9-1-1

9-1-1

Laadige alla Indonesian subtiiter

Hooaeg 3

Väljalaske info

9-1-1 S03E02 Sink or Swim 720p WEB-HD x264-Pahe in
Kommenteerib wah_ibnu
Dilarang upload ulang, silahkan resnyc sendiri. Jangan lupa rate!

Sildid

web
x264
720p
720
HD
Avaldatud: 2021-03-06
Allalaadimised: 124
Kuulmispuudega: No

Indonesian subtiitrite eelvaade

Esimesed 200 rida.

- Enak? - Permen kapas ini sangat enak.

Aku sangat bangga padamu. Aku tak bisa lebih bangga lagi.

Ayo. Sedikit lagi!

Kau berhasil. Tos!

Ini dia pemenangnya!

Buck!

Cari denyut nadinya.

Beri dia oksigen.

Mulai kompresi.

Tahan kompresinya.

Ventrikel fibrilasi. Butuh kejutan.

- Siap? - Ya.

Bagus. Irama sinus normal.

Baiklah.

Pernah berpikir mau jadi apa dalam hidupmu?

Apa cita-citamu?

Astronaut atau bajak laut.

Pilihan bagus. Seragamnya keren juga.

Tidak. Pemadam kebakaran.

Ya. Aku juga.

Bisakah kau tetap memegangnya kuat selama lebih dari 3 detik?

- Bagaimana sketsanya? - Pegang kuat saja.

Astaga.

- Reggie. Charlie. - Ada polisi. Pukul 14.00.

Selamat pagi, Komodor.

Tidak boleh ada drone terbang di dermaga.

Kita sudah membahasnya.

Sebenarnya, kau bilang drone terbang tidak resmi.

Tapi, kau Syahbandar. Kau bisa meresmikannya.

- Aku hubungi polisi. - Tapi, kami membuat seni.

Akankah kau panggil polisi karena Michelangelo,...

...mencorat-coret plafon Sistine Chapel?

Jika Michelangelo melanggar peraturan 17 FAA, ya.

Turuti saja apa yang dia katakan, Charlie.

Peringatan terakhir.

Jangan sampai aku memergokimu melakukannya lagi.

Maaf, Reggie. Kau sempat membuat sketsanya?

- Cukup untuk memulainya. - Baiklah.

Lagi pula aku harus pulang,...

...sebelum ayah tahu aku mencuri drone-nya.

- Kamis? - Aku akan ada di sini.

Terlalu dekat.

Charmed Life. Ini Syahbandar. Masuk.

Charmed Life, hati-hati, kau terlalu dekat pelabuhan.

- Ini akan jadi petualangan. - Ini akan jadi bencana.

Bu, kau sudah melihat kapal ini?

Tidak bisa sampai ke Catalina, apa lagi keliling dunia.

Bagian dari petualangan.

Aku sudah menanti ini sepanjang hidupku.

Di laut terbuka, pergi ke mana pun ombak membawa kami.

Ke mana pun ombak membawa kalian? Itu bukan rencana, Chuck.

Itu pandangan hidup, Nak.

Sesuatu yang terlalu muda untuk kau dimiliki.

Ada di mana ibuku dalam pandangan hidup ini?

Dia tepat ada di pusatnya.

Apa kau siap, Sayang? Pendeta sudah menunggu.

Semua yang dicintai, kita berkumpul di sini hari ini,...

...untuk menggabungkan dua jiwa damai ini...

Ke mana airnya pergi?

Ya Tuhan.

Ke kabin, sekarang! Cepat, cepat!

Lari! Menjauh dari dermaga!

Cepat, cepat!

- Semuanya, masuk! Ayo, ayo! - Lari. Cepat!

Berpegangan!

Menjauh dari dermaga!

Airnya hilang ke mana?

Christopher! Chris...

Christopher!

Buck! Buck!

Chris! Tunggu di sana! Tunggu aku!

Pegang tanganku! Christopher! Raih tanganku!

- Chris! Tetap di sana! - Aku tak kuat lagi!

Bertahanlah, Christopher!

Buck!

Aku memegangmu!

20 Menit Sebelum Gelombang Pertama

Aku tak akan berbohong, Tammy, aku suka ini.

Aku dan anakku diperlakukan layaknya seorang bangsawan.

Aku juga tak akan bohong,...

...aku suka punya dua janji tetap tiap bulan.

Tapi aku akan merindukan nona muda ini saat dia kuliah.

- Dengan catatan aku diterima. - Mulai lagi.

Aku belum menyelesaikan pendaftaran,...

... aku masih butuh dua surat rekomendasi...

...dan pendaftaran di U.C beda lagi.

Dan aku belum menyelesaikan essay sama sekali.

Jangan khawatir, Sayang, nanti kita cari jalan keluarnya.

Semua situs ini mengatakan kau harus menulis yang penting.

Tapi bagaimana jika aku belum pernah melakukan hal penting?

Usiamu masih 17 tahun.

Tak ada yang mengharapkan kau menulis yang tak mungkin.

Sayang, kenapa kau stres soal ini?

Harusnya aku tak datang hari ini. Harus kau tak membuatku datang.

Harusnya aku belajar untuk ACT.

- Kupikir kau butuh istirahat. - Ya ampun.

Sayang, aku tahu kau pasti bisa. Aku percaya.

Tidak, Bu. Aku tak bisa.

Ada info soal Operasi Buck Bertanggung Jawab?

Ini tadi pagi.

Makan banyak dan kupikir dia bilang mungkin nanti nonton film.

Sekarang Chris sedang kebanyakan gula,...

...dan Buck menyesali pilihan hidupnya.

Apa ada yang membiarkan hidrannya terbuka?

Kupikir itu bukan hidran, Kapten.

- Sayang, kau tak apa-apa? - Aku tak apa-apa.

Baiklah.

Tak bisa dibuka.

- Kau dapat itu dari mana? - Ayah tirimu. Lindungi matamu.

Baiklah.

LAPD. Apa semua baik-baik saja?

Ada yang menabrak tiang lampu.

Mundur! Menjauh dari sana!

Semuanya! Pergi ke sisi jalan!

Ada trafo yang jatuh!

- Menjauh dari sana! - Ada yang salah.

Aku sedang menelepon 911, tapi mereka menyuruhku menunggu.

Ada tsunami.

Dermaga hancur.

Tidak, terus. Terus memanjat. Tempat parkir itu punya...

Kami akan kirim unit secepatnya ke area itu. Mungkin agak lama.

Jonas? Bagaimana kondisimu?

- Kupikir aku kena masalah. - Jendelanya tak bisa?

Naik ke arah yang lain. Ke atas.

- Kau di loteng? - Ya.

Di sini banyak barang. Kupikir aku bisa membuat atap...

...tapi ternyata dari dalam loteng ini hanya dinding.

Baiklah, kita manfaatkan apa yang kita punya.

Kau lihat sesuatu yang bisa dipakai mendobrak atap?

Tidak juga. Tunggu sebentar.

- Aku ada ransel di atas sini. - Ransel?

Ya, alat memanjat.

Mantanku selalu bilang aku penimbun alat.

Dia benar.

Syukurlah dia benar. Aku menemukan kapak.

Kelihatannya aku akan membelah atap!

Kuharap aku punya kapak lebih besar.

Atau, ide lebih baik, cari ventilasi atap.

Loteng butuh ventilasi, dan strukturnya lebih lemah di sana.

Bagaimana kau bisa tahu?

Percaya atau tidak, kami ada protokol soal ini.

Membimbing orang untuk menghancurkan atap mereka.

Tak kusangka hari ini aku membutuhkannya, tapi aku senang.

Aku juga. Ya ampun.

- Aku menemukan ventilasinya. - Baiklah,...

...fokus ke bagian ujung di mana ventilasi terhubung pada pelapis.

Jangan pakai kekuatan keras.

Komando Penyelamatan Air Deras, ini petugas.

Memeriksa untuk meminta Kode 3 ke 801 North 10th Street.

Ditunda. Perahu belum bisa bergerak ke barat sejauh itu.

Terlalu banyak Kode 3 di air.

Jonas, bicara padaku. Ada kemajuan?

Patah.

- Aku tak bisa keluar dari sini. - Tidak .

Kita akan terus berjuang.

Aku sudah memanjat enam puncak tertinggi di dunia.

Aku bahkan tak bisa naik ke atap rumahku sendiri.

Aku akan mati di loteng ini.

Ayolah, kau pasti punya pengalaman yang gila.

- Kau bisa melewatinya. - Sekali hampir tidak.

K2, kondisi menyulitkan.

Cuaca buruk tak terprediksi. Kami dekat puncak...

...saat salju longsor mengenai kami.

Aku terpisah dari yang lain.

Kupikir aku akan mati sendiri.

Ya, kau tak sendiri.

Aku di sini, Jonas. Aku bersamamu.

Waktu itu dingin sekali, tapi terang.

Pantulan matahari di salju tak masuk akal.

Aku sekarat, dikelilingi oleh sinar matahari.

Tapi hari itu kau tak mati.

Mereka menemukan taliku. Mereka menarikku keluar.

Apa kau sampai ke puncak?

Ya. Itu terasa seperti...

...melihat langit dari atas.

Indah sekali.

Jonas?

Jonas.

Panggilan Masuk

911.

Apa keadaan daruratmu?

Satu gelombang menyebabkan ini semua?

Sejauh ini kita sudah kena dua.

Tunggu empat atau lima lagi sebelum air mulai surut.

Kami menyita semua perahu untuk membantu Zodiac.

Kudengar ada empat pos damkar di jalur ini.

Ya, semuanya sudah melapor, kecuali Pos 136.

Mereka menangani panggilan dari dermaga saat gelombang.

- Jika kau lihat mereka... - Kami akan teriak.

Kau baik-baik saja, Chris?

Ya. Aku ikut kelas berselancar.

Mungkin kau bisa ajari aku.

Baiklah, aku akan periksa keadaan sekitar.

Sepertinya kita harus di sini sedikit lebih lama lagi.

- Kita punya mobil pemadam. - Benar.

Tolong!

Tolong aku!

Tolong!

- Tolong! - Aku akan ke sana!

Tolong!

Kommentaarid

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left