Esimesed 200 rida.
Kami tahu waktumu sangat berharga.
Terima kasih sudah menunggu.
Namaku William James Sharp.
Aku sudah coba menghubungi selama berminggu-minggu.
Nomormu?
Biar kulihat.
Ini, TDZF73, 4.
Kau bisa memanggilku Will.
Siapa namamu, Bu?
Pengawas 12.
Lucu. Aku...bicara dengan Pengawas
11 dan 13.
Aku 12.
Bukan kau. Oke.
Tak kutemukan berkasmu di sini.
Oke, pelan-pelan.
Istriku butuh operasi.
Kau perlu menelepon kembali, Pak.
Tidak. Bu, itu masalahnya.
Aku tak bisa menelepon.
Itu selalu rekaman dan angka untuk menekan apa yang kumau.
Aku perlu menahan, seseorang di telepon,
Orang sungguhan, jadi...
Aku harus istirahat.
Ini kehidupan nyata.
Ini kehidupan nyata.
Dan maaf soal istirahatmu, tapi...
Brengsek.
Semoga harimu indah.
Tidak, Bu, tidak...
Dengar...
Lucu, kupertaruhkan hidupku untuk negara ini,
- dan itu... - Maaf.
Kuharap aku bisa membantu.
- Hai. - Orang besar Tate.
Hei, apa aku membangunkannya?
Kita bisa, sayang.
Asuransi akan keluar.
Aku kehilangan kepercayaan di dunia ini tiap hari.
Tapi tidak padamu.
Ya.
Kita akan baik-baik saja.
Kau bisa mengurusnya beberapa jam?
Ya. Kami akan tidur.
Mungkin tidak.
Wawancara kerja lain?
Ya. Pekerjaan gudang.
Pengemudi forklift.
Itu bagus, sayang.
Kau bisa kemudikan apa saja.
Ya.
Kita rayakan saat kau pulang.
Tadi ada yang menelepon dari nomor yang diblokir.
Aku tahu yang kau pikirkan. Itu bukan Dani.
Bagus. Aku tahu kau menyanyanginya. Entah kenapa.
Tapi kita tak butuh saudaramu.
Aku punya semua yang kubutuhkan di sini.
Nyalakan alarmnya.
Keamanan aktif.
Hei, kukira kau mau menemuiku.
- Aku dalam perjalanan, Danny. - Waktuku terbatas.
Unit 3, insiden, 2515 kecelakaan di Pusat Kota.
Kemungkinan cedera.
Diterima. Kami meluncur.
Ngebut.
Unit 3. Dua menit lagi. Sedang dalam perjalanan.
Perkiraan waktu dua menit. Kau tak apa?
Diterima. Ya, aku mendengarnya.
- Ngebut saja. - Unit Damkar bilang itu bahaya.
Aku tak dengar itu "berbahaya"
karena aku berselancar dengan ombak berbahaya.
Unit 3, LAPD di TKP.
Dikabarkan, ada anak tertusuk, kondisi kritis.
Apa itu selalu terdengar buruk?
Itu dia.
Astaga.
Astaga.
Tak peduli apa, tetap fokus.
Kode tiga, insiden.
Diterima. Kami Di TKP.
Ayo.
Biar kuperiksa.
Tetap amankan! Aku perlu memeriksa.
Anakku.
Hati-hati dengan gadis itu! Bergerak!
Tidak, biar kuperiksa!
Masih ada?
- Aku tak mau melihatnya. - Hei, sayang.
Lihat aku saja.
Kau tak perlu lihat besinya.
Tatap mataku. Bagus.
Aku akan memeriksamu sebentar.
- Bilang jika sakit, oke? - Tidak.
Jangan bergerak. Bicara saja.
Ambil napas dalam-dalam.
Ambil napas.
Bagus. Lebih dalam.
Bagus.
Bagus.
Paru-paru aman.
Scott!
- Astaga. - Siapkan dua tas...
Scott! Siapkan dua tas di mobil. Cepat!
Mana ibuku?
Ibu di luar. Ibu tak apa.
Ibu tak apa. Siapa namamu?
- Lindsey. - Lindsey. Namaku Cam.
Aku akan membantumu.
Kau harus lakukan sesuatu.
Kau berani? Bisa?
- Aku berani. - Pasti kau bisa.
Saat kau dengar suara keras,
kau remas erat tanganku.
Apapun yang terjadi, jangan lepaskan.
- Oke. - Oke.
- Ayo. - Baik.
Aku di sini. Lindsey.
Lindsey.
Aku di sini.
Semua unit, 20-23, merespons.
Kode tiga dengan RA tiga ke Rumah Sakit Anak.
Oksigen masuk
Setel di delapan.
Kedua infus bekerja.
Kau akan baik-baik saja.
Lampunya hijau.
Aku tak melihat siapa pun datang, dan aku...
Bu, lihat aku.
Lakukan sesuatu untukku.
Bisa pegang tangannya? Bagus.
30 detik sampai RS Anak.
Beri tahu mereka agar tim trauma bersiap.
- Kita butuh banyak kantung darah. - Sudah kulakukan.
- Aku selangkah lebih maju darimu. - Ini dia. Lihat aku.
Tiga detik lagi, pintu terbuka. Saat terbuka, kita bawa dia masuk.
Jangan lepaskan dia.
Dia tak apa?
Dia tak apa.
Terima kasih kawan.
Dia akan ke ruang dua.
- Terima kasih. - Awas talinya.
Usia 9 tahun. Tusukan lobus superior dan sternum dengan pagar besi.
Detak jantung kencang, tapi sudah kuturunkan dalam perjalanan.
- Permisi. - Namanya Lindsey.
- Siap? Angkat! - Stabilkan.
12 menit.
Hai. Kau tak apa?
Seperti inikah pengalaman pertamamu?
Aku kelaparan.
Aku tahu tempat enchilada yang enak. Mau pergi?
- Enchilada? - Kau akan suka.
Aku akan muntah.
Kita punya kantong muntah.
- Apa kabar? - Apa kabar, kawan?
Aku cari Danny.
Dia di belakang.
Jangan sentuh apa pun, negro.
Sungguh.
Kau tak seharusnya di sini.
Orang kaya tak suka jika kau iri dengan mereka.
Itu buat mereka merasa bersalah.
Bagus.
Kenapa dengan 'Vette?
Yang mana?
Tahun 50-an pembunuhan berencana. Beberapa pengacara di luar pengadilan.
Asli.
Membuatnya sangat berharga.
Dan mereka mempekerjakanmu untuk melindunginya.
- Ya. - Apa kabar, Danny?
Pahlawan kembali.
Senang melihatmu.
- Ya, sama. - Ya?
- Kau kelihatan lelah. Kau tak apa? - Ya, aku tak apa.
Sepintas, kupikir kau tak akan meneleponku.
Ya, urusan keluarga. Aku menutup telepon.
Bagaimana kabar Tate?
Dia sehat. Kuat.
Bagaimana kabar Amy?
Dia baik.
- Mau kopi? - Tidak.
Biar kubuatkan kopi.
Aku punya mesin pembuat kopi.
Baru. Kau mau? Ini enak.
Mau?
Tentu.
Bos akhirnya membelanjakan uang kami.
Kau mau menyuruhnya menutup telepon?
Ada apa?
Apa yang kau lakukan, Randazzo?
Istriku melecehkanku.
Untuk apa kau menelepon?
- Ayo! - Aku tak bisa lakukan ini.
Ayo. Duduk, oke?
Duduk. Kau membuatku cemas.
Nikmati ruang istirahatku. Ini.
Kopinya enak?
Ya, enak. Dengar, kawan.
Kau bisa mengusirku,
tapi aku butuh bantuan.
Saat kau lagi butuh sesuatu, kau meneleponku?
No comments yet. Be the first to leave one.