Esimesed 200 rida.
Berkat temannya Zhou, Ip Man yang terluka dan istrinya
melarikan diri dari kota asalnya, Foshan.
Ini dia, Kakak Ip.
HONG KONG 1950
Maaf mengganggu.
Tidak sama sekali. Kita dari desa yang sama.
Sudah beberapa bulan kosong.
Aku bicara pada tetangga.
Mereka sangat baik.
Terima kasih, Kan.
Ayo lihat apa ini cocok untuk klub seni bela dirimu.
Lumayan luas. Apakah cukup besar?
Ya.
Sangat luas.
HARI KEDELAPAN
Guru Ip.
Belum ada murid hari ini?
Ada apa, Bibi?
Kau punya banyak ruang.
Boleh aku jemur baju di sini?
Silakan.
Wing Sing!
Sudah kubilang tinggalkan yang berat padaku!
Kau hamil! Jangan lakukan itu.
Akan kehabisan air jika aku menunggumu.
Lain kali aku datang lebih awal, ya?
Sudah kubilang, jangan kelelahan.
Kau baik-baik saja? Merasa lebih baik?
Ibu, aku harus bayar uang sekolah dua hari lagi.
Tunggu.
Siapa itu?
Bayar sewa, Pak Ip! Bu Ip!
Aku tak punya uang. Jangan buka pintunya!
Pak Ip! Bu Ip!
HARI KESEMBILAN
Guru Ip,
belum ada murid hari ini?
Aku akan menjemur bajuku.
Bibi.
Biar kubantu.
Mau bantu aku?
Tak masalah.
Terima kasih.
Halo!
Kau mengajar Wing Chun?
Guru Ip!
Ada yang mau belajar kungfu.
Mau belajar kungfu?
Mau lihat dulu.
Tak tahu apa itu Wing Chun.
Boleh aku jelaskan?
Wing Chun itu gaya tarung jarak dekat, dari Selatan.
Tak perlu jelaskan.
Ayo bertarung.
Aku bayar jika kalah.
Baiklah.
Wing Chun. Aku Ip Man.
Jadi?
Kau belum kalahkan aku.
Siap mengaku kalah?
Siap untuk apa?
Aku tak mengerti maksudmu.
Tahu sekarang?
Master Ip, aku tak pernah tahu bahwa kau sangat hebat!
Luar biasa!
Anak muda, cepat, terima dia sebagai gurumu!
Sekarang kau bisa bayar biaya sekolah, bukan?
Kenapa kau pergi, anak muda?
Apa yang harus dilakukan, Guru Ip?
Baru kau dapat satu calon murid,
sekarang dia pergi!
Itu dia.
Orang tua ini pandai bela diri?
Kau bercanda?
Dia tampak sangat biasa.
Dia seperti tukang cuci baju.
Kau ke sini bukan untuk belajar seni bela diri.
Pergi!
Oke!
Kami tantang kau bertarung!
Tak perlu buka jaket.
Apa maksudmu?
Bukan apa-apa.
"Tangan memohon".
Sudah kubilang tak perlu buka jaket.
Guru!
Mohon terima aku, Wong Leung, sebagai muridmu!
- Kalau begitu... - Pak! Aku Tsui Saicheung.
- Ngai Kwokhing. - Wong Kwun.
Terima kami sebagai muridmu!
Aku murid pertamanya. Panggil aku Big Bro, ya.
Tuangkan teh untuk Guru.
Tak perlu upacara!
Bayar biaya sekolahmu.
Bayar biaya sekolahmu dulu.
Wing Chun menggabungkan pertahanan dan serangan.
Kau serang dan bertahan
untuk mengalahkan lawan secepatnya.
Ini "Tangan Membubarkan".
"Tangan Membubarkan".
Pertahanan dan serangan serentak.
Paham?
Siapa itu Guru Ip?
Guru!
Guru!
Hei Leung!
Apa kau undang mereka?
Guru,
bisakah kau kalahkan sepuluh orang sekaligus?
Lebih baik tak berkelahi
Lanjutkan latihanmu.
Bagaimana jika sepuluh orang bersenjata datang?
Lari.
Kau harus minta uang sekolah dari mereka.
Aku tahu.
Kau selalu bilang begitu.
Aku akan minta nanti.
Semuanya, berhentilah sebentar.
Ada apa, Guru?
Saatnya membayar uang sekolahmu.
Ada apa?
Saatnya bayar uang sekolah.
Yang punya uang bisa bayar lebih dahulu.
Guru...
Guru, aku hanya ada dua dolar.
Ibuku kekurangan uang. Aku bayar selebihnya lain kali.
Lain kali, kalau begitu.
Uangku tak cukup.
Lain kali saja.
Pulang dan istirahatlah.
Terima kasih, Guru!
Sedikit sekali! Kita harus bagaimana?
Aku tak bisa apa-apa.
Kau tahu ekonomi buruk.
Saat muridku memohon,
sebagai guru mereka, aku hanya bisa setuju.
Kita harus minta perpanjangan waktu.
Ya, coba minta waktu .
Kita saling bantu.
Semua akan baik-baik saja.
Permisi, dua potong kue.
Kau mau kue telur?
Tidak.
Jangan lari!
Berhenti! Jangan lari!
Berhenti!
Berani curi bebek panggang?
Bajingan!
Berhenti makan! Kembalikan!
Jangan pukul dia.
- Bayar! - Aku tak punya uang.
Kupanggil polisi jika kau tak bayar.
Lepaskan aku!
- Berikan! - Tidak!
Hentikan!
Jangan pukul dia!
Ada apa?
Dia curi bebek panggang kami!
Akan kubayar.
- Kembalikan! - Akan kubayar.
Ayo.
Quan?
Paman, aku tahu di mana ayahku.
Bawa aku ke dia!
Dia di sini.
Quan.
Paman Man,
ia tak mengingatmu.
Jepang menaruh peluru di kepalanya.
Dia tak mengenalimu.
Quan.
Quan, aku Ip Man.
- Quan? - Pergi, kau Jepang!
- Pergi! - Quan, aku Ip Man!
Pergi! Pergi!
Paman Man,
ayo pergi.
Ini salahku.
- Bukan salahmu, Paman. - Ini salahku.
Ayo.
Dia pilih jadi tunawisma daripada ikut aku.
Jadi, aku di sini menemaninya.
Kalau aku sedang ada kerja di restoran,
kubawakan dia sisa makanan.
Jika tidak, dia kelaparan.
Jangan khawatir, Yau.
Kita akan merawat ayahmu bersama.
Aku akan pekerjakan siapa pun yang direkomendasikan Ip.
Jika kau mau menulis dengan upah setengah, bisa mulai.
Tak masalah.
Duduk. Aku cari orang untuk memberimu pekerjaan.
Tetaplah di sini.
Kita minum teh bersama.
- Terima kasih! - Sama-sama.
Duduklah.
Baiklah.
Terima kasih, Paman.
Sebaiknya kau bekerja keras, Yau!
Pasti.
TURNAMEN TINJU DUNIA DI HONG KONG
No comments yet. Be the first to leave one.