The Spirit of the Swords

The Spirit of the Swords (情剑)

Laadige alla Indonesian subtiiter

Väljalaske info

The Spirit of the Swords 2015 480p WEBRip x264 AC3-SeeHD
Kommenteerib broth3rmax

Sildid

webrip
web
x264
BRip
AC3
480p
480
HD
Avaldatud: 2016-04-06
Allalaadimised: 27
Kuulmispuudega: No

Indonesian subtiitrite eelvaade

Esimesed 200 rida.

D

Di

Dit

Dite

Diter

Diterj

Diterje

Diterjem

Diterjema

Diterjemah

Diterjemahk

Diterjemahka

Diterjemahkan

Diterjemahkan

Diterjemahkan o

Diterjemahkan ol

Diterjemahkan ole

Diterjemahkan oleh

Diterjemahkan oleh

Diterjemahkan oleh

Diterjemahkan oleh -

Diterjemahkan oleh --

Diterjemahkan oleh --۞

Diterjemahkan oleh --۞m

Diterjemahkan oleh --۞ma

Diterjemahkan oleh --۞mah

Diterjemahkan oleh --۞mahs

Diterjemahkan oleh --۞mahsu

Diterjemahkan oleh --۞mahsun

Diterjemahkan oleh --۞mahsunm

Diterjemahkan oleh --۞mahsunma

Diterjemahkan oleh --۞mahsunmax

Diterjemahkan oleh --۞mahsunmax۞

Diterjemahkan oleh --۞mahsunmax۞-

Diterjemahkan oleh --۞mahsunmax۞--

JIWA PEDANG

Siapa namamu? / Hua Yan Da Zang.

Apa yang kau lakukan dari Peng Lai ke Dataran Pusat kami?

Mencari 9 pedang terkenal

dan memenuhi permintaan terakhir guruku. / Itu cuma legenda bukan kenyataan.

Aku percaya perkataan guruku.

Katakan, kau mau bantu aku menemukan pedang itu?

Kecuali kalau alam semesta terbalik.

Keluarkan pedangmu.

Kakek, aku janji

aku akan membalaskan dendammu apapun resikonya.

Membunuh Hu Yan Da Zang.

Aku tak menginginkan pedangmu.

Tapi aku yang menginginkan pedangmu.

Tunggu sebentar.

Tak ada orang yang kebal dengan pedang dan pisau.

Sebenarnya aku memakai baju pelindung.

Sehingga kau tak bisa melukaiku.

Aku tidak mengalahkanmu, jadi pedang ini kukembalikan padamu.

Tangkap ini.

Kau berkata jujur, kau memang seorang pendekar.

Kau ingin mencari Zi Yi Hou juga.

Untuk bertarung dengan dia.

Aku mungkin harus bertarung dengannya juga.

Kakak, aku harus pergi sekarang.

Hati-hati.

Paman, paman.

Beri aku uang.

Aku belum makan selama 3 hari.

Aku sangat kelaparan.

Berhenti.

Siapa kau?

Kau tak apa-apa?

Kau sudah bangun.

Kau telah menyelamatkan nyawaku.

Aku hanya membantu mengikatkan perban pada lukamu.

Terima kasih banyak.

Kau tak perlu berterimakasih, lukamu tidaklah parah.

Tapi kau banyak keluar darah. Apa kau tak apa-apa?

Pedangmu. / Terima kasih.

Kau sepertinya bukan orang Dataran Pusat.

Aku datang dari Peng Lai.

Apa kau membunuh Bai San Kong?

Kami memang bertarung dan dia kalah.

Jadi kau sudah membunuh banyak pendekar dunia Kungfu di Dataran Pusat.

Jika mereka masih hidup, aku pasti sudah mati.

Kau musuh paling dicari dunia Kungfu di Dataran Pusat kami.

Tiba-tiba aku menyelamatkanmu.

Haruskah aku membunuhmu atau tidak?

Jika kau menyesal telah menyelamatkanku,

kau boleh bunuh aku sekarang.

Zhu Er, kenapa kau disini?

Ini bukan urusanmu.

Putri pendekar pedang Wang

sembunyi di belantara untuk bermesraan dengan seorang pria.

Apa katamu? / Kau ini pendekar wanita Nona Wang.

Aku akan membunuhmu jika terus berkata begitu.

Baik, aku setuju kau membunuhku.

Tapi aku khawatir kau tak punya keberanian.

Kusarankan kau untuk lebih sopan.

Sampah apa kau ini?

Kau ingin bertarung denganku?

Bukan bertarung, tapi memukulimu.

Pergi cepat, ayo!

Mengapa kau membunuh dia?

Kau ingin membunuh dia 'kan?

Aku tak bisa membiarkanmu membunuh dia. Bukan begitu maksudku.

Bagaimana cara menjelaskan ini nanti pada orang lain?

Kau mau kemana?

Aku ada urusan.

Dan kau sudah menolongku membalut luka.

Kita tidak saling berhutang. / Apa yang disebut tak saling berhutang?

Mereka semua menyaksikan aku membunuh seseorang gara-gara kau.

Apa yang harus kulakukan?

Dia sudah mati.

Aku harus ikut denganmu. Kau harus bantu jelaskan pada yang lain.

Kau yang membunuh dia. Bukanlah urusanku.

Kalau tidak aku akan dianggap terlibat denganmu.

Aku tak mungkin bisa buktikan kalau aku tidak bersalah.

Tn. Hou. saat kau membaca surat ini,

aku mungkin sudah mati.

Aku tak khawatir,

tapi anak dari putriku Bai Yan Zhu

aku mohon padamu untuk merawat dan mengajarinya Kungfu.

Berharap Tn. Hou membantuku memenuhi permintaan ini.

Kakekmu menginginkan kau menjadi muridku.

Bersujudlah cepat.

Angin laut sangat kencang. Kita didekat laut.

Apa niatmu sesungguhnya?

Pergilah.

Sudah aku bilang berkali-kali, kau sudah membunuh Li Xiao Ran.

Jika aku pulang aku akan mati.

Kali ini aku akan pergi bertarung.

Dan tak tahu hidup atau mati.

Terima kasih telah menjagaku hari-hari ini. Silahkan pulang saja.

Jika kau bertarung dengan cari begitu,

suatu saat kau akan mati.

Ini layak untuk mati demi jiwa pedang.

Bagaimana dengan keluargamu? / Aku tak punya keluarga.

Tapi teman-temanmu pasti mengkhawatirkanmu.

Teman-teman?

Hanya kau saja temanku.

Aku tak akan membiarkanmu pergi.

Jika kau memaksa, aku akan membunuhmu juga.

Kau membunuh orang termasuk juga teman.

Apa yang kau ingin kulakukan?

Tn. Hou sudah lama dikenal.

Aku tak begitu memperhatikan urusan dunia Kungfu.

Tapi ini terkait dengan kehormatan atau aib dunia Kungfu di Dataran Pusat.

Berarti Tn. Hou

tak bersedia bertarung demi keadilan dunia Kungfu.

Kakak Wang, sejujurnya,

pembunuhan dan balas dendam adalah menakutkan. Aku tak menyukainya.

Walaupun Kungfu-ku nomer 1 di dunia.

Kumohon kau bersedia menemui sesuatu.

Silahkan.

Keluarlah Tn. Hou...

Aku datang kesini untuk jiwa pedang.

Kuharap kau bisa mengabulkanku.

Kau tak apa-apa?

Aku baik-baik saja.

Da Zhang, Da Zhang!

Kita bermaksud membiarkan orang Peng Lai itu membunuh Zi Yi Hou.

Tapi dia sangat tak berguna.

Zi Yi Hou kembali ke pulaunya.

Tidak, dia tidak kembali.

Tapi diam-diam kembali ke Bai Yun Guan.

Baiklah.

Minumlah.

Kalian berdua.

Tn. Hou. / Tn. Hou.

Kawan lamaku menemaniku berlatih pedang.

Bagus sekali jika Pendekar Pedang Mabuk berada disini.

Pertarungan antara guru dan orang Peng Lai itu

guru akan menang.

Ini akan lebih sial dari pada beruntung.

Apa kau ingin bertarung dengan orang Peng Lai itu?

Ya, memang dia orangnya.

Hu Yan Da Zang yang bersikeras mencari pedang terkenal di Dataran Pusat.

Aku mengerti.

Aku menduga dia hanya ingin merebut pedang Chi Xiao milikmu.

Aku pernah bertarung dengan dia.

Jadi aku ingin menemani guru untuk berlatih pedang.

Tapi ternyata kau masih hidup, mengapa tak mencariku?

Kupikir aku akan mati juga.

Baik, makanlah.

Bagus sekali. Kuharap Tn. Hou menggunakan ketrampilan unik orang Peng Lai,

agar guru tertarik.

Kurasa guru akan menghargainya.

Mengapa kau mengikutiku?

Pertarungan ini sulit untuk dihindari.

Kau pergilah.

Sulit berpikir di dunia ini, tak ada yang kasihan padaku.

Tak ada yang peduli denganku.

Tak ada yang peduli aku hidup atau mati.

Ayahmu akan mengkhawatirkanmu.

Aku sangat tahu orang macam apa ayahku. Lebih baik bergabung di Istana Air Putih dari pada ikut dengannya.

Maka aku bisa ikut dengan nenekku.

Apa kau sungguh tak peduli denganku?

Apa kau sungguh ingin aku pergi?

Guruku pernah bercerita.

Saat aku kecil, dia sangat mencintai seorang gadis.

Suatu hari, dia melakukan pertarungan yang sangat penting.

Guruku sendiri yang membunuh kekasihnya.

Dan tak menyesal setelah itu.

Kommentaarid

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left