Tokyo Tower

Tokyo Tower (東京タワー)

Laadige alla Indonesian subtiiter

Väljalaske info

[NSBC] Tokyo Tower E02 [WEBDL] [1080p]
Kommenteerib Akogi

Sildid

webdl
web
1080
WEBDL
Avaldatud: 2020-11-12
Allalaadimised: 36
Kuulmispuudega: No

Indonesian subtiitrite eelvaade

Esimesed 200 rida.

Aku di sini

Bagaimana?

Bagaimana Tokyo?

Cerah dan berkilau.

Saat musim semi, Tokyo menarik

para pemuda dari setiap sudut

seperti penghisap debu menarik debu.

Slang kecil hitam adalah terowongan

yang menghubungkan mimpi dan masa depan kita.

Tinggi sekali.

Seolah-olah harus terlahir kembali setelah melewati terowongan.

Toilet bersamanya ada di sana.

Untuk mandi, ada pemandian umum lima menit dari sini.

Bagasimu sudah ada di kamarmu.

Terima kasih.

Hai.

Jangan menyeret bagasimu.

Kau harus berhati-hati.

Lantainya bisa rusak karenamu.

Kebersihan adalah prioritas kita.

Ini Kamar 103.

Ini. Ini kuncinya.

Kuhargai bantuanmu.

Baiklah. Sama-sama.

Jangan membuang sampah di kamar

agar tak ada kecoa.

Kecoa?

Kamarnya sangat kecil.

Ma tak tersesat menuju ke apartemennya.

Dia bisa bertanya jika tersesat.

Bagaimana jika dia diikuti orang jahat?

Menurutmu berapa usianya?

Dia bukan anak kecil lagi.

Ini adalah siaran dari Yurakucho, Tokyo.

Apa hujannya semakin lebat?

Di Tokyo sedang hujan.

Sekarang jam tujuh lebih delapan malam.

Di sini juga hujan.

Selamat pagi, Baka.

Kau terlambat.

Kau sangat bersemangat, Nyonya.

Di mana Masaya?

Seharusnya dia sudah ada di sekolah.

Aku terlambat pada hari pertama.

Habislah aku.

Aku terlambat.

Aku terlambat.

Permisi.

"Universitas Seni Musashino"

Dia seperti kembaran Shoko Aida di Wink.

-Benarkah? -Kenapa?

Semua berbicara seperti mereka yang ada di televisi.

Apa kau serius?

Apa kau ingin duduk di sini?

Baiklah.

Kau ikut jurusan apa?

Desain Visual.

Jurusan kita sama.

Namaku Narusawa. Senang bertemu denganmu.

Namaku Nakagawa. Senang bertemu denganmu juga.

Dari mana asalmu?

-Aku dari Chikuho. -Aku pernah ke sana.

Ada penjual jalanan, ramen, dan Checkers.

Bukan. Kurasa maksudmu Hakata.

Aku tinggal di Chikuho.

-Chikuho? -Aku tahu.

-"Gerbang Masa Muda." -Kota Tambang.

"Butt" tambangnya "hafe" tutup.

-"Butt"? -"Hafe"?

Apa kau baru pertama kali di sini, "Butt"?

Biar kami memandumu, "Hafe."

Kau terlalu berlebihan.

Benarkah? Kurasa begitu.

Itu tak perlu.

Bajuku harus beda.

Lupakan saja.

Ada apa?

Orang asing.

-Kemarilah. -Jangan menunjuk.

Ada banyak orang asing.

-Hai, hentikan. -Dasar bodoh.

Nakagawa, kau terlalu lama menatapnya.

Sakiyo, aku akan segera kembai.

Eiko, apa kau tak apa-apa?

Jangan khawatir. Aku percaya dengan kakiku.

Baiklah. Ayo ke toko bawah tanah.

Ayo kita lihat.

Apa? Tunggu.

Kenapa barang bekasnya sangat mahal?

Benarkah?

Apa ini mahal?

Ini bisa dianggap murah.

Ini keren. Cobalah.

Selamat pagi.

Sayuranmu ada di sini.

Eiko, kenapa kau kemari?

Aku bekerja di Sakiyo.

Eiko, apa kau tak apa-apa?

Kau mengerjakan banyak hal.

Aku bekerja keras

karena Ma harus melanjutkan studinya

di Universitas Seni Tokyo mulai musim semi ini.

Dia benar-benar ahli melukis.

Berhenti melebih-lebihkan.

"Tabungan untuk Ma"

-Jumlahnya 28.300 yen. -Apa?

Tunggu sebentar.

Pelanggan berikutnya.

Jumlahnya 26.300 yen.

Apa menerima kartu kredit?

Tentu, tak masalah.

Aku baru saja pindah kemari. Namaku Nakagawa.

Baiklah.

Kau sudah seperti orang sini dalam waktu singkat.

Apa itu?

Maksudmu ini?

Ini cara bertahan orang kota ini.

Aku memberimu hadiah.

-Tauge lagi. -Terima saja.

Sepertinya tak ada pilihan. Berikan.

Anggap ini balasan taugenya.

Aku yakin itu ilegal.

Selama bisa digunakan.

Tetap saja itu kejahatan.

Itu bukan urusanmu.

-Baiklah. -Terima kasih.

Apa kau mau?

Tak usah.

Sekelompok orang aneh.

Ini mungkin kelas membosankan bagi kalian,

tetapi belajar dari dasar itu penting.

Pasti kalian tahu Picasso, bukan?

Anggap saja Picasso dan lukisan terkenalnya sebagai contoh.

Picasso menampilkan bakat melukis yang luar biasa sejak muda.

Kau tak bisa menghasilkan karya hebat tanpa belajar dasarnya.

Kenapa kau?

Kau salah melukis perspektif lukisannya.

Ini langkah dasar.

Jika proyeksi lampu tak benar,

lukisanmu akan biasa saja.

-Belajar sendiri? -Ya.

Itu artinya kau berbakat.

Tak mudah masuk Universitas Seni

tanpa mengikuti pelajaran.

Apa semuanya mengikuti pelajaran saat SMA?

Kebanyakan begitu.

-Hai. -Hai.

-Selamat tinggal. -Ya.

Karena itu, kita saling mengenal

setelah masuk universitas.

Benarkah?

Narusawa, kita berencana membahas orientasi.

Baiklah, ayo.

Tunggu sebentar.

Itu Menara Tokyo.

Gadis itu.

Apa kau Sasaki dari kelas Fotografi?

Aku Narusawa. Kelas praktek kita sama.

Benar.

Apa kita bisa satu kelompok lagi?

Tak masalah.

Dia Nakagawa dari Desain Visual.

"Tokyo Tower: Episode 2"

Ada rencana untuk Pameran Musim Gugur?

Aku berencana memperbaiki lukisan lanskapku.

Kau konservatif.

Kau hanya ingin mendapat nilai.

Bagaimana, Nakagawa?

Aku belum ada rencana.

Ayo kita gunakan jelaga karbon.

Karbon?

Apa untuk pewarnaan?

Hanya ingin tahu hitam mana

yang cocok untuk karya seniku untuk pameran ini.

Kusarankan hitam-jet.

Hitam-jet. Benarkah?

Ambillah. Kurasa Hitam Mars yang terbaik.

Mars?

Bagaimana pendapatmu, Nakagawa?

Aku akan ke sisi lainnya.

Merah Amerika cocok untuk melukis matahari terbenam.

Aku tak tahu tentang itu.

Harganya sangat mahal.

Selamat pagi, Nakagawa.

Selamat pagi.

Apa itu Acryl Deposh?

Ya.

Nakagawa, apa kau membelinya?

Bukan saja sulit digunakan, harganya juga sangat mahal.

Benarkah?

Harganya 50.000 yen lebih, bukan?

Ini paling bagus untuk komposisi grafis 2D.

Semuanya seharga 15.000 yen.

Kenapa kau tak berkonsultasi dengan kami?

"Hari Pengiriman Uang"

Hai, Pelajar Miskin.

-Mau ke mana kita? -Jangan cerewet. Ikut aku.

Tunggu sebentar.

Kau akan mengambil yang itu.

Sepeda siapa ini?

Tokyo Tower subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Tokyo Tower

Kommentaarid

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left