Esimesed 143 rida.
Kang Kitchen, tempat dimana pemiliknya makan lebih banyak dari pelanggan.
[Dapur tempat dimana mereka dapat mencurahkan semangat
Jaehyun kerja bagus, semuanya juga kerja bagus!
- Silahkan dinikmati. - Terima kasih.
Tolong beritahu aku jika kalian butuh sesuatu.
- Semua meja telah penuh. - Benar!
Tempat ini agak sepi untuk restoran.
- Hei, Mino. - Iya ?
Meja 3 belum disajikan omeletnya?
Meja nomor 3?
Yang disana, dia pesan omelet dengan saus yang dipisah.
Ah, apakah meja 3 memesan omelet dengan saus terpisah?
Permisi,
Maaf, satu omelet belum dibuat.
- Apa? - Satu pesanan omelet belum dibuat.
- Beri aku nasi sekarang. - Apakah ada 3 pesanan omelet?
Omelet dengan saus terpisah.
- Kami sudah memberikannya padamu. - Satu dengan saus terpisah.
- Kami sudah memberikannya padamu. - Apa maksudmu?
Ada 2 pesanan omelet.
[Perkembangan cerita, latar belakang kasus, dan petunjuk]
Apa sausnya ditaruh diatas omeletnya?
- Iya. - Bisakah sausnya ditaruh disampingnya saja?
- Oh jadi tidak dicampur? - Iya!
[Perkembangan cerita, tahap di mana hal-hal mulai menjadi kacau]
Satu omelet dengan pesanan khusus.
- Bagaimana? - Bagaimana?
Mereka meminta untuk tidak menuangkan saus di atasnya.
- Tapi letakkan di sampingnya saja. - Baiklah.
Ada satu lagi tambahan?
Iya satu lagi pesanan omelet.
- Apakah ada satu lagi? - Iya.
[Kru dapur yang belum sepenuhnya mengerti]
[Krisis, ungkapan dimana hal menjadi semakin serius]
Omelet! Jiwon, omelet!
Yang satu dengan saus disampingnya.
Ayo kita semua saling membantu dan jangan berdebat.
[Tidak terlalu memperhatikan karena terlalu berisik]
Tolong antar ini
Untuk meja berapa? Meja nomor 2?
Meja nomor 2.
[Omelet untuk pelanggan ketiga diberikan padapelanggan kedua]
[Meja nomor 1 selesai, meja nomor 2 selesai]
Ada yang bisa kulakukan lagi sekarang?
- Sekarang... - Sudahkah kita selesai dengan omelet?
Kita telah membuat 2 omelet, tersisa satu pesanan lagi.
Dua dengan nasi.
[Klimaks, dimana semuanya menjadi buruk]
[Kru bagian minuman masih mengecek pesanan yang tiba]
Meja ini sudah selesai.
kenapa? Telur dadar dengan saus terpisah belum dibuat.
Apa semua omelet nya sudah disajikan?
Belum, untuk meja nomor 4.
Apa aku hketiganya sudah semua?
Aku sudah memberikan omelet untuk meja nomor 4.
Dia bilang begitu, dia sudah mengantarkannya.
Aku menyukai Jaeduc dari Sechs Kies.
[Kesimpulan, ungkapan di mana semuanya bisa diselesaikan dengan baik]
Haruskah aku membuat satu lagii?
Pisahkan saus yang diletakkan di atas.
Letakkan secara terpisah?
- Letakkan disampignya? atau dipisah? - Ya, sepertinya dipisah.
Aku akan menanyakannya lagi.
Aku minta maaf, tapi apakah kalian ingin sausnya terpisah?
Ya, tolong dipisah.
- Pisahkan sepenuhnya? - Iya.
[Untungnya, pelanggan ini terlihat cukup santai]
Berapa lama?
- Omeletnya? - Iya.
- Dalam 2 menit... - 2 menit?
- 3 menit, 3 menit. - Baiklah baiklah.
Karena mereka sekarang sedang makan donkasseu...
Bisa kau mengelapnya sekali lagi?
Omeletnya sudah siap.
Ah, akhirnya selesai juga.
Permisi, aku minta maaf.
Ini omelet pesanan kalian.
Tolong letakkan di sini.
[Akhirnya omelet dengan sausterpisah sudah telah disajikan]
Bagaimana jika aku menambah minumannya?
- Ah, boleh tambah? - Iya.
- Sebagai ganti karena omeletnya terlambat. - Terima kasih.
[Aku hanya makan satu jenis makanan saja]
[Jiwon melihat sekeliling meja pelanggan]
Omelet sangat populer.
Mereka menghabiskan omeletnya saat mereka memakan donkasseunya.
[Apa yang menjadi rahasia popularitas ini?]
Aku memberitahu kalian dengan jelas hari ini.
Cara untuk membuat ini tidak mudah,
Tapi jika kalian bisa membuat ini,
maka seterusnya pasti akan terasa mudah.
Jika kita membuat aslinya, pertama kita harus membuat
sayuran dan nasi gorengnya,
tapi untuk saat ini bukan itu yang diutamakan.
Kita akan menyiapkan sausnya terlebih dahulu.
Saus?
[Dan goreng 3 sendok bawang putih yang telah dihaluskan]
[1 cangkir saus Worcester, 3 cangkir kecap]
Nah, masalahnya adalah apakah kau bisa melakukan ini?
- Kita tidak bisa - Tidak mungkin.
Maka kauharus berhenti menjual potongan daging jika kau melakukan ini.
[Sayuran digiling menjadi potongan-potongan kecil]
[Dua sendok kecil saus pada semangkuk nasi]
[Masak dengan suhu tinggi/ api besar sampai bagian tengah mengembang]
Sampai bagian tengahnya berwarna coklat keemasan...
[kita makan ini dengan saus potongan daging?]
Ah, ini sangat lezat, aku jatuh cinta dengan ini.
Mulailah membuat sendiri sekarang.
Kau yang akan bertanggung jawab membuat omelet, kan?
Iya.
[Setelah itu, Jaehyun berlatih berulang kali]
Ini enak.
Aku... Aku rasa telurnya sangat enak.
Terasa sangat lembut.
Inilah telur dadar yang kuinginkan.
Ini lembut.
Aku ingin makan lebih banyak.
[Sementara itu, dapur kembali tenang setelah semua pesanan]
Kita harus membersihkan sampah ini.
Lakukan ini di dapur saat kita sudah selesai kerja.
Kita seharusnya tidak tinggal diam saat ini.
Jika bisa tolong letakkan piringnya disamping.
Karena tempat kita menaruh makanan di samping ini...
Aku pikir tempat ini harus bersih.
Chef Kang,
Kau menggunakan semua kecapnya.
Kau terlalu banyak menyia-nyia kannya.
Mencuci piring adalah pekerjaan tersulitr, kan?
- Itu benar. - Wow, Jaehyun memang tahu.
Soogeun, ayo kita ganti.
Soogeun, ayo kita tukar posisi besok.
Hei, terima kasih, aku harus masuk.
Aku akan menunjukkan cara mengelola ruang utama.
Ya, tolong lakukan.
Kau tidak bisa pergi keluar
Haruskah Aku tutup pintunya? Kalian pasti kedinginan kan?
Anginnya juga kencang...
Fiuh, memang sangat dingin meski di Pulau Jeju.
Hari ini sangat dingin kan?
Mengapa kau mengajak berbicara kepada orang-orang
yang sedang makan, Soogeun?
Kita harus berbicara saat kita makan.
Jika kita hanya makan makanan...
No comments yet. Be the first to leave one.