Esimesed 200 rida.
Seratus tahun lalu, semuanya baik-baik saja dengan dunia kami.
Kemakmuran dan kedamaian meliputi hari-hari kami.
Empat Bangsa:
Suku Air, Kerajaan Bumi, Negara Api dan Pengembara Udara,
hidup berdampingan dalam harmoni.
Penghormatan tinggi diberikan kepada semua
yang bisa mengendalikan unsur alam mereka.
Sang Avatar adalah satu-satunya orang yang lahir di antara seluruh bangsa
dengan kemampuan mengendalikan keempat unsur.
Hanya dia yang bisa berkomunikasi dengan Dunia Roh.
Dengan tuntunan Roh, sang Avatar menjaga keseimbangan dunia.
Lalu seratus tahun yang lalu, dia menghilang begitu saja.
AIR
Maafkan aku!
Maafkan aku!
Maafkan aku! Hei! Ini berfungsi lebih baik waktu itu.
Aku berpikir tentang ibu. Tidakkah itu aneh?
Ya, memang aneh.
Hentikan berbuat hal itu di sekitarku. Aku selalu jadi basah.
Aku dan kakakku tinggal di Suku Air Selatan,
yang dahulu salah satu kota besar.
Ayah kami bertempur dalam Perang.
Ibuku dimasukkan dalam penjara dan dibunuh waktu aku masih kecil.
Di masa perang ini, makanan langka.
Aku dan kakakku biasa berburu makanan,
tapi sayangnya, kakakku bukan pemburu terbaik di dunia.
- Macan laut. - Kau yakin?
Kulakukan semua perintah ayah.
Kulihat jejak sirip yang lebih dalam.
Itu menunjukkan arah perginya.
Kulihat panjang setiap jejaknya.
Itu menunjukkan kecepatan jalannya.
Ada sesuatu di bawah es.
Es longsor! Menjauh dari retakan!
Katara, jangan dekati itu. Ini mungkin tipu muslihat Negara Api.
Mundur pelan-pelan.
Katara! Jangan pukul pusaran itu!
Paman, lihat!
Dia masih bernapas?
Kau lihat sinar tadi ditembakkan ke langit?
Siapa namamu?
Bagaimana kau bisa sampai di situ? Bagaimana kau bisa masuk dalam es?
Dia sangat kelelahan.
Kita harus bawa dia ke desa.
Benda apa ini?
Dia coba memakanku!
Lihat?
Bagaimana kau bisa sampai ke sini?
Aku kabur dari rumah.
Kami terperangkap dalam badai. Kami terdorong terus ke bawah laut.
Oh, begitu.
Kabur bukanlah hal yang cerdas. Aku merasa kesal.
- Terima kasih selamatkan aku. - Untung.
Aku mungkin sebaiknya pulang. Mereka akan khawatir.
- Kau sudah tidak kesal? - Tidak seperti sebelumnya.
Negara Api tiba.
- Apa? - Mereka membawa senjata mereka.
Jangan keluar sampai kubilang aman.
- Ada masalah? - Tidak. Mohon tunggu di sini.
- Cepat! - Jaga daerah ini.
Tak mungkin kebetulan bertemu dia.
Sinar ditembakkan ke langit dan Negara Api sekarang ada di sini.
Sokka, jangan.
Aku Pangeran Zuko...
Putra Raja Api Ozai dan pewaris takhta!
Bawa kepadaku semua warga usia lanjutmu!
- Nenek! - Jalan!
Ya?
Nenek!
Aku mohon, jangan sakiti dia!
Ayo!
Katara, jangan.
- Berbaris! - Ayo!
Kemari.
Hei.
Nenek!
Kau menakuti orang-orang ini.
Siapa kau? Siapa namamu?
- Aku tak perlu memberitahumu apa pun. - Pengendali Api!
Akan kubawa kau ke kapalku.
Jika kau tak ikut, aku akan bakar desa ini.
Aku akan ikut denganmu. Jangan sakiti siapa pun.
Mereka mencari seorang yang tua, dengan ciri-ciri
serupa yang dimiliki anak itu.
Mereka menarik paksa ibu saat kita masih bayi.
Dia tidak akan biarkan kita dibawa pergi. Dia akan berjuang.
Kita temukan anak itu. Dia tanggung jawab kita. Kita harus berjuang.
Apa yang akan kau lakukan jika aku yang dibawa?
Aku bunuh mereka semua.
- Mengapa? - Karena kau adikku.
Sebab ayah minta untuk menjagamu dengan nyawaku.
Karena aku tanggung jawabmu. Anak laki-laki ini tanggung jawab kita.
Apa yang kau ingin kita lakukan? Bagaimana kita bisa selamatkan dia?
Mereka di kapal. Butuh mukjizat untuk itu.
Aku tahu kau berpikir akan berhasil, tapi aku tidak.
Makhluk bisonnya mengapung.
Apa yang kau mau dariku?
Keponakanku ingin aku melakukan suatu tes kecil padamu.
- Tes apa? - Ini tidak menyakitkan.
Aku sudah melakukan ini ratusan kali. Ini hanya sebentar saja.
Lalu kau bebas pergi.
Kau keberatan jika aku taruh sedikit barang di depanmu?
Ini hanya sebentar.
Cuma itu maumu?
Namaku Iroh, dan kau pegang janjiku.
Nenek, aku tahu kau mau hentikan kami,
- tapi aku perlu... - Duduk.
Aku tahu dari pertama kami mengetahui bahwa kau seorang Pengendali,
satu hari, aku sadari takdirmu.
Belum pernah ada lagi seorang Pengendali Air di Suku Air Selatan
sejak temanku Hama dibawa pergi.
Hari ini, aku mengetahui takdirmu.
Kau lihat tato anak laki-laki itu?
Tato seperti itu belum pernah terlihat lagi selama seabad.
Aku yakin itu tato Pengendali Udara.
Bagaimana itu bisa?
Aku yakin anak laki-laki muda itu mungkin seorang Avatar.
Pada zaman dahulu, Dunia Roh menjaga keseimbangan atas kita.
Apa itu Dunia Roh?
Itu bukan tempat yang terdiri dari hal yang bisa kau sentuh.
Namun demikian, itu ada.
Dunia itu dipenuhi dengan makhluk-makhluk paling menawan
yang berada di lembah-lembah paling eksotis, pegunungan dan hutan.
Setiap makhluk ini adalah suatu Roh.
Mereka mengawasi kita dari awal.
Mereka yang menuntun kita dan
hanya Sang Avatar yang bisa berbicara kepada mereka.
Apa tidak ada Roh di sini?
Ya, ada, beberapa Roh yang tinggal tersembunyi di antara kita.
Aku yakin mereka melihat kita dengan kesedihan yang besar.
Negara Api tidak ingin hidup dengan tuntunan roh.
Itu sebabnya mereka sangat takut dengan keberadaan Sang Avatar.
- Apa yang bisa dia lakukan? - Dengan keahliannya pada keempat unsur,
dia akan mulai mengubah hati.
Dan di dalam hati itu semua perang dimenangkan.
Sekarang, tolonglah anak laki-laki itu.
Dia akan membutuhkan kalian berdua.
Dan kita semua butuh dia.
Kau adalah tahananku...
Pengendali Udara.
Akan kubawa kau ke Negara Api.
- Katamu aku... - Aku minta maaf.
Harusnya lebih kuperjelas.
Jika kau gagal ujian, seperti yang lainnya, kau bebas pergi.
Tapi ternyata, kau satu-satunya di seluruh dunia
yang bisa lulus ujian ini.
Sesungguhnya ini suatu kehormatan, berada di hadapanmu.
Jangan coba kabur. Ini kapal perang!
Berhenti! Kau tak mungkin...
Jangan bergerak! Kau tidak bisa kabur!
Tahan!
Jangan biarkan dia kabur!
Tangkap dia!
Terima kasih membawa Appa kepadaku.
Negara Api merencanakan sesuatu. Aku harus kembali.
- Kami ikut denganmu. - Aku bisa mengantarmu ke desa.
Kami ikut bersamamu.
Kau temukan Sang Avatar.
Untuk sementara, aku dapatkan kembali kehormatanku.
Takdir kalian saling terkait, Zuko. Itu bisa kau yakini.
Aang bawa kami ke rumahnya.
Dia cerita bagaimana ia bertahan di badai dengan Appa.
Mereka terdesak ke laut dan hampir tenggelam.
KUIL UDARA SELATAN
Dia buat bola udara di sekitarnya, dan terbentuk es.
Dia tidak ingat apa pun setelahnya.
Hei, Chinto! Monae! Aku kembali!
Hei, teman-teman! Aku mau kalian bertemu dengan seseorang!
Di sini tempat tinggalmu?
Mereka pasti melakukan tipuan.
Rahib Gyatso akan loncat dan menakutiku kapan saja.
Dia guru yang bertanggung jawab untukku.
Dia seperti ayahku.
- Boleh kau beritahu namamu? - Para rahib menamai aku Aang.
Baiklah, teman-teman! Cukup!
Laba-laba tikus! Mereka beracun! Berlindung di belakangku!
Dia Kelelawar Lemur terbang. Kami memelihara mereka.
Bukankah mereka sudah lama punah?
Punah? Tidak, pasti ada ribuan di pegunungan ini.
Teman-temanmu adalah para rahib?
Aku tahu di mana mereka. Di padang doa!
Aang, tunggu! Aku harus bicara kepadamu!
Aang...
aku pikir kau ada di dalam es itu selama hampir seratus tahun.
Para Pengendali Api memulai perang. Aku pergi beberapa hari lalu.
Aang, Negara Api tahu bahwa Sang Avatar
akan lahir di antara Pengembara Udara...
maka mereka hancurkan seluruh Pengembara Udara.
Kau bohong!
Kau bohong!
Ini milik Rahib Gyatso.
Aku buatkan untuknya.
Tidak!
Katara! Menjauh darinya!
Katara!
Menjauh darinya!
Teman-temanmu adalah para rahib?
Sang Avatar?
Dari mana saja kau?
Aang!
No comments yet. Be the first to leave one.