Esimesed 192 rida.
Translate by : b e n z 1 6 0 1 Tasikmalaya , 05 Juni 2019
Hey.
EPISODE 7
Ayolah.
Itu bukan hanya salahku.
Sekarang ini,
aku sedang bersama Miho.
Dengar. Ini bukan hanya masalahku saja.
Ini masalah kita bersama.
Benar?
Okay.
Tolong uruskan, Direktur.
Aku kembali.
Jadi, apa yang ingin kau lakukan?
Kau pasti lapar.
Kamu mau makan apa?
Baiklah. Kita lihat film saja ya?
Miho.
Tidaklah mudah saat teman meninggal. Bisa membuat semua orang sedih.
Tapi kau lihat,
aku ingin melihatmu bahagia, Miho.
Jadi,
Aku ingin kau bahagia saat bersamaku.
Aku mengerti.
Aku harus semangat.
Benar. Ayo kita cari makan.
Bagaimana kalau di café itu?
Dengan pemandangan laut.
Kau ingat kan?
Kita kesana. Okay.
Dia punya rasa keadilan yang kuat.
Seharusnya dia panjang umur tapi sekarang dia meninggal,
sedangkan yang seharusnya mati tetap hidup saat ini.
Itu salah.
Kita berangkat sekarang.
Lebih. Dunia ini butuh lebih.
Dunia ini butuh lebih banyak keadilan.
Sudah cukup.
Aku tak peduli lagi.
Jangan bicara seperti itu.
Jengkel banget!
Singkirkan seseorang! Terserah siapa saja!
Berhenti berteriak!
Jika Pa Hayashi tidak membawa kita kesini,
lalu siapa?
Kupikir kita akan dimaafkan jika kita mengaku tentang Perfect,
tapi tidak berhasil.
Apa sebenarnya di bawah lantai ini?
Kemana Pa Hayashi dibawa?
Ayaka.
Bagaimana dengan teriakan aneh dan gempa bumi tadi?
Kupikir itu bukan gempa bumi.
Dan teriakan itu terdengar seperti deritan pintu,
- Jadi... - Jadi apa?
Siapa yang peduli kita dimana?
- Mana! - Apa?
Pa Hayashi coba menghancurkan kepala rusa itu.
Adakah seseorang yang mengawasi kita lewat itu?
Pa Hayashi bilang,
"Apapun yang kau lihat, itu mengingatkanmu akan sesuatu."
Jika kita ingin keluar dari sini,
itu satu-satunya jalan.
Mana, ayo bekerjasama.
Okay?
Ayo kita semua keluar dari sini.
Buku kesehatan?
Banyak sekali lukisan perempuan bersaudara.
Perempuan bersaudara?
Kau benar. Aku tak menyadarinya.
Mereka sepertinya akrab,
tapi semuanya terlihat sedih.
Lihatlah yang ini.
Yang ini?
Rasanya aku pernah melihatnya sebelumnya.
- Benarkah? - Jangan mengada-ada.
Tunggu. Biar kuingat dimana pernah melihatnya.
Cepatlah dan ingat lagi.
- Cepat. - Diamlah!
- Cepat. - Diamlah!
Cepatlah dan ingatlah.
- Tunggu! - Apa?
Tidak bisa. Aku tak bisa mengingatnya.
- Kau serius? - Kau pasti bercanda?
Apa?
Lihat ini!
Aku tak bisa melihatnya.
Apa?
Apa?
Serius?
Biarkan kami lihat juga.
Lukisan itu. Mengapa itu disini?
Bukankah itu...
Tempatnya Okazaki.
Benar, villa pacarnya Miho.
Kapan itu?
Bukankah itu saat Golden Week? Golden Week (ゴールデンウィーク) atau Minggu Emas adalah periode di akhir bulan April hingga minggu pertama bulan Mei di Jepang yang memiliki serangkaian hari libur resmi
Tapi mengapa lukisan itu ada disini?
Mirei.
Biarkan saja. Dia sedang di dunianya.
Tujuh orang seperti kita sekarang ini.
Apa?
Ingat kan?
Kitalah yang bersama Miho di villa.
Kita bertujuh.
Sungguh?
Itu hanya kebetulan.
Ayaka.
Kyoko.
Kumi.
Memi.
Mana.
Shiho.
Aku.
Itu berarti,
sudah direncanakan bahwa kitalah yang tersisa terakhir.
Itu...
- Maksudmu itu Okazaki? - Mustahil.
Lalu mengapa lukisan itu disini?
Kenapa Okazaki melakukan ini?
Untuk balas dendam.
Kitalah
yang mengerjai pacarnya, Miho, dan memaksanya untuk menghilang.
Kupikir Okazaki tidak ada hubungannya dengan ini.
Apa? Kau bilang sesuatu?
Aku menemukannya!
Ini adalah video saat itu.
Terima kasih.
Ya!
Ini dia. Kau suka?
Ya! Enak sekali!
Kau sangat suka daging, Shiho.
Hey! Maksudnya apa itu?
- Kau ingin lagi? - Buatku ya?
- Iya lah. - Terimakasih.
Terima kasih.
Ini benar-benar enak!
Itu saja?
Iya.
Ini pertama kali aku mendengar suara Shiho lagi.
Hey, sejak kapan kau berhenti bicara?
Kyoko, kesinikan handphonenya.
- Aku ingin mencarinya juga. - Okay.
Aku juga punya.
Shiho, hari ini...
Hey, semuanya. Dengarkan.
Ada apa ini?
Sudahi makannya.
Miho, mendekatlah.
Sebenarnya,
setahun yang lalu di hari yang sama,
Tanggal 3 Mei, Miho dan aku mulai berpacaran.
Benarkah?
Miho, kuharap seterusnya kita tetap brpacaran.
Selamat.
- Selamat. - Selamat.
Terima kasih.
Miho, tersenyumlah.
Kenapa, Miho? Kau seperti tidak bersemangat.
Ini kesukaanmu, Miho, hamburger. Makanlah sedikit.
Oh, benar.
Dia sangat sombong.
Aku ingat.
Dia bilang bahwa orangtuanya punya yacht meskipun aku tidak tanya.
Benarkah?
Aku benci laki-laki seperti itu.
Aku juga.
Kalau dipikir-pikir,
kenapa juga kita pergi ke villa?
Bukankah Kumi yang mengajak kita?
Aku mengaturnya karena Miho benar-benar tertekan.
Dia?
Teman kami meninggal. Kami berteman sejak kecil.
Teman kalian sejak kecil?
Apakah orang yang sama
- yang... - Yang memulai Perfect?
Tentu saja, aku juga kaget saat mendengarnya.
Tapi Miho benar-benar tertekan.
Jadi Okazaki dan aku berusaha untuk menyemangati Miho.
Benarkah?
Miho.
Aku berjanji
akan mencintaimu selamanya.
- Selamat! - Terima kasih!
Ini saatnya bersulang.
Untuk calon direktur.
Bersulang!
- Bersulang! - Selamat!
Terima kasih!
Kamu iri ya?
Tunjukan padaku, Miho.
Cantik sekali.
- Sungguh cantik. - Sungguh luar biasa!
No comments yet. Be the first to leave one.