Esimesed 200 rida.
Diangkat dari kisah nyata... Seoul, 1988
Lee Jibong, Korea. Pengangkatan terakhir: 185 kg.
Kau harus meraih Emas!
Ayo, Jibong!
Sedikit lagi, Jibong!
Sedikit lagi!
Ini adalah kejadian buruk yang mengejutkan.
Hampir saja.
Pahlawan angkat besi korea, Lee Jibong,
Terpaksa harus meraih perunggu karena cedera.
Tapi di lapangan hijau, Park Byeongju mengoper bola!
Dia mengoper ke Kim Juseong!
Lalu ke Noh Sujin!
Tembak dan Gooool!
Gooool!
Dia menunjukkan kekuatan sepakbola Korea!
Kamu baik-baik saja? Bawakan usungan, cepat!
Jibong! Jibong!
Jibong! Jibong!
Bagian ini dinamakan "Bursa"
Istilah umumnya, sikut.
Bagian putih itu adalah tulang yang hancur.
Kenapa ini?
Yang aku butuhkan adalah terapi fisik.
Kami tidak bisa menyambung ototnya, masalahnya ada di tulangnya.
Paling tidak butuh 3 kali operasi.
Kapan aku bisa latihan lagi?
Kami menemukan sesuatu saat melihat hasil rontgen.
Jantungmu ternyata punya masalah lebih besar.
Kamu menderita cardiomyopathy.
Yaitu jantung yang semakin membengkak
Akibatnya aliran darah tertutup.
Kenapa ini harus ada di hidungku?
Kapan aku bisa latihan lagi?
Kau harus menggunakannya untuk sementara waktu.
Jadi, kapan aku bisa mulai angkat besi lagi?
Coba anda lihat ini,
Bilik jantung sebelah kiri anda bengkak.
Kondisi anda saat ini masih 50%...
Apa-apaan ini! Kamu tuli?
Aku tanya kapan aku bisa latihan lagi!
Saya yakin anda tidak bisa angkat besi
Sebelum anda pulih.
Terlalu beresiko buat jantungmu...
Mungkin itu buat orang biasa,
Tapi aku ini beda!
Kau tidak tahu masalah!
- Jibong! - Kamu yakin ini klinik atlet?
Lepaskan aku, pelatih!
Aku Lee jibong!
Aku bisa angkat apapun dengan tangan ini!
Jibong!
Tanganku baik-baik saja!
Pelatih, ayo kita cari dokter lain!
Jibong.
Baiklah. Mari kita cari dokter lain.
Medali Perunggu
Seoul, 2008.
Kau harus ke Rumah Sakit.
Tidak.
Kau tak bisa terus-terusan menahan sakit.
Kau harus sudahi... Jika tidak...
Punggungmu bisa hancur.
Permanen seperti ini.
Aku tahu.
Terakhir kau kalah karena masalah punggung.
Kau tak bisa terus sembunyikan.
Jadi, aku harus beritahu ke wartawan kalo tak ada harapan meraih emas?
Karena aku akan kalah.
Apa yang harus kulakukan?
Mood tim olimpiade ini lagi buruk.
Bagaimana dengan tim angkat besi?
Apa yang harus dilakukan?
Kita telah kerja keras dan berikan semampunya.
Bagaimana perasaanmu sejak cedera?
Kabarnya cina berhasil pecahkan rekor
Park Youngja saat latihan.
Aku meragukannya.
Mereka cuma jatuhkan mental.
Youngja, apa karena punggungmu kau urung
pecahkan rekor di kompetisi terakhir.
Dia sedang menyimpan tenaga,
Apalagi Emas sudah di depan mata.
Jika tak ada pertanyaan lagi...
Tunggu sebentar...
Ada yang ingin disampaikan, Youngja?
Aku bertahan karena rakyat mengharapkan emas
dan kupersembahkan yang terbaik.
Ayo! Ayo, Korea!
Youngja!
Youngja!
Youngja!
Disini! Aku disini!
Minhui, apa yang kau lakukan disini?
Selamat!
Bagaimana kabarmu?
Baik-baik saja. Aku punya sesuatu untukmu,
Sayangnya aku tak bisa memelukmu.
Aku datang cuma ingin bertemu.
Ini. Buka nanti di pesawat.
Kita berharap itu akan membuatmu kuat.
Apa yang kau lakukan, Youngja? Ayo!
Oke. Terima Kasih. Sampai Ketemu.
Jaga dirimu!
Ayo, Youngja! Semoga perjalanannya menyenangkan!
Kita sambut Timnas Korea,
Yang telah terbang bersama Penerbangan Korea 851
Untuk berpartisipasi di Olimpiade Beijing.
Kami mengharap yang terbaik dari kalian.
Awalnya ingin mati saja.
Seiring berjalannya waktu, perih akibat pensiun dini
Menjadi hilang.
Aku pun merasakan aroma kebebasan.
Sangat sakit bahwa dirimu
Tidak mampu berbuat banyak!
Kecuali angkat besi.
Mungkin aku bisa kurus kalo angkat besi?
Kau tidak seburuk itu.
Kamu tahu seperti apa itu atlet angkat besi?
Mereka gendut.
Atlet angkat besi biasanya jelek.
Kunjungi kami kembali tuan. Kami punya wanita hot.
Kau harus ngomong sesuatu.
Kami punya wanita paling hot di kota ini, tuan.
Sebarkan yang banyak.
Aku membayarmu untuk seharian.
Kunjungi kami, tuan
Kami punya banyak yang hot...
Kenapa kamu tidak angkat teleponnya?
Sibuk dengan ini!
Mengedar pamflet cabul?
Mengedar pamflet cabul?
Tidak ada yang salah dengan itu.
Kunjungi kami jika sempat.
Asosiasi memberiku tugas yang sulit...
Mereka mentargetkan emas untuk Byeongwan.
Datanglah ke tempatku.
Hey! Kau tahu kenapa aku menerima tugas lagi?
Lihat aku!
Aku baru saja melewatinya...
Tempat ini sedikitpun tidak berubah.
Aku sudah bilang padamu, aku tidak akan angkat besi lagi.
Aku tidak pernah lakukan lagi sejak Olimpiade '88.
Kau bahkan tidak pernah menghubungiku.
Aku tidak ingin kamu angkat besi lagi!
Aku ingin kau ajari anak-anak!
Tapi bisnisku sangat padat.
Lagipula, aku tidak tau cara mengajar.
Aku tidak suka anak-anak, pelatih.
Aku punya berita bagus.
Tim Tenis Seo Yeongran.
Memenangkan piala gubernur.
Hyeonjeong.
Taruhan, pasti kau tukang pungut bolanya!
Kalian pasti kenal
Atlet angkat besi Jeon Byeongwan, yang memenangkan emas di eropa, iya kan?
Ini Mr. Lee Jibong, yang berlatih bersamanya,
dan memenangkan perunggu di olimpiade '88.
Mr. Lee rencananya akan membentuk
tim angkat besi untuk mengikuti kejayaan
timnas menembak dan tenis.
Subsidi untuk kita saja masih kurang,
Malah bikin tim yang lain!
Subsidimu masih 2 sampai 3 kali lipat.
Itu karena tim kami banyak dapat penghargaan.
Jika tim-mu memenangkan medali,
Kamu juga kebagian untungnya.
Mana bisa menang kalo perlengkapannya bobrok!
Tidak hanya di korea, tapi juga dunia!
Kembali ke pembicaraan...
Apa kamu sudah latihan?
Boleh aku pinjam senapan-mu?
Hati-hati.
Terima kasih telah meminjamkan.
Youngja.
iya?
Anda memanggilku, pelatih?
Katanya kau mau beli senapan?
Coba bayangkan.
Kau sedang di medan tempur.
Bom berjatuhan dimana-mana, dan orang-orang...
hancur berkeping-keping.
Musuh menembak
Senjatanya mengarah padamu,
tapi kamu tidak punya senjata.
Itu artinya kau harus pinjam senjata temanmu bukan?
sehingga kau bisa bertahan hidup, sementara temanmu sudah penuh lubang peluru?
Aku biarkan kau tanpa senapan beberapa bulan terakhir,
Tapi kayaknya bidang ini tidak cocok buatmu.
Oh! maafkan aku, Hyeonjeong!
Yeongran, stop sudah. Ayo latihan fisik sekarang!
Bu, Miseon penuh bakat, tapi dia telat mulai tenis sekarang,
Dia butuh pengajaran khusus.
Apa yang kau lakukan? Ayo kembali!
Maafkan saya bu.
Aku sedang meneriaki seorang pemain.
Kalo saya bisa membimbing Miseon,
Mungkin dia bisa menang.
Hey! Ambil batunya sebelum gunakan penggulung!
Batunya ada dimana-mana!
No comments yet. Be the first to leave one.