نخستین 155 خط.
Manusia hampir dilenyapkan oleh iblis.
Dan yang selamatkan manusia hanyalah seorang penyihir.
Dia dipanggil Kaisar Sihir, dan dia pun jadi legenda.
Halaman 66 Rahasia Mata Matahari Tengah Malam
Mungkin kalian sudah tahu,
bahwa Ratu Penyihir di Hutan Penyihir sudah sembuhkan lengan Asta.
Aku benar-benar senang mendengarnya.
Saking khawatirnya, aku sampai tak bisa tid...
Ah, tidak...
Bukan apa-apa.
Aku bisa tidur dengan nyenyak.
Yuno dan Kak Klaus pasti sangat khawatir,
dengan begini, kalian bisa lega, ya.
Aku sama sekali tak mengkhawatirkannya.
Aku juga!
Kemarin malam, Kak Klaus mengguyur tubuh dengan air dan berdoa demi kesembuhan lengan Asta.
Demi kesembuhan lengannya Asta.
Demi kesembuhan lengannya Asta!
Kenapa kau bisa tahu?
Di saat aku juga mau berdoa untuk Asta,
ternyata Kak Klaus sudah dulua...
Eh.
Bukan apa-apa!
Aku tak lihat apa pun!
Aku juga!
Aku tak guyur tubuhku dengan air dan mendoakan Asta!
Sulit dipercaya.
Sekali lagi, aku kumpulkan kalian di sini untuk suatu alasan.
Tiba-tiba saja, Kakak jadi serius, ya.
Membahas Mata Matahari Tengah Malam.
Mereka incar batu sihir yang ada di Hutan Penyihir,
dan menunjukkan diri di sana!
Asta dan teman-temannya bertarung melawan mereka,
dan justru dapatkan batu sihirnya, tapi...
Asta hebat sekali, ya.
Kita pun takkan tahu kapan dan di mana akan berhadapan dengan Mata Matahari Tengah Malam.
Karena itulah...
Kita akan mempelajari Mata Matahari Tengah Malam!
Yuno!
Pertama, ceritakan apa yang kau ketahui tentang Mata Matahari Tengah Malam!
Apa yang kutahu, ya.
Baiklah.
Mereka tiba-tiba saja menyerang ibu kota.
Kami, Kesatria Sihir pun turun tangan!
Rasakanlah kekuatan sihirku!
Sihir Api:
Api Spiral!
Sihir Api:
Sol Linea!
Sihir Penciptaan Baja:
Tombak Spiral!
Sihir Penciptaan Kaca:
Verre Fleur!
Sihir Penciptaan Pasir:
Prajurit Pasir Berzirah!
Bagi yang terluka, silakan mendekat padaku!
Sihir Penciptaan Tanah:
Amukan Inti Bumi!
Takkan kubiarkan siapa pun
menyentuhku!
Sihir Penciptaan Akar Tumbuhan:
Akar Pemburu Mayat!
Sihir Penciptaan Air:
Ular Air Pembunuh!
Sihir Kabut: Serangan Bayangan Kabut!
Terimalah hukuman kalian!
Sihir Air Raksa: Hujan Perak!
Inilah hukuman bagi yang berani usik ketenangan dari negeri ini.
Sihir Penciptaan Api: Leo Rugiens!
Terbakarlah sampai jadi abu!
Mereka memang hebat!
Para Kesatria Sihir!
Sihir yang sangat kuat!
Biar kuberi tahu satu hal.
Aku...
...paling tak suka kalah!
Sihir Roh Angin:
Napas Sylph!
Tapi yang diincar musuh adalah
Komandan Pasukan Singa Kirmizi, Fuegoleon Vermillion
Kau...
Begitu rupanya.
Bahkan orang sekuat Fuegoleon pun tak sadarkan diri entah sampai kapan.
Ini merupakan kesalahan perhitunganku.
Tidak, kamilah yang kurang kompeten.
Yang bisa kami pastikan adalah liontin milik Fuegoleon sudah menghilang.
Batu yang ditancapkan pada papan batu itu...
Selanjutnya, Mata Matahari Tengah Malam muncul di Kota Nean.
Asta dan teman-temannya yang sedang libur, tak sengaja bertemu mereka di sana.
Sepertinya Asta sudah ditakdirkan untuk bertemu dengan Mata Matahari Tengah Malam, ya.
Di Nean, pemimpin Mata Matahari Tengah Malam, Licht dan juga...
Biar aku perkenalkan.
Mereka adalah tiga orang terkuat Mata Matahari Tengah Malam.
Tiga Mata!
Tiga Mata
Seorang yang berkebalikan dengan kesetiaan, Raia sang Pengkhianat.
Raia Sang Pengkhianat
Seorang yang berlawanan dengan harapan, Vetto sang Keputusasaan.
Vetto Sang Keputusasaan
Lalu kebalikan dari cinta, Fana sang Kebencian.
Fana sang Kebencian
Baiklah, waktunya akhiri semua ini.
Matilah.
Sihir Roh: Napas Salamander!
Bahkan Komandan Yami sekalipun
kesulitan menghadapi tiga petinggi Mata Matahari Tengah Malam.
Sepertinya kau sedang bersenang-senang, Yami!
Ayo kita bersenang-senang.
Padahal sedikit lagi ada sesuatu yang bangkit dalam diriku.
Dalam kondisi babak belur begitu, kau masih berani bicara sok kuat, ya.
Dasar, menyedihkan sekali sampai membutuhkan bantuan dari kami.
Komandan Pasukan Belalang Hijau, Komandan Jack the Ripper,
Komandan Pasukan Elang Perak, Nozel Silva,
dan Komandan Pasukan Mawar Biru, Charlotte Roselei.
Sihir Penciptaan Akar Tumbuhan:
Akar Pemburu Mayat!
Sihir Tebasan:
Death Scythe!
Aku hanya punya urusan denganmu!
Sihir Air Raksa:
Tombak Perak!
Akhirnya dia melemah!
Takkan kubiarkan kabur!
Aku sudah menduganya!
Selamat tinggal.
Kau mengincar kepala pemimpinnya, 'kan?
Sana, majulah!
Pantang menyerah adalah...
...kekuatan sihirku!
Bagaimana rasanya
serangan tanpa sihirku itu?
Gawat!
Kenapa?
Kenapa kau bisa punya grimoire itu?
Kenapa kau
punya Pedang Pembantai Iblis dan Pedang Penghuni Iblis?
Pedang itu milik beliau!
Grimoire pedang usang ini milikku!
Bukan.
Grimoire itu...
Kalau terus seperti ini, kau takkan bisa bertahan, Licht!
Segel Tiga Sihir!
Kau bekerja terlalu keras, Licht.
Karena bos kami sedang kurang sehat, hari ini kami akan pulang dulu.
Di pertemuan kita selanjutnya, akan kutunjukkan keputusasaan yang sejati pada kalian!
Saat itulah, riwayat kalian akan berakhir.
Kami, Mata Matahari Tengah Malam selalu awasi kalian.
Mereka mampu hadapi Licht dan Tiga Mata.
Kalau aku berada di sana, semuanya pasti akan jadi lebih mudah.
Mereka takkan terluka sampai separah itu.
Setelah penyelidikan lebih lanjut,
kita akan tahu kenapa mereka incar liontinnya Komandan Fuegoleon.
Mereka sebut batu yang dipasang di prasastinya adalah batu sihir.
Kalau semuanya terkumpul,
mereka percaya akan terlahir kembali dalam wujud yang sejati,
No comments yet. Be the first to leave one.