نخستین 200 خط.
Aku juga muncul dengan percaya diri...
...dan memperkenalkan diriku sendiri sebagai kekasih Young Jae.
Aku kekasihnya.
Tapi mengapa aku tidak bisa menyingkirkan...
...ketidaknyamanan perasaan di dalam hatiku?
- Kemarilah. - Sesuatu membuatmu cemberut.
Tidak ada alasan lain.
Iya, 'kan?
Bagaimana bisa kau tidak datang ke pernikahanku?
Aku terlanjur pamer ke orang tua suamiku bahwa aku akan datang.
Ketika kau debut,
aku menonton filmmu lebih dari tiga kali.
Sekarang kau sudah jadi artis top, begitu?
Se Jin?
Dia marah karena aku tidak datang ke pernikahannya.
Dia menanyaiku sampai akhirnya upacara pernikahan dimulai.
Soal kau datang atau tidak.
Ini bukan pertama kalinya.
Aku kehilangan semua temanku seperti ini.
Aku bahkan mungkin tidak bisa menggelar pernikahanku sendiri.
Buat apa peduli dengan pernikahan teman?
Kaki kiri dan jempolku...
Let's go.
Tentu saja, itu bukan disebabkan harga dirimu yang besar.
Aku sungguh kecewa padamu.
Hei.
Kenapa kau memotong kuku kakimu di kamarku?
Maafkan aku.
Jangan menelepon dia.
Young Jae akhirnya akan meneleponmu duluan.
Sejak kali pertama gejalaku muncul,
tidak pernah seharipun aku merasa ini tidak adil.
Dasar bengal!
Bagaimana bisa kau tidak muncul ketika ibumu menjalani operasi?
Maafkan aku.
Aku tidak punya pilihan karena ada jadwal hari itu.
Jadwal?
Bagaimana kalau ibumu ini mati?
Semua uang dan popularitas itu tidak ada gunanya.
Sudah kubilang, maaf.
Bu, apa ada yang Ibu butuhkan?
TIdak, bandel.
Ibu tidak punya wali, jadi menjalani endoskopi tanpa anastesi.
Ibu merasa sangat malang.
Ini alasannya tidak ada gunanya membesarkan anak.
Kututup.
Tapi aku tidak bisa hanya duduk diam...
...menangis selama 10 tahun.
Maafkan aku.
Aku sungguh minta maaf.
Aku tidak melihat apa pun.
Aku tidak lihat apa-apa.
Aku terbiasa disalahpahami.
Sejujurnya, aku pergi ke pernikahan itu.
Satu, dua...
Aku ke sana,
tapi dia tidak mengenaliku.
Satu, dua. Tersenyumlah.
Bagus.
Mari berpose begini.
Satu, dua.
Ibu.
Sejujurnya,
aku ke sana.
- Aku berada... - Dia putriku.
...di sisimu.
Dia cantik, 'kan?
Ya, cantik.
Tapi, kenapa putri cantikmu tidak datang menjenguk...
...ketika ibunya sedang sakit?
Aiyoo, dia sangat sibuk, mana ada waktu?
Dia terus bersikukuh untuk datang,
tapi aku melarangnya.
Ah.
Kurasa, karena dia sangat terkenal.
Tapi, Nenek, siapa yang Anda jenguk?
Ibuku.
Ah.
Ibu Anda?
Anggota keluarga Anda pasti sangat sehat.
Astaga!!!
Sedang apa kau di sini? Cepat pergi!
Pergi!
- Maaf. - Aku pikir aku sudah terbiasa.
Tapi, aku tidak pernah memperkirakan hal semacam ini terjadi.
Tunggu aku di rumah. Rumahku.
Tapi, semua itu terjadi gara-gara aku. Bukankah seharusnya aku--
Kau ingin membunuh dia, ya?
Passwordnya tanggal ulang tahunku.
Jika benar kau, maka kau pasti tahu.
Aku tahu.
Ini sungguh diriku.
Kurasa, memang benar.
Sekarang, memang tampak seperti dirimu.
Pulanglah.
Karena aku belum sepenuhnya yakin.
Kau berjanji tidak akan melarikan diri, ingat?
Kau pun sebaiknya tidak melarikan diri juga.
- Berapa usianya? - Entahlah.
Sekitar 18?
19?
Kau tidur dengannya tanpa tahu usianya?
Kami belum lama bertemu.
Belum lama bertemu dan sudah... sudah--
Terserahlah.
Aku semestinya tidak menolak dia (Han Se Gye).
Ini gara-gara aku.
Semua ini salahku.
Aku yang bertanggung jawab.
Aku tahu yang sedang Ibu bayangkan sekarang.
Tidak peduli apa pun yang Ibu bayangkan, faktanya lebih baik dari itu.
Apa?
Maksudmu, kau sudah melakukannya?
Apa yang terjadi ini?
- Sayang. - Ya?
Ibu sedikit syok.
- Bukan masalah besar. - Ya.
Kurasa, bukan aku yang syok, tapi dia.
Seperti yang Ibu tahu, aku tidak suka berprasangka.
Tetap saja, ini tidak seperti yang Ibu pikirkan.
Tidak apanya yang tidak? Aku melihatnya dengan kedua mataku sendiri.
Lihat apa? Tidak lihat apa-apa, kok.
Apa sih yang terjadi?
- Masalahnya adalah Do Jae-- - Ya?
- Dia... - Dia apa?
- ...gay. - Kau ingin keik? (*salah dengar gay dengan cake)
Tapi, kan kau tidak suka keik.
Tapi selera seseorang bisa berubah ketika sedang sakit.
- Bukan seleraku yang berubah. - Terus?
Do Jae...
Biar kukatakan lagi. Ini tidak seperti yang Ibu pikirkan.
Daripada bunga,
aku semestinya membawakan keik.
Ini.
Ini.
Omo.
Tidakkah mereka tampak agak sedih?
Mereka memiliki arti "cinta yang putus asa" dalam bahasa bunga.
Cinta macam apa yang putus asa itu?
Segala sesuatu tentang kesedihan begitu indah.
Sepertimu.
Ya, aku sedih.
Melihat teriakannya, dia pasti baik-baik saja.
Selamat datang.
Putriku.
Katakan. Ayah bisa memberikanmu apa pun.
Apa yang ingin kau makan?
Apa yang ingin kau miliki?
Ayah. Aku...
-...menginginkan sesuatu. - Ya, tentu, tentu.
- Apa itu? - Se Gye.
Se Gye. Aku menginginkan dia sekarang juga.
Kau dengar yang barusan dikatakan putriku?
Di ruangan yang kecil ini,
dia memimpikan memiliki dunia (*Se Gye berarti juga dunia).
Bahkan meski dia sedang sakit,
dia seambisius itu.
Oh? Aku harus pergi ke kantor?
Sekarang juga? Secepat mungkin?
Aku belum bilang apa-apa, kok.
Apakah aku sedang dikejar waktu sekarang?
Tentu, lakukan kalau memang ingin begitu.
Sebenarnya memang terjadi sesuatu.
Bagus sekali.
Kalau begitu, aku pamit bekerja sekarang.
Apa? Dasar kau anak kurang ajar.
Kakek tidak mengerti.
Justru kalau aku tetap di sini, maka aku jadi anak kurang ajar.
Istirahatlah. Aku akan menelepon nanti.
Se Gye, aku bersalah padamu.
Oh, Se Gye.
Astaga, terima kasih banyak.
Terima kasih.
Kau memiliki wajah yang tampan.
Apa kau sudah direkrut sebuah agensi?
Ponselmu berdering.
Ah, aku tidak perlu menjawabnya sekarang.
Apa kau tertarik untuk berakting?
Ibuku melarangku sembarangan menerima kartu nama orang asing.
Aku ini bukan orang asing.
Aih, kenapa sih dia meneleponku? Biarkan aku sendiri.
Kau tahu Han Se Gye, 'kan?
Aku Presdir dari agensi Han Se Gye.
Selama ini, aku mencari-cari rupa sepertimu.
Apa maksudmu dengan rupa sepertiku?
Sempurna untuk Cannes.
Biar kukirim kau ke Cannes.
Biar aku telepon ibuku dan tanya apa aku boleh pergi ke sana.
- Kenapa sih dia terus meneleponku? - Jawablah.
Jawablah, Bu.
- Kau Se Gye? - Aku sudah tamat. Bagaimana ini?
Astaga. Astaga.
Wah, kebetulan sekali.
Tidak peduli bagaimanapun tampangmu,
kau akan selalu menjadi artisku.
Astaga.
Hei! Hei! Kau terlalu muda untuk minum!
Aku barusan membuat seseorang masuk rumah sakit.
Aku tidak sanggup tetap sadar. Berikan padaku.
Siapa?
No comments yet. Be the first to leave one.