Esimesed 200 rida.
Tolong!
Ada wanita usia 20 tahun, percobaan bunuh diri.
Astaga, Liv, apa yang terjadi? T, bantu aku!
Kurasa sahabatku mau bunuh diri.
Entah apa yang terjadi.
Kehilangan banyak darah. Muat di ambulans.
Kita perlu darah untuk jaga-jaga.
Sam, cepat masuk ke sini.
Hei, apa yang terjadi?
Sam, apa yang harus aku...
Sial, apa yang terjadi? Kau akan baik-baik saja.
Kau akan baik-baik saja.
T, hubungi 911.
Ya ampun, ini terlihat seperti kartu pos.
Halo sayang.
Hei sayang, berapa lama lagi?
Banyak sekali pohon di sini.
Kau terdengar seperti belum pernah ke pegunungan.
Ya, belum.
Apa?
Ya, aku besar di kota.
Berkemah bukanlah prioritas utama.
Tapi Liv memintaku keluar akhir pekan ini, jadi inilah aku.
Kau dan Liv tidak tahu?
Tidak.
Tidak, kami teman akrab.
Teman yang sangat akrab.
Aku sudah atur seluruh akhir pekan ini.
Itu untuk membantunya refresing.
Jadi, apapun yang membuatnya bahagia.
Bagus, keren.
Baiklah.
Akhirnya.
Kau di belakang sana mendengkur seperti kereta barang.
Aku tidak mendengkur.
Diamlah. Koda, aku mendengkur?
Ya, benar. Sayang, dia mendengkur?
Tapi kita hampir sampai.
Kau siap?
- Ya. Itu pasti seru. - Sudah kuduga.
Aku senang bertemu kakak Sam.
Pria misterius.
Kau pernah bertemu dengannya?
Ya.
Ini indah!
- Ya ampun. Sayang? - Ya?
Bisa ambilkan tasku?
Aku harus merekam video.
Ayolah sayang. Bagus... gadis pintar.
Ya ampun, ini perjalanan yang melelahkan.
Hati-hati kepalamu, sayang.
Hei, bagaimana perjalananmu?
Jadi bagaimana menurut kalian?
Aku tahu ini bukan tempat yang paling layak untuk Instagram,
tapi, kakakku belum punya pemesanan.
Ini indah. Aku suka.
Sempurna.
Ini hutan.
- Kau yang mau datang. - Aku tahu.
Kaulah yang... menyatu dengan alam, seperti katamu.
Aku tahu. Tapi sialnya, aku belum siap.
Samuel.
Kau sudah sampai.
Tidak, Sam, apa ini?
Itu kakakmu?
Diam, kawan.
- Senang melihatmu. - Ya.
Senjatanya.
Apa? Benar. Orang kota.
Jangan khawatir soal senjatanya.
Ini terdaftar.
Itu bohong sekali.
Mereka tidak mendaftarkan apa pun di sini.
Dan gelas ini
untuk minum kopi di pagi hari dan bir setelahnya.
Ini temanmu?
Ya, semuanya.
Theresa di sana.
Itu teman sekamar Liv.
Itu suaminya, Liam.
Jordan Belfort di sini adalah Brandon.
Dan kau ingat Liv?
Hai. Senang bertemu denganmu lagi.
Anjing.
Boleh?
Baik...
Tak apa, kan, Clayton?
Biasanya kebijakan larangan terhadap hewan yang ketat,
penyewa lain mungkin alergi.
Kita sudah membahasnya, ingat, di telepon?
Benar.
Soal tunangan.
Ya.
Turut prihatin.
Namanya Cole.
Turut prihatin soal Cole.
Kecelakaan mobil, ya?
Ya.
Itu ngeri sekali.
Selain kehabisan wiski.
Anjingnya cukup kecil, bukan?
Agak kecil.
Awasi dia.
Banyak predator di sini.
Mungkin akan merenggutnya.
Baiklah, anjingnya boleh tinggal,
tapi aku harus kenakan biaya untuk pembersihan
jika anjing itu merusak karpet.
Kalian butuh apa pun, aku ada di sini.
Ini kuncimu, dua salinan, keduanya perlu dikembalikan.
Ya, paham.
Nikmati masa tinggal kalian.
Kakak tiri.
Ayo kita minum.
Sam, kau membawa infus untuk mengatasi mabuk kita?
Astaga...
Subtitle by RhainDesign
Apa yang terjadi?
Benda apa itu?
- Liv? - Masuk.
Kau harus lihat ini.
Menurutmu Clayton yang buat ini?
Kurasa. Sam bilang itu hobinya,
yang cukup aneh,
tapi entah apakah aku bisa tidur
jika benda itu mengawasiku.
- Itu hantu. - Ya.
Jadi... jauh lebih baik.
Bagus. Aku senang membantu.
Terima kasih.
Hei... Kami merindukanmu di bawah.
Aku cuma berpikir aku akan check-in. Kau tak apa?
Ya. Aku tak apa.
Aku cuma mau bongkar barang dan menyelesaikannya sebentar lagi,
Kau tahu.
Sekali lagi terima kasih sudah datang. Aku tahu...
Ya, tentu.
Segalanya jadi sulit bagimu akhir-akhir ini.
Baru saja menandatangani semua dokumen akhir minggu lalu,
jadi itu resmi.
Temanmu lajang.
- Jadi, haruskah kita...? - Ya.
- Turun ke bawah? - Ya, tentu.
Mau kuambilkan minuman?
Aku sebenarnya sudah buat koktail spesial
- selama akhir pekan. - Sungguh?
- Ya. - Apa isinya?
Itu kejutan.
Kau tidak tahu apa isinya, bukan?
Aku tahu ada alkohol di dalamnya.
Koda, kemarilah.
Kemari. Kemarilah, sayang.
Ayo. Mau turun ke bawah?
Jadi kita dapat dua angka berpasangan di sana.
Hei.
Apa yang kalian berdua lakukan?
- Tak ada. - Ya terserah.
Sialan, lihat, masih ada satu lagi.
Baik, tapi itu masih belum seberapa dibandingkan dengan yang satu itu.
- itu ada di kamarku. - Ya benar.
Sejujurnya, aku tak bisa memberi tahu apakah dia sudah membaik
atau mungkin lebih buruk.
Aku harus pakai kacamata hitam di kamar kami,
karena itu membuatnya sedikit kurang menyeramkan.
Tidak, sayang, itu...
Itu Shaquille.
Bagaimana kau bisa sampai pada hal itu?
dan kemudian... anak nakal ini,
itu Kobe.
Tunggu dulu, hormati namanya.
- Ini terlalu cepat. - Ya, aku salah.
Aku agak sibuk, maaf. Beristirahat dalam damai.
Ini untukmu.
Terima kasih.
Minumlah. Ya, lebih dari itu.
Menurutku dia tidak butuh.
Jadi apa sebutannya?
Apa sebutanmu?
Seks di hutan.
Brengsek.
Itu dia, itu 100%.
Bersulang.
Izinkan aku mendapatkan satu Seks lagi di...
Hutan!
Terima kasih untuk itu.
Merek dagang berhak cipta, jadi harap jaga mulutmu.
Kalian siap untuk tag senter?
- Tentu. - Ayo.
Baiklah, sangat sederhana.
Semua orang yang sembunyi minum, kan?
Luar biasa.
Segera setelah kalian kena cahaya,
kalian menenggak minuman.
Sederhana? Bagus.
Liv, kau duluan, ini sentermu,
kami akan lari dan sembunyi dalam tiga tahapan.
- Satu, daah. - Astaga!
- Sayang, ayolah. - Tunggu, sayang,
- Kau mau kemana? - Kemari.
Hei, aku bisa melihat kalian.
No comments yet. Be the first to leave one.