Esimesed 200 rida.
Joon Seo.
Kau Joon Seo, kan?
Benar, kan?
Myung Hee.
- Myung Hee! - Lepaskan aku.
Orang itu...
Apa katamu barusan?
Kau melihatnya, kan? Dia Joon Seo.
Apa yang kau katakan?
Orang itu, barusan...
Joon Seo, maksudmu Seo Joon Seo?
Ini tak mungkin dia, kan?
Myung Hee.
Benar.
Itu tak mungkin.
Joon Seo, yang meninggal 20 tahun lalu, memiliki wajah yang sama seperti saat itu...
Dia tak mungkin ada di sini.
Kenapa aku seperti ini?
Apa mereka terlihat sebegitu mirip?
Joon Seo dan orang yang barusan itu?
Begitukah?
Episode 8 Kau bisa kedinginan.
- Orang kemarin itu pencuri? - Ya.
Karena aku muncul tepat waktu, dia tak bisa mencuri apapun dan melarikan diri.
Apa kau tahu bagaimana terkejutnya aku saat kau tiba-tiba muncul di depan pencuri itu?
Maaf sudah mengatakan hal-hal konyol seperti ini.
Apa mereka terlihat sebegitu mirip? Pencuri itu dan Joon Seo?
Sebenarnya, aku tak bisa melihat wajahnya dengan baik, karena kacamata hitam dan topinya.
Kau tahu aku terkadang-kadang bermimpi dengan mata terbuka karena pengobatanku.
Apa itu sebabnya kau melamun karena wajah itu?
Hentikanlah.
Aku meminta bantuanmu.
Bicaralah.
Tiba-tiba kepikiran, sekarang aku malah memimpikan dia.
Aku ingin tahu nomor kontak istri Joon Seo.
Setelah Joon Seo meninggal, kudengar dia menikah lagi.
Bukankah tak nyaman baginya jika kau menghubungi dia?
Aku masih ingin tahu. Tolong carilah.
Baiklah.
Aku akan kembali.
Aku akan menunggumu pulang.
Joon Seo memiliki seorang putra, kan?
Ya.
- Nama? - Jung Hoo. Seo Jung Hoo.
- Umurnya berapa? - Dia lahir tepat satu bulan sebelum Ji Han.
Ji Han lahir di bulan Januari, dan Jung Hoo lahir di bulan Desember.
Aku ingat dia dianggap Oppa karena perbedaan lebih tua satu bulan.
Jadi, sekarang dia 28?
Oke.
Ahjumma. Hubungi aku.
Sayang, aku tak ada di tempat sekarang.
Jika kau ingin berbicara sesuatu, tolong tinggalkan pesan.
Berpura-pura tak ada untuk menghindari telponku...
Aku tahu itu.
Ahjumma,
apakah ini alasan kau dan pak tua kolot itu agar aku naik pesawat?
Istri pemilik rumah ini tahu ayahku.
Dia juga memiliki foto yang terdapat ayahku di dalamnya.
Apa ini?
Kau tak ingin menanggapi?
Kalau begitu, aku pergi saja padanya dan bertanya secara langsung.
'Saya putra Seo Joon Seo yang bekerja sebagai Healer,
tapi anda siapa, Bu?'
Aku mengerti. Kututup telponnya.
Nak, kabarmu baik-baik saja?
Ah, dasar pak tua mesum.
Namanya Choi Myung Hee.
Ada satu wanita di foto ayahmu dengan empat orang lainnya, kan? Dia orangnya.
Apa itu cukup bagimu?
Itu masih belum cukup bagimu, kan?
Ah iya, aku akan mengunjungimu.
Apa kau menangis? Kau menangis, kan?
Apa kau begitu merindukanku?
Serius, tunggu saja. Jangan menangis.
Sejak ibuku meninggalkan rumah saat aku berusia delapan tahun,
Aku tak pernah menangis karena siapapun.
Aku juga tak pernah berharap apapun dari mereka.
Apa yang paling kubenci di dunia ini
adalah pemahaman dan perhatian manusia.
Ah, dasar anak nakal.
Bagaimana bisa kau tak bersekolah selama seminggu tanpa pemberitahuan?
Angkat tanganmu dengan benar, nak!
Seo Jung Hoo, anak ini, bisa membuatmu sedikit sakit kepala.
Jadi tolong mengerti dia.
Kedua orang tuanya tak ada.
Dia tinggal bersama neneknya.
Kenapa?
Kudengar ayahnya meninggal saat dia masih kecil, dan ibunya menikah lagi.
Jadi anak ini menyimpan banyak amarah dalam dirinya.
Bagaimana ayahmu meninggal begitu cepat? Apa karena suatu penyakit?
Itu bukan karena penyakit.
- Dia melakukan pada dirinya sendiri (bunuh diri). - Apa?
Kau tahu, melakukannya sendiri.
Itu sungguh tragedi.
Maka tak mungkin Jung Hoo, anak ini, bisa dalam kondisi normal.
Jadi kuharap tolong pahami dia dan beri perhatian padanya.
Apa!
Apa yang kau mau?!
Jangan main-main dengan dia. Biarkan saja dia sendiri.
Kita sudahi saja ini.
Sudahi apa, hah?
- Lepaskan! LEPAS! - Hentikan!
LEPASKAN AKU!
Ya.
Hei, Bong Sook...
Kau di mana? Kau tak berkeliling mencari bar sepanjang malam, kan?
Apa kau sempat tidur?
Kenapa kau tak mengangkat teleponmu?
Bong Sook? Park Bong Soo?
Ya.
Kau baik-baik saja?
Aku baik-baik saja.
Kenapa dengan suaramu? Bong Sook...
Ya.
Kenapa kau tiba-tiba bicara formal? Kau membuatku khawatir.
Lalu, haruskah tidak? Bicara formal, maksudku.
Diam. Baiklah, pilih salah satu.
Timur atau barat? Kau pilih sisi yang mana?
Untuk apa?
Aku menerima sesuatu dari seseorang tadi malam.
Saat Kim Moon Ho datang bekerja, aku harus tetap melaporkan padanya, tapi
Sekarang aku memutuskan bagaimana aku harus menunjukkan padanya.
Jadi, ini timur atau barat?
Dengar. Senior, itu...
Timur atau barat.
Timur.
Aku harus pergi ke arah sana, kan?
- Aku mengerti. Suduh dulu, ya. - Tunggu dulu.
Senior, tentang laporanmu padanya...
Kau sudah makan pagi ini? Jika belum, makanlah. Tak masalah jika kau terlambat.
Apa yang paling kubenci di dunia ini adalah pemahaman
dan perhatian manusia. Semacam 'itu'.
Seperti itulah aku.
Ayahku, yang mengkhususkan diri dalam membela pencuri dan pelaku penyerangan, berkata,
'Seseorang tetap harus mempercayai orang.'
Satu dari lima puluh orang akan mengkhianatimu setelah kau mempercayai mereka.
Jangan hidup dengan meragukan 49 orang lainnya karena satu orang itu.
Meski begitu, orang itu mengatakan ini.
Jangan mengikuti siapapun dengan sok berani.
Jika ada orang yang datang padamu dan baik padamu...
Berhati-hatilah pada orang itu.
Permisi. Apa kau masih di sini?
Permisi.
Aish, ada apa ini?
Anu, aku hanya ingin menanyakan sesuatu.
Apa itu?
Ini Some Day, kan?
Some Day ada di lantai tiga. Ada urusan apa ke sini?
Apa kau karyawan Some Day?
Kenapa dengan itu?
Apa Senior Kim Moon Ho sudah datang bekerja?
Belum. Tapi... kau mengenalnya?
Jika aku berkata dalam terminologi novel seni bela diri, dengan 'manusia' Kim Moon Ho,
di antara semua muridnya, aku dianggap 'Kakak Tertua', yang berarti murid terbaiknya.
Senang bertemu denganmu, aku Lee Jong Soo.
Berarti kau juga cukup mengenal Kim Moon Ho.
Yah, aku tahu banyak tentangnya, singkatnya, ya.
Bagaimana dia?
Hah? Kau ingin menggali info tentangnya?
Kalau begitu kita barter.
Aku akan cerita tentang Kim Moon Ho dan kau beritahu aku apa yang kau tahu tentang Chae Yeong Sin.
Apa kau tahu Chae Yeong Sin?
Aku tidak tahu, karena itu aku mengumpulkan infonya lebih dulu.
Jadi, wanita seperti apa dia?
Aku mendengar rumor bahwa Senior datang ke perusahaan ini karena dia.
Apa dia memiliki tubuh yang menggoda,
atau dia gadis lugu dan polos yang membangkitkan naluri perlindungan pria 100%?
Mungkin tak satupun dari keduanya.
Ah, dia pasti berasal dari keluarga kaya.
Ah, dia pastinya suka wanita dari keluarga kaya.
Oh!
Senior!
Kenapa kau di sini?
Apa kabar?
Aku merindukanmu.
Chae Yeong Sin.
Kau sudah menyelesaikan tugasmu?
Yang jelas, aku sedang menunggumu karena ada yang mau kuberitahukan.
Agak canggung memberitahumu jika ada orang, jadi jika kita pergi ke tempat tenang...
Kau akan pergi keluar seperti itu?
Renovasi kantorku selesai. Cukup tenang jika kau tutup pintunya.
Apa mungkin kau malu karena aku?
Kenapa? Kenapa?
Wow, itu Chae Yeong Sin. Wow.
Ada sekitar 220 jam rekaman dalam harddisk ini.
Seperti yang kau lihat, ini video rekaman rahasia orang berpengaruh
dari berbagai macam pelecehan seksual aktris Empire Entertainment.
- Apa kau menonton semua ini? - Ya.
- Sepanjang malam? - Sepanjang malam.
Ya, aku hanya mempercepat, dan juga berhenti sementara untuk dicatat,
dan aku hampir muntah dan menelannya kembali, tapi ya, aku menonton semua itu.
Dari mana kau mendapat ini?
Apa?
Harddisk ini.
Eh, itu...
Benar. Siapa yang memberikannya padamu?
Apa ada seorang informan? Siapa dia?
Jujur, aku ragu.
- Apa? - Entah aku bisa mempercayaimu atau tidak.
Hey, Yeong Sin, apa yang kau katakan barusan...
No comments yet. Be the first to leave one.