نخستین 200 خط.
subtitle by ++++ SonOfGotham ++++
Berdasarkan Kebohongan Yang Sebenarnya
Halo?
Nai Nai, Hai!
Billi!
Sudah tengah malam, mengapa kau belum tidur?
Tidur? Di sini hanya beda 12 jam.
Bukankah di China jam 7 pagi?
Hampir jam 7:30!
Di sana dingin?
Pakaianmu cukup hangat?
Kau memakai topi?
Iya.
Jangan khawatir, Nai Nai!
Kau harus hati-hati.
Nenek membaca berita.
di New York, orang-orang mencuri anting.
Mereka menjambretnya!
Lalu korban harus ke rumah sakit untuk operasi.
Aku tak memakai anting.
Jadi kau dengar juga.
Suara apa itu?
Nenek di mana?
Nenek di rumah bibi ayahmu.
Kau sedang apa?
Aku mau ke rumah ayah dan ibu...
Ada waktu untuk menyelamatkan kehidupan laut?
Tunggu sebentar, Nai Nai.
Baik.
Aku ingin sedikit galak, tapi...
pekerjaanku dulu seperti ini.
Apa yang terjadi? Kau dipecat?
Aku berhenti!
Karena aku akan dipecat.
Siapa itu, Billi?
Hanya temanku.
Apa itu?
Bukan apa-apa.
Nanti nenek telepon lagi, ya?
Baiklah.
Ya, telepon aku lagi, Nai Nai...
Nai Nai?
Mana adikku?
Dia bersama dokter.
Baiklah, Sis. Ayo.
Kau sudah bicara dengan dokter?
Ya. Kau sangat sehat.
Sungguh?
Bagaimana hasil CT scan-nya?
Bagaimana dengan flek yang pernah mereka lihat?
Sudah bersih.
Ternyata bukan apa-apa.
Hanya tumor jinak.
Tumor jinak? Maksudnya apa?
Itu kata dokter.
Kau sehat. Ayo pulang, Sis.
Pada suatu hari, sang istri keluar kota.
Ketika dia pulang, sang suami berkata,
"Sayang, kucingnya mati."
Lalu dia bilang, "Mengapa kau mendadak mengatakan ini?
Kau harus hati-hati saat menyampaikan kabar buruk."
Misalnya, "Sayang,
kucingnya, naik ke atap."
Dan...
sekarang...
beberapa bulan kemudian, sang istri pergi keluar kota lagi.
Ketika dia kembali, sang suami menyambutnya lagi.
Tapi kali ini, dia sudah memetik pelajaran.
Dan ketika sang istri sampai, dia mengatakan,
"Sayang, ibumu, dia naik ke atap."
Bagaimana kau bisa masuk ke sini?
- Nai Nai? - Billi!
Maaf tadi menutup telepon.
Tidak mengapa. Ada apa?
Tidak ada apa-apa.
Kau menumpahkan.
Kau menumpahkan!
Ooh!
Dasar orang tua. Dia sangat ceroboh.
Maksud nenek Tn. Li?
Seharusnya aku tak setuju tinggal bersamanya.
Nai Nai...
Dia takkan mendengar juga.
Dia tuli.
Mengapa nenek masih bersama dia?
Sudah bertahun-tahun.
Itu lebih baik dari pada hidup sendiri.
Setidaknya ada orang di rumah.
Kalau tidak, kalau kau ke kamar mandi...
kau hanya akan melihat bayangan sendiri.
Nak...
kau sudah punya teman?
Aku punya banyak teman, Nai Nai.
Maksud nenek teman spesial.
Kau sendirian. Nenek mengkhawatirkanmu.
New York kota besar sekali.
...dengan menyesal saya mengabarkan bahwa pengajuan Anda tidak berhasil...
Billi?
Kau baik-baik saja?
Aku baik-baik saja.
Hanya lelah.
Kalau kau lelah, tidur saja!
Baiklah.
Aku menyayangimu, Nai Nai.
Nenek menyayangimu.
Untuk bulan apa?
Bulan ini? Mei?
April bagaimana?
Ibuku bilang kau belum membayar bulan April.
Kau tahu, jika kau pindah sekarang,
kami bisa menggandakan sewanya?
Jadi kenapa, kau bangkrut lagi?
Kau selalu hidup seperti ini?
Miskin tapi seksi, mauku.
Mengapa kau tak menabung?
Kau harus ubah gaya hidup mahalmu.
Bu, kalau ibu terus menasehatiku...
setiap kali aku pulang, aku tak mau pulang lagi.
Pelankan suaramu. Ayah sedang tidur.
Tidur? Ini jam 6 sore. Ada apa dengan dia?
Tak ada apa-apa. Dia hanya lelah.
Apakah dia sehat?
Dia sehat, kami hanya terlalu sibuk.
Sibuk ngapain? Ada apa?
Hao Hao akan menikah, jadi kami harus ke China.
Apa? Kapan?
Bukankah dia baru saja mengencani wanita itu?
Kau tak perlu ikut.
Tak ada yang mengharapkan kau ikut.
Dia satu-satunya sepupuku.
Bukankah aku harus hadir?
Baik, baik.
Menurut ibu dia menghamilinya?
Kau mau berapa wonton?
Lima.
Lima? Itu tidak cukup.
Kalau begitu selusin.
Sepuluh saja.
Baik.
Ada apa, Ayah?
Tidak apa-apa.
Ayah dan ibu bertengkar?
Ayah minum?
Tolong katakan ada apa.
Ayah membuatku takut.
Pasti ada sesuatu.
Katakan saja.
Nai Nai-mu sakit parah.
Dia mengidap kanker paru-paru stadium empat.
Dokter bilang tinggal 3 bulan.
Bisa lebih cepat, tak bisa ditebak.
- Aku harus menelepon dia. - Jangan.
- Aku harus menemui dia. - Jangan.
Dia tidak tahu.
Menurut pihak keluarga sebaiknya jangan memberi tahu dia.
Jadi kau tak boleh bilang apa-apa.
Aku tak mengerti.
Waktu dia tinggal sebentar, dia harus tahu, kan?
Mereka tak bisa apa-apa.
Jadi memutuskan sebaiknya tak memberi tahu dia.
Mengapa itu lebih baik?
Ada pepatah China:
"Ketika orang menderita kanker, mereka meninggal."
Bukan kanker yang membunuh mereka, tapi rasa takut.
Baik, kapan kalian akan memberi tahu aku?
Mengapa kalian menyampaikan padaku seperti ini?
Jadi harus bagaimana? "Oh, nenekmu naik ke atap"?
Bagaimana dengan pernikahannya?
Pernikahan itu hanya alasan agar semua orang bisa menjenguknya
Kami berangkat pagi-pagi.
Aku harus pergi.
Billie.
Aku harus pergi.
Semua berpikir sebaiknya kau tak ikut.
Lihat dirimu.
Kau tak bisa menyembunyikan emosimu.
Jika kau ikut, Nai Nai akan langsung tahu.
Siapa itu?
Ini aku, Billi.
Siapa?
Tn. Li?
Billi.
Billi?
Nak, bagaimana kau bisa ke sini?
Cepat, masuklah!
Berikan padaku.
- Billi! - Huh?
Billi kembali...
Billi, dasar anak bodoh!
Kemari, nenek lihat dahulu.
Kau tak sekurus itu!
Ibumu bilang kau kurus...
tapi ternyata tidak terlalu.
Oh, cucuku.
Mengapa tak bilang kau akan datang?
Nenek meneleponmu seharian.
Tapi kau tak menjawab!
Ibumu bilang kau sangat sibuk jadi tak ikut.
Ada apa?
Mengapa kau diam saja?
No comments yet. Be the first to leave one.