Esimesed 200 rida.
Diterjemahkan oleh : syahidcaex, 2 November 2015.
Ya, aku suka dapat kesempatan ini.
Dan meskipun beberapa dari wargaku mungkin tak faham
manfaat dari ini, tapi aku yakin mereka akan setuju dengan Cardiff.
Mereka bertuah ada pemimpin dengan tekad seperti Anda.
Dan sekarang, mari kita berhenti bercakap bisnis sebentar, Tuan Perdana Menteri,
dan minum air pertama yang dihasilkan oleh waduk.
- Terima kasih. - Ya.
Terima kasih.
Ku harap ini adalah projek pertama dari banyak projek yang akan kita bangun.
Kita berharap naga bertuaha memiliki ekor yang panjang.
- Untuk Cardiff. - Untuk pengairan baru Anda.
- Ini kehormatan besar untuk kami. - Dan kita.
Kami di Cardiff sangat bertuah boleh berurusan dengan Anda.
Ya. Terima kasih.
Tuan Perdana Menteri, terima kasih.
17 Jam Sebelumnya
Kau tidur?
Sayang, apa yang terjadi?
Beeze.
Kau lihat ini?
Maksudku...
Dari mana datangnya tenaga secara tiba-tiba ini?
Tolong deh. Astaga.
Apakah kita sudah sampai?
Menurut ini, kita hanya punya waktu tidur sekitar 11 jam lagi.
Oh, sialan.
Kau tahu, kau harus meletakkan satu dollar dalam "pot makian".
Uh-oh, Teman-teman. Aku telah meninggalkan pot itu di Texas.
- Sial! kenapa aku begitu bodoh. - Ayah. Ayah!
Jack.
- Dimana Bob? - Hei, apa yang kau cari?
- Aku tidak dapat menemukan Bob. - Sudah kau periksa di bawah?
Kau tak seharusnya mengatakan kata S-I-A-L itu.
Kata apa?
- Kau mengeja kata itu? - Ya.
Tidak, seharusnya kau tak mengatakan itu.
Aku diizinkan untuk mengatakannya dalam keadaan darurat khusus.
- Sebenarnya... - Menurut aturan...
- ini bukan keadaan darurat. - yang telah ku buat sendiri.
- Kemana dia pergi? - Sayang, jangan ganggu wanita itu.
- Aku masih tidak melihat dia. - Oke.
Uh-oh.
- Ini. - Halo, Bob. Terima kasih.
- Bagaimana kabarmu? - Baik.
- Kenapa tanganmu? - Mmm.
kerana berkelahi dengan harimau.
- Benarkah? - Benar.
Tapi tak usah khawatir.
Harimaunya lebih parah daripada aku.
Kenapa kepalamu?
Oh... jatuh dari tangga pesawat di Hong Kong.
Oke, sayang, Ayuh!lah, duduk. Jangan mengganggunya. Oke?
- Maaf. Terima kasih. - Tidak apa-apa.
Bagaimana jika kita tak bercakap di sini?
Kemana kita akan pergi? Ku fikir kita akan pergi.
Bagaimana jika perusahaan ini bankrup juga?
Itu tidak akan terjadi,
kerana perusahaan ini jauh lebih besar daripada perusahaan ayah yang dulu.
Dan itu lebih baik, kan?
Mm-hmm.
Mereka janji akan menjemput kita bukan, sayang?
Ya, tapi aku tidak...
Jadi bolehkah kau menelepon seseorang?
Telefon Bimbit ini seharusnya boleh bekerja secara internasional, ternyata tidak.
Aku tak melihat apapun. Ku fikir ini sebuah awal yang payah.
- Ayuh! kita naik salah satu dari mereka. - Ya, ya.
Oke, terima kasih. Ya.
Tunggu. fikirkan dulu ini.
Orang-orang ini bukan orang baik.
Mereka memakai seragam agar terlihat rasmi,
tapi mereka akan merompakmu, percayalah padaku.
Ada teksi rasmi di luar.
Aku akan menunjukkannya jika kau mau. Ayuh!lah.
- Baik. Terima kasih. - Atau kau akan "tercabik-cabik".
Jangan khawatir. Jangan khawatir. Kemari. Akan kutunjukkan padamu.
Di sini.
- Kau lupa begmu. - Tidak, ini dia, Nak.
Aku tak suka banyak bawaan. Kau tahu apa maksudku?
Ya, itu tak mesusahkan.
- Kau berasal dari mana? - Austin, Texas.
- Ekspatriat? Kau bekerja untuk siapa? - Cardiff.
Aku salah satu syarikat yang mereka bawa kemari untuk merubah tata air.
korang orang-orang Cardiff, pergi kemana-mana, bukan?
Di mana kau tinggal? Di Imperial Lotus?
- Ya, kiranya kau tahu? - Semua orang tahu. Aku juga di sana.
Aku antar kesana, jika kau mau. Aku akan bertemu seseorang.
- Kau mau? - Ya, itu hebat.
Tak masalah. Tak masalah.
- Namaku Hammond. - Jack.
- Senang bertemu denganmu, Jack. - Senang bertemu denganmu.
- Hai, aku Annie. Apa kabar? - Halo, Annie, apa kabar?
Ini adalah Lucy, Briegel.
- Tapi kau boleh memanggilnya Beeze. - Halo, Beeze.
- Apa kau suka di sini? - Aku suka.
Aku sudah kemari 15 kali.
- Wow! - Itu banyak sekali.
Ya, itu banyak sekali. Aku menyukainya.
Aku suka wanitanya.
Mereka selalu bersemangat untuk menyenangkanmu, kau tahu maksudku?
Oke. itu menarik,
aku memeriksa beg kita dan ku fikir jika kita terlalu banyak...
- Kau tidak bergurau? - membawa bagasi.
Ku fikir sebaiknya kami naik teksi...
Tidak, jangan khawatir soal itu. boleh di atur.
Pokiranyanya bereslah.
Oke, semuanya, angkutanmu sudah tiba.
Ini baru mantap!
- Ayuh!. - Kau selamat di sini.
- Aku merindukanmu. - Lihat dirimu!
Baiklah. Baiklah.
Senang melihatmu. Orang-orang baik ini, mereka memperlukan tumpangan.
Jemputan mereka tidak datang.
- Ya oke. - Terima kasih.
Tapi aku perlu mengajukan sebuah pertanyaan yang sangat penting.
Baiklah.
- Kau suka Kenny Rogers? - Kenny Rogers?
- Ya, tentu saja. - Ya.
- Ya? - Ya. Ya.
kerana ini adalah teksi Kenny Rogers.
Oh, Tuhan! Aku tidak tahu.
Nama ku Samnang Pichairongkramgiskerong.
- Jack. - Wow! Aku suka namamu.
Ya? Tapi teman-temanku memanggilku... Kenny Rogers.
- Oh, Kenny. - Itu lebih mudah.
kerana kami mirip.
Iyakah?
- Luar biasa. - Wow! Terpisah sejak lahir!
- Ayuh! kita pergi. - Ayuh!.
- Ayuh! kita pergi. Ayuh!lah. - Ayuh!.
Ku naikkan barangnya.
Hei, Kenny Rogers, bolehkah kau melihat ke jalan saja?
Terima kasih.
- Biar kami saja, oke? - Oke, terima kasih.
- Baiklah. Jaga diri. - Baiklah.
Kau pergi.
Oke.
- Yang satu ini cantik. - Ayah, lihat, itu kau.
- Oh, wow! - Ini adalah wajah seriusmu.
Aku terlihat seperti sopir, tapi ini sambutan yang bagus.
Ayah, lampu ini tidak bekerja.
Apa maksudmu tidak bekerja?
Aku panggil Bob.
Oke. Tidak, itu tidak bekerja, kau benar.
Tapi harus ku akui, aku tak menduga hotelnya sebagus ini.
- Tidak, kau tak menduganya. - Ya, aku sudah menduganya.
kerana jika kau menghidupkan lampu, kau tahu cahayanya akan menyala.
Ini, seperti misteri. Ada sedikit ketegangan.
Annie, bercakap soal misteri, apa...
- Apa ini? - Ini adalah penanak nasiku.
Aku tahu, tapi kita berada di Asia.
Tidakkah kau fikir ada cara yang lebih efektif untuk memasak nasi?
Ini adalah penanak nasiku.
Oke. Tunjukkan pada mereka bagaimana kita melakukannya.
- Ya! - Terima kasih.
- Baiklah. - Aku ingin berenang.
Tidak, tidak, tidak, kita tak boleh pergi berenang.
Justru, kau harus bersiap untuk tidur.
Aku tidak lelah dan aku ingin sekali berenang.
Oke, aku akan membuat kesepakatan dengan korang.
Kita istirahat sebentar.
Sementara itu korang boleh duduk di sini dengan tenang dan nonton TV.
Tak ada saluran TV apapun.
- Benarkah...? - Kita ada "salju".
Tak ada yang berfungsi!
Baiklah, jangan membuat rumit.
Lucy selalu membuat rumit.
Sejak hari dia dilahirkan, dia sudah sangat rumit.
- Ayah. - Sudah, sudah.
Ayah, bolehkah kau ceritakan bagaimana Lucy boleh lahir?
- Ya. Tentu. - korang suka cerita itu, bukan?
Aku harus kata kan, itu kelahiran yang rumit.
- Aku tahu itu! - Cukup rumit.
Cukup rumit.
Kau ingin menelepon soal televisinya?
Tidak, tidak, aku tak akan menelepon. Aku akan bercerita. Tunggu.
Tidak rumit! Tidak rumit!
Teleponnya tidak berfungsi.
Oke, selamat datang di Dunia Ketiga.
Di sini sebenarnya Dunia Keempat.
- Benarkah? - Itulah yang dikatakan dalam buku.
- Aku bahkan tak tahu jika itu ada. - Begitu juga aku.
Kau tak memasang colokan elektrik penanak nasi itu. Mungkinkah itu...
- Tidak. - korsleting?
Kau memang menyebalkan.
- Ini terjadi di seluruh kota. - Apa yang terjadi?
Tidak ada TV atau internet di seluruh kota?
Sepertinya begitu, Pak.
Ada telepon untukku dari Cardiff?
Jack Dwyer.
- Apa teleponnya berfungsi? - Teleponnya berfungsi, Pak.
Oke.
Tapi tak ada telepon dari Cardiff untukmu.
- Tak ada telepon? - Mungkin besok pagi lebih bertuah.
Oke. Terima kasih.
Baiklah, kita mulai. Kita mulai, ya.
Tolong birnya?
- Terima kasih. - Terima kasih!
Terima kasih!
- Itu bagus. - Duduk di sini sendirian,
No comments yet. Be the first to leave one.