نخستین 94 خط.
The Flatterer Web Drama
Aku harus tersenyum didepan cermin agar terlihat tersenyum didalam cermin.
Untuk memenangkan seseorang, yang harus dilakukan pertama kali adalah senyum. episode 5
Ah, biar aku saja yang melakukannya.
Lebih cepat kalau bersama.
Aigoo.
Gandum Kamut?
Ah... Aku pikir lebih baik menjual ini daripada ramen.
Bagus! Karena ini juga bagus untukmu.
Sudah jam makan siang, kau bisa tidak istirahat nanti.
Tapi... kalau begini, apa gak kelihatan..
Seperti pasangan kalau diliat orang?
Seorang penjaga kantin mengencani seseorang.
Ah, apa yang kau katakan.
Bisa aku letakkan disini, kan?
Ya. Letakkan saja disitu, Nanti aku atur lagi.
Ahjussi. Bisa bicara sebentar?
Uh, tentu.
Kau pernah lihat orang ini?
Lihat baik-baik.
Entahlah...
Oh! siswa ini, dia siswa baru dikelas Lee saem.
Aku menemukannya.
Jadi, maksudmu kau mau meninggalkan organisasi ini?
Hyungnim, aku ingin berhenti dari pekerjaan ini..
Jujur saja, memukul orang lain bukanlah bakatku.
Bakatmu?
Hei. Kau pikir mencium bau darah setiap hari,
Bakat ku juga?
Biarkan aku pergi.
Aku ingin hidup selayaknya manusia.
Selayaknya manusia?
Tae San, itu konyol sekali.
Dari awal, kau dan aku, tidak ditakdirkan menjadi manusia.
Tidak.
Aku bukan monster.
Baiklah.
Aku seorang monster!
Kenapa lama sekali?
Mienya bisa ngembang, brengsek!
Si brengsek ini sudah gila?
Iya.. aku sudah gila, dasar kau brengsek.
Si gila ini mau mati?
Aku agak sibuk, maju satu-satu.
Kelihatannya dia nemu hikmah dijalan tadi.
Sudah selesai.
Yap.
Terima kasih. Kerja bagus.
Datang kembali.
Tuan muda!
Kenapa kau datang ke sekolah?
Ketua marah karena kau tidak menjawab teleponnya.
Kau harus pergi sekarang.
Jangan pergi dulu.
Siapa ini?
Oh, Apa dia hyungnim-mu?
Halo.
Aku bukan hyungnim-nya... -Ah ya! Dia hyungnim-ku!
Ah, ini Guru Song Chae Bin. Sapalah.
Halo.
Tolong bimbing dia.
Dia belum berpengalaman.
-Tolong bimbing dia -Ya, ya.
Ah, Hyungnim.
Hyungnim seperti nya sibuk.
- Aku gak sibuk. -Kau sibuk.
-Aku punya banyak waktu. -Gak punya.
Kau cantik sekali.
Hati-hati dijalan.
Ya.
Hati-hati dijalan.
Hyung-mu sangat peduli terhadapmu,
Sampai-sampai ke sekolah.
Huh?
Ah, ya.. Begitulah..
Oh ya!
Ini.
Ini... Kenapa...
Terakhir kali, kulihat kau menyukai bunga.
Tapi...Aku tidak yakin bisa menerima ini.
Kau bisa menerimanya.
Ini cuma bunga pertemanan.
Pertemanan diantara rekan kerja.
Sonsaengnim! Halo.
Ini. Bunga pertemanan. Ambil lah.
Bunga pertemanan apanya.
Paman!
Pelan-pelan.
Kau selalu saja terluka.
Kau menyukai ku, ya?
Aku tahu mengapa kau selalu dipukul.
Kau punya banyak masalah, apalagi saat kau bicara.
Apa?
Sudah lupakan.
No comments yet. Be the first to leave one.