Esimesed 200 rida.
Kamu bilang kita bertemu karena suatu alasan.
Kurasa sekarang aku tahu kenapa kita bertemu.
Aku tidak bisa mencintaimu.
Mari kita
menikah.
Maafkan aku, Nam Koo.
Kenapa tiba-tiba sekali?
Kamu ingat ucapanku sebelumnya?
Kamu yakin bahwa kita bertemu karena suatu alasan.
Alasan apakah itu?
Takdir.
Lalu bisakah kamu memaafkan semua orang dan melanjutkan hidup?
Kamu tidak ingin menikah denganku?
Ini aneh. Tadinya aku rela menunggu.
Saat kamu dalam kesulitan,
kukatakan kepada diriku untuk berada di sisimu,
bahwa ini bukan saat yang tepat untuk menikah,
tapi ini...
Baiklah. Aku akan memikirkannya lagi setelah kita temukan putra CEO Shin.
"Episode 108"
Kamu tidak ingin menikah denganku?
Aku tahu lamaranku yang tiba-tiba membuatmu terkejut.
Tapi aku bersungguh-sungguh.
Maafkan aku, Nam Koo.
Jangan memaafkanku karena memanfaatkanku seperti ini.
Kenapa kamu berbohong?
Pemilik rumah memberimu sebuah foto
dan aku ingin melihatnya.
Tidak ada padaku. Aku sudah membuangnya.
Itu foto Min Joon, keponakanku.
Bukan. Karena itulah aku membuangnya.
Benarkah begitu? Boleh kuperiksa tasmu?
Foto itu tidak ada padaku.
Seorang pencopet dilaporkan berkeliaran di dekat sini.
Boleh kulihat tanda pengenalmu?
Dia pamanku, jadi, tidak masalah.
Ya, tentu saja.
Silakan dilanjutkan.
Kenapa kamu membantuku?
Kamu bisa saja membuatku ditangkap.
Sudah kubilang aku akan mencabut kesaksianku tentang truk pendingin.
Aku membuang fotonya karena itu bukan foto Min Joon.
Tentu, aku percaya padamu.
Sampai jumpa besok di kantor kejaksaan.
Aku akan memberimu satu kesempatan terakhir.
Ikutlah denganku dan minta maaf kepadanya.
Lalu mundurlah dari jabatanmu,
maka dia akan memaafkanmu.
Apa ini Rumah Abu Suseong?
Aku ayah Shin Jae Min.
Bisa tolong taruh bunga di dekat abunya?
Apa? Apa maksudmu sudah tidak ada?
Syukurlah guci itu tidak pecah.
Sekarang, bagaimana aku bisa menemukan anak laki-lakiku?
Bu, di mana Jae Min?
Aku bukan ibumu
dan kusuruh orang untuk mengusir Jae Min.
Peramal berkata bahwa roh jahat mengintai di rumah kita.
Kenapa Ibu tega menyebut Jae Min roh jahat?
Mana mungkin Jae Min menjadi roh jahat?
Kalau begitu, roh jahat itu kamu?
Jae Min bukan cucuku.
Sejujurnya, seharusnya kamu membawanya pergi sejak dahulu.
Minta maaf kepada Jae Min atas ucapan Ibu tadi.
Tidak akan.
Jika aku menjadi Jae Min, rohku tidak akan tenang.
Ayah macam apa yang mengorbankan anaknya demi karier?
Kudengar Jae Min keracunan obat.
Bagaimana kamu bisa menutupinya?
Lihat siapa yang bicara.
Ibu mengusir Mo Ah hanya karena
seorang peramal berkata demikian.
Ibu juga bertanggung jawab atas kematian keponakan Ibu.
Keluarga kita menjadi berantakan karena kamu.
Kamu menjadikan perusahaan kami dan aku sebagai sandera.
Ibu benar. Aku memang berengsek.
Tapi kenapa Ibu malah menghukum Jae Min?
Aku akan bersimpati jika Mo Ah yang mengatakannya,
tapi tidak jika kamu yang mengatakannya.
Kenapa kamu tiba-tiba berlagak menjadi ayah yang baik?
Jika kamu begitu merasa bersalah, maka pergilah.
Jika kamu pergi, aku akan minta maaf kepada Jae Min.
Kamu tidak bisa, bukan?
Kamu memang seperti itu.
Ayah, aku menemukan Min Joon.
Tidak seperti Do Hoon, dia pemuda yang baik.
Ayah pasti bahagia.
Sejujurnya, aku merasa tersiksa.
Aku tidak bisa memaafkan mereka.
Aku tidak bisa memaafkan Do Hoon atau istrimu.
Aku minta maaf.
Mo Ah, kapan kamu datang?
Baru saja.
Seharusnya kamu mengajak Nam Koo.
Ayah sepertinya senang saat kalian berdua datang.
Kalau dipikir-pikir, kamu sangat mirip Nam Koo.
Mungkin karena mereka sama-sama pemarah.
Dari yang kulihat, menurutku kamu lebih mirip dia.
Benarkah? Aku akan belajar untuk mengurangi sikap pemarahku.
Maafkan aku, Hui Joo.
Kamu bilang kita bertemu karena suatu alasan.
Kurasa sekarang aku tahu kenapa kita bertemu.
Mari kita menikah.
Aku harus pergi.
Apa yang terjadi? Katakan padaku.
Nanti...
Kita akan bicara nanti.
Aku tahu ada sesuatu.
Bagaimana kamu berharap
untuk mengambil alih posisi CEO dengan mentalmu yang lemah itu?
Apa itu sebabnya kamu berniat untuk bergabung dengan Do Hoon?
Kenapa tidak?
Menurutmu aku tidak mampu?
Lagi pula, dia lebih menjanjikan.
Apa yang bisa ditawarkan seorang penipu?
Aku lebih suka bekerja sama dengan yang asli.
Yang asli?
Ya, aku menemukan anak kandung CEO Shin.
Siapa dia?
Aku tidak bisa memberitahumu secara gratis.
Informasi ini cukup berharga.
Berapa banyak yang kamu inginkan?
Semua saham TMO milikmu.
Kamu menginginkan semua sahamku?
Biarkan kudengar dahulu siapa orangnya.
Nam Koo.
Aku yakin itu lebih baik dari apa pun yang kamu harapkan.
Ya, benar sekali.
Apa kamu berencana untuk menikahi Nam Koo?
Tidak.
Aku akan memanfaatkannya untuk menghancurkan dua orang.
Do Hoon dan ibunya.
Rasanya aku terlalu jahat untuk menikahi orang seperti Nam Koo.
Akhirnya, inilah yang kumaksud.
Aku yakin kamu memerlukan bantuanku.
Beri tahu Do Hoon apa isi surat wasiat CEO Shin.
Aku tahu kamu CEO,
tapi bukan berarti kamu boleh mengintip.
Di mana abu Jae Min?
Jangan khawatir, aku sudah menempatkannya di tempat yang baik.
Ibu berkata bahwa
ada roh jahat bersembunyi di rumah.
Dia memang keterlaluan, bukan?
Dia tidak sepenuhnya salah.
Roh jahat itu adalah kamu.
Ini Shin Do Hoon.
Aku Jeon Byung Soo.
Aku ingin mengajakmu minum teh bersama.
Ya, tentu saja. Aku akan segera ke sana.
Aku takut saat kamu tua, kakimu mudah lelah.
Maaf karena aku lancang, CEO Shin.
Jadi, apa yang bisa kubantu?
Aku tidak akan berbasa-basi.
Aku sangat membenci perusahaan ini.
Kamu ingin bergabung denganku?
Kamu mengajak orang yang salah.
Mo Ah akan lebih cocok.
Dia terlalu sibuk mencari anak kandungnya.
Menemukan anak itu hanya akan menguntungkan ibumu.
Kamu bermasalah dengan ibuku.
Tidak ada yang akan menemukan anak itu,
tapi menemukannya pun tidak ada gunanya.
Namaku tercantum dalam surat wasiat itu.
Dari informasi yang aku kumpulkan,
CEO Shin mewariskan seluruh sahamnya kepada anaknya.
Dalam wasiat itu?
Karena itulah Jung Mo Ah mencarinya.
Bukankah ini alasan yang cukup untuk bekerja sama?
Kamu sudah menyelidiki apa yang kuminta?
Ayahku bilang dia adalah Pak Jeon yang asli.
Kalau begitu, ayahmu benar tentang surat wasiat itu.
Akankah Ayah mewariskan sahamnya kepadamu?
Tidak, dia mewariskan semuanya kepada anak kandungnya.
Maka bukankah sebaiknya kamu bekerja sama dengan Jeon Byung Soo?
Dengan begitu, kamu akan berpeluang saat anak kandungnya muncul.
Aku harus mencegahnya ditemukan.
Astaga. - Apa yang kamu dapatkan?
Kamu harus membayar empat kali lipat setelah aku memainkan ini.
Rasakan itu!
Ya! - Bagus, ambil yang itu.
Harus kuakui. Kamu memang sial.
Dia benar. - Benar, bukan?
Berhenti menatapku.
Hentikan. Aku sudah menyuruhmu untuk tidak menatapku.
Kamu membuatku kehilangan kesempatan untuk menang.
Kamu membuatku sial lagi!
Aturan tiga kartu tidak berlaku untuk yang terakhir.
Dia benar dan itu kartu terakhirku.
Berhenti, jangan sentuh kartunya.
Mana mungkin dia benar?
Dia tunagrahita.
Bagaimana kita bisa percaya ucapannya?
Kurasa begitu, tapi...
Lihat? Aturannya tertulis di sini.
Singkirkan itu.
Berani-beraninya kamu mencoba membodohi orang tua.
Kkot Nim, kamu sendiri yang mengatakan itu.
Dia tunagrahita, jadi, kita tidak perlu mendengarkannya.
Jangan panggil aku begitu. - Tapi itu benar.
Aku mencoba bersikap baik kepadamu, tapi aku sudah muak.
No comments yet. Be the first to leave one.