Esimesed 200 rida.
- S01E03 - Diterjemahkan oleh mifae
Lihatlah semua lampu cantik itu.
Lihatlah semua lampu cantik itu.
Lihatlah semua lampu cantik itu.
Lihatlah semua lampu cantik itu.
Lihatlah semua lampu cantik itu.
Lihatlah semua lampu cantik itu.
Lihatlah semua lampu cantik itu.
Bisa tolong ambil foto kami?
- Tentu saja. - Bisa?
Baik. Jangan sampai tertinggal.
Tersenyum!
- Itu bagus. - Ya.
Terima kasih banyak, Bung.
Selamat Natal.
- Halo! - Hai. Maafkan aku.
Aku tetangga sebelahmu
dan sepertinya aku terkunci di luar.
Bisa bantu aku masuk?
Hai. Namaku Wilson.
Kau membantuku naik tadi.
Kau baru pindah?
Benar.
Mari.
Masuklah.
Terima kasih.
Kau haus?
Kau tampak haus.
Aku baik-baik saja. Terima kasih.
Biasanya orang tak izinkan orang asing masuk.
Kau tahu, kan?
Itu bisa berbahaya.
Yah...
sendirian juga bisa berbahaya.
Aku sedang cemas akan sendirian
saat Natal dan tiba-tiba saja...
Kau muncul.
Namaku Red.
Wilson si tetangga sebelah.
Kau berasal dari sini?
Tidak.
Lalu apa alasanmu datang ke kota ini?
Aku kurang yakin.
Kurasa aku mau buka lembaran baru.
Kau bekerja?
Bisa dibilang begitu.
Begitu.
Aku seorang aktor
jadi, aku berakting.
Aktor!
"Aku seringan bulu dan seceria malaikat."
"Aku segembira siswi sekolahan
dan teler seperti pemabuk."
Kau juga?
Aku pernah tenar.
Sudah lama berlalu.
Aku punya firasat baik tentangmu.
Wilson si tetangga sebelah.
Ini masamu.
Peluangmu belum berlalu.
"Apa aku berhadapan
dengan Hantu Natal Masa Depan?"
"Aku lebih takut terhadapmu
dibandingkan hantu lain yang kulihat sebelumnya."
Tidak, itu payah.
Sangat payah.
Baik.
"Apa aku berhadapan dengan Hantu Natal Masa Depan?"
"Aku lebih takut padamu dibandingkan hantu lain yang kulihat sebelumnya."
"Tapi karena aku tahu kau berniat baik padaku
aku siap menemanimu
dan melakukannya dengan hati penuh syukur."
"Tapi sebelum aku lebih mendekat
ke nisan yang kau tunjuk itu
jawab satu pertanyaanku dulu."
"Apa ini gambaran hal yang pasti terjadi
atau baru sekedar kemungkinan?"
"Jalan yang manusia tempuh akan menunjukkan
jika ditekuni, akhir tertentu
yang akan mereka jalani
tapi jika manusia keluar dari jalur tersebut
maka akhirnya akan berubah."
"Anggap saja itu yang kau tunjukkan padaku."
"Apa pria yang berbaring di tempat tidur itu aku?"
"Apa pria yang berbaring di tempat tidur itu aku?"
"Apa pria yang berbaring...
Wilson Klaus?
Hai.
Silakan ke posisimu.
Di tengah.
Baiklah.
Maaf.
Baiklah.
"Apa aku berhadapan dengan Hantu...
Baik, itu cukup. Terima kasih.
Itu baru monolog-nya.
Sudah cukup.
Apa aku berbuat salah?
Aku...
Aku bisa tampil berbeda.
Tidak perlu.
Kau yakin?
Angkat tanganmu.
Maaf. Apa?
Angkat tanganmu.
- Baik. - Lebih tinggi.
Sekarang buat bentuk segitiga.
Bukan, di depan wajahmu.
Sekarang ulurkan ke depan seperti menawarkan sesuatu.
Apa?
Seperti menawarkan sesuatu.
Sekarang terbang seperti pesawat.
Berputar.
Terbang seperti pesawat dan berputar.
Angkat tanganmu.
Bentuk segitiga.
Tawarkan sesuatu.
Terbang seperti pesawat.
Angkat tanganmu.
Bentuk segitiga.
Tawarkan sesuatu.
Terbang seperti pesawat.
Angkat tanganmu.
Bentuk segitiga.
Tawarkan sesuatu.
Terbang seperti pesawat.
Angkat tanganmu.
Bentuk segitiga.
Tawarkan sesuatu.
- Terbang seperti pesawat. - Lebih cepat!
Angkat tanganmu.
Bentuk segitiga.
Tawarkan sesuatu.
- Terbang seperti pesawat. - Lebih cepat!
Angkat tanganmu. Bentuk segitiga.
- Tawarkan sesuatu. Pesawat. - Lebih cepat!
Angkat tanganmu. Bentuk segitiga.
Tawarkan sesuatu. Terbang seperti pesawat.
Baik, cukup.
Hentikan.
Dia orangnya.
Suruh yang lainnya pulang.
Dia orangnya.
Selamat.
Ikuti aku.
Nah.
Ini Pooka.
Apa pendapatmu?
Dia...
lucu?
Ayolah!
Dia tak sekedar lucu, Sayang.
Ayolah!
Dia tak sekedar lucu, Sayang.
Benar, kan?
Dia luar biasa.
Ini fitur utamanya.
Dia mendengar ucapanmu dan mengulanginya.
Tapi ada kejutannya.
Dia tak terduga.
Kau tak bisa memilih ucapan yang akan Pooka rekam
dan ulangi. Terserah Pooka.
Dia bisa disetel jadi nakal dan baik
tapi kau tak bisa memilih suasana hatinya.
Terserah Pooka.
Tapi kau tak bisa memilih suasana hatinya.
Terserah Pooka.
Dengar. Dia pasti sukses.
Dia akan jadi idola Natal yang baru.
Aku tak paham apa kaitan boneka ini
denganku.
Aku seorang aktor.
Kawan, hidupmu akan berubah untuk selamanya.
Kawan.
Hidupmu akan berubah untuk selamanya.
Pooka nakal.
Dia luar biasa
atau luar biasa?
Apa pendapatmu?
Persis mainan tadi.
Bukan, justru sebaliknya.
Mainan tadi meniru dia.
Dia yang lebih dulu.
Kau ingin aku memakai ini?
Kawan, aku ingin kau menjadi dirinya.
Kurasa ada kesalahpahaman.
Aku aktor profesional.
Itu sebabnya kau ada di sini.
Kami butuh orang yang bisa jadi
lebih dari sekedar pria berkostum.
Kami butuh orang
yang bisa menghidupkannya.
Tanpamu
dia bukan apa-apa.
Kau tak mengukur tubuhku.
Bagaimana kau tahu ini akan muat?
Tentu saja muat!
Ini milikmu.
Bagaimana rasanya?
Rasanya...
No comments yet. Be the first to leave one.