Esimesed 181 rida.
Cyclops kepada Handler One.
Mereka memasuki terminal kereta cepat di Titik 122.
Maaf, ya.
Aku terkecoh radar, sampai terlambat menyadarinya.
Sepertinya ini akan menjadi pertarungan yang berat bagi rekrut ini.
Sial.
Apa rencananya?
Kirim pasukan ke Titik 062,
lalu cegat mereka dengan unit lain.
Seharusnya di sana masih dalam jangkauan artileri yang tersisa.
Kau ingin menembak tepat di depan markas?
Jika mereka lolos, tak ada penghalang selain dari ranjau dan artileri, 'kan?
KAU HANDLER KE-6!
Namun, untuk terus hidup, di sanalah pilihan yang paling masuk akal.
Siap laksanakan, Yang Mulia!
Laporan langsung dari Markas Kemiliteran San Magnolia.
Berikut informasi peperangan saat ini.
Berkat cegatan mesin tempur nirawak kebanggan negara kita,
KALENDER BINTANG, 2 DESEMBER 2148
Juggernaut, pasukan bersenjata Legion pun mundur
akibat banyaknya jumlah pasukan yang gugur.
Berkat kemajuan dan canggihnya pasukan nirawak kita,
hari ini pun, negeri kita tidak mengalami jatuhnya korban jiwa.
Akan tiba hari saat palu keadilan Republik menyadarkan negara-negara yang tersesat.
Hidup Republik San Magnolia!
Jaya selalu bendera lima warna!
Hei!
Tuan Putri penghancur boneka sudah tiba!
Selamat atas kemenanganmu yang bersimbah darah para babi,
ketika menangkal serangan Legion.
Benar-benar layak disebut Ratu Bersimbah Darah, sang Bloody Lena!
Ya, 'kan?
Apa kau sudah bisa membedakan antara manusia dengan babi?
Dasar, raut mukanya bahkan tak berubah sedikit pun.
Entah apa yang dia pikirkan.
Dia rela turun pangkat dari Mayor demi para babi itu
dan turun kasta berseragam hitam.
Padahal tersisa dua tahun lagi menjelang Legion jadi rongsok dan tidak berguna.
Dia terlahir dari keluarga termasyhur, 'kan?
Bahkan tanpa berbuat apa-apa, hidupnya sudah enak.
Pagi.
Pagi.
Mengenai permintaanmu itu, ada sesuatu yang ingin kupastikan.
Aku butuh setelan tambahan peranti RAID-nya.
Baiklah.
Kalau begitu, aku akan ke sana dua jam lagi.
Ya, sampai nanti.
Berapa kali harus kuberi tahu, Letnan Milizé?
Mulai dari penggunaan mortar tanpa izin,
pengiriman persediaan tidak terjadwal,
dan memberi perintah pada eskadron lain.
Kau kira berapa banyak keluhan yang kuterima?
Kau tidak perlu menaruh usaha lebih hanya demi para Eighty-Six.
Andai sebelumnya kau sudah memberi izin,
tentunya kau tak akan repot, Letkol.
Apa?
Semua yang kau sebut keluhan itu urusanmu sendiri.
Aku tidak mau tahu.
Jangan lancang, Nak!
Kau hanya seorang letnan! Sadari posisimu!
Yakinkah kau menyuruhku sadar posisi?
Pencapaian bawahanmu akan dianggap sebagai pencapaianmu.
Apa yang kau…
Jika rasio pemusnahan Legion dari Handler terbaik sepertiku menurun,
tentunya kau tak akan bisa mengharapkan naik jabatan lebih dari ini.
Bukankah begitu?
Jaga cara bicaramu, Letnan.
Mohon maaf atas kelancanganku, Letkol.
Kalau begitu, kuserahkan urusan persediaannya pada kalian.
Baik.
Letnan,
aku sudah mengecek rasio penembakan mortar di Front Selatan, Sektor 8,
dan ternyata secara menyeluruh hanya sekitar 20 persen.
Ternyata benar, ya.
Bagaimana tiap Front lainnya…
Di sana!
Hei, lihat itu!
Saljunya turun!
Musim dingin sudah tiba, ya.
Cyclops kepada Handler One.
Bisa dengar aku?
Ya, ada apa?
Kami menemukan pasukan musuh saat berpatroli.
Mohon instruksi selanjutnya.
Dimengerti.
Tolong selesaikan sisanya.
Cyclops,
mohon kirim status musuh.
Maaf, aku terlambat.
Datangnya terlalu cepat.
Mari mengobrol sambil minum teh,
Lena.
Tentu.
Laporan diterima.
Terima kasih laporannya.
Ya.
Jangan lupa prediksi pergerakan Legion dari sana, ya, Yang Mulia.
Tentu, selama masih memungkinkan.
Agar hasil ke depannya juga lebih baik,
mari kita saling bekerja sama.
Itu sudah jelas, 'kan?
Karena kau adalah Handler kami.
Kami mengandalkanmu.
Begitu juga denganku.
Sebab aku membutuhkan informasi medan tempur darimu,
Cyclops.
Di saat seperti sekarang, tak ada salahnya menyebut nama asliku.
Kalau bukan untuk disebut, kenapa menanyakan nama kami?
Itu…
sudah tanggung jawabku sebagai Handler.
Dasar, seriusnya tidak ada jeda.
Kau kaku sekali, ya.
Aku tidak keberatan mau dipanggil apa.
Terlepas dari itu semua,
berkat dirimu, aku bisa hidup lebih lama.
Aku bersyukur, tetapi beberapa bulan lagi, mungkin aku ditempatkan di Spearhead.
Bahkan orang terkuat yang kukenal pun,
belum lama ini dikirim dalam misi pengintaian khusus.
Pasti sekarang dia sudah mati, ya.
Dia selalu memakai syal
dan dijuluki Dewa Kematian tak berkepala.
Sebenarnya, aku tidak yakin mana yang lebih cepat datang,
kepergianku atau serangan Legion.
Aku pun tidak tahu.
Namun, satu hal yang harus kulakukan sekarang adalah bersiap
untuk serangan Legion yang akan datang.
Aku memutuskan untuk membantumu, tetapi…
peluang keberhasilannya tipis.
Apa kau tetap akan melakukannya?
Itu pasti.
Kalau begitu, Cyclops,
tolong jangan lupa laporan misi patrolinya.
Siap.
Apa pun yang terjadi…
Aku bertahan hidup, seperti yang dikatakannya.
Mereka percaya bahwa aku akan berjuang dan bertahan hidup.
Semua demi…
menjawab harapan mereka yang sudah tiada.
Shin.
Aku sampai di sini saja.
Mulai dari sini, jalanilah sendiri, ya.
Lagi pula, ada teman-temanmu yang mendampingimu.
Ternyata kau sudah sebesar ini, ya.
Kau tidak perlu terjerat diriku lagi.
Cukup lupakan saja diriku.
Benar juga…
Tidak, lupakan.
Sepertinya, aku masih ingin dikenang sesekali.
Jalanilah hidupmu dengan bebas.
Raihlah kebahagiaan.
Lalu, ingatlah aku…
sesekali.
Jagalah dirimu baik-baik.
Semoga
kau bahagia.
Kakak!
Aku tahu.
Aku cuma mau bicara sebentar.
Kau sudah siuman, ya.
Halo.
Pertama, bisakah beri tahu namamu?
Astaga!
Ya, para jenderal ketakutan,
jadi, untuk berjaga-jaga, kami memakai APD,
tetapi sepertinya kurang sopan, ya.
Namaku Ernst.
Siapa namamu?
Shinei…
Nouzen.
Selamat datang di Republik Federal Giad!
Giad?
Aduh, sepertinya kalian butuh penjelasan, ya.
Kami adalah penakluk Kekaisaran Giad yang membuat Legion dan menyulut perang,
lalu membentuk federasi.
Gara-gara itu juga sekarang kami masih melawan Legion yang tersisa.
Kami menemukanmu di Front Barat negara kami.
Kau tertangkap Legion.
Maaf, ya.
Wajar saja kau mengkhawatirkan mereka.
Kau tertidur sepanjang waktu,
jadi, transparansinya disetel menjadi nol.
No comments yet. Be the first to leave one.