نخستین 200 خط.
"Acara ini mungkin tidak sesuai untuk pemirsa di bawah 15 tahun"
"Kebijaksanaan pemirsa disarankan"
"Episode 95"
Siapa...
Song Yeon Hwa.
Kamu...
Maaf. Apakah aku membangunkanmu?
Aku sedang mencari toilet dan tidak ingat di mana lokasinya.
Apa?
Kenapa kamu terbangun di tengah malam?
Aku sedang mencari toilet dan tidak ingat di mana lokasinya.
Apa?
Kamu tidak bisa mengingat di mana toiletnya?
Ya.
Apakah kamu bercanda? Bagaimana kamu bisa tidak ingat...
Sudahlah.
Itu toiletnya.
Terima kasih, Sayang.
Kalian berdua tidurlah yang nyenyak.
Mimpikan aku.
Apakah itu sungguh Song Yeon Hwa?
Ayo kembali tidur.
Pikirannya tidak waras.
Aku tahu dia di bangsal sakit jiwa selama bertahun-tahun,
namun dia tidak bisa mengingat hal-hal dasar.
Dia percaya sudah membunuh Jung Choong Gi.
Itu bukan apa-apa.
Dokternya memastikan dia mengingat detail palsu sebagai kenyataan.
Pantas saja pikirannya kacau.
Aku tidak bisa kembali tidur sekarang.
Kalau seperti itu, dia akan cukup mengganggu.
Kacau sekali.
Enak.
Yeon Hwa, apakah tidurmu nyenyak?
Ya.
Aku akhirnya pulang setelah beberapa lama dan tidur nyenyak.
Aku senang mendengar Ibu tidur nyenyak.
Terima kasih, Hong Joo.
Aku membangunkan kalian saat tengah malam. Maaf.
Apakah terjadi sesuatu semalam?
Aku mau ke toilet,
namun tidak bisa mengingat di mana letaknya.
Dal Rae dan Tae Sung keluar dan menunjukkanku ke arah mana.
Kamu tinggal di sini bertahun-tahun dan tidak tahu di mana toiletnya?
Kurasa
itu karena obat yang diberikan dokter kepadaku.
Setiap kali meminum obatnya, aku merasa sangat tenang,
namun pikiranku menjadi kosong.
Aku juga tidak bisa mengingat berbagai hal.
Telur gulungnya tampak lezat.
Enak.
Sayang.
Cobalah ini.
Cobalah.
Enak, bukan?
Cobalah ini juga.
Bisakah kamu berhenti?
Jangan.
Enak, bukan? - Ya.
Mungkin dia baik-baik saja dan mempermainkan kita.
Pikirannya tidak waras. Kita harus berusaha mengerti.
Dia seperti berusaha membuatku marah.
Kamu merebut tempatnya, jadi, belajarlah menerima itu.
Tetaplah dekat dengannya dan lihat apa dia melakukan hal mencurigakan.
Aku sangat terganggu.
Kukira hidupku indah jika kuenyahkan Yeon Hwa untuk bersamamu.
Apa ini?
Aku harus merawat seorang pasien.
Pasien sakit jiwa.
Kalau kamu mau mengeluh, pindahlah dari kamar ini.
Kamu yang mau tidur denganku.
Apakah hanya aku yang diuntungkan dari tidur di sini?
Apakah kalian masih saling kesal?
Kalian berdua bekerja bersama sepanjang hari kemarin.
Bagaimana kalian bisa tanpa saling bicara?
Kami tidak ada masalah bekerja bersama.
Kami tidak perlu bicara.
Kami sangat sibuk sampai-sampai hampir tidak ada waktu untuk duduk.
Kenapa kalian tidak berbaikan?
Ya, Ibu. Aku merasa sangat tidak nyaman.
Rasanya seperti kalian bertengkar karena aku.
Bukan karenamu, jadi, tidak usah khawatir.
Jangan cemberut nanti wajahmu keriput.
Apakah menurutmu aku cantik?
Seluruh lingkungan sini tahu kamu cantik.
Saat pertama bertemu, menurutku kamu seharusnya ikut kontes kecantikan.
Jaga baik-baik wajah cantikmu sampai kamu menikah.
Baiklah.
Dal Soon tidaklah jelek.
Dia pembuat sepatu yang hebat dan juga manis.
Hyun Jung seharusnya belajar beberapa hal darinya.
Karena kita sedang membahasnya,
Hyun Do sangat tampan dan pintar.
Choo Ja, kamu berhasil melahirkan dua anak yang luar biasa.
Jangan memujiku seperti itu.
Aku iri padamu melebihi siapa pun.
Jika kamu bilang itu padahal punya dua anak hebat, aku merasa senang.
Apakah kalian baru saja berbaikan?
Apa? Berbaikan? Kapan kami pernah bertengkar?
Aku tidak tahu apa maksudnya.
Terkadang aku berpikir mereka lebih mirip anak-anak.
Aku yakin mereka kesulitan kemarin
di dalam restoran kecil tidak bisa saling bicara.
Aku tahu.
Karena kini mereka sudah berbaikan, restorannya akan lebih ceria.
Kurasa toko kita akan lebih ceria.
Apa?
Kamu tidak bisa berhenti tersenyum saat bekerja.
Apakah itu pesanan berkelompoknya? Kamu bisa selesaikan dalam 15 hari?
Aku akan begadang bila perlu. Aku sudah berjanji kepada pembeli.
Apakah namanya Keajaiban?
Apa yang mereka kerjakan sampai punya sangat banyak staf?
Entahlah.
Terlihat seperti bar, namun besar dan sangat bagus.
Aneh. Menurutmu bagaimana mereka mendengar tentang kita?
Kamu mahir membuat sepatu, namun tidak seterkenal itu.
Itu yang tidak bisa kumengerti.
Aku diberi tahu kalau CEO-nya merekomendasikan kita.
CEO-nya?
Siapa orangnya?
Aku sudah belikan tiket pesawat ke Korea untukmu.
Terima kasih.
Kamu kembali lebih cepat.
Aku sudah selesai di sini, jadi, aku harus kembali.
Ada seseorang yang mau kutemui.
Maksudmu dia?
Ya.
Aku merindukannya.
Kamu sudah menghubungi keluargamu?
Tidak. Aku tidak mau membuat keributan.
Aku akan bersikap seolah tidak pernah pergi.
Rutinitas harian cocok dengan tempat itu.
Kamu akan punya banyak tugas begitu kembali. Setidaknya liburlah sehari.
Baiklah.
Hari ini
akan istimewa.
Akan ada pameran kulit internasional.
Pameran kulit internasional?
Itu sungguh ada?
Ya. Itu akan diadakan di Seoul dan ada pengarahan hari ini.
Kalau pameran, akan ada pembeli dari seluruh penjuru dunia?
Ya, karena pembuat produk kulit dari seluruh penjuru akan hadir.
Pemerintah kita mengadakan itu untuk mendorong ekspor.
Akan sangat bagus kalau kita bisa ambil bagian.
Ya. Kurasa aku perlu menghadiri pengarahannya.
"Pengarahan Pameran Produk Kulit Internasional Seoul"
Maaf.
Yoon Jae.
Hong Joo.
Lama tidak bertemu.
Benar.
Beberapa bulan sejak seminar di Menteri Perdagangan.
Tentu saja Sepatu Songin akan ikut dalam pamerannya.
Ya.
Namun aku ke sini untuk urusan pribadi.
Urusan pribadi?
Boleh aku tahu apa itu?
Aku bertanya apa bisa ikut sebagai diri sendiri, bukan perusahaan,
dan mereka bilang tidak bisa.
Kenapa kamu menanyakan itu jika kamu bekerja di Songin?
Impianku merilis rangkaian produk di bawah namaku sendiri.
Pertama sepatu, lalu tas, dan aksesori.
Semua yang berkaitan mode.
Kalau itu yang mau kamu lakukan,
pameran ini merupakan kesempatan yang sangat bagus.
Aku mau melihat apakah bisa berhasil
sebagai Han Hong Joo, bukan sebagai perancang Songin, namun tidak bisa.
Apakah Hangang akan ikut serta?
Ya. Ini peluang bagus untuk bertemu pembeli dan pedagang asing.
Benar.
Bagaimana pekerjaan?
Kami baik-baik saja. Daftar klien kami selalu bertambah.
Itu sangat bagus.
Aku tidak pernah mengira kamu akan terjun di industri ini.
Maaf.
Tidak perlu. Semua itu di masa lalu.
Kamu sudah terlalu banyak meminta maaf.
Lebih tepatnya, itu bukan salahmu.
Dengan perbuatan ayahku kepada perusahaan ayahmu.
Itu bisa dibilang salahku.
Anggap saja itu masalah bisnis semata.
Pertarungan bertahan hidup antar-perusahaan.
Itu bukan hanya tentang perusahaan.
Ibuku melakukan sesuatu yang tidak bisa ditarik kembali.
Kamu tidak perlu merasa bersalah
atas perbuatan orang tuamu.
Kamu sudah menunjukkan perasaanmu selama tiga tahun ini.
Orang tuaku juga tahu.
Tentu saja mereka tidak bisa melupakan hal yang telah terjadi,
namun mereka juga tidak menyalahkanmu.
Kamu bisa berhenti menyiksa dirimu.
Aku setuju dengan mereka.
Terima kasih sudah mengatakan itu.
Ibuku pulang kemarin.
Bagaimana perkembangan dirinya?
Dia terlihat membaik,
namun terasa sangat asing.
Dia bukan ibu yang kukenal.
Dia akan membaik dengan menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarga.
Perhatian dan cinta adalah obat terbaik bagi jiwa yang terluka.
No comments yet. Be the first to leave one.