نخستین 200 خط.
"Seri Drama Coupang"
"Kim Soo Hyun"
"Cha Seung Won"
ONE ORDINARY DAY
Ji Tae.
"Episode 8, Sebuah Akhir"
Aku penasaran.
"Episode 8, Sebuah Akhir"
Kau sungguh percaya aku tidak membunuhnya?
Maksudku, Hong Guk Hwa.
Bagaimana jika aku memang membunuhnya?
Aku tidak peduli kau membunuhnya atau tidak.
Yang aku tahu
bagaimana dirimu yang ada di sini. Tidak lebih atau kurang.
Anda ayah tiri Nona Hong dan satu-satunya orang
dengan hak untuk mewarisi asetnya.
- Benar. - Kapan Anda menerima
laporan postmortem Nona Hong?
"Saksi"
Dua hari setelah kematiannya. BFN mengirimkannya kepadaku.
Lalu Anda langsung membuat klaim asuransi pada hari yang sama
untuk mencairkan asetnya.
Saya sangat membutuhkan uang saat itu.
Begitu rupanya. Segera setelah kematiannya,
Anda menerima pembayaran asuransi sebesar 700.000 dolar
dan mengambil langkah hukum untuk mewarisi aset dan propertinya.
Rumahnya bernilai lima juta dolar.
Kurang dari lima hari setelah kematiannya,
Anda menjual rumah itu.
Saya mengerti maksud Anda,
tapi mereka yang masih hidup harus terus hidup.
Kalau begitu,
saat Anda mendengar dia tewas,
apa Anda sedih? Atau justru senang?
Saya akan jujur. Ada sedikit rasa senang,
tapi saya tidak sepenuhnya berengsek.
Pada hari kejadian,
antara pukul 00.00 sampai 4.00,
di mana saja Anda? Apa yang Anda lakukan?
Apa saya harus menjawab pertanyaan ini?
Ya, saya harus mendengar jawaban Anda.
Saya di motel dengan pacar saya.
Saya sudah memberi tahu jaksa.
Tolong tunjukkan fotonya.
"Rekaman CCTV Cho Kang Pil 1, Dari Hari Insiden"
"Hakim"
"Terdakwa"
"Hiduplah dengan Lebih Sehat"
Hei, Nak.
Lihat wajahnya. Kacau sekali.
Kulihat kau menjadi cukup berani.
Haruskah aku menengadah?
Duduklah, Berandal Kecil.
Tinggalkan sesuatu yang kau sayangi
agar aku bisa menyelamatkan harga diriku.
Apa maumu?
Tangan atau kaki sudah cukup.
Kepalamu akan lebih baik.
Kau tidak akan menyesali ini, bukan?
Biar kubersihkan dahulu.
Sedang apa kau di sini?
Apa lagi menurutmu?
Lihat perbuatan berandal ini
kepada orangku, Doo Sik.
Kalian bertarung dengan adil, dan kau kalah.
Apa lagi sekarang? Kau tidak malu?
Hei, Song Baek Ho.
Aku mengerti kau preman entah dari mana,
tapi jangan melewati batas.
Jauhi masalah.
Jangan sampai aku mendengar napasmu.
Ini konyol.
Nak.
Enyahlah.
Ayo.
Doo Sik.
Siapa yang mengikat simpul, dia harus melepaskannya.
Mulai sekarang,
kau harus berhati-hati.
Kenapa?
Itu yang dilakukan preman.
Mereka menusukmu dari belakang.
Pengacara, silakan memeriksa saksi.
Baik, Yang Mulia.
Pak Kim.
Anda mengenali saksinya?
"Terdakwa"
Apa masalahnya?
Kalau begitu, pergilah.
Ya.
Kami bertemu dengannya di depan rumahnya malam itu.
Kalau begitu,
adakah yang Anda tahu tentang dia?
Tidak.
Pak Yoo.
Kenapa Anda parkir di depan rumah korban malam itu?
Rumah Anda berjarak 1 km dari rumahnya,
dan selain itu,
Anda punya banyak tempat parkir tepat di depan rumah Anda.
"Saksi"
Aku parkir di sana untuk beristirahat sebentar.
Itu yang saya katakan kepada polisi.
Anda bilang Anda melihat Pak Kim dan korban
sekitar pukul 23.00 malam itu.
Namun, seperti yang Anda lihat,
Anda tidak pulang sampai sekitar pukul 00.20,
jadi, Anda punya sekitar 1 jam 20 menit.
Apa yang Anda lakukan selama itu?
Bukan apa-apa. Hanya bersantai di mobil saya,
mendengarkan musik
dan bermain gim ponsel di ponsel saya.
Begitukah?
Begitu rupanya. Namun, ini yang sangat aneh.
Ini dua hari sebelum insiden itu.
Empat hari dan bahkan sepekan sebelum kematiannya,
Anda berkeliaran di sekitar rumahnya.
Kenapa Anda di sana?
"Hakim"
Baiklah. Biar saya tanya sekali lagi.
Selama 1 jam 20 menit itu,
pada hari kematiannya,
apa yang Anda lakukan?
Saat menguntit Nona Hong,
Anda kebetulan melihatnya pulang dengan seorang pria.
Tidak bisa mengendalikan kemarahan Anda,
Anda akhirnya membunuhnya
secara mendadak.
Keberatan, Yang Mulia.
Alih-alih membuktikan Pak Kim tidak bersalah,
Pengacara mencoba membingungkan para juri.
dengan bilang saksi pembunuh dan membuatnya tampak seperti tersangka.
"Hakim"
Saya yakin argumen ini layak didengarkan.
Pengacara, silakan lanjutkan.
Pak Yoo.
Saya ingin Anda menjawab pertanyaan saya.
Sial. Ini sangat memalukan.
Dengar.
Jujur saja,
saya sama sekali tidak tertarik dengan Hong Guk Hwa.
Lihat wanita di sana? Saya menyukai Yoon Hyo Jung.
Apa?
Saya ketahuan menguntitnya dua pekan sebelum itu
dan diinterogasi polisi.
Akibatnya, saya membayar denda.
"Terdakwa"
"Kejaksaan"
"Bukti Tiga, Yoo Seung Hoon"
Pak Yoo, apa Anda sudah diinterogasi polisi
sebagai tersangka kasus pembunuhan ini?
Saya bukan tersangka.
Saya saksi.
Sial.
Mari kita lihat.
Beri aku sesuatu.
Sial.
Silakan.
Tidak.
Jika tidak ada argumen lagi,
jaksa akan memberikan argumen penutup
dan meminta hukuman.
Pengacara juga akan memberikan argumen penutup
dan juri akan memberikan putusan.
"Terdakwa"
Apa penuntut keberatan?
Tidak, Yang Mulia.
Pengacara?
"Pembela"
Saya ingin memanggil saksi di kantor polisi.
Seorang saksi dalam ranah pengadilan.
Kalau begitu, dia pasti ada di ruang sidang.
Benar.
Kepala Park, sudah berapa tahun Anda menjadi detektif?
"Saksi"
Saya di Unit Kejahatan Kekerasan selama sekitar 30 tahun.
Satu-satunya tersangka yang Anda selidiki untuk kasus ini
adalah terdakwa, bukan?
Saya mengerti niat Anda.
Bisakah Anda
menjawab pertanyaan saya?
Benar.
Semua bukti mengarah kepada terdakwa.
Teman sekamar korban, Yoon Hyo Jung.
Sepekan sebelum insiden itu, dia pergi.
setelah berdebat dengan korban tentang pacarnya.
Um Ki Jong memberikan narkotika kepada korban.
Namun, tidak ada yang diinterogasi.
Ayah tiri korban, Cho Kang Pil,
mengklaim polis asuransi jiwa senilai 700.000 dolar
dan juga menerima warisan sebesar lima juta dolar.
Sementara itu, kurir Lee Chul Ho memiliki riwayat kriminal yang sama,
mengetahui kediaman korban, dan menerima
klaim mengenai paket.
Dia bertemu dengan mereka di pom bensin
dan mengikuti mereka ke Sungai Han.
Namun, keduanya tidak diselidiki.
Begitu pula dengan Yoo Seung Hoon yang menguntit teman sekamar korban.
Kenapa tidak diselidiki?
Dengan kejahatan keji seperti ini,
saat korban ditikam 13 kali,
No comments yet. Be the first to leave one.