Esimesed 157 rida.
Sakit!
Selamat makan!
Ayo bekerja!
Selamat pagi!
Pagi.
Futaba.
Pagi.
Selamat pagi, Kak Sakurai.
Setiap kali melihatnya selalu membuatku iri.
Bu-Bukan apa-apa.
Kenapa matamu terlihat sedikit merah?
Aku sibuk menyiapkan presentasi hari ini, jadinya tidur kemalaman.
Kamu rajin sekali ya.
Aku ingin segera menjadi pegawai sungguhan.
Selamat pagi!
Pagi.
Selamat pagi, Kak Kazama.
Pagi.
Pagi, Kazama.
Ya.
Selamat pagi, Pak.
Pagi.
Hari ini pun kamu bersemangat sekali, Igarashi.
Bagus, bagus.
Halo, Igarashi!
Se-Senior Takeda?
Bikin kaget saja. Suaramu terlalu menggelegar.
Aku juga mau kasih salam semangat biar tidak kalah darimu.
Lagi pula untuk apa bersaing dengan juniormu?
Senior, tolong cek bahan presentasi ini.
Siap!
Senior Takeda suaranya menggelegar.
Badannya juga besar.
Kamu sudah menyiapkannya dengan baik.
Tolong jangan elus kepalaku!
Begini-begini aku juga orang dewasa, tahu.
Itu bukan bahan tertawaan!
Maaf, maaf.
Bahan presentasimu terlalu bagus, aku jadi ingin memujimu.
Senior itu terlalu besar dan sedikit menyebalkan.
Ya ampun.
Selalu saja langsung mengelus kepalaku.
Memperlakukanku seperti anak kecil terus.
Tapi...
Dia memujiku.
Selamat pagi.
Kak Tsukishiro?
Jangan tiba-tiba muncul begitu.
Maaf, ya. Mau minum kopi?
Iya.
Kopi adalah minuman orang dewasa di pagi hari.
Aku kasih banyak gula karena terlalu pahit.
Begitu.
Kak Tsukishiro juga mau minum?
Tidak perlu.
Minumanku di pagi hari adalah...
Ini dia.
Eh? Tunggu dulu Kak Tsukishiro!
Kamu tidak boleh minum alkohol di kantor.
Ini hanya botol alkohol yang diisi air mineral.
Sampai jumpa.
Orang yang aneh.
Kalau begitu, aku mau keliling dulu.
Aku berangkat!
Hati-hati, ya.
Senior, kenapa jalannya agak lambat?
Masa?
Aku kan sudah bilang tidak usah menyesuaikan denganku.
Bukannya menyesuaikan.
Memangnya kenapa?
Sesekali aku juga ingin jalan santai.
Tidak, kalau masalah kerja, kita harus cepat.
Berjalanlah seperti biasa.
Iya.
Apa kamu mau minum dulu?
Tidak, sup kacang merahnya kenapa tidak ada, ya.
Sup itu tidak ada di semua mesin penjual otomatis.
Begitu, ya?
Sudah waktunya makan siang.
Igarashi, kamu mau makan apa?
Selama ini kita selalu pilih makanan kesukaanku terus.
Sesekali kita makan kesukaan Senior.
Aku makan apa saja boleh.
Justru itu yang membuatku pusing pilih makanan.
Kalau begitu...
Selamat datang.
Burger Jajauma satu, kentang tiga.
Baik.
Kalau Igarashi?
Apa ini?
Wajah yang entah melihat ke arah mana.
Imut banget.
Tapi Senior Takeda lagi ada di sini.
Masa aku pesan menu anak-anak?
Dan menu anak-anak satu.
Tolong sekalian sama bonekanya.
Karena sepertinya ada yang menginginkannya.
Baik.
Jangan ditertawakan, dong.
Maaf, maaf.
Kamu tidak apa-apa?
Tentu saja.
Aku sengaja menyiapkan sapu tangan untuk mengatasi kejadian seperti ini.
Ini sudah tahun keduaku di kantor.
Aku sudah ahli mengatasi segala risiko.
Begitu, ya.
Igarashi, bagaimana kalau kamu saja yang presentasi hari ini?
Kamu pasti sudah paham karena kamu yang menyiapkan bahannya, 'kan?
Itu pun kalau kamu berani.
Aku mau! Biar aku yang melakukannya!
Oke! Kuserahkan padamu.
Tahun keduaku di kantor...
Hari yang kunantikan akhirnya tiba!
Kalau berhasil meneken kontrak, aku bisa dibilang pegawai sungguhan.
Aku pasti bisa melewati ini.
Gawat, aku jadi gugup begini.
Ba-Bagaimana ini?
Terima kasih sudah meluangkan waktu
untuk hari ini.
Berikut adalah ide proyek yang kami banggakan dari Itomaki Shoji.
Terima kasih atas pertimbangan Anda.
Kamu pasti bisa.
Baiklah, saya, Igarashi, yang akan melakukan presentasi.
Akhirnya selesai.
Kamu sudah berusaha keras.
Pencapaian besar.
Aku kan sudah bilang jangan elus kepalaku!
Kepalamu itu enak dielus.
Boleh juga.
Hei, lihat mereka.
Kalian sedang apa?
Eh, Kak Kazama? Kenapa ada di sini?
Kerjaanmu sudah selesai?
Iya. Sekarang aku akan kembali ke kantor.
Kalau begitu, ayo kita kembali bersama.
Eh, begitu, ya?
Katanya lumayan enak.
Lain kali aku coba ke sana.
Dia sudah berusaha keras sampai kurang tidur.
Wajar saja.
Malah makan rambut sendiri.
Sampai tidur nyenyak begitu, ya?
Mau dibangunkan?
Tidak usah. Biarkan dia tidur.
Takeda, boleh minta izinnya?
Igarashi sudah kembali.
Imutnya.
Selamat datang kembali.
Kak Sakurai.
Tidurmu nyenyak?
Futaba-meong?
Meong?
Ini terlalu imut!
Apa?
Kak Kazama, sudah punya surat wasiat?
Ta-Tarik napas dulu, Igarashi-meo—
Tamparan ilahi!
No comments yet. Be the first to leave one.