نخستین 200 خط.
部分倍化の術
Bubun
Bubun
Bubun
Baika
no
Jutsu
Baika
Baika
no
no
Jutsu
Jutsu
Sial!
Jangan rusak pembangkit listriknya, ya!
Aku sudah tahu!
Takkan kubiarkan kabur!
Sial!
Chocho, kuserahkan mereka padamu!
Oke!
Shikadai, serahkan padaku!
Sial!
Terima ini!
Teknik Pengikat Bayangan, berhasil.
Oh, tidak!
Terima kasih!
Shikadai, terlalu memaksa!
Syukurlah masih sempat!
Bukankah sebaiknya tak perlu pakai Teknik Pengikat Bayangan?
Ya, maaf.
Aku usahakan supaya tak ada yang terluka.
Sepertinya kau jadi tak sabaran ya, Shikadai.
Akhir-akhir ini dia memang aneh.
Aku harus bisa gunakan Teknik Pengikat Bayangan dengan baik.
berkatmu, ku bisa berada di sini
kimi ga iru kara, boku ha koko ni iru yo
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
ku bahkan tak sadar bila diriku ini besar kepala
unuboreteita koto ni sae kizukazu ni
ku merasa telah memiliki segalanya
nanimokamo te ni shita ki de itanda
ah, ku sangat menderita karena tak bisa lindungi apa pun
aa, nani hitotsu mamorenai kurushimi de mogaite
mau jadi kuat tanpa satu kegagalan pun
haiboku shiranai mama tsuyoku narou nante
sungguh manja diriku ini
neboketeita
berkatmu, ku bisa berada di sini
kimi ga iru kara, boku ha koko ni iru yo
bukan berarti tak terjadi apa pun
nanimo nakatta wake janai
masa depan menunggu di dekat sana
mirai ga soko de matteirunda
pengorbanan dan rasa sakitmu telah ciptakan harapan
kimi dake no itami ga hora, kibou wo tsukanda
Lonely, lonely, lonely, Go!
kau sedang hadapi pilihan hidupmu
kimi ha ima bunkiten de
Lonely, lonely, lonely, Go!
anggaplah semua jadi cinta
subete wo ai ni shite
Satu Bulan yang Lalu
Aku pulang.
Ibu mau keluar?
Ibu diundang menghadiri perjamuan Daimyo.
Soalnya ada banyak tamu penting dari Negara Angin.
Merepotkan, ya.
Mau bagaimana lagi?
Soalnya Ibu harus bantu Gaara.
Apa ada yang datang?
Tn. Enchu.
Kakek itu, ya?
Keputusan Shikadai
Keputusan Shikadai
Keputusan Shikadai
Dasar!
Padahal Temari hadiri perjamuan Daimyo.
Kenapa kau malah di rumah?
Malam ini tamunya adalah Daimyo dan politikus dari Negara Angin.
Tentu saja Temari yang punya hubungan dengan Kazekage harus menghadirinya.
Kau itu juga asistennya Hokage.
Kau itu pejabat penting di desa!
Aku itu tak pantas hadiri acara semacam itu, tahu.
Eh, apa kau sudah lupa
waktu pernikahan kalian?
Orang-orang Desa Suna itu
menganggap kalau dirimu tak pantas mempersunting putri mereka!
Bukankah itu hanya rumor?
Jangan termakan berita hoaks begitu, dong.
Rumor itu sudah jadi bentuk penghinaan!
Itu bukti kalau mereka sudah rendahkan klan Nara.
Kalau tahu akan jadi seperti ini,
lebih baik dulu aku jadikanmu seorang politikus.
Aku tak tertarik dengan sesuatu yang merepotkan seperti politik, tahu.
Karena tingkah lakumu itu, anakmu juga jadi ikut-ikutan!
Mau sampai kapan si Shikadai itu terus bermain-main jadi Genin?
Aku sudah tahu kalau dia masih jauh dari kata mahir dalam menggunakan Teknik Bayangan.
Perlu diketahui kalau dalam Ujian Chunin waktu itu kemampuan Shikadai sudah berkembang.
Lagi pula dia sudah berjuang keras mempelajari Teknik Bayangan itu.
Jadi...
Menggunakan Teknik Bayangan sama halnya dengan emban tanggung jawab klan Nara.
Bukankah memalukan kalau membiarkan kemampuannya tumpul begitu?
Setelah Perang Dunia Ninja, banyak anggota klan kita yang pensiun dari pemerintahan.
Mulai sekarang kalian berdua harus memimpin dan memberi contoh yang baik bagi klan!
Aku sudah sangat pahami hal itu, lo.
Tapi aku akan emban semua itu.
Tak perlu memaksakannya pada Shikadai, 'kan?
Pastikan kau tak lupakan misi hidup klan kita.
Shikadai, kau sudah pulang, ya?
Ya.
Aku menaruh banyak harapan padamu.
Jangan jadi laki-laki seperti ayahmu, lo.
Ayah.
Kau sudah pulang, ya?
Kenapa tak diberi tahu saja?
Hanya karena dia tetua klan, dia pikir bisa bicara seenaknya begitu!
Sejak zamannya kakekmu, keluarga kita sudah punya banyak utang budi padanya.
Ayah, aku...
Tak perlu terburu-buru!
Lakukan saja semuanya sesuai kemampuanmu.
Hari Ini
Ada apa, Shikadai?
Lagi-lagi Teknik Pengikat Bayangan membuat misi gagal.
Begitu lagi?
Sudah keempat kalinya, dong?
Berisik, tahu.
Tumben sekali Shikadai gagal begitu.
Akhir-akhir ini kau begitu terobsesi menggunakan Teknik Pengikat Bayangan, ya.
Aku tak terobsesi menggunakannya.
Bisanya kau serahkan hal semacam itu padaku atau Chocho.
Oh, ya.
Apa Teknik Pengikat Bayangan itu satu-satunya teknik yang bisa kau gunakan, Shikadai?
Itu tak benar, 'kan?
Dulu kau ahli gunakan Elemen Angin juga, 'kan?
Karena ibunya Shikadai itu kakaknya Kazekage, sih.
Aku sudah tak bisa menggunakannya lagi.
Apa-apaan itu?
Bukan masalah juga, 'kan?
Saat ini aku hanya punya Teknik Pengikat Bayangan.
Ninjutsu yang diwariskan turun- temurun dari klanmu, ya.
Bikin iri, ya.
Bisa gunakan teknik yang mengandung tradisi serta sejarah.
Keluargaku tak punya teknik semacam itu.
Hanya bikin repot, lo!
Ada unsur paksaannya.
Aku justru iri sama keluargamu.
Keluargaku pun juga bikin repot, kok.
Di bawah kepemimpinan ayahku, perusahan berkembang pesat, jadi,
tekanan yang diberikan padaku sangat besar!
Oh, begitu, ya.
Pada akhirnya kalau sudah begini,
kita sama-sama terjebak dalam kepentingan keluarga, ya.
Para pengamat dari Negara Angin sebentar lagi akan tiba, lo.
Kenapa mereka datang ke sini?
Katanya, mereka mau mempelajari teknologi tenaga listrik milik Desa Konoha.
Sepertinya mereka berencana bangun pembangkit listrik di padang pasir.
Pembangkit listrik?
Tempat yang seperti kita jaga baru-baru ini?
Benar.
Omong-omong, tempat itu juga masuk dalam buku panduan wisata, lo.
Jadi, untuk sementara waktu tempat itu akan lumayan ramai.
Jadi, apa misi kita?
Bersiaga.
Bersiaga?
Maksudnya, kayak istirahat, begitu?
Bukan istirahat juga, sih.
Yang jelas, kita siap bertindak kalau terjadi sesuatu.
Soalnya, belakangan ini hasil kerja tim kita kurang bagus, sih.
No comments yet. Be the first to leave one.