نخستین 200 خط.
Ayo pergi.
Ayo kita minum lagi.
Oke siap!
Anak jaman sekarang memang beda.
Aku tahu dimana tempat yang asik.
Ronde ke-2 okay?
Okey okey!
Kita ke wine bar!
Oke hayuk lesgow!
Melihat fotoku sendiri saat aku masih muda...
membuatku sedih.
Bagaimana perasaan Ayah...
yang tiba-tiba berusia 22 tahun?
Ayah!
Ayah.
Aku tahu...
Hari ini pasti akan datang. Aku selalu membayangkannya.
Rumahku yang dipenuhi kebahagiaan...
hancur ketika laki-laki itu muncul...
di rumahku.
Halo?
Awalnya dia hati-hati.
tapi dia berubah menjadi tidak tahu malu.
Halo?
Rumahku yang dipenuhi kebahagiaan...
serasa seperti neraka yang membuat napasku sesak.
Aku membunuh wanita yang dicintai oleh seorang pria...
dan memutuskan hidup sebagai seorang Ibu.
Aku mengelap dan membersihkan rumah berpuluh-puluh kali dalam sehari.
Demi anak-anak, aku harus melindungi rumahku.
Kau...
baru saja memanggilku "Ayah"?
Itu siapa?
Masa kau tidak tahu?
Itu istrinya. Iya kan?
Saya tidak pernah menyangka akan bisa bertemu dengan Hyungsu-nim.
Hyung-nim, kenapa menjadi aneh begini?
Semua orang disini memanggilmu dengan sebutan "Ayah".
Hyungsu-nim bisa salah paham.
Iya benar juga.
Setiap kali sedang minum, beliau selalu memanggil kami "anakku",
jadi kami pun memanggilnya "Ayah".
Kim Gisa-nim terlihat aneh.
Apa sedang sakit?
Bukan...
Tidak.
Ayah!!
Lihat kan? Dia juga memanggilnya "Ayah"
Baiklah, aku pergi kerja dulu.
Ayah.
Hati-hati dijalan.
- Kita juga harus pulang. - Iya baik.
Ya.
- Kami pergi dulu ya. - Iya hati-hati.
Ayah pernah mencoba bunuh diri?
Ayahku?
Dan meninggalkanku? Bukan...
dan meninggalkan keluarganya?
Bagaimana kau bisa tahu?
Aku melihat data riwayatnya di rumah sakit yang waktu itu.
Saat ditemukan, Ayah dalam posisi menggantung.
Ayah mengalami hipotermia yang kritis, dan tim penyelamat tidak bisa mengukur suhu tubuhnya.
Tapi Ayah bisa pulih dalam waktu singkat.
Saat tim penyelamat menemukan Ayah,
mereka melihat ada botol berisi obat di dekatnya.
Dan botolnya sudah kosong,
tapi saat diperiksa, tidak ditemukan adanya obat di dalam tubuh Ayah.
Obat tidur?
Ya.
Ayah punya insomnia...
karena jadwal tidurnya tidak teratur.
Kau sengaja pura-pura tidak tahu?
Kau bilang tidak ditemukan di dalam tubuhnya.
Berarti Ayah tidak minum obatnya.
Ibu juga tahu.
Ibu terus menerus bertanya...
apakah ada obat tidur di dalam tubuh Ayah.
Kenapa kau baru memberitahuku sekarang?
Aku ingin memberitahu Ayah lebih dulu, saat ingatannya sudah pulih,
tapi menurutku lebih baik untuk memberitahumu dulu.
Memang benar, kau yang harus bicara pada Ayah.
Sakit hati juga penyakit, Ayah harus diobati secara medis.
Kau yang bicara pada Ayah.
Aku harus pergi seminar.
Tidak bagus kalau terus mengulur waktu.
Aku tidak bisa.
Aku tahu kalau aku tidak boleh begini,
tapi aku sangat benci pada Ibu.
Kenapa tiba-tiba ingin "lulus"?
Aku benci sekali.
Aku mau bicara sesuatu.
Sebelum kesini,
adikku mengirim foto saat aku masih kuliah.
Saat usia segitu, semua gadis memang cantik kan?
Tapi aku tidak cantik.
Tapi sekarang, aku lebih mendingan.
Kau tidak tertawa.
Aku juga putus cinta 9 tahun yang lalu.
Pria itu selingkuh dariku.
Dia selingkuh dengan wanita lain selama 3 tahun,
dan aku tidak tahu apa-apa.
Pria yang aku pacari selama 9 tahun...
berkata apa tentangku, kepada wanita itu.
Apakah hubungan kita perlahan-lahan menjauh?
Apakah hubungan kita sudah berakhir?
Apakah dia berkata seperti itu?
Kau kecewa saat aku bicara seperti itu?
Kecewa?
Kau menyebalkan.
Aku cuma berkata jujur, kenapa dianggap menyebalkan?
Kenapa tiba-tiba kau menjadi berani begitu?
Aku sudah was-was duluan dengan apa yang mau kau katakan.
Tapi sekarang aku merasa lega.
Tapi aku mengatakan hal itu, bukan untuk membuat hatimu lega.
Ubah cara pandangmu.
Hubungan 9 tahun itu bukan hal biasa.
Tapi kita punya persamaan tentang hubungan itu.
Itu yang namanya takdir.
Kau sudah merasakannya sendiri...
9 tahun itu tidak berarti apa-apa, tapi waktu yang terbuang.
Sedikit demi sedikit saling menjauh dan saling membenci.
Dan sudah tidak saling mengharapkan apapun.
Kau pasti paham dengan situasiku,
makanya aku merasa nyaman.
"Dia paham situasiku, dia bisa menjaga rahasiaku..."
"dan dia bisa bersembunyi dengan aman." Itu maksudnya?
Tidak, aku tidak pernah menyuruhmu untuk menjaga rahasiaku...
atau bersembunyi.
Aku bisa menjaga rahasiamu dan bersembunyi dengan aman.
Aku tidak peduli dengan hubungan kalian berdua.
Lalu apakah kita bisa...
tetap berhubungan?
Aku akan lakukan sesuka hatiku.
Baiklah, lakukan saja sesuka hatimu.
Oh iya, sebelumnya aku mau minta tolong.
Tunjukkan foto yang dikirim oleh adikmu.
Aku sangat penasaran.
Waahh tapi kau terlihat cantik.
Sengaja membuatku penasaran dengan bilang kalau kau itu tidak cantik?
Ini cantik di sebelah mananya??
Aku cemberut begitu, tanpa sadar kalau saat itu adalah masa-masa terbaik dalam hidupku.
Ngomong-ngomong, adikmu pandai memotret.
Foto ini bukan dipotret oleh adikku.
Ooohhhhh....???? Apa maksudnya??
Ini temanku yang memotretnya.
Teman yang waktu itu??
Tadinya aku tidak mau bilang ini, tapi foto jepretanku juga hasilnya bagus.
Bahkan bisa lebih bagus dari ini.
- Sini aku fotoin. - Aku tidak suka difoto.
- Eheeeyyyy, okaayyy~~~ - Tidak usah.
Okay, 1...2...
Apa aku harus bukan studio foto pernikahan?
Hasilnya bagus.
Bagaimana kau bisa kenal dengan Chan Hyuk Hyung?
Ibu kita saling mengenal.
Itulah awal mula aku bisa kerja dengannya.
Aku bisa kerja lewat "orang dalam".
Ya sama aku juga lewat orang dalam.
Tapi setidaknya, Yoo PD-nim pernah kuliah di luar negeri.
Kalau aku, harus kerja keras bagai kuda.
Tidak sampai setahun, aku sudah dikeluarkan dari kampus.
Kuliah apaan.
- Jangan tanya dengan pandangan seperti itu. - Tidak... tidak.
Aku harus tanya.
Aku muak dengan orang yang suka kepo.
Coba follow saja sosmedku, dan lihat isinya apa.
Pasti akan ada beberapa rumor menjijikan tentang diriku.
Bukan itu maksudnya.
Kalau belum setahun sudah dikeluarkan dari kampus, dan mulai bekerja di kantor itu, berarti...
sekarang umur berapa?
Aku kelahiran tahun 95, kalau Yoo PD-nim?
Kalau sudah minum ini,
aku akan bicara banmal, okay?
Kau membayangkan apa?
Siapa??
Aduh maaf, saya mabuk berat.
Saya minta maaf.
Aku pulang ya.
Aku tidak boleh menahanmu, ya?
Foto yang aku tunjukkan tadi...
Di waktu itu...
aku tidak bahagia.
Kerja bagus hari ini, sampai ketemu besok.
Biar aku yang pindahkan dus ini.
Tapi dusnya berat.
Enteng kok.
- Waktu itu, aku mencoba untuk mandiri - Maaf saya telat.
- Sampai ketemu besok... - Aku ingin bebas.
Aku selalu ceria, kapanpun... dimanapun.
Aku ingin menjadi pacar yang keren.
Tapi ternyata melelahkan.
- Kenapa? - Karena, begitulah hidupku di waktu itu.
Aku ingin disukai banyak orang.
Aku ingin jadi orang baik.
Aku pacaran dengan sifat seperti itu.
Bisa dibayangkan, bagaimana aku berusaha untuk di sukai oleh pacarku.
Denganku, kau tidak perlu seperti itu.
Iya, tidak akan.
Aku kan mau melakukan apa yang aku mau.
Aku bisa pergi, kalau aku mau pergi.
No comments yet. Be the first to leave one.