Fruits Basket: The Final

Fruits Basket: The Final

Laadige alla Indonesian subtiiter

Väljalaske info

Fruits Basket The Final Episode 4
Kommenteerib MarBot
Retail from iQIYI.

Sildid

TS
Avaldatud: 2021-05-31
Allalaadimised: 8
Kuulmispuudega: No

Indonesian subtiitrite eelvaade

Esimesed 196 rida.

Akito.

Minumnya kutaruh di sini.

Kureno.

Kau tahu apa ini?

Tidak.

Benar.

Kau tidak tahu.

Ada sesuatu di dalamnya?

Relakan Ayah.

Ya, anak perempuan.

Aku dan ayahnya anak-anak, Hiro, sangat bahagia.

Hinata adalah idola keluarga kami.

Bukankah seharusnya kau menjaganya?

Tidak apa-apa.

Hiro menjaganya.

Dia sudah bersikap selayaknya kakaknya.

Saat besar, Hinata mungkin akan akrab dengan kakaknya.

Omong-omong, kapan Isuzu boleh pulang?

Entahlah.

Kali ini dia dirawat di rumah sakit lebih lama dari biasanya.

Aku juga ingin menunjukkan Hinata kepadanya.

Kudengar dia bahkan tidak menghadiri kelulusan SMA-nya.

Begitu rupanya. Mencemaskan, ya?

Haru.

Kudengar Rin dirawat di rumah sakit.

Kau sudah dengar kabar tentang rumah sakit

tempat dia dirawat dan kondisinya?

Kenapa?

Karena Honda sangat mencemaskannya.

Mencemaskan Rin?

Mereka sebenarnya cukup dekat.

Rin punya teman?

Bukan begitu.

Begitu rupanya. Tapi aku juga tidak yakin.

Kau tidak yakin?

Kurasa tidak ada yang tahu detailnya.

Misterinya semakin dalam.

Tunggu. Jangan menganggapnya misteri.

Haru, kau baik-baik saja?

Biasanya, aku sedikit lebih gugup.

Sepertinya aku aneh.

Mungkin ada yang salah denganku.

Haru.

Nanti kukabari jika tahu sesuatu.

Sampaikan rasa terima kasihku kepada Honda.

Jika ternyata aku tidak bisa bertindak,

hiburlah aku.

Hiro.

Aneh sekali. Kisa!

Kau sudah kembali.

Aku menuju ke rumahmu.

Kenapa kau masih memakai seragam?

Aku baru saja mampir ke rumah Kagura.

Aku ingin tahu apa Rin sudah kembali.

Begitu rupanya.

Tapi dia memang belum pulang.

Kau ingin menemui Hinata, bukan?

Meski dia butuh waktu lama untuk bisa merasakan emosi,

semoga dia bisa segera tersenyum.

Aku yakin kau akan menjadi kakak yang bisa diandalkan.

Entahlah.

Tapi...

Kuharap begitu.

[Ada kehidupan di depanku yang tidak tahu perbedaan]

Kepedulianku terhadap hal-hal seperti kesombongan dan rasa takut

membuatku merasa remeh dan bodoh.

[Kuharap suatu saat, aku bisa melindunginya.]

Aku membuat keputusan ini lagi.

Jadi, meski agak aneh aku mengatakan ini,

ada sesuatu yang harus kukatakan kepadamu.

Aku sudah lama ingin mengatakan...

Maaf.

Astaga.

Kau tinggi sekali.

Saat berjalan, kau tidak bisa melihat di sekitarmu?

Kalian sudah besar.

Lupakan saja.

Hati-hati saat berjalan.

Becerminlah.

Jika kau mencari Rin, dia belum kembali.

Mungkin aku terlalu ikut campur.

Hiro, aku ingin bertanya.

Benarkah Rin marah?

Apa dia terluka?

Maksudmu

Kau keliru.

Saat itu aku hanya marah.

Tapi...

Haru, Rin

Akito mengetahui hubunganmu dengannya.

Jadi...

Apa yang kau lakukan?

Pak Kureno.

Kau tidak boleh masuk.

Tidak ada yang boleh masuk.

Lantas, kenapa kau membawa makanan ke sini?

Ini

paviliun khusus orang-orang yang dirasuki roh kucing.

Orang lain tidak boleh masuk.

Biasanya, orang juga tidak mau masuk.

Ada siapa di dalam?

Aku tidak akan memberitahumu. Aku bisa bermasalah.

Bermasalah? Dengan siapa?

Aku tidak bisa mengatakannya.

Keluarga Soma menjaga ayahku dengan baik.

Jika aku

mengecewakannya...

Akito...

Kisa.

Sebenarnya, dahulu Akito memukulimu

karena aku.

Aku ingin minta maaf kepadamu sejak lama.

Maafkan aku.

Haru, kau juga.

Maafkan aku.

Akito dan Rin melarangku memberi tahu siapa pun.

Kalian bisa memarahiku jika mau.

Rin ingin mematahkan kutukan itu.

Dia ingin membebaskanmu.

Dia ingin kau bebas dari Akito

dan dia.

Berikan kuncinya.

Katakan padanya, aku memaksamu melakukannya.

Tindakan ini tidak benar.

Dia...

Dia belum makan apa pun selama berhari-hari.

Jika terus begini,

dia akan mati.

Tolong selamatkan dia.

Katakan padanya, "Sudah cukup."

Jika tidak, Rin akan mati.

Dia hanya akan menderita sendirian.

Haru.

Hiro.

Kau selalu mencemaskan soal aku terluka?

Saat aku tersenyum,

apa itu membuatmu

merasa tersiksa?

Maafkan aku.

Maafkan aku.

Aku selalu memikirkan diriku sendiri.

Aku tidak pernah menyadarinya.

Kenapa kau meminta maaf?

Bukan begitu.

Semuanya...

Semuanya karena aku.

Tidak apa-apa.

Sudah tidak apa-apa.

[kuharap setidaknya dia kembali dengan selamat.]

Ada apa?

Pak Hatsuharu.

Sekalipun kau,

jangan asal masuk seperti ini.

Diam.

Enyahlah, Nenek.

- Kasar sekali. - Tidak apa-apa.

Kurasa Hatsuharu ingin menyampaikan hal penting.

Baik.

Baiklah. Katakan.

Kenapa kau mendorong Rin?

Kenapa kau melakukan itu?

Apa maksudmu?

Aku mendorong Isuzu?

Aku belum pernah mendengarnya.

Dari mana kau mendengar itu?

Itu pertanda dari langit.

Kau memang belum berubah.

Dasar bodoh.

Apa yang kau tertawakan?

Kenapa kau melakukan itu?

Kau ingin membunuhnya?

Kau percaya pertanda dari langit,

tapi tidak memercayaiku sebagai dewa.

Omong-omong,

kenapa kau begitu marah soal Isuzu?

Kau selalu bersikap lembut kepadanya.

Kau tidak bisa melepaskannya karena kasihan padanya?

Kau iba padanya?

Karena aku menyukainya.

Kau jelas sudah tahu.

Jangan pura-pura bertanya!

Di mana Rin?

Kau pasti tahu.

Kau tahu keberadaan Rin.

Payah sekali.

Kenapa kau berpikir begitu?

Kau selalu bersikap dingin kepada Rin.

Kepada Rin

dan wanita.

Kau meremehkan mereka.

Kau tidak acuh.

Jika memang dewa, kau seharusnya...

Kau sudah tahu,

tapi tetap berani memberitahuku

Kau jelas sudah tahu

bahwa aku benci Isuzu.

Kommentaarid

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left