akan membelikanmu sesuatu untuk merayakannya.
Aku tidak menginginkan apa pun selama memiliki Ibu.
Itu artinya Dong Chul kembali. Itu bagus.
Apa? Kenapa itu bagus?
Dia tadinya tinggal di losmen.
Rumahnya sendiri jauh lebih baik daripada losmen.
Astaga, pria memang tidak mengerti.
Bagus bagi Dong Chul, tapi menurutmu bagaimana perasaan Soon Ok?
Kamu ada benarnya.
Dia kini harus tinggal bersama Young Sun.
Dua wanita yang berseteru memperebutkan satu pria.
Menurutku ini salah.
Bagaimana bisa salah?
Tanyakan kepada 100 orang di jalanan apa menurut mereka ini masuk akal.
Mereka pasti akan bilang tidak.
Tidakkah menurutmu ini aneh?
Berbagai hal terjadi kepada orang.
Kalau seratus orang bilang itu tidak masuk akal, apa memang begitu?
Mungkin seratus orang itu yang tidak masuk akal.
Apa maksudmu?
Berhentilah mengomentari kemalangan keluarga lain
dan makan saja makanan kalian.
Yoon Soon In.
Dari siapa kamu belajar kabur seperti itu?
Kenapa kamu tidak suka kami tinggal di sini?
Katakan, apa yang tidak kamu sukai?
Hentikanlah, aku sudah berbicara kepadanya.
Masuklah.
Anak nakal yang tidak tahu berterima kasih.
Ajari putrimu tata krama.
Memangnya kenapa kalau dia pintar? Dia juga butuh moral.
Kapan kita makan malam? Aku sudah kelaparan.
Tunggulah sebentar lagi. Aku akan menyiapkan mejanya.
Kamu seharusnya sudah menumis daging di hari seperti ini.
Apa ini hari istimewa?
Itu...
Ibu, boleh aku tinggal di sini bersama Kak Soo In dan Jung In?
Ya. Kamu suka itu? - Ya, aku sangat menyukainya.
Rumah yang satu lagi membosankan, tapi di sini ada kakak-kakakku.
Begitu rupanya.
Min Jae. Ada yang harus kamu ingat.
Kamu harus menuruti perkataan ibu tiri dan kakak-kakakmu, ya?
Baiklah.
Kamu mau pergi?
Membantu Soon Ok menyiapkan makan malam.
Santai saja, anggaplah di rumah sendiri.
Kita tidak memintanya untuk mengizinkan kita ke sini.
Dia yang menyarankan. Tidak perlu sungkan di dekatnya.
Kamu sedang menggambar, Min Jae?
Di mana bisa kutemukan si berengsek Kwon itu?
Astaga.
Di mana Young Sun? Kenapa dia tidak di sini?
Dia tidak lapar. Dia bilang akan makan nanti.
Kenapa dia tidak lapar? Kita harus makan pada waktunya.
Ini makan bersama kita yang pertama sebagai keluarga. Panggilkan dia.
Dia bukan anak kecil. Dia bisa mengurus dirinya.
Cepatlah panggilkan dia.
Tidak bisakah kamu makan saja?
Panggilkan dia!
Aku benci ini.
Dal Ja, tetaplah di sini dan makan.
Apa kamu butuh sesuatu?
Kenapa kamu di sini? Kamu harus makan.
Aku tidak merasa lapar.
Kenapa kamu tidak lapar? Ayo makan bersama kami.
Aku sungguh tidak apa-apa.
Jangan membuatku terlihat seperti suka membuat orang kelaparan.
Ayo makanlah.
Kamu sudah selesai?
Ya.
Kamu hanya makan sesuap.
Soo In.
Biarkan saja. Biarkan dia kelaparan agar dia menghargai makanan.
Sekarang pun ada banyak anak kelaparan di kolong jembatan.
Beraninya dia pergi saat orang dewasa masih makan?
Dia sama sekali tidak punya tata krama.
Aku akan mengawasi kalian. Jaga sikap kalian di dekatku, paham?
Habiskanlah, Min Jae.
Beraninya dia bilang akan mengawasi kita?
Dia meributkan soal Young Sun makan dan tidak memedulikan Soo In.
Aku sungguh tidak bisa menyukainya.
Lap itu dengan kain kering.
Baiklah.
Cobalah mengingat letak semuanya.
Ya, Soon Ok.
Soon Ok, di mana sabun yang kita beli?
Di gudang. Apa kita sudah kehabisan sabun?
Ada yang membiarkan tutupnya terbuka dan terkena tikus.
Aku sudah memeriksa gudang, tapi tidak ada di sana.
Ada di rak di kanan.
Biar aku yang carikan. - Terima kasih.
Kamu tidak lapar, Kak? Tadi kamu tidak makan banyak.
Aku tidak apa-apa.
Kamu pasti lapar.
Soo In.
Itu ibu tiri kita.
Ibu tiri. - Halo.
Apa kakakmu di dalam? Tolong panggilkan dia.
Kakak.
Makanlah lagi. Aku membawakanmu makanan.
Tidak mau. Aku tidak lapar.
Kamu harus makan. Kamu pasti lapar.
Aku mendengar perutmu keroncongan.
Masuklah.
Bawa itu pergi.
Soo In.
Jangan seperti ini. Makanlah sedikit saja.
Kubilang tidak! Kenapa kamu terus menawarkan?
Ada apa?
Soo In, kamu... - Baiklah, kalau begitu.
Beri tahu aku kalau kamu lapar. Masuklah.
Aku akan memarahinya malam ini.
Dong Chul, kumohon, jangan lakukan ini.
Dasar anak nakal.
Agar-agar buckwheat.
Kue beras lengket.
No comments yet. Be the first to leave one.