نخستین 200 خط.
Harusnya aku sudah lakukan ini selama 20 tahun terakhir.
Apa? Makan pain au chocolate untuk sarapan?
Bukan, tinggal di Paris bersamamu.
Kita hanya anak-anak. Kita belum siap.
Belum? Aku sudah siap sekarang.
Mari pergi dan makan roti ini.
Aku harus berlatih.
Berapa banyak latihan yang kau butuhkan?
Kau bisa mengajar selo untuk Yo-Yo Ma.
Mungkin kau bisa ambil sebagian dari energi itu.
Dan menyalurkannya pada tulisanmu.
Dokter Pierce?
Ya?
Kau akan lebih mudah dicari jika kau punya ponsel.
Jika aku punya ponsel, pemerintah bisa menemukanku.
Siapa kau?
Agen Khusus Drexler. Perwakilan FBI di Kedubes Amerika.
Pemerintahmu memerlukan bantuanmu.
Bantuan apa?
Kita perlu bicara di tempat yang lebih tertutup.
Aku tahu kau akan memberi ceramah di Sorbonne besok.
Apakah FBI mengawasiku?
Sebetulnya kami yang mengatur ceramah itu.
Apa maksudnya kalian sudah mengaturnya?
Delegasi ilmuwan Cina berkunjung ke Sorbonne.
Mereka berada di bawah pengamanan sangat ketat.
Pengawal pemerintah Cina mengikuti mereka ke mana pun.
Anggota delegasi itu, Dokter Soong, diijinkan menghadiri ceramahmu.
Setelah itu, Dokter Soong akan mendekatimu.
Memberimu pena dan memintamu menandatangani sebuah buku.
Kami mau kau menyimpan pena itu dan mengirimkannya pada kami.
Mengapa? Apa yang istimewa dari pena ini?
Hanya itu yang kau perlu ketahui.
Ya, ini yang kau perlu ketahui.
Aku bukan seorang pesuruh pemerintah
yang mau saja menjalankan perintah.
Maafkan aku Dokter Pierce.
Yang bisa kukatakan
isi pena itu sangat penting bagi keamanan nasional.
Aku hanya perlu membatalkan kuliah itu.
Daniel, ini Sorbonne.
Salah satu universitas tertua, paling prestisius di Eropa.
Kau menginginkan ceramah ini selama bertahun-tahun.
Mengapa kau mau batalkan?
Karena aku tak mau membantu FBI dalam rencana spionase ini.
Kau selalu ingin jadi mata-mata internasional.
Kau hanya marah karena mereka tak bilang pentingnya pena itu.
Mungkin ujungnya beracun atau microchip tersembunyi di dalamnya.
Kurasa ada sesuatu yang lain yang sedang terjadi.
Benarkah? Apa?
Apakah Miranda bisa melihat agen Drexler?
Kau pikir aku berhalusinasi soal dia? Tidak.
Plot mata-mata semacam ini adalah fantasi paranoid klasik.
Tak ada Max yang bilang mana yang nyata atau tidak.
Pikirkan kemungkinan kau mengira dirimu baik-baik saja
padahal kau tidak.
Siapa yang kau telepon?
Kate. Dia akan memastikan bahwa Drexler itu nyata.
-Ini pukul 6 pagi di Chicago. -Dia selalu bangun pagi.
Itu milikmu atau milikku?
Siapa yang peduli. Siapa pun itu, mereka akan menelepon kembali.
Pak Lewicki, apa kabar?
Baik, Dekan Haley. Terima kasih.
Aku membayangkan kau pasti hidup mewah hari-hari ini.
Rumah sebesar itu untuk dirimu sendiri.
Lumayan, Pak. Aku punya banyak waktu untuk studiku.
Bagusnya tak perlu bangun jam 5 pagi untuk memotong jeruk.
Keadaannya tak mungkin lebih baik lagi.
-Kau merindukannya, bukan? -Apakah sejelas itu?
Kita harus membawanya kembali.
Dok menyatakan dengan jelas saat ia mengundurkan diri.
Bahwa ia tak tertarik pada posisi hanya riset.
Jadi, kecuali konselor mengijinkannya mengajar kembali
tak mungkin hal itu terjadi.
Pelanggaran mencolok terhadap Undang-Undang bagi orang cacat
lebih umum dari yang diketahui secara luas.
Kasus pribadiku adalah contoh yang sempurna.
Apa maksudnya ini, Paul?
Ini tulisan Daniel Pierce.
Rencananya akan dipublikasikan dalam Star-Herald.
Dia menyatakan bahwa UCLM mendiskriminasi dirinya.
Dan bahwa kau memaksanya keluar karena sakit mentalnya.
Aku menawarkan padanya posisi riset saja.
Dan ia katakan, dan aku kutip, untuk membungkam diriku.
Aku minta Daniel untuk menahannya. Tapi ia mau ini dipublikasikan
sebelum ia mengajukan tuntutan hukum.
Tuntutan hukum apa?
Aku menanyakan hal yang sama padanya.
Dia tak mau merincinya.
Baiklah. la bisa mendapatkan pekerjaannya kembali.
Tapi aku punya satu syarat.
Permintaan maaf?
Dok tak akan pernah mau meminta maaf.
Aku sudah lakukan bagianku, Lewicki.
Jadi lakukan bagianmu.
Kau bisa sangat persuasif jika kau mau.
Aku ada di Paris, jadi tentu saja aku diejek oleh pantomim.
Sangat klise.
Bisakah kau menghilang?
Pergi.
Dokter Pierce.
Apa yang kau inginkan?
Aku meyakinkan atasanku untuk mengijinkanku memberitahumu
lebih banyak soal operasinya.
Aku mendengarkan.
Ilmuwan Cina yang kuceritakan, Dokter Soong
adalah seorang ahli neurofarmalogi.
Dia membuat obat neotropik
yang meningkatkan pengetahuan dan ingatan.
Pil pintar? Tidak mungkin
Tidak pernah ada senyawa neotropik yang bisa menahan kerasnya
pengujian double-blind.
Tampaknya yang satu ini bisa.
Jika itu benar
bisa membantu banyak orang yang mengalami kerusakan syaraf.
Tidak, jika pemerintah Cina yang memilikinya.
Mereka mau memakai obat itu untuk kepentingan militer.
Untuk meningkatkan fungsi kognitif tentara mereka di medan perang?
Tapi Dokter Soong mau obat itu tersedia bagi semua orang.
Jika kau membantu kami
atasanku akan melakukan apa saja untuk memastikan
bahwa kau terlibat dalam percobaan klinisnya.
Ini terdengar persis seperti sesuatu yang aku ingin dilibatkan.
Yang membuatku berpikir, Natalie benar mengenai dirimu.
Dokter Pierce, kuharap kau belum bicarakan ini pada siapa pun.
Misi mata-mata ini tak lebih dari sekedar fantasi paranoid.
-Dan kau jelas tak nyata. -Apa katamu?
Bagaimana latihannya?
Sangat baik! Dengan siapa kau bicara tadi?
-Apakah kau baik-baik saja? -Aku akan segera kembali.
Kau!
Apa yang aku lakukan saat aku dapatkan penanya?
Di sisi utara Notre Dame ada penanda perunggu, Point Zero.
Itu adalah pusat geografis Paris.
Berjalanlah 20 langkah ke Barat, kau akan melihat batu bulat
berwarna lebih gelap dari bebatuan di sekitarnya.
Itu longgar. Sembunyikan pena itu di bawahnya.
Notre Dame, Point Zero, 20 langkah ke Barat. Aku mengerti.
Itu hanya kecelakaan. Benar-benar tak masalah.
Kau tak perlu melakukan itu.
Kumohon, itu semuanya salahku.
Tapi aku yakin Francois akan mendapatkan selomu kembali
dalam banyak waktu, untuk perjalanan kecil kita.
Sudah kukatakan, aku tak bisa melakukannya.
Daniel, ini temanku, Serge Lombart.
Dia dari Kementerian Kebudayaan Prancis.
Serge, Daniel Pierce.
Miranda bercerita banyak padaku tentang dirimu.
Dia tak pernah menyebut-nyebut dirimu.
Ya, baiklah, percaya padaku.
Francois akan mengembalikan ini padamu segera, Sayangku.
Senang bertemu denganmu Doktor Pierce.
Ada apa dengan pria itu?
Serge datang untuk memberi salam selesai latihan.
Dia tak sengaja tersandung seloku dan mematahkan bagian lehernya.
Sebetulnya, aku bertanya-tanya soal perjalanan kecil yang ia sebutkan.
Daniel Pierce, apakah kau cemburu?
Tidak. Mungkin, sedikit.
Dia mengundangku bermain di tur pertukaran budaya yang diaturnya.
Saat kau muncul, aku menolaknya.
Mengapa?
Aku menunggu sangat lama untuk bisa bersamamu.
Kau mau aku terbang ke Timur Tengah dan meninggalkanmu sendirian?
Di kota paling romantis di dunia?
Miranda, aku sudah lepas dari Menara Gading.
Aku tak perlu berada di mana pun. Aku bisa saja pergi denganmu.
Turnya pergi ke Istanbul, Lahore, Teheran.
Dan perlu berbulan-bulan untuk mendapatkan visa.
Lalu mengapa kau bahkan tak pernah menyinggungnya?
Karena, jika kau sudah tahu, kau akan memaksaku pergi.
Begini, aku sudah mengejar karierku selama 20 tahun.
Dan aku sudah selesai dengan itu.
Aku menempatkan kita sebagai yang utama.
Paris itu seperti cinta, atau seni atau iman.
Tak bisa dijelaskan.
Hanya dirasakan.
Sebagai anak-anak waktu aku pertama kali mendengar kata-kata itu
dalam sebuah film. Film yang luar biasa.
Gene Kelly adalah perkenalanku dengan kota magis ini.
Kebanyakan orang hanya mengenal Paris dari seni atau puisi.
Dan ini bisa menjadi harapan ideal tertentu.
Yang tertanam dalam jaringan syaraf kita.
Tentu, Paris tidak hanya seperti yang kita lihat di film-film.
Pelayan-pelayan tak langsung bernyanyi
saat ada topi yang jatuh.
Tak peduli sebesar apa aku memberi mereka tip.
Dan pada kasus-kasus ekstrim
beberapa turis menderita reaksi patologi yang aneh.
Saat versi ideal mereka tentang kota ini
berbenturan dengan kenyataan.
Mereka merasa disorientasi, mengalami delusi.
Dan paranoid.
Beberapa bahkan mengalami halusinasi.
Bentuk ekstrim dari gegar budaya ini dikenal secara baik
sebagai Sindrom Paris.
Apa yang diajarkan oleh jenis fenomena ini kepada kita
tentang kemampuan otak atau ketidakmampuan
untuk beradaptasi pada yang aneh dan tidak familiar.
Terima kasih.
-Ceramah yang bagus, Daniel. -Terima kasih, Henri.
No comments yet. Be the first to leave one.