نخستین 200 خط.
Halo, Mike.
Oh, sial.
Ada apa ini?
Akan kutunjukkan jalanmu.
Lepaskan dia.
Kau ini bicara apa?
Ada apa, sayang?
Aku bermimpi buruk dan terasa nyata.
Mimpi apa?
Tidak apa.
Ayolah.
Ayo.
Sayang, aku...
Lupakan saja, jangan bahas mimpiku lagi.
Kau tahu, aku gak suka.
Ya, aku tahu.
Itu yang kupikirkan.
Tak perlu kau mempercayainya.
Oke.
Jika itu cuma mimpi buruk....
kenapa kau tak tidur kembali?
Jantungku berdebar kencang.
Baringlah, jangan tegang, minum air.
TERJEMAHAN | YOYONG MASAMBA
Kau menurunkan suhu AC-nya?
Tidak.
Kok dingin sekali di sini?
Entahlah, sayang, peluk saja aku, atau apalah.
Tidurlah kembali.
Sophie.
Sedang apa kau di sini?
Sudah berapa lama kau berdiri di situ?
Kau bicara sama siapa?
Sophie, lihat.
Di mana?
Itu, kau buta apa?
Mike, ini gak lucu, aku capek banget.
Sophie.
Ada apa?
Kemarilah.
Mike, tak ada siapa-siapa disini, Sophie tak ada disini.
Sofie, ada apa?
Apa yang terjadi?
Sophie baru saja menembus dinding.
Apa?
Tidak, dia baru saja berjalan menembus dinding.
Itukah yang kau mimpikan?
Tidak.
Ayah!
Dia selalu memanggilmu.
Kau mau memeriksanya?
Tidak, kau saja.
Dia memanggilmu.
Ayah!
Aku ke situ, sayang.
Ayah!
Ayah dimana?
Ayah datang!
Kau tak apa, sayang?
Aku terbangun dan tak bisa bergerak,
semua ruangan berubah jadi hitam.
Tak terasa enak, kan?
Itu dinamakan kelumpuhan tidur.
Kegelapan hampir menangkapku.
Ingat saat kita ke rumah sakit,
dokter yang baik itu bilang jika gula darahmu turun,
maka semuanya bisa terasa seperti berubah jadi hitam.
Tunggu sebentar. Ini, lihat.
Ambil satu.
Itu akan membuat perasaanmu lebih baik.
Sayang, kau bisa kemari?
Sophie demam lagi.
Tolong bawakan sesuatu yang bisa menurunkan demamnya?
Ya, ya.
Apa dia butuh inhaler?
Tidak, kayaknya gula darahnya turun.
Sofie, kau bisa dengar?
Sophie?
Kita harus larikan ke rumah sakit, sayang.
Sekarang juga.
Tadi siapa yang ada di kamar?
Maksudmu apa?
Katanya kau lihat Sophie di kamar kita.
Kayaknya aku melihatnya, ya.
Entahlah, mungkin aku setengah tertidur.
Sudah 3 minggu aku tak bisa...
tidur nyenyak, sayang.
Tidak, Mike, kau sudah bangun, matamu benar-benar terbuka.
Sophie memanggilku.
Itu sama saat kau tertidur sambil menonton TV....
dan kau memimpikan apa yang sudah kau tonton.
Aku tidak tahu.
Jadi kau melihatnya, dia menghilang, dan dia jatuh sakit.
Lalu kenapa, kau mau bilang itu salahku?
Tidak, bukan begitu maksudku.
Bagaimana jika,
gimana jika dia sekarat dan dia mau berpamitan?
Sayang, ini tentang mimpimu dan ayahmu?
Jadi cuma karena kau memimpikan seseorang...
bukan berarti mereka akan mati, sayang, oke?
Sophie akan baik-baik saja, dia memang sakit,...
tapi dia akan baik-baik saja.
Aku yakin.
Kau tak apa, sayang?
Kukira dia sedang tidur.
Pak, jangan parkir di sini!
Kau harus memindahkannya.
Pak.
- Maaf. - Pak.
Maaf, maaf.
Aku butuh dokter!
Siapa saja, panggilkan Dokter!
Bisa panggilkan dokter, tolong.
Bisa panggilkan dokter, tolong.
- Jangan berteriak. - Ada masalah apa?
Putriku sakit keras.
Tenanglah, kami akan merawatnya.
Sudah tiga kali aku kemari.
Tak seorang pun di sini yang tahu apa yang dialaminya.
Ada apa?
Dr.. Thomas, syukurlah.
Dia gak sadar dan demam lagi.
Bukankah dia baik-baik saja 3 hari lalu...
saat dia meninggalkan rumah sakit?
Ya, maksudku, dia baik-baik saja,
tapi tengah malam dia membangunkan kami.
Jadi aku ke kamarnya...
dan dia mengadu kalau dia melihat kegelapan lagi.
Dia begitu loyo,....
dulunya kau bilang dia kekurangan gizi...
dan mungkin jarang makan,
sehingga dia mengalami hipoglikemia.
Aneh karena dia makan 3 kali sehari.
Kami sudah lakukan apapun,
kami cuma tak mengerti apa yang terjadi.
Untung kau membawanya,
gejala-gejala ini adalah pertanda kami perlu memeriksanya.
Dengar, kami akan menolongmu.
Aku yakin kita akan menemukan masalahnya...
jadi tunggu saja di sini sementara aku memeriksanya, oke?
Terima kasih.
Oke.
Biar aku saja yang mengangkatnya.
Kuangkat bajumu, oke?
Di atas sini, baiklah, sekarang tarik napas dalam-dalam.
Tepat begitu.
Tarik napas, buang napas.
Ya begitu....
Sophie, tanda ini dapat dari mana?
Tanda apa?
Ada tanda di punggungmu.
Lihat?
Apa itu?
Sophia, pernah kau terkena sesuatu?
Aku tidak tahu.
Kau bisa percaya aku, Sophie.
Aku gak tahu.
Oke, baiklah, sudah.
Aku akan segera kembali.
Aku sudah periksa Sophie dan ada tanda bekas yang kutemukan.
Aku harus tahu tentang ini.
Apa itu?
Siapa yang lakukan ini, Sophie?
Jadi kalian belum pernah lihat ini sebelumnya?
Tidak, kau pernah terjatuh?
Tidak.
Jadi, apa dia mengeluh sakit punggung...
atau dia berlari di hutan atau apa?
Tidak, dia tidak mengeluh.
Jadi kapan terakhir kali kalian memeriksanya?
Kau menidurkannya tadi malam.
Ya, tapi aku tidak melihatnya.
Jadi sejak waktu itu sampai sekarang kau mengawasinya?
Dia terbangun tengah malam...
dan kami melarikannya langsung kesini.
Oke, kuselesaikan dulu pemeriksaannya dan menemuimu.
Sophie, Dokter mau memeriksamu,...
sebentar saja, oke?
Ibu segera kembali.
Sophie, jika kau tak beritahu apa yang terjadi,
aku gak bisa membantumu.
Kau gak bisa membantuku.
Hai, dokternya sudah selesai, bisa ikut aku?
Tentu saja.
Dr. Thomas, ada kabar baru tentang Sophie?
Kami sangat khawatir karena kami belum menemukan...
penyebab gejalanya.
Dia terus bilang kalau kegelapan mendatanginya.
Kadar gula darahnya turun,
tapi dari pemeriksaan menunjukkan tanda-tanda kakeksia,
disebabkan karena gizi buruk.
Tapi tubuhnya tak terlihat Kakeksia.
Kami akan terus memeriksanya semalaman....
dan menjalankan beberapa prosedur lainnya...
agar dapat ide baik tentang penyebab masalahnya...
dan bagaimana ada tanda itu sama dia.
Apa Sophie akan baik-baik saja?
Kami akan usahakan semampu kami.
Aku mau lakukan pemeriksaan lagi, oke?
Sophie, Sophie?
No comments yet. Be the first to leave one.