نخستین 200 خط.
Maaf. Oke. Lanjutkan.
Lalu, keadaan jadi sangat buruk.
Keluarga yang mempekerjakanku sebagai pengasuh, mereka harus pindah.
Jadi itu pekerjaanmu? Kau pengasuh anak?
Ya. Aku suka pekerjaan itu.
Aku dulu kuliah jurusan itu. Pendidikan anak usia dini.
Tapi lalu, kau tahu, kehilangan pekerjaan,
itu berat sekali secara finansial.
Ya, tentu saja.
Lalu aku dapat email dari pemilik apartemen yang bilang,
"Sewa Anda kami naikkan. Semoga harimu indah."
Aku senang kau datang hari ini.
Kasus sepertimulah alasan firma hukumku mengadakan acara ini.
Jadi, ini pekerjaanmu? Bertengkar dengan pemilik rumah?
Firmaku menangani segala jenis masalah perumahan dan real estat.
Memastikan pemilik rumah jujur, kami...
Kami lakukan itu pro bono.
Anggap saja bonus.
Um...
Jadi, apa yang kau lakukan di sini?
Maksudmu?
Kau sudah mau melahirkan.
Harusnya kau di rumah minum teh raspberry.
Yah, kedengarannya enak, tapi, aku masih kuat.
Orang lain juga bisa.
Pengacara LA. Itu dia.
Hai, Henry.
Kumohon, Ayah. Aku janji Mama di rumah. Aku janji.
- Hai, Caitlin. - Hei, Alison.
Di mana kontraknya? Aku membutuhkannya.
Katanya masih dia periksa.
Bisa kutelepon lagi.
Uh...
Kurasa... kita harus lanjutkan ini nanti.
Oh. Apa semua baik-baik saja?
Uh, ya. Um...
Ya, kurasa aku akan melahirkan.
Oh.
The Hand That Rocks The Cradle "Tangan yang Mengayun Buaian"
Jelaskan saja. Kenapa tidak nyata?
- Di mana kunciku? - Ibu?
- Halo, Ibu. - Bisa pegang ini sebentar?
Ibu.
- Apa, bayi hewannya? - Ya.
- Karena itu di video game. - Itu pakai uang.
Kenapa harus bayar kalau tidak nyata?
Ya, itu juga pertanyaanku.
Ayo beri jalan.
Ibu, ini serius bagiku.
Aku tahu, Sayang. Aku tahu.
Aku tahu. Kau bilang ini serius bagimu.
Dan aku mengerti. Tapi kita harus pergi.
- Bisa masuk ke mobil? - Aku membantu.
Oke. Sudah.
- Apa yang kau lakukan? - Apa yang kau lakukan?
Kau meninggalkan bayimu di jalan?
Kau tidak bisa mengebut di jalan ini.
Oh, untung saja kereta bayi itu tidak merusak mobilku.
- Ayo. - Wanita bodoh.
Oh, ayolah.
- Apa kita siap? - Ayah.
- Astaga. - Apa-apaan ini?
- Apa yang terjadi? - Wanita ini...
Dia mengebut di jalan ini.
- Benar-benar idiot. - Ayah.
Apa? Kalau itu benar, kau boleh bilang "sialan".
Harusnya ada rambu berhenti di sana.
- Ya, beginilah LA. - Apa maksudnya?
- Orang tidak berhenti di LA. - Oh...
Tidak, harusnya ada rambu berhenti.
Terima kasih.
Oke. Tomat...
Oke, kita tidak beli itu hari ini.
Kita lihat apel di sebelah sana.
Hmm.
Caitlin.
- Polly. Ya. - Polly. Benar.
Wow. Apa kabar?
Aku baik. Ya, aku baik.
Bagaimana dengan pemilik apartemenmu?
Aku mengiriminya surat,
tapi dia bilang soal hukum kenaikan uang sewa,
sayangnya itu tidak berlaku.
Yah, dia salah.
- Yang harus kau lakukan adalah... - Sudahlah.
Aku... aku bisa mengatasinya.
Dapat pesto.
Um, ya, ini ada minyak sawitnya.
Apa itu buruk?
Yah, ini 50% lemak jenuh, jadi...
Kukira lemak itu bagus sekarang.
Ada berbagai jenis. Bisa kembalikan?
Tentu. Kukira, untuk pasta, ini...
Ibu.
- Jadi, apa rencanamu soal... - Ibu? Ibu.
Ibu sedang bicara, Emma, oke?
- Bisa kita pergi sekarang? - Kita baru saja sampai.
- Aku lapar. Ibu. - Kita akan beli makanan, oke?
Um...
Jika kau butuh pengasuh anak, meski hanya untuk sore hari
agar bisa, kau tahu, puas belanja di pasar...
- Dan kau pengasuh anak? - Benar. Um...
Aku pernah bilang, kau tahu, tapi itu sudah lama sekali.
Aku ingat, ya.
Coba kulihat apa aku punya nomormu.
Oke.
Maksudku, hidupnya sedang sulit.
Lebih mudah bicara dengannya dibanding separuh ibu-ibu di sekolah Emma.
Dia seperti orang sungguhan.
Tapi dia punya pengalaman dengan anak?
Ya. Ya, aku akan minta referensi darinya.
- Ibu, jangan terlalu pendek. - Aku tahu. Nah.
- Dan kau bilang kau ingin istirahat. - Memang.
Aku bisa... Aku bisa lebih santai kali ini, dan...
mengurus diriku sendiri, seperti yang selalu dituntut semua orang.
Oke.
Oke.
Benar.
Bagaimana menurutmu?
Sempurna.
Bintang emas.
Ooh. Wah, terima kasih.
- Halo. - Halo, Rosanna?
- Uh, ya. - Hai. Namaku Caitlin.
Aku... Aku dapat nomormu dari Polly Murphy.
- Oh. Hai. - Hai. Ya.
Kami sedang mempertimbangkan mempekerjakannya sebagai pengasuh
dan aku hanya ingin tahu pengalamanmu dengannya.
Oh, um...
Dia luar biasa.
Benar-benar jadi bagian keluarga kami.
Senang mendengarnya.
Maaf. Berapa lama dia bekerja padamu?
- Wah, beberapa tahun. - Uh-huh.
Oke. Wow. Itu bagus.
Itu... itu waktu yang sangat lama.
Ya. Sangat hebat dengan anak-anak.
Hai.
Jadi, yang bersih di sini, dan yang kotor langsung ke mesin cuci piring.
- Ada siklus sterilisasi. - Oke.
Dan hanya botol kaca.
Benar. Hindari plastik mikro.
Tepat. Ya, aku tahu kita sudah telanjur, tapi, semoga mereka tidak.
Uh, oke. Ini.
- Oh, wow. - Ya, aku sudah stok cukup banyak.
Jadi dari kiri ke kanan, yang lama ke yang baru.
- Kau bisa ambil dari kiri. - Dan tidak ada susu formula?
For... Oh. Tidak, itu isinya gula saja.
Jadi begitu dia minum itu... kau tahu.
- Mengerti. Ya. - Oke.
Josie.
Josie, ini pengasuh barumu, Polly.
- Mau bilang hai? - Hai.
Hai.
Ibu bilang tidak boleh gula.
Ibu bilang tidak boleh gula.
Hai, Sayang.
Hai, Sayang.
Jadi, kurasa, um, aku akan pergi ada urusan.
Bagus. Ya.
Um...
- Kami akan baik-baik saja. - Benar.
Oke.
Dah.
Astaga!
- Halo. - Halo.
- Makanan datang. - Bagus.
- Josie tidur, jadi aku mau pulang. - Bagus. Oke.
Kau mau makan malam?
- Ya. - Maksudku, ini banyak.
Kumohon, makanlah di sini.
- Makanlah. - Oke.
Akan kuambil piring lagi.
Ini.
Oh, aku tidak minum.
Keren. Um, Sayangku.
Bagus. Terima kasih. Oke.
Baiklah. Kelihatannya enak.
- Emma, kau mau ayam? - Ambil apa saja, ayo makan.
Oke.
Aku butuh ruang!
Emma...
Kau boleh punya ruang, tapi kau tidak boleh bicara padaku...
Ya Tuhan! Biarkan aku sendiri!
Haruskah kau beri dia waktu sebentar?
Ya.
Dia pikir aku ini tukang atur, tukang marah.
Itu karena orang tua lain takut pada anak mereka sendiri.
Aku sering melihatnya.
Emma pintar, tapi dia sangat keras kepala.
Sejak dia bayi, jika kutaruh dia sedetik saja,
dia akan langsung berteriak.
- Berteriak. - Kedengarannya berat sekali.
Ya, tahun pertama itu, um, luar biasa.
Hei, sungguh. Jangan biarkan aku menahanmu.
- Jika kau harus... - Oh. Tidak, hanya saja...
gadis ini.
Kami... sedang dekat.
Oh, ya? Kau menyukainya?
Aku belum yakin.
No comments yet. Be the first to leave one.