نخستین 200 خط.
SEE YOU IN MY 19TH LIFE
Selama invasi Jepang,
aku berlari tanpa henti setelah kehilangan bayiku.
Setelah lama berlari,
akhirnya aku hanya fokus pada napasku.
Lalu aku memikirkan sesuatu saat berdiri di ladang bunga gandum kuda putih.
"Masa-masa sulit ini kemungkinan besar akan berlalu.
Lalu…
akhirnya aku akan tiba di suatu tempat
dan bisa meneruskan hidup lagi."
MENCOBA KEBERUNTUNGAN
Kau harus temukan seseorang di kehidupan pertamamu
yang ada di ingatanmu.
SERIAL ORISINAL WEBTUN SEE YOU IN MY 19TH LIFE OLEH LEE HEY
Pak Mun.
Pak.
Kenapa?
Dia dihabisi dengan dibuat seperti bunuh diri.
Masih banyak yang harus aku dan Chan-hyeok terima dari Pak Mun.
Ingatlah, aku hanya mengalah
kepada dirimu, Yeon-ok.
DIREKTUR MUN
Ya, Pak.
Ada apa menelepon pukul segini?
Ya, baik.
Katanya dia mau bicara denganmu. Ponselmu mati?
Cepat terima teleponnya.
Ya, Pak.
Ya, baiklah.
Kenapa? Apa katanya?
Dia mengajak sarapan bersama besok.
Kenapa dia meneleponku untuk bicara denganmu?
Mungkin dia tahu kau pasti memanggilku
karena masalah Seo-ha makin rumit.
Lupakan saja.
Aku pamit, ya.
Aku minum sendirian?
Kau pasti tahu
alasanku memanggilmu, kan?
Katanya kau ada di lokasi kejadian
bersama Seo-ha.
Benar, Pak.
Jika sungguh peduli pada Seo-ha,
kau seharusnya menghentikannya dari membahayakan dirinya.
Apa ada yang kau sembunyikan?
- Apa? - Waktu kecil, anakmu hampir mati,
dan kali ini dia terluka.
Bukankah kau, ayahnya,
yang seharusnya maju lebih dahulu dan menangkap pelakunya?
Polisi akan menangkapnya.
Sebagai ayah, aku melindungi putraku.
Kau hanya perlu tutup mulut.
Jadi, menutup mulutku adalah caramu melindungi putramu?
Apa jangan-jangan kau sudah tahu siapa pelakunya?
Rupanya kau sulit diajak bicara.
Jangan bilang aku tak memperingatkanmu.
Pergilah.
Akulah yang mencarikan
pelaku penabrakan itu untuknya.
- Hei, ada yang tidak beres. - Apa?
Bawa ini
- dan kaburlah. - Aku tak bisa meninggalkanmu.
Tak apa. Pergilah.
Cepat.
- Menyulang! - Menyulang!
Ya ampun, nikmat sekali.
Baiklah.
Biar kusuapi kau dahulu, Min-gi.
Baik.
Lihatlah, kau lahap sekali.
- Ini enak. - Benarkah?
Ya.
Min-gi.
Aku tidak tahu apa masalah yang ada dalam hidupmu,
tetapi kau harus tetap makan.
Ya?
- Baik. - Bilang saja jika ada yang mau kau makan.
Baik.
Kalau begitu, biar kusuapi sekali lagi.
- Ini. - Masih belum habis.
- Masih belum? - Sekarang sudah.
- Terlalu banyak? Buka mulutmu. - Ya.
Ya ampun. Bisa-bisa orang pikir dia putramu yang hilang.
Kau datang tepat waktu. Makanannya baru matang.
Cepat duduk.
Tidak usah. Aku tak mau makan.
Kau lelah?
Namun, kau tetap harus makan.
Ini.
Apa ini?
Aku lihat sepertinya itu cocok untukmu.
Ya ampun.
Ini untukku?
Ya ampun. Biar kulihat.
Astaga, cantiknya.
Aku suka kuning moster.
Cantik sekali.
Kau selalu ada di dalam hatiku.
Kau juga selalu di hatiku.
- Cantik sekali. - Terlihat cocok.
- Benarkah? - Ya.
- Cocok untukku? - Ya.
Ya ampun.
- Min-gi, aku mau bicara. - Cantik sekali.
Aku pinjam dia dahulu, ya.
Makanlah lebih dahulu.
Mereka jadi akrab juga.
Mewah sekali.
Aku teringat kehidupan pertamaku.
Sebenarnya bukan teringat, tetapi terlihat.
Ini karena kerincing itu, ya?
Jelaskan lebih rinci.
Aku berada di tempat asing.
Aku melihat sosok seseorang dari belakang.
Lalu ingatanku tumpang tindih dengan ingatannya.
Bukan hanya satu orang.
Ada wajah yang kukenal juga.
Siapa dia?
Orang paling berharga di kehidupanku saat ini.
Pak Kang.
Apa kau sungguh hanya kebetulan
datang ke sini?
Apa di kehidupan pertamaku…
ada kau juga?
Kenapa kau diam saja?
Apa 1.000 tahun lalu…
kita sepasang kekasih?
Tentu tidak.
Begitukah?
Kupikir aku cinta pertamamu.
Tunggu sebentar.
Coba pegang kerincing itu lagi.
Maka, mungkin kau bisa tahu.
Jadi, bisa saja Seo-ha adalah seseorang dari kehidupan pertamaku?
Coba pegang lagi.
Tidak usah. Sudah cukup.
Aku keluar dahulu, ya.
Halo, Tuan Cheon-un.
Bosku tidak bunuh diri.
Katanya di dalam sini ada bukti untuk mengungkap pelakunya.
SURAT PERNYATAAN LUNAS
"Proyek truk jungkit"?
"23 April 1998."
PENGUTANG BAN HAK-SU
"Ban Hak-su."
SURAT PERJANJIAN PINJAM UANG
BAN HAK-SU BAN DONG-U
"Ban Dong-u."
Aku dengar dengan jelas bahwa itu semua bukan kecelakaan semata.
BAN HAK-SU BAN DONG-U
BAN HAK-SU BAN DONG-U
Adakalanya keluargamu yang sekarang adalah musuhmu di kehidupan lampaumu.
Pada saat seperti itu, lebih baik dijauhi saja.
Kenapa menakutkan sekali?
Hidup itu bukan sesuatu
yang menakutkan,
tetapi justru berat.
DAFTAR RIWAYAT HIDUP BAN JI-EUM
- "Ban Ji-eum." - Kembalikan.
Siapa ini?
- Cepat berikan kepadaku. - "Direktur Hotel MI, Mun Seo-ha."
Untuk apa Ayah tahu?
- Hotel MI… - Berikan!
Cepat kembalikan!
Lancang sekali kau!
Halo.
Kau di mana?
Sedang mau tidur.
Bohong. Aku bisa dengar suara jangkrik.
Kau di luar?
Aku sedang cari angin karena tak bisa tidur.
Harusnya kutemani sampai kau tidur.
Sayang sekali.
Lakukan kemahiranmu itu, Nona Ban.
Pak Mun.
Jika di kehidupan sebelumnya
kita pernah bertemu,
kira-kira apa hubungan kita?
Entahlah.
Coba bayangkan dahulu.
Bagaimana jika kita bertemu
sekitar 1.000 tahun lalu?
Mungkin jenderal dan kuda poni.
"Kuda poni"?
Kau jenderalnya dan aku kuda poninya.
Ternyata kau sama sekali tidak romantis.
Dengarkan aku.
Di atas jembatan indah yang dikelilingi kembang api,
seorang pria dan seorang wanita berdiri berhadapan.
Wajah sang pria bersinar terang bagai bulan,
dan sang wanita cantik bagai bunga teratai merekah.
Kita yang kali pertama bertemu itu
jatuh cinta pada pandangan pertama.
Bagaimana?
Coba lanjutkan lagi.
Saat sedang dimabuk cinta,
kita difitnah sebagai pengkhianat, dan sayangnya mati.
Jadi, kita bertemu lagi di kehidupan ini
untuk memenuhi cinta yang dimulai sebelumnya.
Cerita yang menarik.
No comments yet. Be the first to leave one.