Esimesed 200 rida.
Diterjemahkan oleh : faridusman IDFL™ SubsCrew
Aku takkan pernah memaafkan anak-anak itu.
Aku akan menemukannya, walau aku harus mencarinya di seluruh wilayah Korea.
Demi Hyun Soo, aku akan mengejarnya.
Sampai akhir.
Aku akan tetap di sini.
Kau keluarlah dan cari makanan.
Cepat. Daripada kau nanti pingsan.
Sun Ae.
Saat Hyun Soo...
...sudah sadar...
...aku akan makan bersamanya.
Tidak salah lagi.
Mereka menghalangi jalan buat lomba balapan.
Itu memang ilegal namanya.
Melakukan hal itu, dikenakan pidana selama dua tahun penjara.
Orang yang terluka bagaimana? Dia sedang koma!
Mereka tidak akan dikenai pidana karena menyebabkan seseorang terluka.
Tidak ada proses hukum.
Memangnya ini adil, ketika dia harus berakhir begini karena mereka?
Walau begitu, mereka tidak bisa dikenai pidana.
Kurasa kau harus berjuang lagi melalui kasus perdata.
Anda ingin menangkap mereka?
Yah, tempat kejadiannya di...
Sebuah area tanpa pemantauan CCTV.
Tapi pertama-tama...
...kami akan lakukan penyelidikan.
Permisi, Ahjumeoni!
Anda pernah lihat anak muda di sekitar jalan ini sedang lomba balapan mobil?
Kejadiannya sekitar dua hari lalu, saat larut malam.
Tidak lihat.
Kenapa juga aku harus melihatnya, saat aku harusnya tidur di jam segitu?
Aku tak pernah ke wilayah itu karena terlalu terpencil.
Jadi aku tidak mengedarkan selebaran di sana.
Aku tidak melihat apa pun. Karena aku tidak bekerja di larut malam.
Oh, Anda tidak bekerja saat larut malam?
Oh.
Terima kasih.
Sudah kubilang, aku bertemu dengannya. Kenapa Ibu harus butuh konfirmasi?
Ugh, itu karena Ibu tidak percaya!
Pokoknya, SMS dia dan bilang selamat malam sebelum tidur.
Kenapa aku harus melakukan itu?
Jangan bicara lagi, dan kirim saja! Ibu tutup!
Hari ini memang sangat nikmat buat diriku.
Tidur yang nyenyak, dan kapan-kapan kita ketemuan lagi!
Mimpi yang manis!
Aku akan memblok-mu.
Ugh, si gila itu!
"Mimpi yang indah?"
Aku harus bagaimana dengan orang ini?
Aku harus bagaimama supaya aku juga "memblokir" dia secara sungguhan?
Benar.
Itulah yang kulakukan. Aku harus memperlihatkan padanya seberapa dekatnya aku dengan Ahjussi.
Kalau aku melakukannya, dia pasti akan pergi dariku!
Akhirnya dia akan berhenti menggodaku...
...dan dia akan merasa seperti menginjak kotoran!
Oke! Ide bagus!
Jadi semudah ini.
Semuanya akan sangat sederhana dengan uang.
Tentu saja.
Uang diibaratkan raja.
Jangan terlalu memikirkan itu.
Bagi orang-orang seperti itu, uang tidak ada artinya lagi.
Aku yakin mereka banyak menghabiskan waktu semalamnya dengan minum alkohol.
Tapi tetap saja, aku jadi ragu-ragu.
Ada yang bilang kalau ini tidak benar.
Jangan mengatakan hal yang menyebalkan.
Memangnya uangnya itu yang penting?
Kau juga tahu kalau kau mempertahuhkan hidupmu itu?
Kalau kau bilang ingin ambil, ambil saja!
Toh, itu hakmu untuk pergi dari negara ini!
Hei! Lee Dan Ah!
Baiklah, aku mengerti.
Aku tak mau khawatir dan cukup ambil saja.
Akan kuambil. Aku akan mengambilnya, dan pergi.
Selamat karena sudah lari dari Hell Joseon!
Aku jadi terharu.
Aku tak menyangka hari seperti ini memang akan terjadi.
Maaf.
Kau harus tidur. Aku akan pergi.
Tidurlah di sini.
Di sini jauh lebih enak daripada di rumah.
Tidak apa.
Besok aku akan latihan untuk memisahkan diri darimu.
Hei!
Yeon Ji menangis.
Siapa yang membuatnya menangis?
Maaf. Akulah yang membuatnya menangis.
Dasar kau!
Maaf. Aku bercanda.
Bagaimana bisa kau bercanda saat Yeon Ji menangis?
- Itu hanya lelucon! - Kau memang pantas dipukuli, brengsek!
Kau menemukan sesuatu?
Aku juga belum menemukan sesuatu.
Ayo pergi. Kurasa kita tidak perlu mencarinya lagi.
Di saat dia sakit, dia mau ke mana?
Oh, iya.
Hari ini hari di mana buku pelajaran masuk.
Ow!
Hei, kemarikan.
Ah, aku kaget.
Kenapa kau di sini?
Saat kau sedang dirawat di RS, kau sedang apa di sini?
Kau sudah keluar dari RS?
Tidak, aku ingin keluar sebentar.
Tidak peduli aku sedang sakit, aku harus melakukan ini.
Kalau aku melewatkan kerjaku satu hari, bisa-bisa aku dipecat.
Aigoo, dasar.
- Biar aku saja. Ini kerjaku. - Tidak apa.
Kau bahkan tidak kuat mengangkat. Ini mau dibawa ke mana?
Hei, pindah.
Biar aku saja.
Hei!
Terima kasih.
Sebenarnya, itu pasti akan sulit bagimu.
Kau melakukan ini setiap hari, saat pagi-pagi buta?
Ya, aku mengambil kelas satu jam gratis dengan bekerja malam.
Di saat usiamu begitu, kenapa kau belajar Bahasa Inggris?
Hei, hati-hati ucapanmu itu.
Kau mau kupukul bahkan setelah kau membantuku?
Tidak, maksudku aku tidak paham.
Kenapa kau harus belajar lagi, di saat kau sudah lulus sekolah?
Ada alasannya. Nanti kau akan tahu.
Tapi, kau tadi pagi mau ke mana?
Yah, tahulah. Ada urusan tadi.
Kau juga punya dua pekerjaan?
- Ya, untuk sekarang ini. - Apa pekerjaanmu?
Sebagai detektif.
Oke. Kenapa juga aku harus repot-repot?
Ini malah membuang waktuku saat bicara denganmu.
Hei, jangan menghinaku! Aku paham, kok!
Oops.
Aku pergi dulu. Semoga lancar ya dengan kelasmu.
Terima kasih.
Sebagai gantinya, akan kuberikan 10.000 Won untuk biaya penyimpanan rahasiaku.
- Apa? - Kau satu-satunya di Korea...
...yang mendapat kenaikan 10.000 Won.
Oppa, kau yang terbaik.
Yang jelas, buangkan ini untukku.
Kau ini anggota girlband ?
Kau ketuaan buat jadi imut. Sudahlah.
Aku akan menahannya, karena aku berhutang padanya.
Hah? Dia belum masuk kerja!
Jam begini biasanya dia masuk kerja.
Apa mungkin, dia sudah berhenti kerja?
Bagaimana kalau dia pergi dari wilayah ini?
Dia bisa saja pergi ke pedesaan!
Dia bisa saja pindah!
Sudah diam!
Kalian siapa?
Oh, mau daftar bimbingan juga?
Tekuk kaki Anda ke depan, dan tahan di di antara kedua lengan Anda.
Dan genggam kedua tangan Anda ke depan.
Buka area tulang rusuk Anda saat Anda menarik napas...
...dan buang napas Anda secara perlahan.
Bernapaslah melalui perut selama 30 detik.
Dan bagi Anda yang ingin hemat waktu...
...genggam kedua tangan Anda di belakang kepala Anda.
Dan bernapas seperti biasa.
Oh, kalian bertiga. Ikutilah arahanku.
Sini, biar kubantu.
- Baiklah. - Ya.
Ini, putar kakimu seperti ini. Lalu, lakukan ini.
- Kau tidak apa-apa? - Ya, aku tidak apa-apa!
- Genggam jarimu. - Genggam.
Oh wow. Bagus sekali.
Bernapaslah melalui perutmu.
Bagus!
Selamat pagi!
Oh. Kau sudah di sini?
Ya.
Kenapa wajahmu begitu?
- Apanya? - Kelihatannya kau tidak tidur semalaman.
Tidak apa. Ayo kita mulai kerja.
Baiklah! Aku harus mulai dari mana?
Ayo kita kupas bawang.
Bawang.
Bawang!
Wow, dia terlihat seperti sedang berkabung.
Memangnya orangtuamu sudah mati?
Hei, apa matamu tidak terbakar?
Tentu saja tidak. Aku juga manusia.
Tapi kenapa kau tidak menangis?
Karena aku tidak pernah menggosok mataku dengan tangan yang sedang mengupas bawang.
Dia memang ayam. Tidak salah lagi.
Beri tahu lagi apa yang kulakukan selanjutnya.
Tapi, kenapa pria itu belum datang?
Aku datang karena penasaran saja.
Dia tidak membuka restorannya, atau mengangkat teleponnya juga.
Sama juga bagi kami.
Apa yang terjadi dengan dia?
Jika kau menemukan sesuatu, tolong hubungi aku.
Baiklah. Sampai jumpa.
Selipkan kartu ini di setiap blok sini.
Tapi kau tahu.
Kurasa orang-orang di sini tidak memerlukan pinjaman angsuran...
...karena restoran di sini berjalan dengan baik.
Selipkan saja kartunya, seperti yang kusuruh.
Aku mendengar beberapa hal, itu sebabnya aku ke sini.
Oh, benarkah?
No comments yet. Be the first to leave one.