نخستین 200 خط.
Pak Kang bilang menitipkan Shin Woo kepada tetangganya.
Tetangganya juga punya seorang putra, bukan?
Dia pasti teman yang selalu bersama Shin Woo.
Kamu benar. Tetangganya punya seorang putra.
Wanita itu tewas dalam kebakaran,
dan putranya masih menghilang.
Kalau begitu,
kamu tidak tahu siapa tetangga sebelah Shin Woo
atau di mana dia sekarang?
Ya. Sejak kebakaran itu, tidak ada yang melihat anak bernama Joon Sang.
Apa katamu?
Siapa? - Joon Sang.
Nama anak itu Yoon Joon Sang.
Anak yang tinggal di sebelah rumah Kang Shin Woo
bernama Yoon Joon Sang? - Benar.
Orang-orang yang tinggal di sana bilang kepadaku.
Tapi dia tidak didaftarkan saat lahir,
jadi, tidak ada catatan tentang dia dalam dokumen-dokumen resmi.
Maksudmu tidak ada yang melihatnya setelah itu?
Menurut rumornya dia tewas,
tapi mayatnya tidak pernah ditemukan.
Beberapa orang bilang ada wanita yang membawanya.
Jadi, Shin Woo menghilang,
dan kita tidak tahu keberadaan Joon Sang.
Ya. Tapi ada satu hal yang aneh.
Tampaknya ada yang datang menanyakan hal sama sebelum aku.
Mereka bertanya mengenai kebakaran dan Kang Pil Doo.
Siapa itu? - Itu yang tidak kuketahui.
Sampai di sana penyelidikanku.
Yoon Joon Sang.
Jadi, anak itu adalah Joon Sang.
Aku lupa semuanya, tapi ada satu hal yang kuingat.
Aku ingat Ibu membuat pangsit, dan ingat rasanya juga.
Itu pasti ibuku.
Ibumu tidak seperti itu.
Ingat ayah pernah bilang tentang teman mainmu?
Maksudmu pasti ibunya.
Bisa dibilang, kamu tinggal bersama mereka.
Menurut dia,
itu berarti aku mengingat ibu dari anak bernama Yoon Joon Sang.
Kenapa aku mengingatnya?
Kenapa aku memiliki ingatan tentang dia?
Kamu tidak pernah pakai cincin itu. Kenapa kamu menatapnya?
Kenapa? Kamu akan membuangnya?
Aku sudah memikirkan siapa aku.
Bagaimana pun, sudah hampir 30 tahun aku hidup sebagai Joon Sang.
Dan aku berusaha menjadi dia.
Aku tidak bisa kembali ke masa lalu,
mengatakan semuanya adalah bohong.
Jadi, aku akan hidup sebagai diriku saat ini.
Luangkan waktu malam ini. Kita ada pertemuan pasutri.
Maksudmu bazar amal Pimpinan Choi?
Benar.
Reporter akan ada di sana, jadi, tampillah berkelas.
Jadilah menantu Grup PJ, seperti yang kamu inginkan.
Nenek melihat ayahmu pergi.
Bukankah kamu harus pergi dengannya?
Dia pergi lebih dahulu karena ada rapat sarapan dengan pemegang saham.
Benarkah?
Kakak akan berangkat sekarang?
Ya. Kalau kamu mau ke kantor, akan kakak antar.
Benarkah? - Ya.
Ada apa denganmu? Sudah lama aku tidak melihatmu tersenyum.
Apa terjadi sesuatu yang bagus?
Benar. Joon Sang tampak lebih ceria.
Kamu akan pulang lebih cepat hari ini?
Aku ada pertemuan malam ini. Jadi, akan pulang terlambat.
Pertemuan?
Ya. Pertemuan pasutri, jadi, aku akan pergi dengan Min Hee.
Benarkah? Itu bagus. Kamu harus mengajaknya denganmu.
Kamu harus berbaur dengan orang dalam pertemuan seperti itu.
Baiklah. Aku pergi dahulu.
Ayo pergi. - Baiklah. Sampai jumpa, Nenek.
Baiklah.
Dahulu dia tidak suka datang ke pertemuan seperti itu.
Syukurlah dia mulai hidup dengan tenang.
Pimpinan Yoon.
Halo, Dokter Han. Ada apa?
Ada yang mau kutanyakan kepada Bapak.
Mengenai Direktur Utama Yoon,
Bapak bilang dia mengalami kebakaran besar, bukan?
Ya, kenapa?
Apakah
ibunya... - Ayah.
Halo.
Bagaimana rapat sarapan Ayah?
Baru saja selesai.
Dokter Han, datanglah ke ruanganku.
Joon Sang, kamu juga harus ikut.
Banyak orang membicarakanmu di rapat tadi.
Mereka bilang kamu sudah memperluas wilayahmu
dan telah melakukan manajemen bisnis dengan agresif.
Senang mendengar pujian tentangmu dari orang lain.
Aku akan berusaha lebih keras.
Aku diundang ke pesta Pimpinan Choi malam ini, jadi, aku akan ke sana.
Bagus. Kamu harus mengajak Min Hee juga.
Mereka ingin menemuinya.
Aku memang ingin mengajaknya. - Bagus.
Kamu harus pergi ke pertemuan itu lebih sering daripada ayah sekarang
agar kamu bisa melaksanakan peranmu di kantor dan di rumah.
Aku hampir lupa, Dokter Han.
Kamu tadi bertanya mengenai kebakaran.
Benar.
Yang dialami Joon Sang meninggalkan luka bagi keluarga.
Aku menyuruh Joon Sang berhenti kalau terlalu menyakitkan baginya,
tapi dia bersikeras menyelidikinya sendiri.
Kalau ada pertanyaan, tanyakanlah kepadanya.
Apa yang mau kamu ketahui?
Tidak masalah.
Kalau meninggalkan luka, aku sebaiknya tidak bertanya.
Aku akan mencari tahu sendiri.
Omong-omong, Dokter Han,
kamu yakin kamu ada dalam kebakaran itu?
Apa maksudmu?
Ingatanmu tidak sempurna.
Bagaimana bisa kamu yakin
tinggal di Namwon dan ada dalam kebakaran itu?
Bagaimana menurutmu? Joon Sang ada benarnya.
Aku mungkin salah. Ingatanku tidak sempurna.
Tapi saat ingatanku pulih sepenuhnya,
itu akan berbeda.
Katamu kamu bisa cari tahu sendiri begitu mengetahui tentang diriku.
Apa yang akan kamu tanyakan kepada ayahku?
Apa yang mau kamu ketahui mengenai kebakarannya?
Kenapa? Kamu takut?
Tapi itu memang sudah seharusnya, karena kamu menipu orang-orang.
Kamu bukan Yoon Joon Sang.
Kamu Kang Shin Woo yang hidup menyamar sebagai Yoon Joon Sang.
Aku juga yakin tentang kebakarannya.
Kamu pasti takut ingatanku kembali.
Aku harus tahu yang kamu sembunyikan dan penyebabnya.
Aku Yoon Joon Sang.
Tidak peduli apa yang kamu temukan,
aku tidak akan membiarkan tempatku kamu ambil.
Astaga.
Sedang apa aku di sini?
Aku ke sini untuk mencari tahu apakah ingatan Seok Hoon kembali.
Keluarganya bahkan tidak ada di sini.
Bibi, aku mau memesan.
Bibi?
Apa katamu?
Aku Sa Gui Jeong.
Pak, mau memesan apa?
Satu pangsit daging dan satu pangsit emas.
Baiklah.
Ibu, lupakanlah masa lalu.
Bersikap baiklah kepada pengunjung.
Terserah, ibu berhenti. Ibu akan pergi.
Ibu, kami butuh bantuan.
Tolong jaga Doo Na, ya?
Ini...
Minumlah ini.
Ini.
Kenapa Kakak mau menemui kami di rumah?
Karena flu, kakak akan diam di rumah hari ini.
Apa flunya parah? Kakak sudah minum obat?
Kakak tidak boleh minum obat.
Benar. Tidak boleh minum obat saat hamil.
Apa yang harus Kakak lakukan?
Kakak stres sejak mengetahui kakak hamil.
Kakak pasti menjadi sakit karena kini merasa lega.
Aku dengar mereka bangkrut, tapi tidak tahu akan seburuk ini.
Katanya orang kaya tidak pernah benar-benar bangkrut.
Awalnya, kakak juga terkejut.
Tapi kakak sudah terbiasa.
Kakak tidak punya kamar sendiri? Kakak tidur di sini?
Kakak punya kamar.
Kakak tidur di ruang tamu hanya karena di sini sangat lega.
Kakak sungguh baik-baik saja.
Maaf aku tidak bisa datang pada hari pembukaan kalian.
Aku di toko gaun pengantin.
Toko gaun pengantin?
Kakak dengar Ibu memilihkan tanggal. Kamu sudah memilih gaun pengantin?
Itu untuk syuting. Aku juga ada di sana.
Kakak mau melihat fotonya? - Ya.
Indah sekali. Kakak juga mau memakai gaun seperti itu.
Menikahlah. Aku akan membelikan Kakak gaun.
Tidak bisa. Ibu mau kamu menikah lebih dahulu.
Kakak pasti sangat ingin mengadakan pernikahan.
Kakak sudah hamil dan mendaftarkan pernikahan.
Katanya Kakak bilang bahagia. Ada apa?
Tentu kakak akan menikah. Kakak juga seorang wanita.
Kakak membayangkan gaun pengantin.
Tunggu, siapa ini?
Itu ibu Joon Sang. Dia ada di toko gaunnya.
Ibu sudah kembali.
Tunggu, Bu Mo ada di mana?
Halo.
Tidak perlu memberi salam.
Biar kulihat.
Tunggu, kamu memakai gaun pengantin.
Kenapa Bu Mo di sebelahmu?
Apa yang Anda lakukan? Kembalikan ponselku.
Jawab saja aku. Apa yang terjadi?
Aku sedang syuting. Kami cuma kebetulan berfoto bersama.
Kebetulan?
Itu tidak masuk akal. - Ibu, itu hanya kebetulan.
Itu tidak aneh. - Mereka seharusnya tidak begitu.
Kamu masih mahir membutakan orang.
Kamu kini juga membutakan besanku.
No comments yet. Be the first to leave one.