Väljalaske info

당신이 소원을 말하면 If You Wish Upon Me E05 220824-NEXT-VIU
당신이 소원을 말하면 If You Wish Upon Me E06 220825-NEXT-VIU
Kommenteerib RuoXi
Ep. 5

Sildid

other
Avaldatud: 2022-08-25
Allalaadimised: 28
Kuulmispuudega: No

Indonesian subtiitrite eelvaade

Esimesed 200 rida.

Siapa kamu?

Aku Tim Genie.

Aku mengabulkan permintaan pasien.

Berhenti.

Hentikan, kalian berdua.

Kita di rumah sakit.

Bisa kita bicara empat mata?

Tunggu...

Astaga.

Kami tidak bertengkar.

Itu hanya...

Itu bukan apa-apa.

"Episode Lima"

Jika kamu

tidak memancingnya

dan bilang akan mengabulkan permintaan terakhirnya,

kondisinya tidak akan seburuk ini.

Aku hanya ingin

membiarkannya

melakukan keinginannya setidaknya satu hari.

Perawat Seo.

Kamu tahu betapa berharganya setiap menit

bagi pasien.

Ya.

Bagus jika mereka bisa hidup lebih lama.

Bukankah tugas kita mengurangi rasa sakit

di sisa waktu mereka?

Itu maksudku.

Setiap hari sangat berarti bagi mereka.

Beberapa pasien ingin impian mereka terwujud dalam satu hari itu.

Kamu bergabung dengan kami

karena kamu tahu perasaan mereka.

Itu

mengganggu pasien lain di rumah sakit.

Suatu tekanan besar bagiku

jika harus memberikan perawatan yang tidak perlu.

Itu mengganggu pikiranku

karena itu terus mengingatkan mereka bahwa mereka sekarat.

Perawat Seo.

Aku mengundang orang yang kusayangi hari ini.

Aku sangat ingin drama ini berhasil.

dr. Yang.

Bisa kita bicara?

"If You Wish Upon Me"

dr. Yang.

Jangan merokok.

Aku hanya menyarankannya untuk membujukmu.

Tapi tidak boleh, bukan?

Tentu saja tidak. Kamu melalui banyak hal untuk pulih.

Itu terjadi lagi.

Kanker menyebar ke hati.

Terima kasih untuk semuanya.

Aku diberi tahu waktuku maksimal enam bulan,

tapi aku hidup dua tahun lagi.

Kamu memberi tahu orang lain?

Kamu yakin tidak mau diobati?

Ya.

Hidupku adalah serangkaian penyesalan.

Aku menghabiskan

waktu terbaik

dalam hidupku di sini.

Kamu melarangku menghentikanmu?

Ya.

dr. Yang.

Kumohon...

biarkan aku...

mengabulkan...

harapan terakhir pasien...

selama sisa waktuku.

Maukah kamu?

Aku...

Tim Genie.

Terkadang

hubungan manusia terasa lebih berat

daripada merawat pasien

dan mengangkat beban.

Ya...

Aku setuju denganmu soal itu.

Saat pertama datang ke sini,

dr. Yang

membantuku dan menungguku dengan tenang.

Awalnya aku di UGD.

Di sana, aku berusaha semampuku

untuk menyelamatkan orang.

Lalu aku tidak bisa terbiasa di sini.

Aku tidak punya pilihan selain melihat orang-orang sekarat.

Dia menunggu sampai aku terbiasa.

Apa yang terjadi pada kami?

Perawat Seo. Di sana kamu rupanya.

Ya.

Kita mendapat izin untuk membuka brankas.

"Gudang Obat"

dr. Yang tidak salah.

Mengingatkan pasien bahwa mereka sekarat

mungkin berlebihan bagi mereka.

Aku tahu itu tergantung orangnya,

tapi maksudku, kurasa ini tidak sepadan.

Ada pasien lain juga.

Ini akan menjadi kali terakhirnya membantu pasien sebagai dokter.

"Stasiun Salib"

Halo.

Kamu baik-baik saja?

Beri tahu aku jika kamu kedinginan.

Apa ini nyaman?

Pak. Kamu merasa nyaman?

Permisi.

Kalian orang tua Se Hee?

Ya. - Ya. Baiklah.

Di mana Se Hee?

Dia akan segera datang.

Dia baik-baik saja?

Sejauh ini, ya.

Dia bilang akan pergi ke acara di luar kota.

Bagaimana ini bisa terjadi?

Kami menyiapkan tempat duduk untukmu di sana.

Kalian harus duduk di sana.

Silakan. - Ayo.

Gyu Tae. Kurasa mereka sudah siap.

Baiklah.

Ini yang kamu minta.

Nanti. Saat aku memberimu tanda.

Baiklah.

Cinta yang kamu tahu akhirnya. Yang kamu sebutkan sebelumnya.

Apa itu Se Hee?

Tapi dia...

Ayo.

Ayo.

Jangan terlalu gugup. Kamu membuatku gugup.

Ini.

Terima kasih.

Apa setengahnya masih efektif?

Kamu tahu, plabo atau plasebo atau semacamnya.

Pikirkan apa yang kamu pikirkan.

Kamu sangat pintar.

Semoga beruntung dengan dramamu.

Maaf aku tidak bisa datang. Aku merindukanmu.

Astaga. "Aku merindukanmu."

Cinta mekar di mana-mana.

Apa-apaan ini?

Bujangan tua.

Tekanan darahku...

Kamu harus berhenti menghabiskan banyak waktu mengurus orang tua

dan melakukan kencan buta.

Dia benar.

Atau kamu akan berakhir hidup sendirian sepertiku.

Terlahir lajang.

Andai aku bisa berkencan buta,

tapi aku harus berhenti dari pekerjaan ini.

Kurasa aku tidak punya kesempatan dalam hidup ini.

Wajah tampanku sia-sia... - Dia datang.

Dia datang?

Luar biasa.

Bagus.

Se Hee.

Kamu cantik sekali.

Kamu terlihat sangat cantik. - Cantik sekali.

Bukankah dia terlihat seperti aktris musikal?

Aku sangat malu.

Kamu terlihat cantik.

Kamu tampak hebat hari ini.

Apa? - Luar biasa.

Gyeo Rye juga tampak hebat.

Sudah kubilang.

Wajah tampannya akan berguna setidaknya sekali.

Astaga.

Astaga.

Ini tidak perlu.

Kita mulai sekarang?

Ya.

Se Hee.

Terima kasih sudah datang.

Sekarang, kita akan mulai.

"Keajaiban Cinta"

"Aku tahu aku tidak bisa kembali"

"Sayang sekali"

"Tapi aku bersyukur"

"Bisa bersamamu"

"Cinta"

"Mungkin itu kata lain untuk keajaiban"

"Keajaiban"

"Mungkin itu kata lain untuk cinta"

Permisi.

Se Hee.

Apa cinta sejati mendatangiku?

Se Hee.

Apa itu kamu, Se Hee?

Ini menarik.

Apa karena morfin?

Dia sama sekali tidak terlihat seperti pasien.

Mungkin

dia terlihat sehat karena impiannya terwujud.

Itu keren.

Memiliki harapan yang terwujud.

Apa impianmu? - Ini kali pertamaku...

Aku?

Bukankah itu terlalu besar?

Ini menarik. - Aku tidak pernah memikirkannya.

Mimpi tidak harus besar. - Aku menunggu.

Misalnya, impianku adalah... - Selalu... Di sini.

untuk meningkatkan ototku satu kilogram setiap tahun.

Kommentaarid

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left