Esimesed 190 rida.
Selamat malam.
Karena persoalan-persoalan di luar kendali kami...
tragedi takkan ditemukan malam ini.
Aku sungguh minta maaf, mungkin lain waktu.
Akan tetapi, aku barusan menyaksikan cuplikannya diam-diam atas cerita malam ini...
dan aku mendapati itu sangat mengerikan.
Kadang, kematian itu bukan hal terburuk yang bisa menimpa seseorang...
dan aku tak memaksudkan itu pada penyiksaan atau segala jenis kekerasan.
Maksudku, benar-benar alat kecil yang berbahaya...
yang bisa buat orang gila...
seperti memasukkan permen karet ke dalam saku jas seseorang.
Malam ini film pendek ini berjudul, Penyakitnya Mr. Pelham.
Chyrus Collection
Selamat pagi, Mr. Pelham.
- Kau sedikit lebih awal hari ini. - Ya.
Sherrymu seperti biasanya, Mr. Pelham?
Tidak, itu whiskey, tolong.
- Tidak dicampur. Aku rasa aku mau pesan yang tidak dicampur. - Ya, pak.
- Kau lihat Dr. Harley hari ini? - Belum...
tapi ini masih sedikit lebih awal untuknya.
- Ini dia datang sekarang. - Biasanya, Ray.
Halo, Dr. Harley.
- Halo... - Pelham.
Oh, ya, tentu saja. Halo, Pelham. Bagaimana kabarmu?
Bisa kau makan siang denganku hari ini, Dr. Harley?
- Itu, aku... - Aku akan berterima kasih kalau kau bisa.
Aku harus bicara denganmu.
Tentang seorang teman dengan gejala psikosis?
Tidak, itu bukan teman. Itu aku sendiri.
Terima kasih banyak, Pelham.
Aku senang untuk makan siang denganmu. Terima kasih, Ray.
- Bisa kita duduk? - Ya.
- Bagaimana kalau di situ? - Boleh, boleh.
Aku...
aku ingin ini berdasarkan dasar profesional, pastinya, Dokter.
Begitulah, aku mengharapkanmu mengirimiku sebuah pernyataan.
Itu alangkah baiknya bila kau datang ke kantorku, tahu.
- Aku selalu tak suka melakukan hal-hal seperti ini. - Tentu saja.
Dan aku akan datang nanti, bila kau mau aku begitu lalu...
berbaring di tempat tidur, atau apapun yang diperlukan.
Tapi aku mau bicarakan hal ini sekarang dulu, bila kau perkenankanku.
Silakan. Ceritakanlah.
Kau tak tahu terlalu banyak tentangku, aku rasa, dan...
sebenarnya tak ada banyak untuk diketahui.
Aku punya perusahaan kecil sendiri, Albert Pelham, Investasi.
Aku bujang, punya apartemen di East 63rd dengan seorang pembantu, Peterson.
Aku tak punya cinta yang mendalam, tak ada permintaan hubungan...
tak ada tanggung jawab.
Tak ada sama sekali yang tak biasa denganku, sungguh, sampai...
Aku harus mulai dari awal, aku rasa.
Awalnya...
Indikasi awal baru sekitar dua minggu yang lalu.
Aku lagi meninggalkan gedung kantorku di malam hari...
dan seorang kenalan, kantornya ada di gedung yang sama dengan kantorku...
mengatakan sesuatu tentang sedang melihatku di the Garden malam sebelumnya, di pertandingan tinju.
Itu hanya berpapasan, tahu, dan dia lagi buru-buru dan...
dia terus pergi sebelum aku bisa menanyainya.
Meski begitu, aku tak ada kepentingan akan hal itu pada saat itu.
Tapi aku tidak di the Garden pada malam sebelumnya.
Faktanya, aku tak pernah pergi ke pertandingan tinju.
Aku tak punya pikiran lebih dari itu, aku rasa, hanya persoalan kesalahan identifikasi.
Tapi beberapa hari kemudian, di sini di klub...
tepatnya di meja sebelah sana, di tempat Manning dan ayahnya sekarang...
Aku lagi makan siang dengan seseorang dari Detroit...
yang menerima warisan properti yang sedang aku tangani.
Kemudian aku lihat Tom Mason, lalu aku panggil dia untuk berhenti...
karena dia hendak pergi, untuk memperkenalkan dia.
Oh, Tom, bisa kau kemari sebentar, tolong?
Aku ingin kau berkenalan dengan Mr. Hartley dari Detroit. Ini Tom Mason.
Aku senang mengetahui kita akan membicarakan persoalan itu lagi.
Apa? Apa maksudmu?
Kemarin lusa, kau benar-benar mengabaikanku di luar dari sini di persimpangan.
Benarkah?
Aku sungguh minta maaf. Aku pasti tak melihatmu.
Kau melihatku dengan baik, memperhatikanku dengan jelas.
Waktu kubilang, "Halo, Pel," kau hanya berjalan melewati.
Itu benar-benar sangat jelas, kawan.
Hati-hati kau tak bisa buat dirimu pergi begitu saja suatu hari.
Kemarin lusa, kau bilang? Jam berapa?
- Sekitar pukul dua. - Tak bersalah.
Aku di Philadelphia kemarin lusa...
belum balik sampai pukul 6:30.
Kau boleh berpikir kau di Philadelphia...
tapi, sesungguhnya, kau berada di luar dari sini di persimpangan.
Kalau tidak, kau punya kembaran untuk menyelesaikan semuanya sekaligus, Pel.
Kembar tidak terlalu luar biasa, pastinya.
Sering kali, ada cukup perbedaan waktu kau lihat mereka berdua bersama.
- Tapi kadang, bahkan saat... - Ya, aku tahu.
Dan aku sudah siap mengakui adanya seorang kembaran biasa.
Tapi kemudian, baru kemarin lusa, setelah aku pergi dari sini habis makan siang...
petugas gedung menyerahkan padaku satu dos rokok lalu mengatakan...
Harry pelayan ruang biliar telah mengantarkannya ke sana.
Karena aku sudah tinggalkan itu di sini malam sebelumnya.
Dan aku tidak kemari malam sebelumnya.
Aku tak ada waktu untuk mampir saat itu...
tapi aku kembali pada perjalananku pulang malam itu...
untuk mencari tahu apa aku bisa memecahkan persoalan ini.
Kau tahu, Harry, aku tak ingat sama sekali memesan rokok itu.
Sebenarnya, aku mencurigai seseorang sedang melakukan candaan padaku...
karena aku tak ingat sama sekali ada di sini semalam.
Itu hanya mungkin barangkali seperti itu...
tidakkah menurutmu begitu?
Terima kasih, Mr. Pelham, tapi, tidak, pak, kau ada di sini.
Kau bisa cek sama Mr. Mason. Kau lagi bermain dengannya.
Aku takut itu takkan membantu. Kalau ini sebuah candaan, dia kemungkinan di belakangnya.
Jika itu bukan kau, pak, itu seseorang yang mirip sekali denganmu, kau tak mungkin mempercayainya.
- Ya, sepertinya begitu. - Itu pasti kau, Mr. Pelham.
Kau mengatakan candaan tentang pukulan gila...
melompati, melewati, dan mengenaimu dua kali yang kau lakukan saat itu.
Siapa lagi yang tahu akan hal itu?
Ya. Siapa?
Aku masih tak bisa menentukan
apakah aku sungguh punya kembaran...
yang dengan kurang ajarnya berperan sebagai aku di sini di klubku sendiri...
atau apakah para pelayan telah dilibatkan dalam banyolan konyol ini.
Keduanya sepertinya mungkin sekali.
Maka aku memutuskan meninggalkan klub untuk makan di suatu tempat di dekatnya...
kemudian diam-diam kembali untuk mencari tahu apa aku bisa memergoki bajingan ini.
Jadi aku menelepon Peterson untuk bilang aku tak pulang buat makan malam...
tapi Peterson sepertinya aneh sekali di telepon.
Halo, ini Mr. Pelham.
Tidak, aku tak mau bicara dengan Mr. Pelham. Aku...
Tiba-tiba, aku sadar kalau dia berpikir aku ada di rumah...
karena orang ini ada di sana, di apartemenku.
Makanya aku bergegas pulang untuk memergokinya, jika aku bisa,
tak tahu sebenarnya apa yang diharapkan.
Peterson.
Peterson.
- Anda berubah pikiran, tuan? - Berubah pikiran?
Anda tadi mau keluar malam ini, anda bilang.
Aku... ya.
Peterson, waktu kau biarkan aku masuk malam ini, kau...
kau kebetulan perhatikan ada yang beda pada diriku?
Tapi aku tak biarkan anda masuk, tuan. Anda yang biarkan diri anda masuk.
- Dan kau tak perhatikan ada yang tak biasa? - Tak ada secara khususnya.
Anda hanya bilang anda mau keluar malam ini, lalu masuk ke kamar tidur.
Ada masalah, tuan?
Aku ingat apa yang dia bilang soal biarkan diriku sendiri masuk...
tapi kunci cadanganku masih di sana.
Aku tak sulit mengatakan, ini agak membingungkanku.
Tapi sesaat kemudian...
Ini seolah aku sudah datang sebelumnya...
sebelum aku mau keluar malam ini, mengganti kolarku, dasi, dan...
aku masih mengenakan dasiku sendiri.
Ini sama...
merknya sama, jumlahnya sama yang dikenakan...
tapi aku tak pernah beli duplikatnya.
- Malam itu... - Kau masih punya dasi itu?
Di rumah, ya. Kedua-duanya.
Itu bukan dasi imajiner, Dokter. Itu masih di sana pagi berikutnya.
- Itu kemarin pagi? - Ya.
Aku tidur sangat tak nyaman awalnya...
khawatir, tahu, kemudian tidur kebablasan paginya.
Aku tak merasa ingin ke kantor kemudian menghubungi mereka...
untuk beritahukan aku takkan masuk sampai setelah makan siang.
Aku sudah minta kuncinya diganti pada pintu depanku pagi itu...
dan hanya satu kunci untuk membukanya.
Ide bagus.
Aku memikirkan tentang polisi, pastinya...
tapi apa gunanya yang bisa mereka perbuat, lagian dia tak berbuat apa-apa.
Dan lagi...
aku mulai punya firasat...
ada sesuatu yang lebih dari sebuah agensi kemanusiaan terlibat dalam hal ini.
Itu, atau...
Aku tak yakin aku mengerti apa maksudmu.
Aku selesaikan dulu.
Kemarin siang, aku...
aku pergi ke kantorku.
Kupikir itu agak aneh karena tak ada yang menanyakan...
soal apakah aku merasa baikan atau apa saja.
- Selamat siang. - Mr. Pelham.
Ini surat-surat yang anda diktekan tadi pagi, Mr. Pelham.
Aku senang anda merasa baikan dan datang kemari.
Astaga, itu kambuh lagi? Ada masalah?
Tidak, kupikir aku akan baik saja, Nona Clement. Terima kasih.
Ada sesuatu yang bisa aku bawakan buat anda?
Tidak, tidak. Aku akan baik saja.
- Baiklah. Tinggal bel bila ada sesuatu. - Terima kasih.
Surat-suratnya bagus. Ini baik-baik saja.
Ini dikerjakan secara efisien dengan berbagai detail kerjaanku dan, bukan hanya itu...
meski aku tak mendiktekannya, ini adalah surat-suratku.
Bukan hanya dalam pemakaian kata dan gaya...
tapi dalam pengetahuan soal apa yang harus aku lakukan.
Maka aku menandatanganinya.
Aku sepenuhnya bingung.
Bila aku pergi ke kepolisian soal ini, bagaimana caraku bisa jelaskan surat-surat itu...
ketika aku bahkan tak bisa jelaskan itu pada diriku sendiri?
Sebagai tindakan protektif, aku kirim surat ke bankku...
mengubah tanda tanganku, menambahkan inisial nama tengahku...
yang mana selama bertahun-tahun sudah tak aku gunakan.
No comments yet. Be the first to leave one.