نخستین 200 خط.
Salah, salah, salah.
Ini adalah pertandingan kandang terakhir kita, semuanya.
Dan aku tak tahu apa permasalahannya.
Lihat orang di sampingmu.
Lakukan!
Lihat orang di belakangmu.
Kurasa tidak perlu tersenyum. Terima kasih.
Sekarang kita semua bagian dari formasi. Setiap ora...
Setiap orang berarti.
Setiap langkah adalah antisipasi yang di depannya.
Jika kalian merasa tak memiliki konsep jelas atas apa yang sedang kita lakukan di sini...
...maka sebaiknya kita berkemas dan pulang sekarang juga.
Dan aku serius.
Tapi jika kalian...
...ingin mencoba mendalami...
...kemungkingan musik secara fisik dengan membuat sesuatu yang substansial,...
...maka fokuslah, dan konsentrasi.
Tapi kalian harus niat melakukannya.
Kalian harus punya keinginan itu jauh di dalam hati kalian.
Apa kalian memiliki sledgehammer dalam hati kalian?
Karena sledgehammer tertanam dalam hatiku.
Aku menemukannya saat aku seusia kalian.
Dan aku hidup dalam masa depannya.
Apa kalian siap untuk hidup dengan masa depan itu?
Apa kalian siap menjadi sledgehammer-ku?
SNOW ANGELS
SEMINGGU SEBELUMNYA
Nomor 69 memesan nasi goreng.
Whoo! Aku bisa melihat CD-mu.
Aku akan menemuimu sebentar lagi, paham? Apa semuanya baik-baik saja?
Barb! Barb! Barb!
Barb, apa...? Barb, apa ini?
- Shh. Pelankan suaramu. - Ada apa?
Ini moo goo gai pan, bahasa Cina. Tidakkah kamu bisa baca...?
- Itulah gunanya ini. - Belilah pena lagi.
- Aku tak bisa menulisnya. - Tolong jangan pakai lipstik.
- Hanya itu yang kupunya saat ini, maaf. - Barb, dengar.
- Lain kali, lakukan dengan benar, atau... - Baiklah.
- Tolong jangan berdebat denganku. - Aku tak membantah. Aku tak punya pena.
- Ayo ke dapur, ayo. - Aku seharusnya libur hari ini.
Jangan berdebat di depan para pelanggan.
- Tolong aku, Annie. - Jalan, ayo.
Sial.
- Maaf. Aku bahkan tak melihatnya. - Hati-hati.
Kamu tak apa-apa?
Ini berdarah.
- Besok kamu kerja? - Pastinya, aku harus kerja lembur.
Oscar menyuruhku datang dan menginventarisir.
Aku harus menghitung wonton atau apalah. Ini akibat dari bicara kasar padanya.
- Sampai jumpa nanti. - Dah.
Arthur, sedang apa kamu?
Habis membuang sampah dan barang-barang lainnya.
- Aku temukan $20. - Kamu butuh tumpangan?
Entahlah. Ibuku seharusnya menjemputku.
Ayo, di luar sangat dingin. Masuklah.
Baiklah.
Bagaimana kabar orang tuamu?
Mereka sehat.
Apa para tetangga banyak berubah?
Sedikit, tapi tidak drastis. Tak ada perubahan besar.
Bagaimana dengan pacarmu yang di rumah dengan semua poison ivy itu?
- Dia bukan pacarku. - Terserah.
Tak pernah ada saat di mana aku... Aku tak pernah punya pacar.
Kalian menikah. Kita merayakannya. Aku menikahkan kalian.
Kapan? Itu bukan... Itu hanya bercanda. Saat itu kami masih berusia 5 tahun.
Itu sungguhan, itu mengikat. Kita dapat piala.
Tidak.
Dia menceraikanku, dia mengambil segalanya.
Itu memprihatinkan.
- Ya? - Sayang, aku tak dengar kamu masuk.
- Aku tak sadar ini sudah begitu telat. - Ya.
Naik apa kamu pulang? Haruskah aku menjemputmu?
- Annie mengantarku. - Oh.
Sungguh? Bagaimana kabarnya?
Dia sehat.
Bagaimana kabar Ibunya? Apa kamu tanyakan?
Aku tak menanyakannya.
Ya.
Kamu baik-baik saja?
Besok akan jadi hari yang berat.
- Selamat malam. - Selamat malam, Ma.
Aku menyayangimu.
Aku juga.
Sekarang karena kamu telah membuat kekacauan...
...kurasa ini saatnya merokok.
Aku tidak bahagia, Lou.
Aku hanya tak bahagia.
Tahukah kamu, Don?
Ini adalah keputusanmu. Ini pilihan yang kamu buat.
Aku hanya tak tahu bagaimana seharusnya menjadi...
...suami dan Ayah yang baik, kamu tahu, aku setengah hati di sini.
Aku tak ingin lagi mendengar rasa penyesalan sia-sia itu.
Ambil barang-barangmu, dan keluar dari rumah ini besok pagi.
Oh, yang benar saja. Menjijikkan.
Hei dengar, kamu punya waktu memberiku... Lihat dirimu.
Apa, kamu dapat wawancara pekerjaan lagi?
Tidak. Kemarin aku dapat kesempatan bekerja untuk Rafe.
Kurasa aku akan seharian bersama Tara.
Kamu akan membantuku mengeluarkan barang-barangmu dari loteng?
Oh, ya. Tidak, aku tak sempat, Yah.
Kurasa kita akan berfoto di mall.
Apa? Aku dan kamu?
Tidak, aku dan Tara. Aku sudah telat, aku akan menjemputnya.
Apa yang kamu kerjakan dengan Rafe?
Aku mulai bekerja besok, di gudang karpet.
Itu bukanlah pekerjaan impianku. Aku melakukan beberapa konsultasi.
Mengapa kamu tak bicara pada Spider mengenai pembangunan real estate itu?
Kurasa kamu punya bakat dalam pemasaran.
Atau mungkin, Joe Dunham dapat membantumu.
Aku sudah bicara padanya mengenai pekerja sosial.
Yah, di mana sisirku? Apa Ayah melihat sisirku?
Ah!
Di mana sisirku?
Dari mana kamu dapatkan uang?
Aku tak apa-apa. Aku baik-baik saja.
Kupikir mungkin kamu bisa mengajak Tara keluar untuk bermain, di tempat Eyangnya.
Di mana sisirku, Bu?
Itu sikat gigimu terendam.
- Kemari. Ini dia. - Terima kasih.
- Bagaimana dasinya? - Terlihat bagus.
- Terlalu pendek? Terlalu panjang? - Itu sudah bagus.
Lihat boneka kelinci yang akan kuberikan padanya? Itu luar biasa.
- Kamu akan mengajaknya ke mana? - Marsden Pond.
Mungkin ke mall. Tukang fotonya ada di sana.
Kurasa ada baiknya kalian membuat foto ukuran saku.
Aku selalu gugup saat mereka mencoba memotretku. Entahlah.
Pasti akan bagus. Kamu terlihat tampan.
Aku akan telat. Annie akan marah.
Sampaikan salam kami padanya.
Baik.
Kami menyayangimu apa pun pekerjaanmu. Kamu selalu di terima di sini.
Aku sayang kalian. Aku menyayangimu, Kek. Berhenti minum sari apel itu. Ayo, Bomber.
- Aku tak tahu harus bagaimana lagi. - Sudahlah, dia bukan anak kecil lagi.
Kamu lupa kelincinya.
- Pagi, Arthur. - Pagi.
Baiklah, aku berangkat.
Aku tak akan bisa dihubungi hingga Senin.
Jika kalian ingin menghubungiku, hubungi saja aku di sekolah, paham?
Baiklah.
- Apa ada pertandingan bola nanti malam? - Tidak ada.
Tidak ada? Kamu tak ada pertunjukkan?
- Pertandingannya minggu depan. - Oh.
Kamu mau bantu Ayahmu mengangkat tas-tasnya?
Ya.
- Yah, Ayah butuh bantuan? - Ya, dengan senang hati.
Kamu tahu ini tidak ada hubungannya denganmu, paham?
Mengerti? Ini bukan berarti kamu tak akan bertemu denganku lagi.
Ini...
Aku tinggal di dekat kampus.
Di dalam kompleks apartemen, tempatnya bagus. Tak terlalu besar...
...tapi bagus.
Jadi hubungilah aku kapan saja.
Terima kasih.
Baiklah. Selamat bersenang-senang.
- Ayo, kuantar ke sekolah. - Tidak, aku jalan kaki saja. Tak apa-apa.
- Yakin? - Ya.
Baiklah. Sebaiknya kamu bergegas, kamu tak boleh terlambat.
Arthur, trombon-mu.
Sudah saatnya, sobat.
Ya.
Baik.
Kelincinya, kawan. Aku lupa kelincinya.
Sialan. Sialan!
Ah!
Hei, Glenn. Maaf, kami semua tak enak badan, aku tertidur di teras.
Oh, ya? Berkemah?
- Tara! Ayahmu ada di sini! - Kamu merasa baikkan?
Aku harusnya membawa sup ayam.
- Bagaimana kabar orang tuamu? - Oh, kamu tahu...
...menyebalkan bagiku tinggal bersama mereka.
Terutama Ayahku.
- Bagaimana kabar Ibumu? - Baik.
Syukurlah.
Tara!
Di mana gadis kecil itu? Hei. Hei, sayang.
Ayo, baju yang bagus.
Ya. Siapa yang buat baju itu?
- Mamaku. - Mama? Hei, sayang. Tos.
Baiklah. Selamat, Mama.
Oh astaga, maafkan aku.
Aku menginjak lumpur. Karpetmu jadi kotor.
Ada sedikit juga di bokongmu.
Hei, kamu ingin pergi ke mana hari ini dengan Ayah lamamu?
Apa kamu ingin berfoto?
- Aku sedang menyelesaikan gambarku. - Baiklah. Kamu mau ke mana?
- Kolam Marsden? Kamu suka kolam. - Tidak.
- Sini, ayo. - Dia gampang ngambek...
- ...karena infeksi telinganya. - Tidak.
Baiklah, aku akan cari sedikit udara segar di luar.
Ayo, sayang. Pergi bermain bersama Ayah, ya?
Kamu bisa bawa Stinky Bear-nya. Baiklah, sampai nanti. Mama menyayangimu.
Pudgy Bear, duduk di sebelah sana.
Ya.
Kamu baik-baik saja?
Ya, aku baik-baik saja. Aku, tentu.
Baiklah, pastikan dia kenakan sabuk pengamannya.
Ya. Hei, ayo pakai sabuk pengamannya.
- Aku bisa sendiri. - Kamu ingin dia pulang sekitar pukul 17:00?
Ya, ya, ya. Aku masih punya kuncinya, jadi jika kamu belum pulang aku bisa...
Oh ya, sebenarnya kami telah mengganti kuncinya beberapa minggu yang lalu.
No comments yet. Be the first to leave one.