Esimesed 146 rida.
Film ini terinspirasi dari kejadian nyata. Beberapa karakter, nama, kejadian dan lokasi peristiwa tertentu di buat fiksi untuk tujuan dramatisasi. Kemiripan nama, karakter sejarah seseorang, sepenuhnya kebetulan dan tidak disengaja.
25 SEPTEMBER 1915 PERANG DUNIA PERTAMA, PERTEMPURAN LOOS, PRANCIS.
RATU ALEXANDRA KE-3 GURKHA MEMIMPIN SENDIRI SERANGAN PENGALIHAN MEMULAI PERTEMPURAN.
MESKIPUN PERTAHANAN JERMAN KUAT. PARA GURHA BERTEMPUR GAGAH BERANI DAN MASUK KE DALAM GARIS PERTAHANAN JERMAN.
GURKHA BERHARAP MENGEJAR PASUKAN SAHABAT RESIMEN KE 2 LEICESTERSHIRE TAPI MEREKA TIDAK PERNAH BERHASIL SEJAUH ITU.
TERBUKA DI GARIS DEPAN, HANYA MENUNGGU WAKTU SEBELUM JERMAN MENYADARI BAHWA PASUKAN GURKHA SENDIRIAN.
TERINSPIRASI KISAH NYATA
Serang!
LINI PERTAHANAN JERMAN
Tahu apa tugas kalian?
Cari mereka, terus periksa. Jangan ada yang hidup.
Siap, Pak.
Ayo, cepat.
Bergerak.
Subtitle by RhainDesign -
LINI PERTAHANAN INGGRIS
Datang juga.
Siapa?
Hujan.
Kau pergi?
Ya, kawan.
Kenapa aku jadi relawan untuk ini?
Pelankan suaramu.
Serius, lihat kita?
Sobat, bisa jangan berisik?
Kau akan beri kita masalah.
Tak bisa jadi target.
Kita tidak berdiri, kawan.
Cuckoo juga tidak.
Cookos? Apa-apaan itu?
Bukan Cookos, tapi Cuckoo.
Kokka!
Berhenti ribut.
Hai!
Kalian berdua.
Diam!
Akan kukirim kalian berdua ke sana sebentar lagi.
Berhenti!
Brengsek.
Berhenti.
Lakukan saja.
Aku mau mati di sini.
Jangan khawatirkan aku.
Pergi saja!
Bajingan!
Lepaskan aku.
Lepaskan saja aku.
Selamatkan dirimu.
Paham?
Aku musuh.
Selamatkan dirimu.
Pergi saja!
Aku tak butuh bantuan.
Aku musuh.
Tinggalkan saja aku.
Itu tak pantas.
Pergi saja!!!
Selamatkan dirimu.
Paham?
Selamatkan diri.
Sudah kubilang.
Aku tak mau di bantu.
Saatnya membunuh musuh.
Tak apa Paul!
Tak apa.
Mau kemana Paul?
Apa yang kau lakukan?
Itu untukku?
Kau mengerti bahasaku?
Jelas, kau tidak...
mengerti...
Ayo!
Ayo.
Baiklah!
Ayo pergi!
Ayo Paul.
Kebaikanmu...
bodoh.
Sudah kubilang, diam.
Menurutmu pasukan kita masih hidup di luar sana?
Aku tidak tahu asalmu dari mana.
Aku mau tahu di mana rumahmu, di mana keluargamu.
Bagaimana kita berakhir seperti ini?
Darah kita, rasa sakit kita, ketakutan kita... semua sama.
Semoga kemanapun kau pergi, kau beristirahat dengan tenang.
Paul.
Turun kemari.
Sebelum mereka melihat kita.
Kau tertembak?
Kau tertembak?
Kau tertembak?
Paul.
Kau di sana?
Paul.
Sobat.
Kita akan pergi?
Baiklah.
Brengsek.
Ayo.
Ya.
Maya?
Maya.
Maya.
Maya.
Maya.
Babu.
Hai,
kita harus pergi.
Mereka tahu kita di sini.
Hei.
Paul.
Tak apa.
Tak apa
Ayo.
Kita tak punya waktu untuk berdiri.
Kembali dan amankan parit.
Kapten
Orang-orang lelah dan takut.
Kita sudah kalah besar hari ini.
Katakan sesuatu yang aku tidak tahu.
Sersan.
Bagaimana kau bertahan?
Aku baik-baik saja, Kapten.
Jangan coba bodohi aku, Max.
Kapten
Banyak yang khawatir mereka tidak akan pulang... termasuk aku.
Kami beruntung ada orang sepertimu.
Aku tahu kau akan mengurus orang-orang itu.
Ya, Kapten.
Pastikan untuk menjaga moral tetap tinggi, Sersan.
Siap, Kapten.
Riddhiman, Bire, itu dari sisi kiri.
Jeda, Dorong ke depan. Jangan kemari.
Ayo Gorkali!
Kurang dari sehari setiap jam siap untuk mati
dan entah dari mana
kau muncul.
tanpa henti, mencoba mengobatiku.
menarikku melintasi medan perang
ketika banyak yang meninggalkan aku,
kau tetap di sampingku.
Kau sudah memberiku harapan.
Terima kasih untuk itu.
Aku bisa tetap di sini dan membuat takdirku sendiri.
Temanmu lebih membutuhkanmu.
Kau lanjutkan hidup.
No comments yet. Be the first to leave one.