نخستین 200 خط.
Goddess of Marriage
.: Diterjemahkan oleh Baalthazar :.
Episode 9
Hei Tae Wook!
Kemarilah.
Ini adalah CEO dari perusahaan kontraktor yang bekerja sama denganku.
Halo.
Senang bertemu denganmu. Aku Chang Yeoung Min.
Ini adalah wakil presiden.
Aku Kang Tae Wook.
Aku Kim Hyeon Woo.
Duduklah.
Berdiri begini di jalan masuk, akan mengganggu bisnis, betul?
Lihat.
Presiden Hong tidak menyukainya.
Oh ya. Omong-omong,
Aku mendengar desas-desus bahwa istri Anda diangkat sebagai direktur.
Sudah tersebar?
Oh, ya.
Kurasa aku tidak tahu orang-orang membicarakan dirinya.
Oh, kita akan bertemu untuk berbicara dengan beberapa perwakilan lain.
Ya. Oh, begitu.
Semoga waktumu menyenangkan, Wakil Presiden Kang.
Ya.
Kau juga.
Mari kita pergi.
Permisi.
Bagaimana kita bisa
bertemu mereka di sini?
Aigoo
Kenapa kau seperti itu?
Maaf?
Apa ada masalah?
Jika tidak maka duduklah.
Pada hari pertama kerja aku menghabiskan sepagian menyalami orang.
Semua orang juga begitu. Aku mendapat salam selama tiga sampai empat hari.
Kudengar kau masih ada pertemuan lain.
Ya. aku baru mendapatkan penjelasan singkat mengenai hotel.
Saat kupertimbangkan hal yang aku tidak kompeten, aku merasa dalam perlombaan yang serius.
Aku sudah sakit kepala.
Jangan khawatir.
Aku yang traktir.
Terima kasih sudah datang meskipun kau sedang sibuk, adik ipar.
Tidak apa-apa, kakak ipar.
Tentu saja aku harus datang mengucapkan selamat padamu.
Terima kasih Ji Hye.
Bukan apa-apa.
Selamat.
Setelah menikah, aku akan membutuhkanmu untuk banyak membantuku.
Apa yang harus ku..?
Aku tidak yakin.
Kita akan tahu setelah kau menikah.
Meskipun kehidupan pernikahan terlihat mudah,
sebenarnya setegang akan pergi bekerja tanpa istirahat atau menarik napas.
Selain itu, karena kita hidup dengan mertua, itu berarti banyak koordinasi kerja.
Begitu.
Jangan khawatir.
Penulis Song akan melakukannya dengan baik.
Dia sensitif sehingga mungkin dia akan lebih baik daripada kau.
Baguslah.
Ada sesuatu yang ingin kubicarakan denganmu.
Aku ingin mempercepat tanggal pernikahan kami.
Aku ingin diadakan disini persis dalam dua minggu.
Apakah kau tidak keberatan?
Tae Wook...
Karena aku telah menjadi penasihat khusus, aku harus pergi sampai akhir minggu depan.
Aku juga sibuk akhir pekan berikutnya, tapi kupikir aku bisa selama sekitar 3 jam pada hari Sabtu atau Minggu sore.
Aku akan mengadakannya pada saat itu.
Apakah tidak masalah kakak ipar?
Aku tidak yakin.
Aku harus memeriksa dulu apa kita dapat membuat reservasi,
tapi mungkin akan bisa.
Ini pernikahanmu dan Ji hye. Aku harus bisa memasukkanmu ke dalam jadwal mereka.
Tapi apa alasanmu terburu-buru?
Itu melebihi batas kecepatan!
Ayah Yoo Jin.
Maafkan aku penulis Song.
Mengapa kau seperti ini?
Tetap tenang.
Tae Wook.
Tetap tenang dan makanlah.
Kita bicara nanti.
Apa yang kau lakukan?
Aku akan menikah denganmu Sabtu lusa pada pukul 3.
Bagaimana kau dapat melakukan ini lagi tanpa berdiskusi denganku?
Apakah kau membicarakannya denganku?
Apa yang kau bicarakan lagi?
Pokoknya jika aku meyuruhmu maka lakukanlah.
Suruh orang lain mengendarainya dan mengikutiku.
Masuk.
Kemana kita akan pergi?
Aku akan mengantarmu pulang kemudian aku harus pergi bekerja lagi.
Aku ada janji di dekat stasiun penyiaran malam ini.
Aku harus ke Yeoido,
Batalkan janji tersebut.
Apa?
Lebih baik kau tinggal di rumah saja hari ini.
Masuklah.
Kau benar-benar melakukan ini dan itu sekarang.
Kau juga tiba-tiba telah melakukan banyak.
Apa yang kau bicarakan sejak tadi?
Aku tidak ingin membicarakannya.
Diam saja.
Diam dan segera menikah seperti yang kukatakan.
- Aku tidak bisa melakukan itu. - Lakukan saja.
Aku tidak bisa! Kubilang aku tidak bisa melakukannya!
Bagaimana kau bisa mempersiapkan diri untuk pernikahan dalam dua minggu?
Mengapa kau tidak bisa?
Mengapa?
Apakah kau punya alasan lain sehingga kau tidak bisa menikah?
Jangan berpikir untuk membuat alasan bahwa kita masih tidak siap.
Jangan berpikir untuk menggunakan hal-hal seperti gaun pengantin sebagai alasan juga.
Bahkan jika kau berjalan ke upacara dengan baju renang, aku akan membawamu pulang.
Ingat itu.
Siapkan secepat kau bisa dalam dua minggu.
Beritahu kakakmu.
Jika kau tidak mau, aku akan menelepon dan mengatakannya.
Tae Wook.
Diam kataku.
Ini tidak benar.
Maksudku, apa yang menjadi alasanmu tiba-tiba seperti ini.
Sudah kukatakan diam saja!
Jangan mengatakan bahkan satu kata.
Jika kau mengatakan satu kata lagi,
Aku tidak tahu apa yang akan kulakukan padamu.
Jadi, jangan ucapkan sepatah kata pun,
dan tutup mulutmu.
Kita menikah.
Dari pengalamanku, lebih baik untuk melakukannya saat kau memutuskan untuk melakukannya.
Masuklah. Aku akan menghubungimu nanti malam.
Aku minta maaf. Aku memanfaatkan karyawan perusahaan sebagai sopir.
Tidak apa-apa, Jaksa.
Pulanglah dengan taksi.
Terima kasih.
Kakak ipar, aku Tae Wook.
Ya. Aku mengantarkan Ji Hye pulang dan langsung pergi.
Apa yang terjadi padamu?
Apa maksud telepon Tae Wook?
- Dia sudah meneleponmu? - Ya.
Bagaimana kau bisa menikah dua minggu lagi?
Aku tidak tahu.
Aku tidak tahu alasannya, tapi dia ingin melakukannya dua minggu lagi.
Tapi mengapa?
Tidak ada alasan.
Dia hanya bersikap jahat padaku.
Tapi mengapa?
Aku tidak tahu. Aku bilang, aku tidak tahu.
Aku akan beristirahat.
Oh Tuhanku.
Bagaimana...
Sini... Berpegangan padaku, di sini.
Aku akan berpegang padamu.
Kau tidak terluka?
Aku baik-baik saja. Terima kasih.
Terima kasih.
Aku sangat tersanjung.
Yah...
Yah... Kau tahu kenapa...
Aku ingin... bertemu denganmu?
Ya, sedikit.
Silahkan berbicara.
Silakan. Silakan berbicara.
Ya, ya. Aku akan memberitahumu.
Yah... ke... kenapa kau melakukannya?
Mengapa kau melakukan ini pada suami orang?
Me... Mengapa kau menyentuh sesuatu yang bukan milikmu?
Apakah kau tahu bahwa kau benar-benar menggelikan?
Apakah kau sudah selesai bicara?
Masih banyak yang belum kukatakan.
Kau harus mendengarkannya sedikit lebih lama lagi. Kenapa?
Ok. Sudah cukup. Aku sudah mengerti apa yang kau katakan.
Kau harus berhenti sekarang.
Oh Tuhanku, dia konyol sekali.
Yang kuminta adalah menahan dia agar tidak datang ke kantorku.
Oh Tuhanku, ini membuatku gila.
Apa yang kau katakan, sekarang?
Aku minta maaf.
Aku minta maaf. Ketika aku frustrasi, aku berbicara dalam bahasa Inggris.
Ah, ya.
Ok. Nah,
Aku akan jujur kepadamu.
Ya, aku lebih dekat dengan suamimu dibanding rekan-rekan lain di tempat kerja.
Kuakui itu.
Namun, bukan semacam perselingkuhan yang ada dalam khayalanmu.
Tak bisa dipercaya!
kau bilang itu bukan perzinahan?
Ya.
Tepatnya, kami adalah office spouse
Ap... apa?
Office spout... spouse... apa?
Oh Tuhanku.
Baiklah, dalam bahasa kita, kami seperti pasangan yang menikah di kantor.
Bila kau telah bekerja sama di kantor yang sama untuk waktu yang lama,
berhubungan dengan pekerjaan, kau mulai bersimpati dan kemitraan dimulai.
Setelah kau mulai saling membantu dan menjaga kerjasama,
maka persekutuan jiwa dimulai,
jadi maksudku adalah itu bukan jenis hubungan yang kau pikirkan.
Apa!
Bagaimana kau bisa mengatakan itu, padahal aku melihat semuanya?
Apa yang kau lihat?
No comments yet. Be the first to leave one.