نخستین 200 خط.
Diterjemahkan oleh : Ayhie Ahyhandhie Genre : Horror
Baiklah...
ini sprite anda, kan? Baik.
Um ... baiklah.
Para penumpang sekalian, ini awak kabin, dimohon tetap duduk.
Sepertinya kita akan memasuki badai ini. Kita akan berhadapan dengan goncangan udara.
Kami akan memberikan tanda sabuk pengaman untuk sementara waktu.
Jadi duduk saja, dan tenanglah.
Dan kami berharap bisa melihat langit yang lebih cerah sedikit di sini.
Berharap untuk segera melewati badai.
Sekali lagi, dimohon tetap duduk dan tetaplah sabuk pengamannya terpasang.
Terima kasih banyak atas kesabaran Anda.
Kami akan mulai kembali layanan minuman setelah keadaan tenang.
Kau periksa ATIS?
Aku ingin membaca laporan cuaca.
Lihat kapan kita bisa menerobos badai ini.
Berita Olah Raga, Internasional...
Mengapa ayahmu tidak tersenyum di foto?
Dia tidak pernah melakukannya.
Yeah, tapi ... tapi kenapa?
Oh, aku tidak tahu. Bukan hanya itu.
Bahkan di foto saat aku bayi, dia hanya memegangku...
dan menjadi seperti...
Mungkin ada sesuatu yang aku lakukan.
Sebagai seorang bayi?
Hei, Ibu terlihat bahagia.
Apa mereka membenciku? Mereka membenciku.
Mereka tidak membencimu.
Seperti itulah mereka.
- Kau hanya mengatakan itu. - Tidak, tidak.
Dengar, aku mencintaimu.
Dan karena aku mencintaimu, mereka juga mencintaimu.
Dan jika mereka membenci keberanianmu, mereka masih 2.600 mil jauhnya.
- Jadi, Raisinet juga mencintaiku. - Mm-hmm.
Maafkan aku. Itu menyenangkan.
Yeah.
Yeah, dan omong kosong ini terjadi di otakku yang tidak ada masalah.
Terima kasih sudah memintaku datang. Itu sangat sempurna.
Yeah?
Dan terima kasih sudah tersenyum.
Yeah, dengan senang hati.
Ada sesuatu?
Tidak ada perubahan. Sepertinya itu tidak bisa dihindari.
Proyeksi ada di mana-mana.
Pola presipitasi menandakan MCC. Tapi itu tidak mungkin benar.
Baik.
Sepertinya badai ini mengikuti kita.
Itu dari kursi 25 A.
Dan ini giliranmu.
Uh...
Iya, pak? Apa yang bisa saya bantu?
Bisakah kau memberitahu pilot untuk tidak menabrakkan pesawat? Terima kasih.
Saya meyakinkan Anda bahwa dia sudah mempertimbangkan hal itu.
Apa kau di penerbangan yang sama denganku?
Saya... bisakah saya membantu sesuatu?
Obatku? Ada di tas.
Anda yakin, apakah itu ada didalam tas anda? Apa anda tahu itu ada dimana...
Tidak, tidak. Ada dikoperku!
Oh, pak, jika Anda membagasikan barang-barang Anda di bandara,...
kita tidak bisa melakukannya. Itu ada dalam kargo.
Tidak, tidak, tidak, tidak. Apa kau tidak memiliki akses ke itu?
Maksudku, bagaimana jika ini darurat?
Pak, saya minta maaf.
Saya bisa ambilkan anda headset atau bantal, selimut.
Saya bisa mengambilkan anda air minum.
Bagaimana aku bisa santai jika tahu itu, kita bisa jatuh sebentar lagi?
Hei...
Oh! Si buah hati.
- Berapa usianya? - Hampir empat.
Oh, sudah besar.
Aku berharap aku bisa melihat raut wajahnya ketika dia melihatmu.
Aku akan senang melihat raut wajahnya.
Aku telah ditempatkan di luar negeri selama 24 bulan.
Satu-satunya hal yang bisa kupikirkan adalah dia dan ibunya.
Apa kau seorang tentara?
Ya Bu. Tentara Ranger.
Jadi berapa lama lagi waktu yang tersisa?
Yah, aku harus delay di Paris. Satu-satunya penerbangan adalah ke LAX.
Jadi kami punya lima jam ke New York.
Dan kemudian satu jam perjalanan dengan mobil. Dan baru aku bisa bertemu keluargaku.
Kau menggemaskan.
- Dia menggemaskan. - Oh, iya benar.
Mereka mulai gelisah.
Ya, semoga kita bisa melewati ini sebelum membuat mereka kegelisahan.
Baiklah, kita mulai melayani lagi.
Apa ada yang butuh sesuatu?
Oh ya. Bisa kau ambilkan aku salah satu selimut, tolong?
Ya. ini dia.
- Kau begitu baik. - Terima kasih, Liam.
Wow.
Hei.
Jangan khawatir, aku harus membawanya.
Maaf. Aku tidak khawatir.
Aku bohong. Aku khawatir.
Namaku Thaddeus.
Marsekal Udara Amerika Serikat.
Anna. Senang bertemu denganmu.
Sama-sama.
Ruang pilot?
Apa aku bisa bantu kalian sesuatu?
Tidak, kurasa kita baik-baik saja. Terima kasih, Alice.
Semuanya baik-baik saja di sana?
Sebagian besar.
Kami menerima permintaan satu penumpang agar kalian tidak menabrakkan pesawat.
Tidak akan berpikir kesitu.
Baiklah.
Beritahu aku jika kalian butuh sesuatu. Tinggal bel saja.
Baiklah, terima kasih.
Semuanya baik-baik saja di sana?
Yeah, yeah. Keliatannya baik saja.
Alice baru saja memastikan.
Akan lebih baik jika JFK memberi kita peringatan ada badai sebelum tinggal landas.
Oh, kurasa mereka juga tidak tahu tentang itu.
Aku tidak pernah melihat badai yang menjalar besar ini entah dari mana.
Kita seharusnya bisa melihat hal ini saat kita lepas landas.
Yeah, badai red-eye ini juga merupakan mimpi buruk.
Aku telah melakukan pembagian yang adil.
Tapi setelah beberapa saat aku mulai, kau tahu, perlunya berangkat disiang hari.
Ada tips?
Ini kopi terbaik di seluruh dunia, temanku.
Ini kopi terbaik di seluruh dunia.
Ada rencana untuk ke New York?
Iya. Sebuah kencan panas.
Wanita paling cantik yang pernah kau lihat.
- Oh, yeah? - Oh, yeah.
Siapa Namanya?
Belum tahu.
Selimut membuat segalanya lebih baik?
Mungkin.
Aku tidak ingin membuat orang takut terbang.
Seperti jika kau tidak bisa melakukannya, mengapa mencoba? / Aku tidak berpikir itu terbang.
Aku malah berpikir itu terjebak dalam tabung logam yang dikompresi...
yang menyerupai penis sambil membayangkan jatuh dan meledak.
Itu bukan bayangan yang ingin aku pikirkan.
Apa? Penis raksasa?
Atau jatuh dan meledak?
Keduanya.
Apa kau pernah takut dengan pesawat?
Aku takut banyak hal. Tapi terbang bukanlah salah satunya.
Berada di sini, itu hal yang indah yang kita lakukan.
Dan lihatlah kita.
Di sini dalam kegelapan di mana tidak ada yang bisa melihat kita.
Pesawat yang masih megah setelah sekian lama bekerja.
Sudah berapa lama?
Sepertinya tiga tahun yang lalu, nona.
Kumohon? Aku sibuk.
Kau tidak tahu malu.
- Aku di giliran berikutnya. - Ya Tuhan.
Ini hanya...
Ah!
- Apa yang terjadi? - Tidak, tidak, ada sesuatu ...
- Aku melihat... - Apa?
- Di sayap! - Pak, tolong duduklah ...
Ada sesuatu di sana!
- Pak, tenanglah. - Tenang, bung.
Bernafaslah!
Aku melihat sesuatu!
Tolong tenang.
Pak, badai membuat semua orang terguncang.
Pak, tolong, tolong, silahkan duduk, ya?
- Tenang. - Ayolah, saya jamin...
tidak ada yang seperti itu di luar sana, ya.
Silahkan duduk. Anda harus tenang.
Baiklah, baiklah. Aku hanya perlu... permisi.
Oh, pak, saya minta maaf. Anda tidak bisa menggunakan kamar mandi.
Kapten belum mematikan tanda sabuk pengaman. Pak, jangan tutup pintunya!
Kau baik-baik saja?
Semuanya baik-baik saja, semuanya. Semuanya baik.
Permisi? Apa yang terjadi?
Hanya panik, itu biasa terjadi.
Badai membuat semua orang terguncang.
Aku telah melakukan banyak perjalanan penerbangan tapi...
ini yang terburuk yang pernah aku lihat.
Apakah Anda tinggal di Los Angeles?
Tidak, orang tuaku disana. Kami baru saja berlibur.
Kami kembali ke New York, Brooklyn.
Sebenarnya, ini adalah bulan madu yang terlambat, sungguh.
Oh, selamat ya.
Terima kasih.
Aku mau menanyakan sesuatu.
Apa yang terjadi ketika seorang penumpang di luar kendali, seperti itu tadi?
Umumnya, situasi ini bisa menyelesaikan sendiri.
Tapi kami memiliki protokol untuk situasi ekstrim.
Yeah. Itu menakutkan.
Seperti yang saya katakan, situasi ini biasanya menyelesaikan sendiri.
Tidak ada yang perlu ditakutkan.
Oh, ini hanya badai! Itu hanya badai!
Kau melihat sesuatu!
Hanya hujan! Hanya Turbulensi.
Pak! Pak! Whoa! Whoa! Whoa!
- Pak! - Biarkan aku keluar!
Biarkan aku turun dari pesawat ini!
Aku tidak bisa berada di pesawat ini!
Pak, tolong tenang!
Aku tidak bisa berada di pesawat ini! Aku mau keluar dari pesawat ini!
Dia mencoba menarikku.
Siapa yang mencoba menarikmu?
Seorang wanita! Seorang wanita di cermin!
- Seorang wanita di cermin! - Permisi!
- Tiarap! Tiarap! - Liam, panggil kapten!
No comments yet. Be the first to leave one.