نخستین 156 خط.
Manusia hampir dilenyapkan oleh iblis.
Dan yang selamatkan manusia hanyalah seorang penyihir.
Dia dipanggil Kaisar Sihir, dan dia pun jadi legenda.
Pasukan Mata Matahari Tengah Malam lakukan penyerangan terhadap Hutan Penyihir.
Mereka incar batu sihir yang berada di hutan tersebut.
Di saat yang sama
pasukan Kerajaan Wajik pun juga menyerang Hutan Penyihir.
Mereka manfaatkan situasi kacau tersebut
untuk rebut rahasia umur panjang yang dimiliki Hutan Penyihir.
Fanzell yang dulunya jadi Komandan pasukan di Kerajaan Wajik
harus bertarung melawan muridnya yang bernama Mars dan Ladros.
Million Laser!
Hentikan.
Gunakanlah kekuatan kalian untuk hal benar.
Menggunakan kekuatan yang dimiliki semaksimal mungkin dalam pertempuran.
Bukankah rasanya luar biasa?
Aku ingin sekali diakui, tahu.
Oleh negeri ini dan oleh dunia!
Kalau begitu, biar kubunuh wanita ini dulu!
Hentikan!
Kekuatanku ada untuk melindungi orang lain.
Ajaran Guru tersampaikan padaku.
Tiba-tiba saja Mars membelot!
Fanzell yang kehabisan akal melawan kekuatan penyerap sihir yang dimiliki Ladros
akhirnya dapatkan jalan keluar.
Apa yang sedang kalian ocehkan?
Rencana apa pun yang kalian buat, kekuatanku pasti akan bisa mengatasinya!
Aku juga mahir dalam gunakan sihir penguatan.
Rasakan ini!
Halaman 61 Dunia yang Dijanjikan
Kau sudah terkepung!
Jadi, menyerahlah dengan tenang!
Kalau kau tetap nekat
bukankah nanti keluarga dan teman- temanmu akan merasa sedih?
Manusia seperti kalian...
Berani-beraninya bicara tentang teman dan keluargaku!
Dia masih punya kekuatan sebesar itu?
Ah, sialan!
Api itu...
Ketemu!
Di sebelah sana!
Kekuatan mengerikan ini...
Apa milik Salamander?
Energi sihir ini...
Dalam situasi seperti itu, Asta takkan punya waktu buat meladeni Ladros!
Tidak, tunggu!
Guru, Mars... Tunggu, dong!
Sihir penguatan memangnya bisa menumbangkanku?
Kalau terus-terusan lari, kalian takkan bisa menang, lo!
Terimalah ini.
Million Laser!
Asta!
Paman Zell!
Tunggu, dia bersama si Muka Pucat itu?
Asta!
Pantulkan serangannya ke arah sini!
Aku tak begitu mengerti, sih.
Akan kugunakan sihir anginku untuk terbangkan kami
lalu beri jalan untuk apinya!
Tunggu, ini terlalu besar!
Bagaimana jadinya?
Energi sihirnya Ladros menghilang.
Oi, Paman Zell!
Aku tak tahu apa yang baru saja terjadi!
Dan sepertinya tadi ada yang jatuh!
Ya, itu hebat banget, Asta.
Sepertinya kau semakin kuat saja, ya.
Ya, tak sebegitunya juga, sih.
Oi, jangan bahas itu!
Kenapa Paman bersama si Muka Pucat itu?
Dia itu musuh, lo!
Namamu Asta, 'kan?
Aku bukanlah musuhmu.
Percayalah.
Siapa juga yang bisa memercayai orang dengan tampang seram begitu?
Selain itu, namaku adalah Mars, Cebol.
Mulutnya juga kurang ajar!
Akan kujelaskan nanti.
Untuk sekarang, aku ingin kau memercayai Mars.
Kalau Paman Zell bilang begitu, sih.
Terima kasih.
Baiklah, berkat kau, Ladros berhasil diatasi.
Kita masih perlu bereskan monster itu.
Jadi, ini Roh Api Salamander yang dirumorkan itu, ya.
Sepertinya dia sudah melemah, tapi energi sihirnya masih sangat besar.
Tapi, apinya itu mirip dengan apiku.
Selain itu, sensasi energi sihir ini...
Fana?
Orang yang tak punya keluarga seperti kami harus melakukannya!
Tapi...
Mars, apa latihannya menyakitkan?
Itu tak benar.
Di saat-saat sulit, ingatlah wajah orang yang kausayangi.
Kita ini terlahir untuk lindungi orang yang kita sayangi di negeri ini, lo!
Wajah orang yang disayangi...
Yang langsung terpikirkan olehku...
...adalah wajahmu
Fana.
Saat kita sudah cukup kuat untuk lindungi negeri ini
kita akan diperbolehkan keluar, 'kan?
Sepertinya yang pertama kali akan keluar adalah kau deh, Mars.
Enak, ya.
Habisnya, di antara kita semua, yang terkuat adalah kau
Mars.
Kalau saat itu tiba
aku akan menunggumu
sampai kau keluar dari sini.
Ayo kita lihat dunia luar bersama!
Ini latihan terakhir kalian.
Saling bunuhlah.
Hanya yang bertahan hidup sampai akhirlah yang akan diangkat jadi penyihir petarung negeri ini.
Kalau kalian menolak, kalian semua akan dibunuh!
Maaf ya, Mars.
Fana.
Aku harus melakukannya.
Matilah.
Kenapa?
Kenapa?
Lukanya...
Kalau aku tak melakukannya, Mars pasti...
...takkan membunuhku!
Kau harus lihat dunia luar, ya!
Demi diriku juga!
Fana!
Seharusnya aku sudah membunuhnya dengan tanganku sendiri!
Tapi, Fana masih hidup!
Fana!
Hoi!
Ini aku!
Ini aku, Fana!
Apa kau tak mengenaliku?
Hoi, hoi!
Tunggu, tunggu, tunggu!
Kau bisa mati, mati, mati, lo!
Memangnya kepribadianmu seperti ini, ya?
Fana!
Kau mengenalnya?
Fana!
Fana!
Fana!
Fana?
Apa dia Fana yang pernah jadi muridku?
Setelah aku pergi
kudengar dia tewas dalam uji coba manusia yang dilakukan Morris.
Fana!
Aku tak mengenalmu!
Panas, panas, panas!
Dia memang Fana!
Tapi, apa itu sihir perubahan?
Tidak, seharusnya tak ada untungnya gunakan sihir itu.
Mata itu keluarkan kekuatan yang aneh.
Apa itu sihir seseorang, ya?
Mata Matahari Tengah Malam pasti kendalikan Fana dengan mata itu.
Ada apa ini?
Kepalaku...
Fana!
No comments yet. Be the first to leave one.