Esimesed 200 rida.
Modal recehan jadi Jutawan! Visi Mis Foya Foya, cuma di RECEH88
Pertama hujan, kini ada yang mengetuk?
Ini terlalu banyak kehebohan bagi kita.
Lihat siapa itu.
Beri tahu kita tak layak.
Itu monster.
Silakan masuk.
Makanlah bubur hambar.
- Maaf kami berteriak. - Jangan bangkunya!
Astaga! Oona, kau mengejutkanku.
Ya, aku sering dapat itu.
Turbish! Kau mengejutkanku!
Ya, aku sering dapat itu.
Aku masih belum pulih dari pesta seks manula semalam.
Banyak yang kendur dan menggantung.
Kau lewatkan kecelakaan Dansa Pedang yang menarik.
Itu sungguh terjadi, ya? Dengan semua bugil?
Termasuk aku, kau…
Astaga. Termasuk kau, Turbish?
Menyenangkan.
Pergi dari sini!
Ayah melihat semuanya. Kita membuatnya gila.
Aku merasa lebih bugil dari sebelumnya.
Tak perlu malu, bokongmu indah.
Hentikan!
Kau mujur tak mewarisi bulu merah, lebat dari ayahmu.
Dia benar.
Turbish! Pergilah!
Dreamland dalam bahaya. Kita harus lakukan sesuatu.
Turbish! Aku dengar suara napasmu.
Baiklah, aku akan berhenti.
Terlalu sulit.
Pergi dari sini.
Aku akan pergi. Dah.
- Dah. - Dah.
Dan dengar.
Bagus. Dia menguak. Itu lebih baik dari berteriak.
JANGAN BERSUARA KERAS
Pelan-pelan umumkan kedatangan
Ratu Bajak Laut Oona dan Putri Tiabeanie,
agar tak mengganggu kondisi raja yang rentan.
Apa itu?
Ini mantan istrimu yang licik, Oona, dan putrimu yang bermasalah, Bean!
Kasihan Zøg.
Kau diikat seperti daging panggang raksasa.
Mungkin kentang goreng?
Dan kacang polong?
Astaga. Bisa beri harga diri bagi ayahku?
Dia raja kita.
Ya, tentu, Tuan Putri.Kami akan memperlakukan Zøg dengan amat hormat.
Hingga tak perlu lagi.
Apa maksudmu?
Tak ada.
Tak perlu dicemaskan.
Apa maksudmu?
Kumohon, Tiabeanie, percayailah kami.
Kedip.
Hei, Oona, menurutmu aku harus pukul siapa dahulu?
Hati-hati, Bean.Yang diperlukan Dreamland saat ini adalah tangan stabil.
- Dan pasukan baru. - Apa?
Elfo menakuti semua rekrut semalam
dengan pukulan di bokong saat bulan purnama.
Apa? Kau lihat itu?
Ya. Kami semua melihatnya, Elfo.
Kami tak bisa batalkan itu.
Kini tinggal 12 panah.
Kami terus membidik camar dan luput.
Turbish!
Bean, aku urus Zøggy yang gila. Kau urus kerajaan yang gila.
Akan baik-baik saja.
Jangan menguak lagi.
Tidak, jangan menguak lagi.
Pergilah kuak Selamat tinggal, menguak
Jangan menguak lagi
Kini, semua berjingkat keluar, hening seperti tikus mati.
Monster datang untuk menyerang kita!
BABAK XXVIII HEI, BABI UANG
Baik, para rakyat desa bodoh.
Katakan kejadian dengan monster itu.
Dia menginjak jagungku dengan kaki raksasanya.
Nenek dilempar hingga kerajaan lain.
Menghancurkan lemari makanku dan buang kotoran di mana-mana.
Astaga, nodanya.
Dia mencuri mentegaku.
Hei, Bean.
Bukankah aneh monster itu makan semua yang tampak,
tetapi tak sentuh babi lezat ini?
Mungkin monster Yahudi?
Merkimer, kau lihat monster di sini?
Maaf, aku cenderung tak perhatikan hal yang bukan aku.
Apa tindakan kita, Detektif Tiabeanie?
Aku belum tahu.
Kalau begitu kami urus ini sendiri!
Cungkil matanya, satu per satu.
Astaga. Asyik sekali.
Elfo, Luci, berhenti.
Andai bisa, tetapi kakiku ke sana. Maaf, Bean.
Massa telah berbicara.
Tidak! Kekerasan tak selesaikan apa pun.
Kecuali satu kali menyelesaikan semua hal itu.
Tetapi itu cuma satu kali.
Kenapa kau masih di sini? Rombongan ke sana.
Baik, astaga.
- Siapa namamu? - Sam Buca.
- "Sambuca"? - Bukan, Sam Buca.
Nama depan, "Sam". Nama belakang, "Buca".
- Tunggu… - Apa?
- Kau menikah dengan Denise? - Ya?
- Buca? - Ya?
- Ini dia. - Apa?
Aku tak mau membahasnya,
tetapi saat di pub, dia mencuri gelas.
Ya, begitulah kami dapat gelas.
Kau tak boleh curi gelas dari tempat dagang.
- Kau tak begitu? - Tidak.
- Ya, kau tak curi gelas. - Aku…
Jika aku perlu gelas, kugunakan di bar.
Pulanglah ke Denise. Pasti kalian bisa…
Minum dari gelas? Ya, yang kau curi.
Tidak… Ya. Baiklah. Baiklah.
Aku harus pergi. Ya, kau harus pergi.
Kuberi tahu Denise katamu…
Tidak, jangan katakan apa-apa soal aku.
Dia harus tahu.
Bukankah kau harus ikut rombongan?
Ya, mungkin.Dah.
Apa?
Aku akan makan sup.Aku lapar.
Kau detektif payah.
Lihat, itu dia!
Ada yang kabur!
Mereka selalu ke menara telantar.
Kami bukan mau membunuhmu, hanya mau membakarmu.
Hentikan! Monster juga manusia.
Bukan. Kita pun nyaris bukan manusia.
Sampai kita tahu apa itu, jangan bakar apa pun.
Terlambat, Bu. Rufus sudah membakar kastel.
Astaga.
Jangan mati di sana, Bean. Aku tak cukup stabil untuk berkabung.
Aku mau pisauku kembali.
Hai. Hei.
Hai.
Aku Bean.
Baik, kau lihat istana gila di sana?
Aku berasal dari sana.
Tidak. Bukan yang itu.
Itu lapangan mini-golf yang tak didatangi lagi, karena…
Begini, dengar. Aku tahu situasi tampak buruk saat ini.
Orang desa mengepungmu. Menara terbakar
dan aku acungkan pisau besar pada, yang menurutku, wajahmu.
Akan kugunakan jika terpaksa, tetapi aku tak mau.
Aku mau jadi temanmu.
Percaya atau tidak,
aku tahu rasanya dibakar hidup-hidup oleh orang bodoh.
Aku paham, kau takut. Aku juga takut.
Jika kita tetap tenang, tak ada yang bergerak mendadak,
semua ini akan baik-baik saja.
Bagaimana jika kita berpelukan dan turun?
Astaga, kau terbakar! Baik…
Merkimer?
Jangan ada yang melukai lebih dari ini.
Ini bukan monster, ya? Ini Pangeran Merkimer.
Satu dari banyak tunangan tampanmu.
Aku kenali bokong indahku di mana saja.
Mundur, Rufus!
- Kami dapat dia. - Kami tangkap monsternya.
Itu bukan monster. Itu Sam Buca, pencuri gelas.
Misteri Gelas Hilang…
Sudah selesai.
Ini balas dendam karena kau cemburu dengan Denise.
Ini bukan balas dendam.
Ini karena para badut ini bala bantuan terburuk.
Aku tak punya pasukan. Dreamland bermasalah!
Denise beri salam. Apa?
Katanya dia teler.
Karena jamur roti? Kau tak boleh dapat itu.
Apa prognosismu, Sorcerio?
Aku tak yakin apa arti kata itu, tetapi lihat ini.
Tiap kali kutusuk, dia menggeliat.
Kutukannya bagaimana? Bisa kembalikan Merkimer?
Aku sangat ingin punya jempol.
Tahu betapa sulitnya memuaskan diri dengan kuku?
Itu sungguh mustahil!
Pembalikan kutukan, katamu?
Ini tugas untuk penyihir dengan kekuatan luar biasa.
Jadi aku pergi.
Maksudmu aku terjebak dalam babi tak berguna selamanya?
Tidak!
Sisi positifnya, lihat trik keren yang baru kuajari ke versi menusiamu.
Jentik.
Bagus.
Jentik!
Bagus.
Hentikan itu.
Kau menambah kesedihanku dengan bola keju yang membuat mual.
Astaga, kalian. Dia tampak seperti bicara!
Elfo, lempar satu lagi.
Jentik.
Merkimer, bicaralah.
Entah kau coba apa, tetapi aku sudah cukup dipermalukan.
No comments yet. Be the first to leave one.