Esimesed 200 rida.
PERSEMBAHAN NETFLIX
UNDER THE RICCIONE SUN
Sepuluh tahun berbagi mobil,
kau penumpang paling menyebalkan yang pernah kutemui.
Harus lebih tinggi, bukan?
Tak bisa tunjukkan, aku akan telat audisi. Ini kesempatan terbesar...
Di hidupmu. Itu akan ubah hidupmu. Kau bilang sepanjang perjalanan.
Pergilah!
Baik, aku harus pergi. Doakan agar aku beruntung.
Ayo... Terserah.
HOTEL ATLANTIC SUPERIOR
Kita bisa bagi. Lakukan perlahan.
Permisi.
Ayo, kita bisa. Rambut yang bagus.
Aku datang, Ciro Lamanna.
Kau terlambat. Pendaftaran sudah ditutup.
- Dengar, aku datang dari daerah selatan. - Ya.
Kau tahu sejauh apa? Jauh sekali. Butuh tujuh jam untuk sampai.
- Aku harus masuk. - Maaf, aku tak bisa bantu.
Aduh... Ini dia.
- Sial. Astaga. - Ada apa?
Aku merasa kurang sehat.
- Akan kuambilkan air. - Terima kasih.
BAKAT YANG BARU DAN SEGAR AUDISI
Ya, aku datang.
Tidak, aku di penginapan tahun ini.
Kalian di mana? Di pantai?
Siapa di sana?
Ada Guenda?
Tidak, aku datang! Sebentar, aku akan antar tas, lalu ke sana.
Siapa itu?
Penyewa kamar.
Silakan.
Rumah yang bagus.
Kau suka? Ini pertama kalinya kusewakan.
Aku tak bisa bekerja karena bagian ketiga dari trapesium bawah keempatku...
Ini bisa hasilkan sedikit uang.
- Lihat. - Jadi, apa pekerjaanmu? Fotografi mode?
Bukan, aku penjaga pantai lokal.
Ini beberapa klienku yang...
Kau kenal yang itu?
Maksudku, apa itu sungguh dia?
Itu dia. Aku pria jantan. Dulu aku nomor satu di area ini.
Aku kencani semuanya.
Aku punya rekor, lima wanita dalam sehari tanpa berhenti.
Hanya makan bruschetta kecil atau semacamnya.
Bagaimana dengan yang itu?
Dia tak tergoda pesonamu?
Bukan, maksudmu yang itu?
Tidak, itu karena plester fotonya rusak...
Mari lihat kamarmu, ayo.
Ini dia.
Hei, ketuk sebelum masuk. Ketuk!
Pakai mariyuana lagi, ya? Padahal banyak wanita di sini!
Kau benar.
- Baik, ini teman sekamarmu. - Maaf, apa maksudmu?
Tidak. Aku harus tidur dengannya? Bukan itu kesepakatan kita.
Bayar 20 euro dan mau menginap seperti di Hotel Grand?
Benar juga.
Ayo, jalan.
Hei.
- Marco. - Hei.
Hei. Kau merokok?
- Tidak, terima kasih. - Bagus.
KITA SEMUA GILA DI SINI
Ibu?
Bagaimana jika bilang kalau Ibu kakakku selama dua minggu ini?
Untuk apa?
Siapa mau mendekati pria yang berlibur dengan ibunya?
Aku ingin cari teman.
- Ini, lewat sini. - Ya.
Selamat datang.
Deodorannya bedak talk,
dari suaranya dia merokok 10-15 batang sehari,
sangat kurus, botak, dan pendek.
Dia tepat seperti itu. Kau seolah memotretnya.
Hai, kami pesan kamar twin bed atas nama Marescalchi.
Tunggu, twin bed? Kita minta dua kamar single bed.
Jika mau, kusiapkan dua kamar single bed seharga kamar twin bed.
Setuju.
Sial. Ini ibuku. Sial. Diam.
Ya?
Jangan sering menelepon,
Ibu akan mengganggu, aku tak akan bisa fokus belajar.
Lalu aku akan gagal lagi. Ya. Jangan cemas. Sampai nanti, Ibu.
Enyahlah! Maaf, itu ibuku yang menyebalkan.
Mereka ke Tenerife dan bilang, "Kau tak boleh ikut musim panas ini.
Kau gagal untuk kali ketiga. Habiskan musim panasmu di Milan."
Enyahlah!
Maksudku, kau pikir aku akan habiskan musim panas di Milan?
Tidak, tak akan. Jadi, aku ke sini
dan kini kita akan habiskan musim panas bersama.
- Kau senang, Kawan? - Ya.
Kau yang terbaik. Sedang apa kau di sini?
Aku ke sini setiap tahun.
Tahun ini, kuputuskan datang di saat terakhir, tapi...
- Jadi, itu sebabnya aku di sini. - Benar. Sial.
Menurutmu, ini atau ini?
Dengar, jujur saja, keduanya jelek.
Tapi untuk ke pantai, kau peduli apa? Entahlah.
Sebenarnya aku peduli.
Kenapa? Bantu aku mengerti. Kau mau bercinta?
Karena aku bisa membantumu. Aku orangnya.
Ya...
Ada gadis yang kusuka.
Aku sangat menyukainya.
Tapi dia sudah berpacaran selama lima tahun, jadi, kau tahu.
Ayolah! Kau ke sini demi gadis yang sudah berpacaran selama lima tahun?
Kau gila, Kawan! Aku sangat menyukaimu.
Apa pedulimu?
Aku mau ke pantai.
Tepat sekali, kita akan ke pantai, aku mau melihat gadis ini. Ayo.
Jika kau rayu Guenda, aku akan marah!
Aku tak akan rayu Guenda. Tak akan kulakukan.
- Lanjutkan! Ya! - Ambil, Guenda!
Baiklah, aku mau tidur lagi.
Hei, bisa ambilkan?
Hei, kau tuli?
- Apa? - Bolanya, bisa ambilkan?
Maaf, aku tak lihat...
Aku juga. Tapi setidaknya kita punya kesamaan.
- Senang bertemu denganmu. Furio. - Vincenzo.
Mungkin usai pertandingan, aku bisa traktir kau Spritz
sebagai permintaan maaf atas kebodohanku.
Baiklah.
Baiklah. Sampai nanti.
"Sampai nanti," aku bicara apa?
Jadi, bagaimana hasilnya?
Payah. "Kau kurang segar, kau kurang baru."
- Apa artinya? - Jangan tersinggung.
Kau tahu berapa kali Sfera Ebbasta ditolak?
Cukup! Aku sudah muak!
Aku bahkan pakai celana dalam keberuntungan!
Halo.
Bisa minta dua kursi?
Tidak, aku bukan penjaga pantai, aku tak bekerja di sini. Aku tak...
Apa bahasa Jerman-nya?
Dua?
Dua, baiklah! Tapi aku tak... Ayo, kuambilkan.
Dua?
Akan kutaruh di sini.
Baiklah.
Hei, kenapa pindahkan kursinya?
Maaf, kubilang aku tak bekerja di sini,
tapi mereka tak bisa bahasa Italia, jadi...
- Maaf. Apa kau penjaga pantai yang baru? - Bukan.
Sayang sekali.
Hei, dengar...
- Kau mau pekerjaan? - Pekerjaan apa?
Pemandu gunung! Kita di pantai, 'kan? Sebagai penjaga pantai!
Mau? Senin sampai Sabtu, 250 per minggu. Kau masuk pukul 06.00.
Jika butuh akomodasi, ada kamar di belakang sini,
putraku yang bodoh, Furio, tidur di situ.
Kau mau atau tidak?
Astaga, entahlah. Apa aku mau? Tentu.
Aku lupa. Kau bisa berenang?
Apa aku bisa berenang?
Aku bisa terjun dari ketinggian 10 m
dan menyelam 20 m tanpa bernapas.
- Lumba-lumba! - Lebih mirip tuna.
Tidak, latihannya tak berguna, kita belum berhasil.
Boleh aku menjadi center-back?
Ayolah, Gue!
Kenapa kau tak pernah mengoper?
Kenapa kau menyukai foto bokong itu?
Soal itu lagi? Kau menyedihkan!
Ayolah, istirahat dulu. Turnamen dimulai besok.
- Hei, Teman-teman. - Hei, Marco!
- Akhirnya kau sampai! - Ya.
Phlegm datang.
Dia memanggilmu Phlegm?
Ya, karena aku tampak lesu, tapi itu karena aku jarang bicara.
Benar.
Marco, kenapa kemari? Tahun ini seharusnya kau di rumah, 'kan?
Ya, tapi akhirnya ada jalan.
- Dan ini... - Tommy.
- Itu nama mudah. Hai. - Hai, senang bertemu.
Hei, Gue...
Jadi, Gue, apa kabar?
Baik. Kabarku hebat. Apa ada yang tampak salah?
- Semua baik. - Tidak, itu pertanyaan standar.
Hal yang kau tanyakan saat tak peduli pada jawabannya.
Tidak! Bukannya aku tak peduli.
Itu hanya pertanyaan, Guenda. Aku tak mau membuatmu gugup. Baiklah.
Aku pergi dulu.
Sampai nanti.
Bebo campakkan dia. Dia kesal.
Bebo campakkan dia?
Maaf, aku tak paham. Bebo campakkan dia?
Kalian membicarakanku?
Tidak. Kami sedang membentuk tim.
Tommy, bisa main voli?
- Aku bisa lakukan smes. - Bagus!
Baik, Marco menyerang, Furio cadangan.
- Kita kekurangan pemain. - Hei, Sayang. Apa kabar?
Dia.
Penjaga pantai yang baru.
Aku sedang bekerja. Aku tahu...
Bebo mencampakkannya. Titik.
Apa kau percaya?
No comments yet. Be the first to leave one.