Väljalaske info

Unknown Woman E015
Kommenteerib indri danti22
credit to VIU

Sildid

other
Avaldatud: 2017-05-16
Allalaadimised: 15
Kuulmispuudega: No

Indonesian subtiitrite eelvaade

Esimesed 200 rida.

"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"

"Pemirsa diharap bijak"

Murid yang terluka dan orang tuanya

ingin anakmu minta maaf dengan tulus

karena anak itu kehilangan dua gigi.

Kamu akan meminta maaf karena melukai temanmu, bukan?

Ma Ya. - Tidak.

Aku tidak bisa meminta maaf.

Anak itu harus meminta maaf kepada Ga Ya dan aku dahulu.

Kenapa? Untuk apa dia meminta maaf?

Guru juga tidak mau memberi tahu.

Apa yang anak itu katakan kepada kamu dan Ga Ya?

Bisakah kita berbicara secara pribadi?

Aku lebih baik tidak mengatakannya di hadapan anakmu.

Tunggulah di mobil ayah.

Ayah akan segera ke sana.

Jika mereka tidak meminta maaf secara tulus,

orang tua murid itu berencana melaporkan ini

ke Komite Kekerasan Sekolah.

Kamu harus meyakinkan anak-anakmu untuk meminta maaf.

Aku tidak mau berbicara denganmu lebih lanjut.

Aku akan menemui orang tua murid itu sendiri.

Mereka tidak mau menemuimu.

Kamu harus berkomunikasi melalui aku.

Kamu harus meyakinkan Ga Ya dan Ma Ya

dan mengakhiri ini.

Aku merasa tidak enak berada di tengah.

Apa artinya bagimu? Mereka bukan anak-anakmu.

Karena aku mau membantumu.

Kenapa?

Kenapa kamu mau membantuku?

Kamu salah mengira aku orang lain

dan bersikap lancang,

tapi melihatmu tidak bisa melupakan mantan pacarmu,

kamu bukan orang jahat.

Hubungi aku jika Ma Ya berubah pikiran.

Aku mungkin pengacara korban,

tapi jangan lupa, aku membantumu.

Dan tolong tunjuk satu orang sebagai narahubung pihakmu,

kamu.

"Yoon Sul, Pengacara"

Melihatmu tidak bisa melupakan mantan pacarmu,

kamu bukan orang jahat.

Ayah, bukankah kita mau pergi?

Apa?

Baiklah, ayo pulang.

Bagaimana kamu dengan Ma Ya?

Pergilah ke kamarmu.

Kenapa kamu hanya membawa Ga Ya dan meninggalkan Ma Ya di sana?

Orang tua anak yang satunya membawa anak mereka.

Kamu dan ibumu membawa Ga Ya.

Bayangkan betapa takutnya Ma Ya sendirian di sana.

Ga Ya pingsan dan baru saja sadar.

Kami panik membawanya ke rumah sakit

dan melupakan Ma Ya.

Aku baru saja mau menjemputnya.

Seorang ibu yang terlalu panik untuk mengingat anaknya sendiri?

Kamu mendiskriminasi Ga Ya dan Ma Ya seperti ibumu?

Mendiskriminasi? - Ibu.

Ga Ya tidak boleh sakit, jadi, saat mendengar dia pingsan,

yang ibu pikirkan hanya memeriksakannya.

Jangan berlebihan.

Dan,

putra semata wayangmu pingsan.

Kamu bahkan tidak khawatir?

Ga Ya.

Sial.

Mengerti?

Hei.

Kamu terluka?

Aku baik-baik saja.

Kenapa kamu berkelahi dengan temanmu itu?

Kamu tidak pernah berkelahi sebelumnya.

Kami mau mengerjakan PR.

Ga Ya. Ma Ya!

Aku bertemu dengan pengacara keluarga anak itu

dan mereka tidak mau menyerah tanpa permintaan maaf.

Permintaan maaf? Ga Ya juga terluka.

Seorang anak pingsan.

Anak itu memang tidak mematahkan gigi Ga Ya, tapi Ga Ya juga terluka.

Bagaimanapun, anak kita salah karena menggunakan kekerasan.

Kamu memihak siapa?

Apa pun alasannya,

bukankah kamu seharusnya memihak keluargamu?

Kamu orang tua, bukan? - Aku tidak memihak.

Anak-anak berkelahi dan ada yang terluka. Kita harus rasional.

Haruskah aku melindungi anakku hanya karena mereka anakku?

Tentu saja!

Ini.

Hari ini,

aku menemui Moo Yul

dan putrinya. - Apa?

Ada masalah kekerasan di sekolah,

dan aku penasihat hukum sekolah,

jadi, mereka menghubungiku.

Aku setuju menjadi penasihat hukum sekolah anaknya

tahun lalu.

Apa putrinya baik-baik saja?

Ya.

Dia cantik. Aku iri.

Putriku

dikubur di tanah yang dingin,

tapi putrinya amat sehat dan hidup dengan baik.

Tunggulah sampai hari

kamu membalaskan dendammu.

Ya, Ibu.

Omong-omong,

apa yang terjadi dengan Do Chi? Kamu menemuinya di bioskop?

Benar juga. Dia pasti menunggu.

Tidak. Maaf. Aku harus pergi. - Baiklah.

Apa...

Aku penasaran apa dia masih menunggu.

Tidak mungkin. Ini sudah lebih dari tiga jam.

Do Chi pasti sudah pergi.

Ini keren sekali.

Ya, Nona Seo.

Sul ada di sini sekarang.

Dia sedang makan dengan Do Chi.

Dia tertawa.

Aku tidak pernah melihatnya tertawa seperti itu.

Dia sebenarnya sangat ceria.

Aku penasihat hukum korban,

Yoon Sul.

Siapa kamu sebenarnya?

Apa identitas aslimu?

Dia pergi ke mana selarut ini?

Apa yang amat mendesak sampai dia bahkan tidak mengangkat ponselnya?

Maaf membuatmu menunggu dan terima kasih sudah mengantarku.

Aku bersenang-senang.

Jika kamu sungguh-sungguh, traktir aku makan malam lagi.

Tidak baik terlalu sering meminta orang yang punya pacar makan malam.

Bagaimana jika pacarmu menjambak rambutku?

Berhati-hatilah saat pulang. Aku senang.

Baiklah.

Kamu mengejutkanku.

Ada apa?

Kenapa kamu di sini selarut ini?

Siapa kamu sebenarnya?

Apa maksudmu?

Aku sudah bilang tadi.

Aku pengacara korban, Yoon Sul.

Pengacara? Kamu pengacara?

Ya. - Pembohong.

Lantas, jangan memercayaiku.

Baiklah.

Kenapa kamu bersama Do Chi?

Haruskah aku meminta izinmu untuk menemui seseorang?

Itu bukan urusanmu.

Apa hubunganmu dengan Do Chi?

Lepaskan. - Beri tahu aku.

Dia klienku baru-baru ini. Puas?

Kamu kasar sekali.

Kamu salah mengiraku dan melecehkanku,

dan kini kamu mempertanyakan apa aku sungguh pengacara?

Tolong pergi.

Kita tidak ada alasan untuk bertemu selain sebagai pengacara korban

dan orang tua.

Kamu masih bangun.

Kamu ke mana selarut ini?

Begini...

Aku frustrasi karena masalah anak-anak kita,

jadi, aku keluar mencari angin.

Selama ini.

Aku menemui teman dan minum teh.

Bagaimana kamu menemui temanmu?

Kenapa kamu menginterogasiku? Aku menghubunginya.

Bagaimana lagi?

Benarkah?

Tidur lebih dahulu. Aku akan mandi.

Sekarang, dia berbohong juga?

Kenapa kamu tidak bilang lebih awal?

Meski itu perkelahian kecil antara anak-anak,

kamu tahu

orang luar akan menggunakan nama Grup Wid untuk menyerang kita.

Apa kamu tidak sadar jika ini sampai tersebar,

media akan menghakimi kita dan harga saham kita

akan turun?

Itu yang diinginkan pihak korban.

Mereka akan menuntut

ganti rugi besar atau semacamnya untuk menuntaskan masalahnya.

Aku tidak akan memaafkan mereka.

Kita akan melawan balik.

Ga Ya juga ke rumah sakit kemarin.

Akan kumasukkan dia ke rumah sakit.

Mari menuntut juga.

Jika respons kita terlalu sensitif, mereka akan makin kesal.

Tuntutan mereka saat ini

hanya permintaan maaf tulus dari anak-anak.

Tolong serahkan kepadaku. Aku akan mengatasinya.

Bukankah lebih baik ibunya yang terlibat daripada ayahnya?

Aku sudah menemui pengacara mereka.

Kapan?

Di rumah sakit.

Aku tidak akan membiarkannya.

Aku akan menemui pengacara mereka dan menuntaskannya.

Jika sudah menemui pengacara itu, dia pasti punya kartu namanya.

"Yoon Sul, Pengacara"

"Yoon Sul, pengacara"?

Hai, Sayang.

Dia pasti sedang mandi.

Kommentaarid

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left