Esimesed 200 rida.
EPISODE 22
Mungkin akan lebih baik jika kita tak pernah bertemu.
Berhenti!
Jika aku tinggal di dunia yang berbeda.
Jika kita saling tak mengenal,
Tak akan kurasakan sakit di hati seperti ini.
Apa hubungannya ini?
Hari demi hari, melupakanmu.
Aku percaya padamu...
Aku suka padamu...
Hari demi hari, menghalau dirimu.
Dan aku menginginkanmu.
Terkubur dalam hatiku,
menutupi apa yang tak bisa kuungkapkan,
Ingin ku teriakkan cintaku.
Aku percaya bahwa cinta adalah kebahagiaan.
Tapi cinta tak terungkap adalah hukuman dari surga.
Mencintaimu bisa merapuhkan hatiku.
Dan air mataku bercucuran.
Aku sudah bilang ini tak akan berhasil.
Dalam benakku, aku sudah melupakanmu.
Jangan kemari!
Dalam ucapanku, aku sudah melupakanmu.
Kadang aku minum sampai mabuk,
tapi aku takut bahwa cintaku padamu akan terucap.
aku sungguh takut.
Aku percaya bahwa cinta adalah kebahagiaan.
Tapi cinta tak terungkap adalah hukuman dari surga.
Mencintaimu bisa merapuhkan hatiku.
Oppa...
Dan air mataku bercucuran.
Dalam mimpi, bisakah ku mencintaimu?
Kumenangis setiap malam.
Terbangun setiap hari, tetap tak berubah.
Mencintai hanya dirimu.
Oppa... di mana kau?
Saat kau tak ada, kubisikkan kucinta padamu.
Kutakut jika kau dengar, kau akan lari dariku.
Maka dalam sunyi, aku tetap mencintaimu.
Apa Oppa dan Eun Sung sudah kembali?
Belum.
Tapi kenapa kau di sini?
Sudahlah.
Mereka berdua tidak diculik.
Minumlah kopi ini.
Jun Se, kau suka pada Eun Sung.
Mereka mungkin berpacaran. Apa kau tak keberatan?
Apa kau khawatir karena Hwan dan Eun Sung bersama?
Atau kau khawatir jika Eun Sung akan mengatakan sesuatu pada Hwan?
Mereka sudah tak terlalu akrab, bukankah itu baik? Mustahil memisahkan mereka sepenuhnya.
Karena kau menyukai Eun Sung, tentu saja kau ingin mempercayainya.
Apa kau keluar melihat matahari terbit?
Tidak, aku hanya...
berjalan-jalan sebentar dan tidak sengaja melihat matahari terbit.
Oppa, kalau kau ingin melihat matahari terbit, seharusnya kau membangunkanku untuk menemanimu.
Kenapa kau keluar?
Dia baru saja keluar. Minumlah kopinya.
Terima kasih.
Oh, Hwan, kau juga.
Tidak usah.
Aku tidak enak badan.
Rapatnya jam 10 pagi, kan?
Kita akan sarapan kemudian rapat, dan kita punya sedikit waktu untuk mampir ke Dong Hae.
Kami akan mengkombinasikan sup daging sapi dan seolleongtang* dengan kekhasan Dong Hae.
Ya, kami ingin mencampurkan sup daging sapi dan gomchi*
sehingga pelanggan tidak hanya makan sup daging sapi, namun juga bisa mencoba gomchi.
Dengan ini, kami akan berkesempatan untuk memperkenalkan sup daging sapi Korea kepada para turis.
Tidak, Presdir Park.
Apa maksud Anda dengan mereka tidak bersaing hanya dalam sup daging sapi?
Apa?
Ini adalah proposal untuk mengkombinasikan makanan lokal?
Tidak mungkin.
Tanpa persetujuanku, bagaimana mungkin mereka menukarnya dengan proposal lain?
Presdir Park. Saya akan mencari tahu penyebabnya. Saya akan menutupnya dulu.
Presdir meminta saya untuk tidak melaporkan padamu dan menyuruh saya untuk membuat proposal baru.
Jika proposal kapal pesiarnya diterima,
mereka akan mampu meningkatkan keuntungan sebesar 20%?
Ya.
Aku mengerti. Kau boleh pergi.
Tanpa sepengetahuanku,
mereka mengajukan proposal untuk mengkombinasikan makanan lokal.
Presdir Jang benar-benar tidak bisa ditebak.
Jangan bilang ini bukan karena rasa cintamu pada cabang kedua...
tapi karena gadis itu?
Karena kita sudah di Dong Hae, paling tidak kita bisa melihat-lihat.
Kita mau ke mana?
Kau ingin ke mana, Eun Sung?
Oh... Entahlah...
Kalau kau lelah, apa kita kembali saja ke Seoul?
Oppa, apa kita akan langsung pulang?
Kita sudah sampai di sini, mana bisa kita langsung pulang?
Panas sekali. Ayo kita ke tempat yang sejuk.
Goa.
Goa, baiklah.
Dingin, kan?
Ini, pakailah.
Wow, lihat itu.
Besar sekali!
Wow, memang besar!
Berapa tahun yang dibutuhkan sampai bisa sebesar itu?
Sampai membeku begitu.
Apa kau tidak merasa ada air yang bergerak?
Benar-benar menakjubkan.
Pasti butuh waktu yang sangat lama.
Ayo.
- Seung Mi! - Yoo Seung Mi!
Bangun! Seung Mi!
Angkat dia.
Ada apa denganmu?
Angkat dia, cepat.
Dia kelelahan jadi cepat bawa dia ke Seoul supaya bisa beristirahat.
Pergilah dulu.
Aku pergi.
Sepanjang pagi tadi, Seung Mi mencarimu.
Seung Mi benar-benar tidak menyerah.
Dia tahu kita menyadari dia berbohong, tapi dia terus berbohong di depan kita.
Itu bukan sesuatu yang mudah.
Bukan berarti aku mengerti atau bersimpati padanya. Aku hanya sedikit terkejut.
Kau terkejut?
Bagi Seung Mi, Hwan begitu penting.
Tentang restoran Kapal Pesiar, bisakah kau memberiku jawaban minggu depan?
Kau harus memberiku jawaban sebelum aku bisa mengurusnya.
Ya. Aku akan memikirkannya.
Jangan letakkan hatimu di tempat yang harus kau tinggalkan.
Jin Sung...
Ini tempat yang harus kau tinggalkan setelah kau menyelesaikan pekerjaanmu di cabang kedua.
Aku tahu.
Eun Sung.
Kuharap kau tidak perlu menyusuri jalan yang sulit.
Meskipun kau sanggup, kau bukan orang yang kejam.
Seung Mi adalah orang yang bersedia melakukan apapun untuk mendapatkan Hwan.
Kau baik-baik saja?
Apa artinya aku... bagi Oppa?
Apa yang kau katakan?
Tidak ada.
Seung Mi sakit? Di mana?
Tapi kenapa?
Kelelahan?
Lalu apa kau kembali ke Seoul? Di mana kau sekarang?
Oke, aku mengerti. Aku akan mengatur semuanya dan menunggumu di rumah.
Kelelahan?
Halo?
Ini aku.
Aku punya permintaan jadi aku meneleponmu.
Kau butuh bantuan?
Kau pergi ke Universitasnya In Young untuk menanyakan nomor telepon?
Aku tidak memberitahunya siapa aku.
Itu sebabnya In Young menganggap aneh dan menolak memberikan nomornya.
Kalau kau sudah mendapat nomornya dari In Young,
apa yang ingin kau katakan?
'Aku ayah Eun Sung'. Begitu?
Ibunya Seung Mi!
Jauh di dasar hatiku, aku ingin menyerahkan diri.
Menyerahkan diri?
Itulah yang kupikirkan.
Setiap hari, berulang kali aku berpikir untuk menyerahkan diri.
Tapi karena aku merasa bertanggung jawab atas kau dan Seung Mi, aku tidak bisa melakukannya.
Saat aku tiba-tiba muncul waktu itu, aku merasa menyesal karena menakuti Seung Mi.
Dalam keadaan seperti itu, kau tetap berpikiran untuk menyerahkan diri?
Tapi sebagai orang yang sudah meninggal, aku tidak bisa berbuat apa-apa.
Kau yang memulai semua ini!
Aku tahu. Karena itu, aku mencarimu untuk meminta tolong.
Itulah yang kurasakan saat ini.
Minta tolong apa?
Pergilah ke sekolah In Young
dan tanyakan nomornya, juga tanyakan di mana Eun Sung berada...
Aku tahu nomornya In Young.
Kau tahu?
Tapi waktu itu kau bilang kau tidak tahu.
Kau tidak meninggalkan Seoul, dan ingin mencari Eun Sung, apa aku tidak boleh meneleponnya?
Katanya, setelah pemakamanmu, Eun Seung belum menghubunginya lagi.
Aku sungguh tidak bisa lagi memahami Eun Sung.
Dia pergi ke luar negeri, dan dia juga tidak punya banyak teman di sini...
Tapi, masih ada Hae Ri.
Aku mengerti. Aku akan mencari tahu.
Dan jangan mencari kami di apartemen. Kami sudah pindah.
Pindah?
Aku takut kau mencariku lagi, makanya aku pindah.
Kami terus hidup seperti ini.
Sejak kau muncul, Seung Mi seolah bukan dirinya sendiri.
Dia sakit dan sekarang sedang istirahat. Aku harus segera kembali untuk menjaganya.
Kau jangan ganti nomor.
Sebelum aku menemukan Eun Sung, jangan menghindariku.
Kalau kau menghindariku...
aku akan menyerahkan diri.
Aku tidak punya alasan untuk menghindarimu. Jangan khawatir.
Kenapa kau pindah?
Ada penagih hutang yang tidak kami kenal, datang meminta uang.
Rumah kami sudah terjual.
Apa yang terjadi? Kenapa kau sampai kelelahan?
Kemungkinan dia terlalu memaksakan diri.
Oppa, terima kasih sudah mengantarku pulang.
Ibu, tolong temani Oppa.
Hwan.
Apa ada yang terjadi saat kau di Dong Hae?
Tidak ada.
Tidak terjadi apa-apa.
Lalu kenapa dia...
Apa kau baik-baik saja bekerja dengan Eun Sung?
Nenekmu menahan Eun Sung demi kantor cabang kedua.
No comments yet. Be the first to leave one.